Claim Missing Document
Check
Articles

EFEKTIVITAS METODE INTERVAL TANGGA NADA MAYOR UNTUK MEMBIDIK NOTASI ANGKA DALAM PEMBELAJARAN SENI MUSIK Ceme, Maria Paulina Irene; Samino, Sena Radya Iswara; Dopo, Ferdinandus Bate; Fikri, Kanzul
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v12i1.4895

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang ditemukan antara lain (1) siswa kurang mampu mengetahui apa itu notasi angka, (2) siswa tidak mampu dalam membidik notasi angka dikarenakan kurangnya pendampingan notasi angka bagi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas metode interval tangga nada mayor dalam meningkatkan kemampuan membidik notasi angka melalui pendekatan bertahap. Penelitian deskriptif kualitatif dilakukan pada siswa SMP Negeri 4 Bajawa dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan siswa membidik notasi angka. Hal ini dapat dilihat dari hasil tes sebelum kegiatan pendampingan terdapat 8 siswa yang tuntas dan meningkat setelah kegiatan pendampingan sebanyak 20 siswa yang tuntas dalam membidik notasi angka. Penelitian ini memberikan kontribusi baru dalam pendekatan pembelajaran musik formal.
PERAN AKADEMISI DAN MAHASISWA DALAM WORKSHOP SENIMAN FESTIVAL GAYAIN DI KABUPATEN NGADA Setyawan, Dedy; Dopo, Ferdinandus Bate; Bupu, Hermania; Samino, Sena Radya Iswara; Fikri, Kanzul; Taa, Tobias; Korsini, Perseveranda Putra
Jurnal Citra Kuliah Kerja Nyata Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Citra Kuliah Kerja Nyata
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jckkn.v3i4.6304

Abstract

Kegiatan Workshop Seniman sebagai bagian dari Festival Gayain 2025 di Kabupaten Ngada merupakan wujud pengabdian masyarakat berbasis seni yang menekankan kolaborasi antara perguruan tinggi, komunitas seni, dan pemerintah daerah. Program Studi Pendidikan Musik STKIP Citra Bakti Ngada mengambil peran aktif melalui penyuluhan, pendampingan, dan partisipasi langsung mahasiswa dalam forum budaya ini. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif-reflektif, meliputi edukasi kebudayaan, lokakarya interaktif, evaluasi teknis, dan simulasi pementasan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas kelompok seni, penguatan jejaring kolaboratif, serta kontribusi nyata mahasiswa dalam pendampingan komunitas. Kegiatan ini juga menghasilkan produk luaran berupa dokumentasi visual, draft modul pelatihan seni, dan kurikulum mikro berbasis budaya lokal. Pembahasan mengacu pada teori Transformative Learning dan pendidikan kontekstual yang menunjukkan bahwa pengalaman seni lapangan mampu membentuk kompetensi sosial, kesadaran budaya, dan refleksi kritis mahasiswa. Kegiatan ini dapat dijadikan model pengabdian berkelanjutan dalam membangun ekosistem budaya yang partisipatif dan adaptif.
PENGEMBANGAN MODUL AJAR BERBASIS PENDEKATAN PRAKTIK LANGSUNG UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SENI BUDAYA DI SMP NEGERI 1 BAJAWA) Lambuk, Efrem; Emen, Wiwita Plasiana; Nio, Yohanes Septerius Bei; Dopo, Ferdinandus Bate
NAAFI: JURNAL ILMIAH MAHASISWA Vol. 2 No. 2 (2026): NAAFI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian (P3M) STKIP Majenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62387/naafi.v2i2.389

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul ajar berbasis pendekatan praktik langsung dalam pembelajaran Seni Budaya guna meningkatkan minat belajar peserta didik. Latar belakang penelitian ini berangkat dari rendahnya minat dan partisipasi aktif siswa dalam kegiatan pembelajaran yang masih didominasi metode ceramah dan penugasan teoretis. Modul ajar berbasis praktik langsung dirancang dengan menekankan kegiatan eksploratif, kreativitas, dan keterlibatan fisik siswa melalui aktivitas seni seperti memainkan alat musik tradisional. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang mencakup tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan modul ajar berbasis praktik langsung secara signifikan meningkatkan motivasi belajar siswa, ditandai dengan meningkatnya kehadiran, partisipasi, dan ketuntasan tugas seni. Selain itu, siswa menunjukkan pemahaman yang lebih baik terhadap konsep-konsep seni karena pengalaman belajar diperoleh secara langsung melalui praktik. Dengan demikian, modul ajar ini dinilai efektif sebagai alternatif media pembelajaran yang mampu mengintegrasikan pengalaman nyata, kreativitas, dan nilai estetika untuk meningkatkan motivasi belajar Seni Budaya.
Visibility Paradox in Digital Representation of Tradisional Foi Doa Music: Paradoks Visibilitas dalam Representasi Digital Musik Tradisional Foi Doa Setyawan, Dedy; Bupu, Hermania; Samino, Sena Radya Iswara; Dopo, Ferdinandus Bate; Fikri, Kanzul
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 9 No 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Digital visibility in the Foi Doa instrument shows a shift in the way culture is understood in the digital space. Visual representation in digital media plays a strong role in directing the audience's perception of traditional practices. The Qualitative Digital Discourse Analysis (QDDA) method was used to analyze content and responses on two YouTube channels with different production styles. Observations are focused on comparisons between cinematic representations and everyday documentation. High audience engagement on cinematic videos does not develop into a deep musical understanding. The audience's response focuses more on the visual aspect than on the sound structure and spiritual function of the instrument. Simple documentation does not show a comparable level of interaction. These findings show the dominance of visual elements in shaping audience perception in the digital space. This condition is understood as the paradox of visibility, which is a situation when the expansion of reach through digitalization goes hand in hand with the simplification of meaning. In contrast to the concepts of mediatization and spectacularization that emphasize the changing form and dominance of media, the visibility paradox highlights specifically the tension between increased visibility and narrowing of the depth of meaning in digital consumption practices. Thus, digital representation not only expands access, but also limits the way culture is interpreted.