Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Tinjauan Yuridis Maqashid Syariah Terhadap Penghimpunan Dana Bank Syariah: Tinjauan Yuridis Maqashid Syariah Terhadap Penghimpunan Dana Bank Syariah Fitri, Aulia; Hidayah, Astika Nurul
Ecobankers : Journal of Economy and Banking Vol. 4 No. 2 (2023): Ecobankers : Journal of Economy and Banking
Publisher : Prodi Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/ecobankers.v4i2.1093

Abstract

Maqashid Syariah adalah tujuan Syariah yang dimaksudkan oleh Allah SWT pada semua makhluk-Nya. Inti dari tujuan syariah adalah memahami kemaslahatan bagi manusia dan menghilangkan kemudharatan. Maqashid Syariah sangat penting karena berdampak pada ekonomi, misalnya dalam ekonomi Islam, menciptakan produk yang baik di bank syariah atau lembaga keuangan syariah lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis penghimpunan dana yang dikeluarkan oleh bank syariah apakah telah memenuhi maqashid syariah dan bagaimana kedudukan maqashid syariah dalam hukum perbankan syariah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dan menggunakan data sekunder. Metode pengumpulan data sekunder dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa produk penghimpunan dana Bank Muamalat Cabang Purwokerto sudah sesuai dengan maqashid syariah. Kata kunci: maqashid syariah, penghimpunan dana, bank syariah
Exploring the Effectiveness of Mediation in Resolving Disputes in the Indonesian Administrative Court Amarini, Indriati; Ismail, Noorfajri; Saefudin, Yusuf; Attamimi, Zeehan Fuad; Hidayah, Astika Nurul
Journal of Indonesian Legal Studies Vol. 9 No. 1 (2024): Navigating Legal Landscapes: Exploring Justice Development in Indonesia and the
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jils.vol9i1.4632

Abstract

This study analyzes mediation in administrative dispute resolution in Indonesian Administrative Courts. The settlement of administrative disputes through mediation is not recognized in the Administrative Court procedural law. Mediation in the dispute resolution process in Administrative Courts is still a matter of debate. One of the parties to the dispute is a public body or official who is included in the realm of public law, so that mediation is not possible. The execution of Administrative Court decisions that have permanent legal force does not guarantee justice and legal certainty. This research aims to analyze the development and implementation of mediation in settlement of public disputes in Administrative Courts. The research method used is doctrinal research or library research with secondary data sources in the form of legislation on Administrative Courts, Supreme Court regulations on mediation, and scientific journals of research results. The results showed that mediation in public dispute resolution is used as an alternative to dispute resolution and has long been applied in several countries. Mediation in administrative dispute resolution can be carried out in two ways. First, mediation can be carried out outside the Administrative Court, and then the lawsuit is revoked. Second, mediation can be carried out through Court-connected mediation in the Administrative Court. There is a need to develop and strengthen the application of Court-connected mediation for administrative dispute resolution from the aspects of procedural law and Administrative Court resources that support the mediation process.
ANNULMENT OF MARRIAGE DUE TO DATA MANIPULATION IN THE PERSPECTIVE OF ISLAMIC LAW AND POSITIVE LAW Nursheta Resmi, Herni; Hidayah, Astika Nurul
Hukum Responsif Vol 15 No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/responsif.v15i2.9462

Abstract

Abstract Marriage is a sacred bond between a man and a woman whose aim is to form a happy and eternal family based on the Almighty Godhead. However, in practice, sometimes marriages are annulled for several reasons, one of which is due to data manipulation. This research aims to analyze marriage annulments due to data manipulation from the perspective of Islamic law and positive law. The method used in this research is normative juridical, namely the research process of researching and studying law as norms, rules, legal principles, legal principles, legal doctrine, legal theory and other literature to answer the legal problems being studied. The research results show that in Islamic law, data manipulation in marriage is considered fraud (gharar) which can damage the purpose of marriage, so it can be a reason to cancel the marriage. Meanwhile, in positive law in Indonesia, data manipulation in marriage is regulated in the Marriage Law and the Compilation of Islamic Law as one of the reasons for canceling a marriage. So, both in Islamic law and positive law in Indonesia, manipulation of data in a marriage can be a reason to annul a marriage. Keywords: Marriage, Marriage Cancellation, Data Manipulation
STUDI KOMPARATIF LEGALITAS TINDAKAN EUTHANASIA BAGI PASIEN DENGAN PENYAKIT KRONIS DI INDONESIA DAN NORWEGIA Maharani, Farah Dilla Puspita; Hidayah, Astika Nurul
Collegium Studiosum Journal Vol. 7 No. 2 (2024): Collegium Studiosum Journal
Publisher : LPPM STIH Awang Long

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56301/csj.v7i2.1423

Abstract

Euthanasia adalah prosedur untuk mengakhiri hidup guna mengurangi penderitaan akibat penyakit terminal atau kondisi tak tertahankan. Terdapat dua jenis euthanasia yaitu euthanasia aktif yang merupakan tindakan untuk mengakhiri hidup seseorang secara langsung dan euthanasia pasif yang merupakan penghentian perawatan pada pasien. Indonesia dan Norwegia, adalah negara yang tidak memperbolehkan tindakan euthanasia. Tujuan dari penelitian ini membahas mengenai kebijakan hukum di Indonesia dan Norwegia terkait legalitas tindakan euthanasia bagi pasien dengan penyakit kronis dan tantangan hukum yang dihadapi oleh tenaga medis di Indonesia dan Norwegia dalam menangani kasus-kasus euthanasia. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan dua pendekatan yaitu pendekatan perundang-undangan dan pendekatan komparatif. Indonesia melarang euthanasia aktif maupun pasif berdasarkan Pasal 344 KUHP, didukung norma agama dan budaya yang menekankan pelestarian kehidupan. Norwegia melarang euthanasia aktif tetapi mengizinkan euthanasia pasif dalam perawatan paliatif. Kedua negara menghadapi tantangan, di mana tenaga medis mengalami kesulitan dalam mengambil keputusan terkait tindakan euthanasia.
Perbandingan Kebijakan Hukum Terhadap Perkawinan Anak dari Perspektif Hukum Perkawinan di Indonesia dan Malaysia Utami, Dwi; Hidayah, Astika Nurul
Jurnal Hukum In Concreto Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Hukum In Concreto Volume 3 Nomor 1 2024
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/inconcreto.v3i1.1292

Abstract

Problems related to child marriage occur due to several educational, economic, cultural, and environmental factors. This has more negative impacts than positive impacts, not only a serious problem in Indonesia but also in neighboring countries such as Malaysia. Therefore, this study aims to analyze the comparison of legal policies in Indonesia and Malaysia against child marriage. This research method is normative juridical by a examining legislative documents, books, journals, and other literature studies related to this research. The results show that the age limit for marriage in Indonesia is 19 years for men and women, while in Malaysia the age limit for marriage for men is 18 years and 16 years for women. The policy applied in Indonesia to prevent child marriage is to raise the age limit of marriage and fulfill PERMA Number 5 of 2019, while in Malaysia, if a child marriage is to take place, it must fulfill the Standard Operating Procedure of the Sharie Judge and the policy applied to prevent child marriage through 'urf which is formed through the level of education, economy, and psychology.  Keywords: child marriage, marriage age limit, policy
Peranan Perguruan Tinggi dalam Mendukung Pengembangan Perbankan Syariah di Kabupaten Purbalingga Propinsi Jawa Tengah Hidayah, Astika Nurul; Wardani, Susilo
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Sosial Ekonomi dan Psikologi
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem perbankan syariah menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat dalam menginvestasikan atau sekedar menyimpan dana yang dimiliki. Hal ini didasarkan pada kokohnya sistem perbankan syariah dalam masa krisis moneter di tahun 1998 yang mana banyak perbankan konvensional yang tidak dapat bertahan dan mengalami kegoncangan namun tidak demikian halnya dengan perbankan syariah. Berdasarkan hasil penelitian, Kabupaten Purbalingga yang merupakan kawasan Propinsi Jawa Tengah bagian selatan ternyata memiliki tingkat perkembangan bank syariah yang paling rendah diantara 2 (dua) kabupaten sekitar yang memiliki tingkat perekonomian yang sepadan. Hal ini tentunya menimbulkan pertanyaan karena Kabupaten Purbalingga sangat terbuka terhadap investor asing maupun lokal yang ada sehingga banyak terdapat usaha yang mendorong berkembangnya perekonomian masyarakatnya. Selain itu, di sekitar Kabupaten Purbalingga banyak terdapat perguruan tinggi yang notabene memiliki tugas dan tanggung jawab untuk turut mengembangkan dan menyebarkan pengetahuan bagi masyarakat di sekelilingnya. Terkait hal tersebut, maka perlu dilakukan analisis mengenai bagaimana peranan perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan perbankan syariah di Kabupaten Purbalingga Propinsi Jawa Tengah.
Perjalanan K.H. Ahmad Dahlan Merancang Masa Depan Pendidikan Indonesia Fakhri, Maulana Allifa; Darmawan, Ghani; Setiawati, Vera; Lestari, Dwi Indah; Shada, Fitria Ananta Nasywaa; Hidayah, Astika Nurul
AMERTA Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 4 No 3 (2024): Amerta Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Amerta Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muhammadiyah adalah sebuah organisasi  Islam yang besar di Indonesia dan bersifat modern, didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan pada tahun 1912 di Yogyakarta. Dalam sejarah pendidikan Islam di Indonesia, dengan berbekal ilmu agama yang telah di kuasai K.H. Ahmad Dahlan serta gagasan pembaru yang di dapat saat ia bersekolah d Timur Tengah, beliau mencoba menerapkannya di Indonesia atau Nusantara dengan tujuan untuk memperbaharui pemahaman keagamaan.  Pada masa itu, sistem pendidikan di Indonesia diselenggarakan oleh pemerintah kolonial Belanda, pendidikan umum lebih menekankan pada ilmu pengetahuan Barat yang dianggap sekuler, sementara pendidikan agama lebih fokus pada pengajaran agama Islam dengan metode tradisional. K.H. Ahmad Dahlan juga prihatin dengan kondisi umat Islam pada saat itu yang dianggapnya masih banyak yang belum memahami ajaran Islam secara mendalam dan kontekstual.  Pendidikan Islam dalam perkembangan ilmu pengetahuan menjadi semakin penting serta perlu mendapat perhatian khusus, pendidikan merupakan media yang sederhana namun strategis sebagai usaha untuk mencerdaskan masyarakat, sehingga dapat berpikir lebih kritis dan memiliki daya analisia yang tajam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dan jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kepustakaan, yaitu pengumpulan data atau penulisan ilmiah tentang subjek peniltian, pengumpulan data berupa literatur. Fokus penelitian ini adalah bagaimana perjalanan K.H Ahmad Dahlan dalam merancang masa depan pendidikan di Indonesia. Kata kunci: Islam ,Pendidikan ,Muhammadiyah   Muhammadiyah is a large and modern Islamic organization in Indonesia, founded by K.H. Ahmad Dahlan in 1912 in Yogyakarta. In the history of Islamic education in Indonesia, armed with the knowledge of religion that had been mastered by K.H. Ahmad Dahlan and the reformer ideas he got when he was studying in the Middle East, he tried to apply them in Indonesia or the archipelago with the aim of renewing religious understanding.  At that time, the education system in Indonesia was organized by the Dutch colonial government, general education placed more emphasis on Western science which was considered secular, while religious education focused more on teaching Islam using traditional methods. K.H. Ahmad Dahlan was also concerned about the condition of Muslims at that time, as he thought there were still many who did not understand Islamic teachings in depth and contextually.  Islamic education in the development of science is becoming increasingly important and needs special attention. Education is a simple but strategic medium as an effort to educate society, so that they can think more critically and have sharp analytical skills. This research uses descriptive qualitative methods, and the type of research carried out is library research, namely collecting data or scientific writing about research subjects, collecting data in the form of literature. The focus of this research is K.H Ahmad Dahlan's journey in designing the future of education in Indonesia Keywords: Islam ,Education ,Muhammadiyah
ANALISIS YURIDIS GUGATAN ANAK TERHADAP ORANG TUA Rahayu, Titin Puji; Hidayah, Astika Nurul
The Juris Vol. 8 No. 2 (2024): JURNAL ILMU HUKUM : THE JURIS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STIH Awang Long

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56301/juris.v8i2.1409

Abstract

The cases filed by children against their parents in court reflect the mismatch between social practices and the applicable legal norms, especially in the context of Law No. 1/1974 regarding Marriage. In Islamic law, children have an absolute obligation to respect and be dedicated to their parents, as regulated in QS Al-Isra verses 23-24. However, in practice, lack of communication and changing social values often create conflicts between children and parents. This research uses normative legal method with statute approach and case approach to analyze legal protection for parents and the effectiveness of the mediation method in cases of children’s lawsuits against parents in court. The research specification uses descriptive analysis. The data collection method in this research uses the library research method. The results of the analysis show that in Indonesia there was no specific regulation that would protect parents, especially in legal cases where parents are sue by their children. This shows that there is a gap in the legal system that protects the position of parents when they are harmed by a lawsuit filed by a child. Therefore, clear regulations are needed to protect the rights of parents and ensure fairness and balance in these situations.
Peran Nyai Ahmad Dahlan dalam Pemberdayaan Perempuan Saputra, Khanan; Saputra, Dwi Lulu Afsa; Azalia, Talita Zerlina; Ambi, Yuliana Rizka; Pamungkas, Wisnu Putra; Sukmawati, Putri; Hidayah, Astika Nurul
Scholars: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2024): SCHOLARS: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : P3M POLITEKNIK NEGERI AMBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/js.v2i2.2816

Abstract

Pendidikan merupakan hal yang penting bagi setiap manusia, sebab pendidikan akan berfungsi sebagai pembentuk kepribadian manusia. Walaupun begitu, dalam praktiknya pendidikan lebih melekat terhadap budaya patriarki, yang hal ini akan mengakibatkan perempuan semakin tersingkirkan dari ruang publik. Kondisi seperti itu membuat Siti Walidah atau yang sering dikenal dengan sebutan Nyai Ahmad Dahlan tergerak untuk mengorbankan hidupnya untuk memperjuangkan hak-hak perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemikiran serta peran Nyai Ahmad Dahlan dalam pemberdayaan perempuan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan, di mana data-data penelitian berasal dari tulisan-tulisan yang berkaitan dengan topik penelitian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Nyai Ahmad Dahlan memiliki komitmen tinggi dalam membebaskan kaum perempuan. Hal ini bisa dilihat dari pemikirannya mengenai catur pusat hingga peranannya dalam pendirian ‘Aisyiyah yang banyak memberikan kemaslahatan bagi masyarakat luas hingga sekarang, Madrasah Ibtidhaiyah Diniyah Islamiyah yang memberikan pembaharuan dalam sistem pendidikan dengan meletakkan nilai-nilai ke-Islaman dalam pembelajarannya, hingga pondok asrama bagi perempuan yang di dalamnya memberikan ajaran keagamaan serta keterampilan seperti pidato hingga pendidikan keperempuanan.
Pencegahan Tindak Perundungan Dan Kekerasan Di Sekolah Ditinjau Dari Aspek Psikologi Dan Hukum Hawanti, Santhy; Dwiyanti, Retno; Hidayah, Astika Nurul
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol. 7 No. 3 (2024): Juli 2024
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v7i3.3251

Abstract

The issue of bullying has a severe impact on the mental and physical well-being of the victim, with fatal consequences such as severe depression or death. Parental influence is crucial in preventing bullying. Children tend to mimic their parents' attitudes and behaviours. Positive attitudes, empathy and tolerance from parents can encourage children to adopt these values. Parents who are actively involved and open to effective communication help children develop empathy and feel supported, making them more likely to report or seek help in bullying situations. Parents need to understand the psychological and legal aspects of bullying and school violence prevention to protect their children's well-being. Psychological knowledge helps recognise early signs of trauma and provide emotional support, as well as establishing the values of empathy, tolerance and respect in children. Legal knowledge enables parents to take appropriate action if their child is victimised, liaise with schools and authorities, and ensure anti-bullying policies are implemented. This regulation creates a safe and supportive environment for children to grow. Strengthening parents' understanding and knowledge of bullying prevention and its psychological and legal impacts was done through counselling activities. This counselling presented material on the psychological impact of bullying on children and the legal consequences for perpetrators and omission of bullying activities for both children and schools and parents. The counselling sessions were attended by parents, teachers, and school committees. The counselling participants said that after attending the training, their knowledge about bullying, its impact, and preventive measures improved. The results of the questionnaire before and after attending the counselling showed increased participants' understanding. Keywords: bullying; prevention; violence Abstrak: Perundungan dan kekerasan di sekolah berdampak parah pada perkembangan mental dan emosional anak serta mengganggu proses belajar mengajar. Data FSGI, pada periode Januari-Juli 2023 terdapat 16 kasus perundungan dengan 43 korban. Jumlah ini meningkat menjadi 23 kasus pada periode Januari-September 2023, dengan tingkat perundungan tertinggi terjadi di sekolah menengah pertama (SMP) yang mencapai 50%, bahkan 2 orang meninggal dunia selama periode tersebut SMP Muhammadiyah Kembaran juga menghadapi masalah ini. Untuk mencegah bullying dan kekerasan, diadakan penyuluhan dengan metode ceramah dan diskusi guna memberikan pemahaman komprehensif dan praktis. Kegiatan ini melibatkan guru dan orang tua untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman. Hasil penyuluhan menunjukkan peningkatan pemahaman dan kesadaran peserta tentang dampak negatif bullying dan kekerasan serta pentingnya peran setiap orang dalam pencegahannya, yang terbukti dari hasil kuesioner sebelum dan sesudah sesi penyuluhan.Kata kunci: kekerasan; perundungan; pencegahan