Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Artefak

Paradigma Pedagogi Reflektif Terintegrasi Flipped Classroom pada Materi Majapahit Mempersatukan Nusantara Menggunakan Media Pembelajaran Peta Timbul Printina, Brigida Intan; Kusmayadi, Yadi; Nurholis, Egi
Jurnal Artefak Vol 11, No 2 (2024): September
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v11i2.14309

Abstract

Paradigma Pedagogi Reflektif terintegrasi Flipped Classroom pada materi Majapahit mempersatukan nusantara merupakan implementasi pembelajaran yang dilakukan pada kelas Media Pembelajaran Sejarah menggunakan sarana peta timbul. Tujuan penelitian yang pertama menguraikan pengalaman pembelajaran dengan menggunakan Paradigma Pedagogi Reflektif terintegrasi Flipped Classroom menggunakan media pembelajaran peta timbul, yang kedua ialah menganalisis hasil pembelajaran dengan menggunakan Paradigma Pedagogi Reflektif terintegrasi Flipped classroom menggunakan media pembelajaran peta timbul. Metode penulisan menggunakan penelitian kualitatif, dengan langkah pengumpulan data, reduksi data, analisis data, dan penarikan kesimpulan.  Subjek penelitian ini ialah mahasiswa Pendidikan Sejarah Universitas Sanata Dharma angkatan 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa dapat berdinamika dan menjawab hasil penugasan berdasarkan 3 nilai keutamaan dalam PPR yaitu  nilai Competence atau penggalian konteks didapatkan hasil rata-rata mahasiswa mendapatkan 87% tingkat pemahaman dalam penggalian konteks pemahaman materi,  Pada nilai Compassion penggalian pengalaman, ada sekitar 86% pengalaman yang didapat untuk memaknai dinamika pengerjaan proyek dan sebagian besar memahami bahwa pengerjaan proyek peta timbul memliki banyak tantangan. Mahasiswa mendapatkan nilai Conscience dengan cara merefleksikan proses pengalaman dan banyak yang merasa mendapatkan wawasan dan pemaknaan dari pengerjaan media pembelajaran peta timbul, karena ada sekitar 88% mahasiswa yang mampu menggali nilai ketelitian, kesabaran, kreativitas serta tanggungjawab. Tindak lanjut dari hasil pembelajaran bahwa ada 21 mahasiswa yang akan menggunakan media yang sama dengan alasan kebermaknaan dalam dinamika kelompok  dalam pengerjaannya, dan menambah kemampuan metakognitif untuk menemukan relevansi pembelajaran sejarah. Sedangkan ada 4 mahasiswa yang tidak menggungakan karena memakan waktu, tenaga dan biaya.
Instagram as a Media for Digital History Literacy: Content Analysis of Instagram Account @historiadotid Kusmayadi, Yadi; Nurrohmah, Ahliha; Silviani, Pani
Jurnal Artefak Vol 12, No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v12i1.18945

Abstract

This study aims to analyze the Instagram account @historiadotid as a medium for historical literacy in the digital era. The background of this study is the shift in the way people, especially the younger generation, access historical information from conventional media to social media. The research uses the netnography method, through analyzing the posts, captions, and responses of the account's followers. The results show that @historiadotid consistently uploads daily content in the form of infographics and video reels that present history in a visual, concise and educative manner. The communicative narrative style, the use of credible sources, and the two-way interaction between account managers and followers show that social media can be an inclusive and critical means of learning history. Followers' responses in the form of appreciation, discussion and clarification indicate the existence of a dialogical historical literacy space in the digital realm. The main contribution of this research is to provide an understanding of the strategy of using social media in strengthening historical literacy. The implication is that social media, especially Instagram, has the potential to become an inclusive, participatory and contextual history education space, especially for young people who are attached to digital culture.