Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Penggunaan Nanosilika Pada Campuran Aspal Berpori Dalam Meningkatkan Kinerja Campuran Muhammad Gunawan Perdana; Pratikso; Mudiyono, Rachmat
Media Komunikasi Dunia Ilmu Sipil (MoDuluS) Vol 7 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/modulus.v7i1.6307

Abstract

The use of nanosilica in porous asphalt mixtures has become a major concern in research to improve the performance of asphalt mixtures. Nanosilica has the potential to improve the mechanical and rheological properties of mixtures, increase resistance to permanent death, and improve permeability and structural stability. This study was carried out using a literature reflection method (literature review) of relevant previous research to understand the impact of nanosilica on porous asphalt mixtures. This research aims to determine the effectiveness of nanosilica in increasing mechanical resistance, damage, and resistance to extreme environmental conditions. The results of the literature review show that the addition of nanosilica at levels of 2% to 6% can increase resistance to decay and permanent freezing. In addition, nanosilica also contributes to increasing the complex shear modulus, reducing Cantabro loss, and improving the connectivity of air voids in porous asphalt mixtures. Thus, nanosilica can be a promising additive in porous asphalt mixtures to improve structural durability and long-term performance. Further studies are needed to determine the optimal formulation to achieve a balance between stability, interference, and permeability. Keywords: nanosilica, porous asphalt, mixture performance, mechanical resistance, permeability.
PENGARUH PENAMBAHAN KAWAT BENDRAT TERHADAP KUAT LENTUR BETON SEBAGAI BAHAN PERKERASAN KAKU (RIGID PAVEMENT) M. Saufi; Muhammad Gunawan Perdana; Abdurrahman Abdurrahman
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 9, No 1 (2026): Vol 9, No 1 (2026): Vol 9, No 1 2026 JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SI
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v9i1.24778

Abstract

Perkerasan kaku (rigid pavement) memerlukan beton dengan kuat lentur yang tinggi agar mampu menahan beban lalu lintas dan mengurangi risiko terjadinya retak dini. Salah satu upaya untuk meningkatkan kuat lentur beton adalah dengan menambahkan serat kawat bendrat ke dalam campuran beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik agregat yang digunakan, menentukan nilai kuat lentur beton dengan penambahan kawat bendrat sepanjang 1 cm pada variasi 0%, 1%, 2%, 3%, 4%, dan 5%, serta menganalisis pengaruhnya terhadap kuat lentur beton sebagai bahan perkerasan kaku sesuai Spesifikasi Umum Bina Marga Tahun 2025 Divisi 5 Perkerasan Beton Semen. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental di Laboratorium Struktur dan Bahan Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin. Benda uji berupa balok beton berukuran 15 × 15 × 60 cm yang diuji pada umur 28 hari menggunakan metode dua titik pembebanan berdasarkan SNI 4431:2011. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beton normal memiliki kuat lentur rata-rata sebesar 3,78 MPa. Penambahan kawat bendrat meningkatkan kuat lentur beton menjadi 4,89 MPa, 4,93 MPa, 5,07 MPa, 5,56 MPa, dan 5,69 MPa masing-masing untuk variasi 1%, 2%, 3%, 4%, dan 5%. Nilai tertinggi diperoleh pada variasi 5% dengan peningkatan sebesar 50,53% dibandingkan beton normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kawat bendrat berpengaruh positif terhadap kuat lentur beton dan seluruh variasi 1%–5% telah memenuhi persyaratan kuat lentur minimum 4,5 MPa untuk perkerasan kaku.
ANALISIS BIAYA DAN WAKTU DENGAN METODE EARNED VALUE TERHADAP KINERJA PELAKSANAAN PADA PROYEK PEMBANGUNAN JEMBATAN DESA BAHANDANG Tezar Aulia Rachman; Elma Aprianti; Muhammad Gunawan Perdana
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 9, No 1 (2026): Vol 9, No 1 (2026): Vol 9, No 1 2026 JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SI
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v9i1.24391

Abstract

Setiap proyek konstruksi, bagaimanapun kondisi pelaksanaannya diperlukan tindakan pengendalian dari segi biaya maupun waktu. Suatu proyek dapat mencapai keberhasilan dilihat dari kemampuan pihak-pihak yang terkait untuk menyelesaikan proyek sesuai jadwal yang telah ditentukan dan biaya yang tersedia. Oleh karena itu, pengendalian proyek dibutuhkan untuk mencapai sasaran keberhasilan tersebut. Proses pengendalian harus dapat dikerjakan secara tepat agar setiap penyimpangan yang terjadi dapat diidentifikasi dan dievaluasi dengan baik. Sebelum dilakukan tindakan yang perlu dalam mengendalikan proyek, perlu diketahui terlebih dahulu kinerja proyek yang telah berlangsung. Salah satu cara untuk mengetahui kinerja dengan menggunakan metode Nilai Hasil (Earned Value). Pada penelitian ini digunakan metode Earned Value. Pada akhir minggu peninjauan yaitu minggu ke-14 didapatkan yaitu nilai Schedule Performance Index (SPI) sebesar 1,830 yang artinya adalah proyek mengalami percepatan sebesar 21,5% dari target rencana sebesar 39,41%. Dilihat dari nilai Cost Performance Index (CPI) didapatkan nilai sebesar 2,570 yang berarti biaya yang dikeluarkan untuk proyek lebih kecil dari biaya yang dianggarkan. Perkiraan biaya yang dikeluarkan hingga akhir proyek (EAC) adalah sebesar Rp. 5.385.451.842,18 jika kecenderungan kinerja proyek sama seperti kinerja pada akhir minggu peninjauan. Dilihat dari waktu penyelesaian proyek, maka didapatkan estimasi waktu penyelesaian proyek (EAS) yaitu 168 hari jika kecenderungan kinerja proyek tetap sama seperti pada akhir peninjauan. 
ANALISIS BIAYA DAN WAKTU DENGAN METODE EARNED VALUE TERHADAP KINERJA PELAKSANAAN PADA PROYEK PEMBANGUNAN JEMBATAN DESA BAHANDANG Tezar Aulia Rachman; Elma Aprianti; Muhammad Gunawan Perdana
Jurnal Kacapuri : Jurnal Keilmuan Teknik Sipil Vol 9 No 1 (2026): Vol 9, No 1 (2026): Vol 9, No 1 2026 JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIP
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v9i1.24391

Abstract

Setiap proyek konstruksi, bagaimanapun kondisi pelaksanaannya diperlukan tindakan pengendalian dari segi biaya maupun waktu. Suatu proyek dapat mencapai keberhasilan dilihat dari kemampuan pihak-pihak yang terkait untuk menyelesaikan proyek sesuai jadwal yang telah ditentukan dan biaya yang tersedia. Oleh karena itu, pengendalian proyek dibutuhkan untuk mencapai sasaran keberhasilan tersebut. Proses pengendalian harus dapat dikerjakan secara tepat agar setiap penyimpangan yang terjadi dapat diidentifikasi dan dievaluasi dengan baik. Sebelum dilakukan tindakan yang perlu dalam mengendalikan proyek, perlu diketahui terlebih dahulu kinerja proyek yang telah berlangsung. Salah satu cara untuk mengetahui kinerja dengan menggunakan metode Nilai Hasil (Earned Value). Pada penelitian ini digunakan metode Earned Value. Pada akhir minggu peninjauan yaitu minggu ke-14 didapatkan yaitu nilai Schedule Performance Index (SPI) sebesar 1,830 yang artinya adalah proyek mengalami percepatan sebesar 21,5% dari target rencana sebesar 39,41%. Dilihat dari nilai Cost Performance Index (CPI) didapatkan nilai sebesar 2,570 yang berarti biaya yang dikeluarkan untuk proyek lebih kecil dari biaya yang dianggarkan. Perkiraan biaya yang dikeluarkan hingga akhir proyek (EAC) adalah sebesar Rp. 5.385.451.842,18 jika kecenderungan kinerja proyek sama seperti kinerja pada akhir minggu peninjauan. Dilihat dari waktu penyelesaian proyek, maka didapatkan estimasi waktu penyelesaian proyek (EAS) yaitu 168 hari jika kecenderungan kinerja proyek tetap sama seperti pada akhir peninjauan. 
PENGARUH PENAMBAHAN KAWAT BENDRAT TERHADAP KUAT LENTUR BETON SEBAGAI BAHAN PERKERASAN KAKU (RIGID PAVEMENT) M. Saufi; Muhammad Gunawan Perdana; Abdurrahman Abdurrahman
Jurnal Kacapuri : Jurnal Keilmuan Teknik Sipil Vol 9 No 1 (2026): Vol 9, No 1 (2026): Vol 9, No 1 2026 JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIP
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v9i1.24778

Abstract

Perkerasan kaku (rigid pavement) memerlukan beton dengan kuat lentur yang tinggi agar mampu menahan beban lalu lintas dan mengurangi risiko terjadinya retak dini. Salah satu upaya untuk meningkatkan kuat lentur beton adalah dengan menambahkan serat kawat bendrat ke dalam campuran beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik agregat yang digunakan, menentukan nilai kuat lentur beton dengan penambahan kawat bendrat sepanjang 1 cm pada variasi 0%, 1%, 2%, 3%, 4%, dan 5%, serta menganalisis pengaruhnya terhadap kuat lentur beton sebagai bahan perkerasan kaku sesuai Spesifikasi Umum Bina Marga Tahun 2025 Divisi 5 Perkerasan Beton Semen. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental di Laboratorium Struktur dan Bahan Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin. Benda uji berupa balok beton berukuran 15 × 15 × 60 cm yang diuji pada umur 28 hari menggunakan metode dua titik pembebanan berdasarkan SNI 4431:2011. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beton normal memiliki kuat lentur rata-rata sebesar 3,78 MPa. Penambahan kawat bendrat meningkatkan kuat lentur beton menjadi 4,89 MPa, 4,93 MPa, 5,07 MPa, 5,56 MPa, dan 5,69 MPa masing-masing untuk variasi 1%, 2%, 3%, 4%, dan 5%. Nilai tertinggi diperoleh pada variasi 5% dengan peningkatan sebesar 50,53% dibandingkan beton normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kawat bendrat berpengaruh positif terhadap kuat lentur beton dan seluruh variasi 1%–5% telah memenuhi persyaratan kuat lentur minimum 4,5 MPa untuk perkerasan kaku.