Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PEMANFAATAN DAUN KELOR MELALUI BERBAGAI OLAHAN MAKANAN DALAM PENCEGAHAN STUNTING DI KELURAHAN SEPANJANG JAYA KOTA BEKASI Setiadi, Feri; Simamora, Rotua Suriany; Sirait, Lenny Irmawaty; Dahlia, Indah; Ose, Maria Indriati; Murtikasari, Andinda
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 1 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i1.5770

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pemanfaatan daun kelor (Moringa oleifera) sebagai bahan pangan bergizi tinggi yang berpotensi dalam pencegahan stunting. Stunting masih menjadi salah satu masalah gizi kronis di Indonesia yang disebabkan oleh kurangnya asupan zat gizi penting, terutama pada anak usia dini. Daun kelor diketahui mengandung protein, zat besi, kalsium, vitamin A, vitamin C, serta antioksidan alami yang berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Sepanjang Jaya Kota Bekasi dengan melibatkan ibu yang memiliki balita dan kader kesehatan. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan gizi, demonstrasi, dan pelatihan pembuatan produk olahan berbasis daun kelor, yaitu gummy, puding, bubur, dan nugget. Peserta diberikan materi mengenai kandungan gizi daun kelor, teknik pengolahan yang tepat agar nutrisinya tidak rusak, serta peluang pengembangan produk sebagai usaha rumahan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap pentingnya pemenuhan gizi seimbang dan potensi daun kelor sebagai pangan fungsional untuk mencegah stunting. Produk olahan yang dihasilkan memiliki rasa yang disukai, tampilan menarik, dan nilai gizi tinggi, sehingga berpotensi diterapkan sebagai alternatif makanan bergizi di tingkat rumah tangga. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam upaya pencegahan stunting berbasis pangan lokal, sekaligus mendorong kemandirian masyarakat dalam pemanfaatan sumber daya alam sekitar untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan keluarga.
Halal alternative raw materials for pharmaceutical and cosmetic applications: a systematic review Deliaz, Mochamad Fajar; Kurniawan, Akbar Rizqi; Sari, Feni Mustika; Setiadi, Feri
Journal of Halal Product and Research Vol. 8 No. 2 (2025): Advancing the Halal Industry: Innovation, Sustainability, and Global Impact
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jhpr.vol.8-issue.2.171-179

Abstract

The global pharmaceutical and cosmetic industries continue to grow, driven by innovations that emphasize product quality and effectiveness. However, the halal status of raw materials has become a critical concern, especially with the increasing number of Muslim consumers worldwide. Conventional ingredients such as gelatin, collagen, and keratin are often derived from pigs or animals not slaughtered according to Islamic law, raising religious, ethical, health, and sustainability issues. This study systematically reviews halal alternative raw materials for pharmaceutical and cosmetic applications. Literature searches were conducted through databases such as Google Scholar, ScienceDirect, and DOAJ, focusing on articles published between 2018 and 2025 that met specific inclusion and exclusion criteria. The review identifies four main categories of halal alternatives: halal animal-based sources, including fish skin, bones, and marine animals; plant-based sources, such as agar, carrageenan, pectin, starch–alginate, and natural colorants; microbial sources, including xanthan gum and non-animal-derived chitosan; and synthetic/recombinant sources, such as recombinant collagen, recombinant insulin, and synthetic polymers. These materials serve diverse functions in pharmaceutical and cosmetic formulations, including capsule coatings, tablet coatings, emulsifiers, stabilizers, colorants, and drug delivery systems. Each alternative presents unique advantages and challenges in terms of formulation stability, bioactivity, production cost, and consumer acceptance. In conclusion, halal alternative raw materials have strong potential to replace conventional non-halal ingredients and support the global trends of clean beauty, sustainability, and ethical consumerism; however, further research is required to optimize technology and strengthen regulatory frameworks   Keywords: Alternative Gelatin, Halal Cosmetic, Halal Ingredients, Halal Pharmaceutical, Sustainable Logistics
Perbandingan Performa Algoritma Naive Bayes, Random Forest dan K-Nearest Neighbor pada Prediksi Calon Jemaah Haji Indonesia yang Berpotensi Membatalkan Haji Setiadi, Feri; Widi Nugroho, Handoyo; Yusuf Irianto, Suhendro
JURNAL ILMU KOMPUTER, SISTEM INFORMASI, TEKNIK INFORMATIKA Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : PT Akom Media Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi model klasifikasi yang paling efektif dalam memprediksi calon jemaah haji yang berpotensi membatalkan pendaftaran hajinya serta menentukan fitur-fitur yang paling berpengaruh terhadap keputusan tersebut. Penelitian ini membandingkan tiga model klasifikasi, yaitu Naïve Bayes, Random Forest, dan K-Nearest Neighbor (k-NN), dengan menggunakan dataset jemaah haji dari Siskohat Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pringsewu. Selain itu, penelitian ini juga menerapkan metode seleksi fitur Recursive Feature Elimination Cross Validation (REFCV) untuk mengidentifikasi fitur-fitur yang paling relevan dalam mempengaruhi pembatalan haji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Random Forest memberikan performa terbaik dengan akurasi, presisi, dan recall yang lebih tinggi dibandingkan model Naïve Bayes dan k-NN, baik sebelum maupun setelah seleksi fitur. Fitur-fitur seperti 'usia', 'pekerjaan', dan 'alamat' ditemukan sebagai atribut yang paling signifikan dalam mempengaruhi pembatalan haji. Penerapan metode REFCV terbukti meningkatkan akurasi model, khususnya pada model Random Forest yang mencapai akurasi 95% setelah seleksi fitur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model Random Forest dengan seleksi fitur REFCV merupakan kombinasi yang paling efektif dalam memprediksi pembatalan pendaftaran haji, serta memberikan rekomendasi bagi pengelola haji dalam meningkatkan akurasi prediksi dan efisiensi pengelolaan data jemaah haji.