Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

DINAMIKA HUKUMAN RAJAM DI BEBERAPA NEGARA MUSLIM MODERN DAN RELEVANSI PENERAPAN DI INDONESIA Ilhami, Hanif A'la; Efendi, Zul
Jurnal AL-MAQASID: Jurnal Ilmu Kesyariahan dan Keperdataan Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/almaqasid.v10i1.10857

Abstract

This research aims to examine the implementation of stoning punishment in several Muslim countries and investigate the relevance of stoning punishment for implementation in Indonesia. This study is a qualitative research with a literature review approach by collecting books, articles, and legal documents related to the implementation of stoning punishment in modern countries. The research findings indicate that stoning punishment has been legislated in the laws of Brunei Darussalam. While Malaysia and Indonesia are still engaged in academic discourse and debates, Saudi Arabia and Iran, which initially acknowledged the existence of stoning punishment in their judiciary, are slowly abandoning it. Two factors reducing the enforcement of stoning punishment are identified. First, the increasing strength of discourse opposing the death penalty and even opposing the criminalization of adultery itself as it is considered a private matter. Second, the growing dominance of Western countries over the economy of Muslim countries resulting in their limited autonomy in determining their own laws. As for stoning punishment, from various approaches, it is relevant to be implemented in Indonesia because it can resolve various state budget issues and provide a more deterrent effect. Furthermore, stoning punishment is not exclusively Islamic law but also recognized in Judaism and Christianity, making it suitable for many religions in Indonesia.
Beef Cattle Development Strategy Based on Agricultural By-Products in Lebong Regency Bengkulu Ramon, Erpan; Nurhaita, Nurhaita; Firison, Jhon; Hidayat, Taufik; Ishak, Andi; Efendi, Zul; Rosbarnawan, Ferdy; Tresia, Gresy Eva; Puastuti, Wisri; Sutedi, Endang; Kusumaningrum, Diana Andrianita; Harmini, Harmini; Rahman, Taupik; Yulistiani, Dwi
Jurnal Agripet Vol 25, No 2 (2025): Volume 25, No. 2 October 2025
Publisher : Faculty of Agriculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/agripet.v25i2.45046

Abstract

Lebong Regency is one of the areas in Bengkulu with very low beef cattle population covering only 0.189% of the total 161,000 heads. Although ongoing government and stakeholder initiatives have aimed to boost smallholder populations, the outcomes remain suboptimal. This study aimed to evaluate the potential and formulate strategies to increase the beef cattle population in Lebong Regency. It used a descriptive approach through surveys and interviews involving 40 participants, including 32 smallholder farmers and 8 experts from institutions supporting livestock development in the region. Secondary data from Statistics Indonesia supported the assessment of potential and challenges. Data were analyzed using a SWOT matrix, revealing the potential carrying capacity of 10,319 cattle heads, indicating an opportunity for livestock growth in Lebong Regency. The SWOT analysis positioned the strategy in quadrant III (0.33; -0.19), suggesting a turnaround approach. The recommended development strategy emphasizes enhancing knowledge of integrated technology through collaboration between coffee processing industry owners and rice/corn farmers producing agricultural waste. Additionally, utilizing government programs to increase knowledge, scaling up beef cattle farming, and strengthening institutional cohesion are key strategic actions.
Eksistensi Tradisi Uang Japuik di Pariaman terhadap Wanita yang akan Menikah di Tinjau Menurut Perspektif Ninik Mamak Satriani, Mita; Efendi, Zul
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36831

Abstract

Penelitian ini dimotivasi oleh praktik masyarakat Minangkabau, Nagari Sunua, Sumatra Barat, sebuah desa kecil di Pariaman, yang mengharuskan mempelai wanita (anak daro) membawa sejumlah uang atau benda berharga lainnya untuk menjemput mempelai pria (marapulai) sebelum menikah, sebagai mas kawin tradisioanal sebelum upacara pernikahan berlangsung. Namun, tradisi uang japuik ini sangat merepotkan bagi wanita yang harus menikah untuk menghindari perilaku tercela, tetapi cenderung menjadi ranah transaksi keluarga. Untuk memperoleh data peneliini, penulis menggunakan penelitian lapangan kualitatif fi Nagari Sunua, Kabupaten Padang Pariaman. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan Ninik Mamak (biarawati), pemimpin agama, dan anggota masyarakat yang mempraktikkan tradisi uang japuik, serta observasi lapangan langsung. Data sekunder diperoleh dari dokumen, buku, dan artikel yang releva. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan indukti, dengan mendiskripsikan data sebagaimana adanya, dilengkapi dengan penjelasan dan interpretasi, kemudian menarik kesimpulan dari yang spesifik ke yang umum. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa keberadaan tradisi pemberian uang japuik di Pariaman merupakan tradisi yang mengharuskan mempelai wanita memberikan sejumlah uang kepada mempelai pria sebagai bentuk penghormatan dan dan bagian dari proses pernikahan, dipandang sebagai simbol penghargaan dan rasa hormat, bukan sebagai mahar atau kewajiban yang memberatkan. Berdasarkan perspektif Ninik Mamak, keberadaan tradisi ini termasuk dalam kategori ‘urf shahih karena sesuai dengan hukum Islam, dan mencerminkan bentuk kepedulian keluarga mempelai wanita terhadap menantu laki-laki dan keponakannya.