Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PENGARUH LIMBAH BAMBU SEBAGAI MEDIA TUMBUH PADA KANDUNGAN PROKSIMAT JAMUR TIRAM (Pleurotus ostreatus) DI PT. BUKIT ASAM-TBK PELABUHAN TARAHAN Ali, Fahri; Prajaka, Nanang Wahyu; Sesanti, Rizka Novi; Maulana, Erie; Mabruroh, Fifki Nugraeni; Hamdani, Hamdani
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.4008

Abstract

The oyster mushrooms are generally cultivated on baglog medium, which is produced from leftover wood sawdust. The oyster mushroom may thrive in a variety of cellulose, hemicellulose, and lignin-containing substrates medium. The purpose of this study was to determine the effect of leftover bamboo powder waste on the proximate content of oyster mushrooms when it was utilized as a growing medium in mushroom baglogs. This study was carried out at the Lampung State Polytechnic of Mushrooms Kubung from August to October 2022. The test material consisted of oyster mushrooms collected from mushroom baglogs constructed of 100% sawdust, 100% coarse bamboo waste, 100% fine bamboo waste, and 50% coarse bamboo waste + 50% fine bamboo waste. Three harvests of oyster mushrooms were made on various media types for testing purposes in the lab. According to this study's findings, oyster mushrooms grown on bamboo powder media have a better value than oyster mushrooms grown on wood sawdust media in terms of their proximate content of water, protein, fat, and carbohydrates. Key-words: Bamboo Powder, Nutrition, Oyster Mushroom, Proximate, Wood Sawdust INTISARI Jamur tiram umum ditumbuhkan pada media baglog yang berbahan dasar limbah serbuk gergaji kayu. Jamur tiram memiliki kemampuan untuk tumbuh di berbagai jenis media yang mengandung selulosa, hemiselulosa, dan lignin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dari limbah serbuk bambu yang digunakan sebagai media tumbuh dalam baglog jamur pada kandungan proksimat jamur tiram. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus – Oktober 2022 di Kubung Jamur Politeknik Negeri Lampung. Bahan uji yang digunakan adalah jamur tiram yang dipanen dari baglog jamur berbahan dasar utama Limbah bambu kasar 100%; Limbah bambu halus 100%, Limbah serbuk kayu 100%; dan Limbah bambu kasar 50%+Limbah bambu halus 50%. Jamur tiram yang dipanen pada setiap jenis media dilakukan tiga kali pengulangan untuk keperluan pengujian di dalam laboratorium. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kandungan proksimat kadar air, protein, lemak dan karbohidrat jamur tiram yang ditumbuhkan pada media serbuk bambu memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan dengan jamur tiram yang ditumbuhkan pada media serbuk gergaji kayu. Kata kunci: Gizi, Jamur tiram, Proksimat, Serbuk bambu, Serbuk gergaji kayu
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI INOVASI HILIRISASI LIMBAH BAMBU MENJADI MEDIA TANAM JAMUR TIRAM, ASAP CAIR, DAN ARANG DI DUSUN SIMBARINGIN, KAB. LAMPUNG SELATAN Wahyu Prajaka, Nanang; Yeni, Yeni; Ali, Fahri; Khafidhan, Abied; Purnomo, Riyan; Sanjayani, Tri
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 12 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i12.%p

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di Dusun Simbaringin, Kabupaten Lampung Selatan, dengan tujuan memberdayakan masyarakat melalui inovasi hilirisasi limbah bambu menjadi produk bernilai guna dan ekonomis. Limbah bambu yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal diolah menjadi tiga produk utama, yaitu media tanam jamur tiram (baglog), asap cair, dan arang bambu. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah metode partisipatif dan kolaboratif dengan melibatkan Kelompok Tani Jamur Simbaringin pada setiap tahapan kegiatan, mulai dari diskusi dan sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, hingga pendampingan dan evaluasi. Pada tahap pelatihan, peserta diajarkan cara pembuatan media baglog jamur tiram menggunakan campuran 50% serbuk bambu, 50% serbuk kayu, 15% dedak, dan 5% kapur pertanian. Selain itu, masyarakat juga dilatih memanfaatkan limbah bambu menjadi asap cair dan arang melalui proses pirolisis menggunakan alat sederhana yang dirancang oleh tim pengabdian. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra sebesar 60% dalam pembuatan media baglog dan 80% dalam pembuatan asap cair serta arang bambu. Peningkatan ini menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian berhasil meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengolah limbah menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus ramah lingkungan. Kegiatan ini juga memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan teknologi tepat guna dan kesadaran lingkungan masyarakat. Program ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat pedesaan berbasis potensi lokal yang berkelanjutan dan mendukung ekonomi hijau.