Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Implementasi Konsep Healing Environment Pada Perancangan Rumah Sakit Umum Tipe C di Kabupaten Ngawi Setyawan, Rohmad; Masruchin, Febby Rahmatullah
Jurnal Latar Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal LATAR (Desember)
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69749/jl.v1i2.18

Abstract

Ngawi merupakan  kabupaten yang lokasinya terletak di daerah Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Lokasi kabupaten ini tepatnya berada di ujung timur dan menjadi perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah. Dengan luas wilayah Kabupaten Ngawi mencapai 1.376,68 km² dan memiliki populasi sekitar 870.054 jiwa. di Kabupaten Ngawi tercatat terdapat 5 Rumah Sakit Type C  dengan total kapasitas Kamar inap sebanyak 609 Kamar, hal ini terhitung masih kurang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarahat yang mana terdapat sekitar 870.054 Jiwa. Dari data Kementerian kesehatan bahwa standarisasi rasio bed to population ialah 1:1000 sedangkan di kabupaten ngawi jumlah itu masih belum tercapai, sehingga perlu adanya penambahan fasilitas kesehatan tersebut. Rumah Sakit Umum Tipe C termasuk salah satu fasilitas pelayanan di bidang kesehatan yang harus menyediakan sejumlah fasilitas, yaitu instalasi rawat inap serta instalasi rawat jalan, oleh sebab itu faktor pelayanan yang memiliki kualitas baik ialah suatu hal yang penting dan menjadi kewajiban mutlak bagi rumah sakit. Rumah sakit umum Tipe C memiliki layanan medis yang lebih terbatas, dengan setidaknya ada empat spesialis perawatan primer dan empat spesialis pendukung medis. Penerapan konsep healing environment didasarkan pada beberapa kriteria yaitu: keterhubungan dengan alam, pencahayaan yang sesuai, bentuk arsitektur dengan mempertimbangkan psikologi pasien, dan pemanfaatan teraupeutik, rangsangan sensorik, kemudian bahan yang berasal dari alam, sirkulasi udara yang bersih dan higienis, perencanaan ruang luar dan ruang dalam ruangan yang baik, serta lingkungan yang mudah dijangkau dengan infrasuktur yang memadai.
Analisis Pola Sirkulasi Kendaraan Pada Perancangan Pasar Induk Pertanian di Kabupaten Jombang Jannah, Siti Miftahul; Masruchin, Febby Rahmatullah; Murti, Farida
Jurnal Latar Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal LATAR (Juni)
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69749/jl.v2i1.41

Abstract

Kabupaten Jombang dapat memanfaatkan sektor pertanian untuk memberikan konstribusi yang positif pada pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan adanya perancangan pasar induk pertanian, akan menjadi wadah para petani dalam memasarkan hasil produksi pertanian. Sirkulasi kendaraan pada pasar harus diperhatikan untuk memudahkan mobilitas barang dan memberikan kenyamanan serta keselamatan pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa penerapan pola sirkulasi kendaraan pada bangunan pasar induk pertanian di Kabupaten Jombang. Metoda analisa yang digunakan adalah metoda literatur dan kajian pustaka yang berasal dari buku dan jurnal yang dipaparkan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan, pola sirkulasi linier satu dan dua arah diterapkan pada sirkulasi kendaraan pengunjung, pedagang dan pengelola. Sedangkan pada kendaraan distributor hanya menggunakan pola sirkulasi linier satu arah.
PENERAPAN ARSITEKTUR BIOMIMIKRI PADA BENTUK BANGUNAN BUDIDAYA PERIKANAN AIR TAWAR DI KABUPATEN BOJONEGORO Aromacho, Ahmad Ridhoi; Masruchin, Febby Rahmatullah
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 14 No 1 (2024): Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v14i1.4597

Abstract

Di kabupaten Provinsi Jawa Timur tepatnya di kabupaten Bojonegoro terkenal dengan adanya kegiatan dalam perikanan namun sesuai dengan keadaan wilayang ada di Bojonegoro aktivitas perikanan ini sendiri kurang sesuai untuk dapat dilaksanakan salah satu penyebab utama belum belum berkembanya kegiatan perikanan di kabupaten Bojonegoro adalah belum optimalnya stok sumber daya air dan letak wilayah yang tidak memiliki laut. Kontribusi sektor perikanan Bojonegoro hanya 0,25% dari total produksi ikannya di Jawa Timur yang mencapai 1,4 juta ton per tahun (BPS Jawa Timur, 2018). Permasalahan yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro adalah rendahnya daya saing ekonomi daerah yang bertumpu pada potensi sumberdaya daerah. Program Perikanan Seperti yang dialami langsung oleh masyarakat pembudidaya tambak, permasalahan utamanya adalah tidak adanya strategi yang lebih rinci dalam program pengembangan budidaya perikanan. Memfasilitasi kolaborasi antar beberapa kelompok untuk memenuhi tujuan masyarakat difasilitasi oleh fitur perencanaan kolaboratif. Mengklarifikasi permasalahan yang dihadapi petani dan nelayan adalah landasan perencanaan yang responsif dalam situasi ini. Meningkatkan ketersediaan ikan dan produk budidaya perikanan, memberdayakan petani dan nelayan melalui inisiatif pembangunan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar dengan meningkatkan konsumsi pangan merupakan tujuan utama pembangunan kelautan dan perikanan. dimaksudkan untuk meningkatkan Rencana kerjasama dalam penyusunan program pengembangan budidaya air tawar didasarkan pada kerjasama permodalan dan dukungan pemasaran antara organisasi daerah, kelompok daerah dan asosiasi teknis yang terkait dengan pembudidaya/nelayan. Sebagai inisiator pembangunan, Dinas Kelautan Perikanan Bojonegoro harus selalu berperan sebaik mungkin dalam mewujudkan masyarakat sejahtera. Sebagai pemegang kekuasaan atau penegak, pemerintah diharapkan mampu menjalin kerjasama yang efektif, termasuk fungsi pelibatan, koordinasi dan partisipasi.
IMPLEMENTASI ARSITEKTUR HIJAU PADA PERUMAHAN SUBSIDI PADA STUDI KASUS PERUMAHAN KOKOH CITY BANGKALAN MADURA Masruchin, Febby Rahmatullah; Faisal, Muhammad; Dani, Moch Yasin Alfa; Haq, Dayyan Rizkyansyah Diyaul
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 14 No 2 (2024): Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v14i2.4710

Abstract

Penerapan Arsitektur HIjau pada Perumahan Subdisi dapat memberikan hunian yang tidak hanya layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah, namun juga memberikan kualitas lebih baik bagi penghuni dan lingkungan. Penelitian ini dilaksanakan di perumahan Kokoh City yang terletak di Bangkalan yang merupakan salah satu perumahan subsidi yang mengimplementasikan Arsitektur Hijau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan teori Arsitektur HIjau pada studi kasus yang dinilai memiliki keterbatasan yaitu perumahan subsidi. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivistik dengan metode pengumpulan data secara observasi obyek studi kasus dan wawancara langsung serta melakukan analisa secara kualitatif. Teori utama yang digunakan untuk analisa adalah Arsitektur Hijau yang dikemukakan oleh Brenda dan Robert Vale yang memiliki 6 prinsip. Kegiatan di lapangan meliputi pengamatan kesesuaian teori terhadap implementasi di dalam contoh rumah studi kasus dan wawancara terhadap penghuni. Hasil yang dicapai menunjukkan penerapan seluruh prinsip Arsitektur Hijau yaitu Conserving Energy dengan desain bukaan pencahayaan alami untuk meminimalkan pencahayaan buatan dari pagi hingga sore hari, Working with Climate dengan desain yang adaptif terhadap hujan dan panas, Minimizing New Resources dengan menggunakan material lokal batu kapur, Respect for Site dengan meminimalkan cut and fill pada lahan berkontur dan Respect for User dengan sistem struktur yang adaptif terhadap bencana untuk penghuni.
Optimizing Quality of Life Through an Adaptive Biophilic Architecture Sensory Approach Gaizka Royhan Astawa; Andarita Rolalisasi; Febby Rahmatullah Masruchin
Journal of Scientific Research, Education, and Technology (JSRET) Vol. 5 No. 2 (2026): Vol. 5 No. 2 2026
Publisher : Kirana Publisher (KNPub)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/jsret.v5i2.1128

Abstract

Massive urbanization has created the phenomenon of "urban-nature disconnect," where city dwellers spend over 90% of their time indoors, shielded from natural elements (Kellert, 2008). This condition negatively impacts mental and physical health, often referred to as nature deficit disorder. Biophilic architecture emerged as a design solution aimed at reconnecting humans with nature through the built environment (Wilson, 1984). However, many current biophilic applications remain focused on purely cosmetic visual aspects, such as the placement of ornamental plants, without considering deeper sensory experiences. Juhani Pallasmaa (2005), in his theory of "The Eyes of the Skin," emphasizes that architecture should engage all human senses to create a sense of "presence" and a holistic sense of well-being. Therefore, a sensory approach is needed that is not merely statistical but also adaptive to environmental changes to optimize the quality of life of its occupants. The purpose of this research is to formulate biophilic design parameters that incorporate the senses of touch, smell, and hearing as adaptive elements in buildings. The contribution of this research is expected to be a guide for architects in designing spaces that support circadian health and human psychological comfort through dynamic natural stimulation.
Formulation of The Concept of Designing Swimming Sports Facilities in Mojokerto Regency with A Contextual Approach Sigmayuriza Devinnandy Trisnanda; Febby Rahmatullah Masruchin; Ibrahim Tohar
Journal of Scientific Research, Education, and Technology (JSRET) Vol. 5 No. 2 (2026): Vol. 5 No. 2 2026
Publisher : Kirana Publisher (KNPub)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/jsret.v5i2.1147

Abstract

The design of swimming sports facilities requires a strong understanding of local conditions so that the resulting buildings not only meet technical standards, but also align with the needs and identity of the community. Mojokerto Regency, with population growth, increasing interest in sports, and the availability of diverse land between urban and rural areas, presents challenges as well as opportunities in providing adequate swimming facilities. This study seeks to formulate the basic concept of swimming sports facility design through a contextual approach that places geographical, climatic, socio-cultural, regional spatial planning, and swimming pool planning standards in a central position. The research methods include literature review, national–international regulatory analysis, field observation, and identification of community needs and physical environmental characteristics. The results of the research resulted in a basic concept that emphasizes the integration of local contexts, spatial efficiency, environmental sustainability, user comfort, and conformity with FINA standards and national regulations. This concept is expected to be the basis for the process of designing swimming sports facilities that are functional, safe, inclusive, and relevant to the dynamics of the people of Mojokerto Regency, as well as opening up space for the development of more adaptive and sustainable sports facilities.
Study of Bioclimatic Architecture as A Basis for The Formation of A Sports Center in Batu City Abdul Rohman; Febby Rahmatullah Masruchin; Retno Hastijanti
Journal of Scientific Research, Education, and Technology (JSRET) Vol. 5 No. 2 (2026): Vol. 5 No. 2 2026
Publisher : Kirana Publisher (KNPub)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/jsret.v5i2.1155

Abstract

This study examines bioclimatic architecture as the basis for developing a Sport Center in Batu City. The city’s mountain climate, moderate temperatures, and favorable natural ventilation potential provide an opportunity to implement climate-responsive design. This research used a descriptive qualitative approach through literature review, climatic analysis, and evaluation of sports facility requirements. The findings indicate that building orientation, cross ventilation, solar control, vegetation integration, daylight utilization, and environmentally friendly materials can significantly improve thermal comfort while reducing energy consumption. The proposed Sport Center concept emphasizes adaptation to local climate conditions and sustainable architectural strategies. The study concludes that bioclimatic architecture can serve as an effective design framework for sports facilities in Batu City because it enhances environmental performance, user comfort, and long-term sustainability. The results provide a reference for planners, architects, and local governments in developing energy-efficient sports infrastructure.
Co-Authors Abdillah, Naufal Abdul Rohman Achmad Royyan Dwi Nur Romadhon Adi Prayogo Adinugraha, I Nyoman Anom Bramaprakasa Adiska Putra Bagas Satriyono Agung Pujianto Ahmad Murtadho Ahmad Ridhoi Aromacho Ahmad saifullah Albab, Muhammad Ulil Alfinto Deonova Koeswanto Anang Suharyanto Andarita Rolalisasi Anindya Shafa Ayu Chandraningtiyas Annisa Beauty Ananda Arga Christian Sitohang Arifa Yuriyadi Aromacho, Ahmad Ridhoi Azzahra Putri Bella Aureliya E Sc Bulan Surya Agriya Candra Pramesti Lilabilah Dani, Moch Yasin Alfa Darmansjah Tjahja Prakasa Darmansjah Tjahja Prakasa Dava Ahmad Dinda Dayu Halizah Durotun Nafisah Enjelina Novitasari Erna Melinda Fahmi Muhammad Faisal Kurniawan Arifyanda Farida Murti Farrelino, Christian Fatrik Faza Damara Putra Fifa Marisa Irwayu Fitriana Dewi Silaen Gaizka Royhan Astawa Haq, Dayyan Rizkyansyah Diyaul Herlina Herlina Iksa Putra, Ari Yanuardinata Intan Nuhita Ardia Sutrisno Ir. Benny Bintarjo, MT Istijanto, Suko Jannah, Siti Miftahul Jessyca Angelique Haryono Kefin Setyawan Kharisma Sintyas Syaharani Marino Yandrian Daputra Maudy Priya Mirah Sandika Mochamad Ilham Mochammad Dicky Sadullah Mochammad Fany Firdiansyah Mufidah, Mufidah Muhammad Dzaki Al Muallif Muhammad Faisal Muhammad Faisal Muhammad Faisal Muhammad Tessar Kurnia Putra Muhammad Thoriq Al Rosyid Natanel Dirgantara Putra Yuwono Naufal Abdillah Naufal Abdillah Nekky Rahmiyati PRAYOGO, ADI Putri Eka Ayu Nabila RA Retno Hastijanti Ratnaningsih Sri Yustini Ratnaningsih Sri Yustini Regina Hafidhah Haura Remetwa, Apolinaris Rendy Achmad Wahyu Retno Hastijanti Riadi, Riadi Rica N Halimatus Riska Amelia Rizki Dwi Rama Setyawan Rizqa Rahma Fatiha Sabrina Ayu Rizkya Salvia Rahma Satriyono, Adiska Putra Bagas Sayyidah Ayu Izzabillah Setyawan, Rohmad Shila Radasahila Sigmayuriza Devinnandy Trisnanda Silvi Aristyanisa Ramadhani Sri Andayani Suko Istijanto Taufiqah Thallah Zhafirah Teresya Behuku Tigor W. S. Panjaitan Tohar, Ibrahim Ulya Azizah Vika Amalia Fahmi Windy Fitria Kermatigo Yessi Maretha Miraningsih Yulyar Kartika Wijayanti Yunita Fajar Sari Larundi Yustini, Ratnaningsih Sri Yuwono, Natanel Dirgantara Putra