Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Strategi Guru Dalam Menerapkan Kurikulum Merdeka Belajar PAI di Kelas X SMA Muhammadiyah Kota Jayapura Afif , Azzah Afifah; Taslim, Muhammad; Nengsih, Luluk Wahyu; Purnomo, Purnomo
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.29476

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan strategi guru dalam menerapkan kurikulum merdeka belajar PAI di kelas X SMA Muhammadiyah Kota Jayapura; 2) mengetahui faktor pendukung dan penghambat strategi guru dalam menerapkan kurikulum merdeka belajar PAI di kelas X SMA Muhammadiyah Kota Jayapura. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian yang digunakan adalah pedagogik. Data-data penelitian ini bersumber dari data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi terstruktur, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Adapun data yang diperoleh dianalisa melalui tahapan mereduksi data, menyajikan data, serta penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Strategi guru dalam menerapkan kurikulum merdeka belajar PAI di kelas X SMA Muhammadiyah Kota Jayapura yaitu penyusunan modul ajar PAI, penggunaan ketersediaan sarana & prasarana belajar, penggunaan media pembelajaran, penyusunan dan penyampaian materi ajar, dan pemanfaatan sumber belajar; 2) Faktor pendukung strategi guru dalam menerapkan kurikulum merdeka belajar di kelas X SMA Muhammadiyah Kota Jayapura yaitu: adanya dukungan serta saling support antar guru dalam melaksanakan pengimplementasian strategi pembelajaran melalui kurikulum merdeka, adanya usaha dari kepala sekolah untuk mendesign sekolah yang bisa mendukung kegiatan belajar, tersedian sarana & prasarana yang baik, dan media yang sangat membantu dan sangat menunjang. Sedangkan faktor penghambat strategi guru dalam menerapkan kurikulum merdeka belajar PAI di kelas X SMA Muhammadiyah Kota Jayapura yaitu: guru masih berada pada tahap penyesuaian terhadap kebijakan-kebijakan baru dari nasional, pusat maupun pendidikan, bersumber pada diri individu guru yang tidak mau mengembangkan dirinya, mengembangkan potensinya sehingga tidak mampu beradaptasi terhadap perubahan kurikulum saat ini, dan keterlambatan pemahaman IT, sementara kurikulum merdeka belajar saat ini guru dituntut bukan hanya bisa secara komunikasi tetapi juga secara IT teknologi.
PEDAGOGICAL CONTENT KNOWLEDGE (PCK) GURU MATEMATIKA MADRASAH ALIYAH DI PAPUA DITINJAU DARI PERBEDAAN GENDER Ardianto, Wahyu; Yulianti, Riska; Rosadi, Asep; Nengsih, Luluk Wahyu
ELIPS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6 No 2 (2025): ELIPS, September 2025
Publisher : Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/elips.v6i2.1938

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis Pedagogical Content Knowledge (PCK) guru matematika Madrasah Aliyah di Papua ditinjau dari perbedaan gender. Fokus penelitian meliputi empat aspek utama PCK, yaitu pemahaman kurikulum, pemahaman siswa, strategi mengajar, dan evaluasi pembelajaran. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi pembelajaran, dan analisis dokumen. Subjek penelitian terdiri atas dua guru matematika Madrasah Aliyah YPKP Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, masing-masing mewakili gender pria dan wanita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua guru memiliki pemahaman yang baik terhadap kurikulum dan siswa, serta mampu mengimplementasikannya dalam proses pembelajaran. Perbedaan muncul pada strategi dan evaluasi pembelajaran. Guru pria cenderung lebih sistematis dan konvensional melalui diskusi kelompok, ceramah, serta evaluasi tertulis berbasis kuis, UTS, dan UAS. Sementara itu, guru wanita lebih variatif dan inovatif dengan memanfaatkan media digital, permainan, umpan balik interaktif, serta evaluasi berbasis proyek dan portofolio. Secara umum, tidak ditemukan perbedaan mendasar dalam kualitas PCK berdasarkan gender, namun terdapat kecenderungan perbedaan gaya dan pendekatan pembelajaran.
Pembelajaran Outdoor dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik di MI Integral Hidayatullah Jayapura Malawat, Sakina; Zulihi, Zulihi; Viratama, Ika Putra; Taslim, Muhammad; Nengsih, Luluk Wahyu
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran di dalam kelas seringkali menghadapi tantangan seperti kurangnya komunikasi antara peserta didik dan guru, rasa bosan, serta kesulitan penyesuaian diri dengan teman, yang berdampak negatif pada proses belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dukungan sekolah dalam meningkatkan keterlibatan dan motivasi belajar peserta didik melalui pembelajaran di luar ruangan. Dengan pendekatan fenomenologi kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru, dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sekolah berupa motivasi dan apresiasi terhadap guru serta pembangunan hubungan positif antara guru dan peserta didik sangat penting dalam meningkatkan keterlibatan dan kualitas pembelajaran. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya penyediaan fasilitas luar ruangan yang lebih baik untuk mendukung pembelajaran aktif dan kreatif.
Etnomatematika pada Alat Musik Suling Tambur Papua Rosadi, Asep; Nengsih, Luluk Wahyu; Yulianti, Riska; Lestari, Nining Puji; Hadinata, Satrama Royal
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v4i3.3377

Abstract

Pelestarian budaya Papua menghadapi tantangan serius dari perkembangan zaman saat ini. Hal ini dperparah dengan hilangnya minat generasi muda Papua dalam mempelajari kebudayaan lokal Papua. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi aktivitas etnomatematika pada alat musik Suling Tambur Papua. Hal ini dapat diterapkan oleh guru matematika dalam mengajarkan konsep matematika sehingga bisa lebih mudah diterima oleh siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan mengadopsi jenis penelitian etnografi. Pengamatan dilakukan untuk melihat aktivitas matematika yang terdapat dalam alat musik suling tambur. Subjek pada penelitian ini yaitu Kepala Kampung, pengrajin dan pemain musik suling tambur. Tahapan penelitian ini mengadopsi pendekatan penelitian etnografi yakni antara lain pemilihan objek, pengajuan pertanyaan, pembuatan rekaman, pengumpulan, analisis data serta penulisan kesimpulan.Alat musik suling tambur merupakan sebuah kebudayaan lokal Papua. Alat ini seringkali digunakan terutama dalam upacara adat, pernikahan, penyambutan tamu, kematian serta wujud dari rasa syukur. Suling Tambur terdiri dari dua alat yaitu suling sebagai alat musik tiup dan tambur sebagai alat musik pukul. Dalam proses pembuatan dan penampilan dari alat musik suling tambur diperoleh banyak aktivitas etnomatematika yang ditemukan.Aktivitas membilang pada Suling Tambur yakni jumlah keseluruhan lubang suling serta terkait nama bilangan dari satu hingga sepuluh dalam bahasa lokal yakni Bahasa Sentani. Aktivitas mengukur yang terdapat pada alat musik suling tambur mengenai ukuran atau besaran. Selanjutnya Aktivitas merancang berperan sebagai usaha untuk membuat alat musik yang kokoh, presisi, rapi dan menarik. Aktivitas menjelaskan pada alat musik suling tambur terdapat pada bagaimana pengrajin dapat menjelaskan sejarah, pembuatan dan kegunaan dari alat musik suling tambur secara detail.
Belajar Aljabar melalui Cerita dan Lagu bagi AUD Nengsih, Luluk Wahyu; Rosadi, Asep; Lestari, Nining Puji; Hairani, Debby Riana; Sari, Maya
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v4i3.3389

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan pentingnya membelajarkan konsep aljabar bagi anak usia dini dan bagaimana penggunaan cerita serta lagu dalam pengajaran aljabar anak usia dini. Metode penulisan yang digunakan berupa kajian literatur terhadap konsep aljabar dan penggunaan cerita serta lagu dalam pembelajaran aljabar bagi anak usia dini. Pembelajaran aljabar pada anak usia dini dapat ditingkatkan melalui pendekatan yang memanfaatkan cerita dan lagu. Cerita memungkin anak-anak untuk terlibat secara emosional dalam pembelajaran, sedangkan lagu mampu memperkuat ingatan terhadap konsep aljabar yang diajarkan. Pendekatan cerita dan lagu tidak hanya meningkatkan motivasi belajar anak namun juga memfasilitasi pemahaman anak terhadap konsep aljabar yang kompleks secara intuitif. Dalam praktiknya, cerita menghadirkan konsep aljabar yang relevan dengan kehidupan sehari-hari anak, membuatnya lebih mudah dipahami dan diterapkan. Sementara itu, lagu dapat memperkuat penghafalan pola, urutan, dan hubungan antar variabel melalui elemen repetisi yang dihadirkan. Cerita dan lagu yang saling berkolaborasi tidak hanya memudahkan anak memahami konsep aljabar, tetapi juga membantu anak mengembangkan keterampilan kognitif dan sosial melalui interaksi dengan konten matematis. Oleh karena itu, pendekatan yang memanfaatkan cerita dan lagu tidak hanya efektif untuk mengajarkan konsep aljabar pada anak usia dini, melainkan juga mampu memberikan pengalaman belajar yang memanfaatkan teks naratif dan musikal yang menarik dan bermakna.
Strengthening Implementation of Merdeka Belajar Policy Through the Role of Mover Teacher Yulianti, Riska; Lestari, Nur'im Septi; Wahyuningrum, Paulina Maria Ekasari; Nengsih, Luluk Wahyu; Rosadi, Asep
Journal of Education Research Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v4i2.184

Abstract

The purpose of this research was to find out the strengthening of the implementation of Merdeka Belajar policy through the role of the mover teacher. The research method used in this research was qualitative. The type of research was library research. The data analysis technique used in this research was content analysis technique. The research results obtained were then presented descriptively in accordance with the research problems and objectives. The results of this research showed that the strategic role of the mover teacher, namely  as a mover force in a school based on teaching experience in school, which basically moves all components of education to be actively involved in improving the quality of education, The mover teacher in Merdeka Belajar is expected to be able to direct and shape students in developing their personality as a whole, The mover teacher changes the pattern of educational transformation from a centralized pattern towards decentralization with the mover teacher as an agent and the school as the leader of the transformation process, The mover teacher is a learning leader in Merdeka Belajar who has the ability to move the educational ecosystem to realize learner-centered education.
Geometric patterns of the Papua crown: A culturally inclusive approach to mathematics learning Lestari, Nining Puji; Nengsih, Luluk Wahyu; Pagiling, Sadrack Luden; Yamin, Ade; Rosadi, Asep
Journal on Mathematics Education Vol. 16 No. 3 (2025): Journal on Mathematics Education
Publisher : Universitas Sriwijaya in collaboration with Indonesian Mathematical Society (IndoMS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22342/jme.v16i3.pp819-840

Abstract

Embracing inclusivity and integrating cultural artifacts into mathematics teaching and learning has sparked the attention of many researchers for decades. Despite these conceptual advancements, the design and implementation of inclusive mathematics instruction in Papua, Indonesia, remains limited. Mathematics teaching and learning in Papua are still primarily dominated using government-provided textbooks. Addressing this void, this article discusses the use of Papua Crown as an inclusive mathematics learning medium due to its relevance to learners' daily lives. We highlight the exotic and rich patterns of the Papua Crown, which can be utilized to teach elementary school mathematics, particularly geometry. We employed an ethnographic approach by conducting observations with the artisans and users of the Papua Crown, interviews with two artisans, a museum curator, an archaeologist, and an anthropology lecturer, and documentation. We analyzed the connection between the geometric patterns in the Papua crown and the geometric concept that the teacher can potentially utilize in their practice. The findings elucidate that there are three geometric patterns in the Papua Crown: the triangle, symbolizing the human spiritual relationship with nature and God; the square, representing beliefs and ways of life based on nature; and the circle, personifying the life cycle of Papuan society. We hypothesize that Papua Crown can provide meaningful and engaging mathematics teaching and learning, as learners can identify existing patterns in geometry, particularly 2D shapes. Third, using geometry patterns from the Papua Crown in teaching and learning mathematics is predicted to assist learners in learning mathematical concepts contextually and appreciate culture by constructing knowledge from their experiences. This study is expected to contribute significantly to the development of a culturally inclusive mathematics learning that enables learners to understand mathematics concepts and honor the pluralism of Indonesian society.