Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Increasing The Quality and Quantity of Marine Processed Production in Fisherman Villages Febby Rahmatullah Masruchin; Ratnaningsih Sri Yustini; Naufal Abdillah
IPTEK Journal of Proceedings Series No 1 (2023): The 1st International Conference on Community Services and Public Policy (ICCSP) 2022
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23546026.y2023i1.16387

Abstract

The processed sea is one of the livelihood commodities in the fishing village of Surabaya. The production process includes cleaning, drying, cooking, and packaging activities. One of the problems faced is in the drying process. Dry on the highway makes the product unhygienic. Horizontal drying areas have a limited area for drying. The solution given to this problem is a multifunctional vertical drying area. Vertical drying racks can increase the quantity of drying up to 5 times. Product quality can also be improved because there is no drying on the edge of the highway which causes the product to be less hygienic. The multifunction of the drying area is obtained from 3 main functions: a drying place, a storage area, and an oven. The use of metal material aims to make the drying place have a longer life than bamboo. The use of metal angled holes is intended so that the distance between rack levels can be adjusted to the needs and can be added or reduced. The increase in the quantity and quality of production in the drying process is expected to increase the profits of the business of processed marine products in the Surabaya fishing village.
Peningkatan Pemasaran Produk UMK Aisyah Melalui Branding Produk dan Kemasan serta Melalui Penjualan Online Febby Rahmatullah Masruchin; Ratnaningsih Sri Yustini; Naufal Abdillah; Natanel Dirgantara Putra Yuwono; Adi Prayogo
JPP IPTEK (Jurnal Pengabdian dan Penerapan IPTEK) Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : LPPM ITATS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jpp-iptek.2023.v7i1.3662

Abstract

UMK Aisyah merupakan usaha yang memproduksi olahan laut hasil tangkapan nelayan di Surabaya dan menjadi salah satu produk oleh-oleh khas Surabaya. Mitra memiliki dua permasalahan, yaitu mitra tidak memiliki identitas produk atau usaha yang dapat menjadi ciri khas jika dibandingkan dengan usaha sejenis dan mitra melakukan penjualan secara langsung dan pasif menunggu pembeli datang di tempat wisata Pantai Lama Kenjeran Surabaya. Metode yang digunakan selama pelaksanaan kegiatan ini meliputi persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan pelaksanaan yang dilakukan merupakan solusi yang diberikan untuk menyelesaikan permasalahan mitra yang terdiri dari pembuatan branding, media pemasaran, dan perizinan. Branding yang dilakukan adalah dengan membuat nama usaha dan produk mitra beserta logo produk dan usaha. Media pemasaran yang dibuat meliputi media pemasaran offline dan online. Pemasaran offline dilakukan menggunakan media pemasaran seperti banner, kartu nama, dan brosur. Sedangkan pemasaran online dilakukan menggunakan beberapa platform, yaitu media sosial dan marketplace. Perizinan yang dilakukan fokus pada perizinan usaha, yaitu NIB dan perizinan produk, yaitu PIRT 19 produk mitra. Kegiatan yang telah dilakukan memberikan tiga dampak positif bagi mitra, yaitu produk dan usaha semakin terkenal, peningkatan omzet, dan tercipta mitra pemasaran. Peningkatan omzet usaha mitra mencapai 42% pada bulan Agustus 2022 dibandingkan dengan bulan Maret 2022 sebelum kegiatan dilaksanakan. Saat ini, UMK Aisyah juga memiliki mitra penjualan, yaitu reseller yang membantu menjual produk melalui pemasaran online. Peningkatan usaha mitra yang sudah dicapai saat ini dapat mendukung 2 dari 5 bidang fokus pemerintah, yaitu pariwisata dan blue economy/kemaritiman.
PENERAPAN PENDEKATAN ARSITEKTUR NUSANTARA TERHADAP PERANCANGAN FASILITAS PEMENTASAN SENI REYOG PONOROGO Fatrik Faza Damara Putra; Febby Rahmatullah Masruchin
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 13 No 1 (2023): Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v13i1.4413

Abstract

Fasilitas pementasan seni reyog di ponorogo ini masih sedikit adanya, perlu adanya fasilitas penunjang kegiatan seni budaya agar masyarakat di ponorogo lebih agresif dalam mengembangkan dan melestarikan seni budaya lokal Ponorogo, maka dari itu perlu di buatnya Fasilitas Pementasan Seni Reyog ponorogo sebagai fasilitas penunjang kegiatan seniman ponorogo. Dalam perancangan ini juga akan menerapkan tema Arsitektur Nusantara, Arsitektur Nusantara ini merupakan penerapan unsur budaya lokal pasda bangunan. Dengan cara mengadaptasi ataupun mentrtansformasikan bangunan dari unsur budaya yang ada di dalam nusantara. Penerapan Arsitektur Nusantara ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat atas pentingya menjaga serta memelihara budaya asli Indonesia. Terdapat beberapa isu yang bertebaran tentang pengeklaiman secara bebas reog ponorogo di luar negeri. Tujuan di buatnya perancangan ini juga merupakan suatu upaya agar seni Reyog Ponorogo ini diakui oelh UNESCO sebagai warisan budaya tak benda. Dalam rangka ini DISBUDPARPORA Ponorogo mengadakan event festival Reyog Budaya setiap satu bulan sekali sebagai ajang agar Reyog Ponorogo diakui sebagai budaya lokal Indonesia
PENERAPAN ARSITEKTUR PERMAKULTUR PADA POLA LANSEKAP TAMAN WISATA PERTANIAN HORTIKULTURA INTAN ABATANI DI MOJOKERTO Intan Nuhita Ardia Sutrisno; Febby Rahmatullah Masruchin
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 13 No 1 (2023): Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v13i1.4539

Abstract

Di Kabupaten Mojokerto, sebagian besar wilayahnya merupakan lahan pertanian. Masyarakatnya mayoritas bekerja sebagai petani. Namun, hingga saat ini masih banyak ditemukan petani yang mengalami gagal panen. Hal tersebut dikarenakan, kurangya pengetahuan tentang budidaya yang benar serta pengobatan tanaman atas serangan hama, atau cara mengatasi karena cuaca yang tidak menentu. Oleh karenanya, perlu adanya suatu fasilitas untuk mengedukasi masyarakat tentang cara pertanian yang terintegrasi. Sesuai dengan RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) kabupaten Mojokerto, yang telah ditetapkan suatu prioritas pengembangan sektor pertanian dan peternakan yang dikemas dalam suatu sektor pariwisata. Hal tersebut dapat diterapkan pada salah satu tempat wisata yang ada di Kabupaten Mojokerto, yaitu “Taman Wisata Intan Abatani”, taman wisata tersebut merupakan tempat wisata yang mengutamakan fungsi edukasi pertanian yang terintegrasi. Perlu tindakan untuk mengembangkannya guna memberikan fasilitas yang memadahi sebagai tempat edukasi pertanian terintegrasi. Lansekap dengan tatanan pola yang tepat dapat membuat suatu produksi pertanian berintegrasi dengan baik, sehingga akan menjadikan suatu pertanian yang berkelanjutan. Penerapan konsep permakultur akan membuat suatu desain untuk lingkungan dengan menerapkan pengembangan arsitektur yang berkelanjutan serta sistem pertanian swadaya berdasarkan ekosistem alam. Metode yang digunakan melalui literatur, survei, pengumpulan data eksisting, dan wawancara. Yang menghasilkan suatu desain tatanan pada pola lansekap wisata pertanian.
PENDEKATAN ARSITEKTUR METAFORA TERHADAP PENGEMBANGAN TERMINAL PENUMPANG PELABUHAN YOS SUDARSO DI TUAL MALUKU TENGGARA Yunita Fajar Sari Larundi; Febby Rahmatullah Masruchin
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 13 No 1 (2023): Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v13i1.4546

Abstract

Tujuan adanya penelitian ini dilakukan agar bisa menerapkan suatu pendekatan arsitektur metafora dimana dalam pengembangan yang akan diadakan untuk terminal penumpang pelabuhan Yos Sudarso di Tual, tepatnya di daerah Maluku Tenggara dalam terminal penumpang ini merupakan suatu elemen penting bagi bangunan infrastruktur untuk kendaraan transportasi laut yang dimana memiliki peranan krusial terendiri didalam memberikan adanya pengalaman penggunaan secara baik dan efesien. Didalam adanya penerapan menggunakan pendekatan arsitektur metafora ini agar bisa membuat adanya suatu penciptaan lingkungan fisik yang memiliki pemanfaatan didalam konsep metaforisnya agar memiliki peningkatan kualitas dan juga pengalaman bagi para pengguna yang ada di dalam terminal penumoang. Adanya penggunaan dalam pemilihan konsep metafora ini sudah memiliki pertimbangan dalam karakteristiknya yang nanti akan digunakan dan diterapkan kedalam kebutuhan fungsi dan kebutuhan terminal penumpang. Penelitian ini akan menggunaan metodologi penelitian secara deskriptif kualitatif yang akan melibatkan adanya tahapan untuk pengumpulan data dan juga informasi sebagai sumber hasil penelitian. Dimana akan mengumpulkan informasi berupa karakteristik local, menganalisis suatu kebutuhan pengguna, mengidentifikasi metafora yang relevan. Konsepan metafora yang nantinya akan diimplemnetasikan ini akan diterapkan dalam perancangan fisik terminal penumpang, tata letak , penggunaan material dan juga adanya penerapan dalam elemen visualnya. Sehingga nantinya hasil yang akan dikemukakan merupakan pengembangan terminal penumpang yang akan lebih inovatif dan juga akan dapat memebrikan orientasi terhadap pengguna. Dengan menggunakan konsep metafora ini nantinya menghasilkan lingkungan yang dapat memadukan fungsi.
Implementation of Domes Building in Simoketawang Village Tourism Education Facilities, Sidoarjo City Windy Fitria Kermatigo; Febby Rahmatullah Masruchin
Asian Journal of Social and Humanities Vol. 1 No. 08 (2023): Asian Journal of Social and Humanities
Publisher : Pelopor Publikasi Akademika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59888/ajosh.v1i08.52

Abstract

The application of dome buildings in tourist education facilities in Simoketawang Village, Sidoarjo aims to increase educational value and attract tourists to visit the village. In this discussion, we explore the benefits and potential of applying dome structures in the context of educational tourism in Simoketawang Village. Through literature recognition, we found that the application of dome structures, such as geodesic domes, ellipsoid domes, and tropical domes, can provide architectural uniqueness and interesting experiences for visitors. Geodesic domes, with triangular segment structures, provide robustness and efficiency in construction, while ellipsoids of domes give a dynamic and aesthetic impression of modernity. The tropical dome, with its hollow and open design, prioritizes air circulation and natural lighting. In addition, the discussion also involved aspects of sustainability and community participation in the development of village tourism. The application of domes in tourist education facilities can support sustainable design principles, such as the use of natural materials and optimization of natural resources. In addition, the participation of local communities is also important in the preservation of cultural heritage and the development of ecotourism in Simoketawang Village.By combining unique architectural designs, educational values, and launches, the application of domes buildings in Simoketawang Village can provide a unique and interesting tourist experience for visitors, while supporting the development of ecotourism and the preservation of local culture.
Tsunami Response in Batu Bengkung Beach Tourism, Gajahrejo Village, Malang Regency Faisal Kurniawan Arifyanda; Darmansjah Tjahja Prakasa; Febby Rahmatullah Masruchin
Asian Journal of Social and Humanities Vol. 2 No. 7 (2024): Asian Journal of Social and Humanities
Publisher : Pelopor Publikasi Akademika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59888/ajosh.v2i7.290

Abstract

Batu Bengkung Beach in Malang Regency has excellent potential as a natural tourist destination. However, the natural condition which is an area prone to tsunami disasters also cannot be ignored. Safety considerations and minimizing casualties are the main reasons this tour aims to make adjustments to aspects of tsunami disaster mitigation. Likewise for the sustainability of tourism in the future. The method carried out is through qualitative and quantitative data research. Direct observation at the location is also needed to determine exactly the existing conditions, as well as interviews with several resource persons as data reinforcement. The result is the application of aspects of tsunami disaster mitigation that are relevant to existing natural conditions. Aspects of tsunami disaster mitigation that can be applied are, first, the determination or determination of evacuation locations and evacuation routes. By utilizing natural conditions surrounded by hills, these conditions can be an ideal evacuation location. The second early warning is in the form of an alarm or siren warning of a tsunami. Aims to notify of the tsunami disaster and is expected to evacuate immediately. The third erected vertical evacuation buildings in the form of tsunami shelters that met FEMA guideline standards. And finally regular disaster mitigation simulation training.
Penerapan Prinsip Sekolah Masa Depan pada Perancangan Sekolah Menengah Kejuruan: Future School Design Concept Challenges on Vocational School Design Kefin Setyawan; Febby Rahmatullah; R.A Retno Hastijanti
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 18 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v18i1.1092

Abstract

Di era perkembangan dunia yang cepat dan tantangan revolusi industri 4.0, mendorong perubahan dalam kualitas pendidikan di Indonesia. Sekolah masa depan adalah bentuk konsep yang selaras dengan kerangka pendidikan 4.0 dengan mengadaptasi perubahan dalam konten pembelajaran, mengembangkan fasilitas infrastruktur yang mengacu pada perkembangan dan teknologi masa depan. Sekolah Menengah Kejuruan atau SMK, sebagai salah satu tempat untuk menghasilkan pekerja yang siap bekerja dan kompeten sesuai dengan jenis industri atau kejuruan, menjadi model simulasi untuk menerapkan konsep sekolah masa depan. Oleh karena itu, perlu untuk mengeksplorasi pengembangan infrastruktur dan model pengembangan desain untuk fasilitas infrastruktur SMK masa depan sehingga simulasi pengembangan SMK masa depan dapat diterapkan dan mencapai tujuan optimal. Dari hasil penelitian ini, prinsip desain SMK masa depan melibatkan desain ruang pembelajaran yang mendukung model pembelajaran, kolaborasi, dan desain ruang pembelajaran harus seimbang antara fleksibilitas ruang dan teknologi pembelajaran. Ruang pembelajaran yang ideal diharapkan, desain harus mempertimbangkan praktik aksesibilitas, dan desain bangunan harus dapat dengan mudah diubah, disesuaikan, dan disesuaikan dengan masa depan. Oleh karena itu, perlu untuk mengeksplorasi pengembangan infrastruktur dan model pengembangan desain untuk fasilitas infrastruktur SMK masa depan sehingga simulasi pengembangan SMK masa depan dapat diterapkan dan mencapai tujuan optimal
Penerapan Budaya Srawung pada Redesain Pasar Kaputran Selatan di Surabaya: Implementation of Srawung Culture in The Redesign of South Keputran Market in Surabaya Adiska Putra Bagas Satriyono; Muhammad Faisal; Febby Rahmatullah Masruchin
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 18 No. 2 (2024): July 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v18i2.1290

Abstract

Pasar tradisional sebagai entitas ekonomi dan budaya dihadapkan pada tantangan keberlanjutan, terutama di era globalisasi dan modernisasi. Artikel ini mengusulkan konsep "Pasar Rakyat Glura Srawung" sebagai inovasi desain untuk menjawab permasalahan yang dihadapi oleh Pasar Keputran Selatan di Kota Surabaya. Konsep ini mengintegrasikan fleksibilitas aksesibilitas pasar, modul lapak yang fleksibel, dan penerapan nilai-nilai budaya Srawung dalam lingkungan pasar. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini menghasilkan desain pasar yang diharapkan dapat meningkatkan vitalitas pasar, mempertahankan budaya lokal, dan memberikan kontribusi terhadap pelestarian pasar tradisional. Penelitian ini juga membahas potensi konsep Glura sebagai model untuk diterapkan pada pasar tradisional lainnya dan memberikan landasan bagi studi lanjutan dalam pengembangan desain pasar yang berkelanjutan.
PENERAPAN ARSITEKTUR BIOMIMIKRI PADA BENTUK BANGUNAN BUDIDAYA PERIKANAN AIR TAWAR DI KABUPATEN BOJONEGORO Ahmad Ridhoi Aromacho; Febby Rahmatullah Masruchin
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 14 No 1 (2024): Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v14i1.4597

Abstract

Di kabupaten Provinsi Jawa Timur tepatnya di kabupaten Bojonegoro terkenal dengan adanya kegiatan dalam perikanan namun sesuai dengan keadaan wilayang ada di Bojonegoro aktivitas perikanan ini sendiri kurang sesuai untuk dapat dilaksanakan salah satu penyebab utama belum belum berkembanya kegiatan perikanan di kabupaten Bojonegoro adalah belum optimalnya stok sumber daya air dan letak wilayah yang tidak memiliki laut. Kontribusi sektor perikanan Bojonegoro hanya 0,25% dari total produksi ikannya di Jawa Timur yang mencapai 1,4 juta ton per tahun (BPS Jawa Timur, 2018). Permasalahan yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro adalah rendahnya daya saing ekonomi daerah yang bertumpu pada potensi sumberdaya daerah. Program Perikanan Seperti yang dialami langsung oleh masyarakat pembudidaya tambak, permasalahan utamanya adalah tidak adanya strategi yang lebih rinci dalam program pengembangan budidaya perikanan. Memfasilitasi kolaborasi antar beberapa kelompok untuk memenuhi tujuan masyarakat difasilitasi oleh fitur perencanaan kolaboratif. Mengklarifikasi permasalahan yang dihadapi petani dan nelayan adalah landasan perencanaan yang responsif dalam situasi ini. Meningkatkan ketersediaan ikan dan produk budidaya perikanan, memberdayakan petani dan nelayan melalui inisiatif pembangunan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar dengan meningkatkan konsumsi pangan merupakan tujuan utama pembangunan kelautan dan perikanan. dimaksudkan untuk meningkatkan Rencana kerjasama dalam penyusunan program pengembangan budidaya air tawar didasarkan pada kerjasama permodalan dan dukungan pemasaran antara organisasi daerah, kelompok daerah dan asosiasi teknis yang terkait dengan pembudidaya/nelayan. Sebagai inisiator pembangunan, Dinas Kelautan Perikanan Bojonegoro harus selalu berperan sebaik mungkin dalam mewujudkan masyarakat sejahtera. Sebagai pemegang kekuasaan atau penegak, pemerintah diharapkan mampu menjalin kerjasama yang efektif, termasuk fungsi pelibatan, koordinasi dan partisipasi.
Co-Authors Abdillah, Naufal Achmad Royyan Dwi Nur Romadhon Adi Prayogo Adinugraha, I Nyoman Anom Bramaprakasa Adiska Putra Bagas Satriyono Agung Pujianto Ahmad Murtadho Ahmad Ridhoi Aromacho Ahmad saifullah Albab, Muhammad Ulil Alfinto Deonova Koeswanto Anang Suharyanto Anindya Shafa Ayu Chandraningtiyas Annisa Beauty Ananda Arga Christian Sitohang Arifa Yuriyadi Aromacho, Ahmad Ridhoi Azzahra Putri Bella Aureliya E Sc Bulan Surya Agriya Candra Pramesti Lilabilah Dani, Moch Yasin Alfa Darmansjah Tjahja Prakasa Darmansjah Tjahja Prakasa Dava Ahmad Dinda Dayu Halizah Durotun Nafisah Enjelina Novitasari Erna Melinda Fahmi Muhammad Faisal Kurniawan Arifyanda Farida Murti Farrelino, Christian Fatrik Faza Damara Putra Fifa Marisa Irwayu Fitriana Dewi Silaen Haq, Dayyan Rizkyansyah Diyaul Herlina Herlina Iksa Putra, Ari Yanuardinata Intan Nuhita Ardia Sutrisno Ir. Benny Bintarjo, MT Istijanto, Suko Jannah, Siti Miftahul Jessyca Angelique Haryono Kefin Setyawan Kharisma Sintyas Syaharani Marino Yandrian Daputra Maudy Priya Mirah Sandika Mochamad Ilham Mochammad Dicky Sadullah Mochammad Fany Firdiansyah Mufidah, Mufidah Muhammad Dzaki Al Muallif Muhammad Faisal Muhammad Faisal Muhammad Faisal Muhammad Tessar Kurnia Putra Muhammad Thoriq Al Rosyid Natanel Dirgantara Putra Yuwono Naufal Abdillah Naufal Abdillah Nekky Rahmiyati PRAYOGO, ADI Putri Eka Ayu Nabila RA Retno Hastijanti Ratnaningsih Sri Yustini Ratnaningsih Sri Yustini Regina Hafidhah Haura Remetwa, Apolinaris Rendy Achmad Wahyu Riadi, Riadi Rica N Halimatus Riska Amelia Rizki Dwi Rama Setyawan Rizqa Rahma Fatiha Sabrina Ayu Rizkya Salvia Rahma Satriyono, Adiska Putra Bagas Sayyidah Ayu Izzabillah Setyawan, Rohmad Shila Radasahila Silvi Aristyanisa Ramadhani Sri Andayani Suko Istijanto Taufiqah Thallah Zhafirah Teresya Behuku Tigor W. S. Panjaitan Tohar, Ibrahim Ulya Azizah Vika Amalia Fahmi Windy Fitria Kermatigo Yessi Maretha Miraningsih Yulyar Kartika Wijayanti Yunita Fajar Sari Larundi Yustini, Ratnaningsih Sri Yuwono, Natanel Dirgantara Putra