Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

EDUKASI KESEHATAN TENTANG P3K PADA GURU DAN SISWA DI SLB N PETANANG LUBUKLINGGAU Oktaviani, Eva; Ridawati, Indah Dewi; Aprilyadi, Nadi; Zuraidah, Zuraidah; Rehana, Rehana; Jawiah, Jawiah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i3.30820

Abstract

Data kejadian cedera pada anak sekolah sebesar 13%, sehingga keselamatan diri anak-anak di sekolah merupakan perhatian penting bagi orang tua dan pihak sekolah. Kecelakaan atau cedera dapat menjadi suatu kasus kegawatdaruratan jika tidak diatasi dengan benar karena akan menimbulkan luka serius bahkan kematian. Penanganan yang tepat dapat mencegah perburukan kondisi penderita selanjutnya. Pendidikan keselamatan juga penting diajarkan kepada Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) karena berisiko tinggi mengalami cedera atau jatuh. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah melakukan penyuluhan dan pelatihan kesehatan tentang pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) yang dilakukan pada guru dan siswa SLB. Pengabdian masyarakat ini dilakukan di SLBN Petanang Kota Lubuklinggau. Metode yang digunakan adalah pelatihan dan praktik P3K dengan metode simulasi. Total peserta sebanyak 25 Siswa ABK dan 5 orang guru. Evaluasi kegiatan adalah adanya peningkatan rerata pengetahuan dari kelompok guru dan siswa SLB setelah diberikan pelatihan P3K yaitu kelompok guru dari 55% meningkat menjadi 82,5% dan kelompok siswa dari 30,3% meningkat menjadi 60,5%. Kegiatan ini memberikan efek baik terhadap peningkatan kemampuan ketrampailan anak. Oleh sebab itu, pelatihan P3K di SLB dapat dilakukan secara periodik guna menungkatkan ketrampilan siswa dalam pendidikan keselamatan.
Synthesis and Cytotoxic Activity of Methoxylated Chalcones in Breast Cancer MCF-7 and Prostate Cancer DU-145 Cell Lines Fareza, Muhamad Salman; Samudra, Genta Hafied Naga; Asrada, Syahdan; Fischellya, Dafi; Wijaya, Triyadi Hendra; Choironi, Nur Amalia; Wasito, Hendri; Suhesti, Tuti Sri; Mustikaningtyas, Ika; Rehana, Rehana; Setiyabudi, Lulu; Sarmoko, Sarmoko
Molekul Vol 20 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jm.2025.20.3.13612

Abstract

Chalcones, a class of naturally occurring compounds, exhibit a broad spectrum of biological activities, including anticancer properties. In this study, a series of methoxylated chalcones were synthesized via Claisen-Schmidt condensation and evaluated for cytotoxic activity against breast cancer MCF-7 and prostate cancer DU-145 cell lines. The synthetic route involved Claisen-Schmidt condensation, leading to various methoxy-substituted chalcone derivatives. The structures of the synthesized chalcones were confirmed through NMR and mass spectrometry. Cytotoxicity was assessed using the PrestoBlue assay, with 4-bromochalcone (compound 2) displaying the highest cytotoxic activity against MCF-7 cancer cell lines (IC50 = 26.99 µM). These results indicate that methoxylated chalcones hold promise as potential lead compounds for the development of new anticancer agents targeting breast and prostate cancer.
Optimalisasi Penggunaan Video Animasi untuk Meningkatkan Kemandirian Menyikat Gigi Anak Tunagrahita Oktaviani, Eva; Jawiah, Jawiah; Rehana, Rehana; Putra, Sumitro Adi
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS) Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Politeknik Kesehatatan Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/abdikemas.v7i2.3691

Abstract

Anak tunagrahita memiliki hambatan intelektual dan adaptif yang berdampak pada keterbatasan kemampuan perawatan diri, termasuk menjaga kebersihan gigi. Kondisi ini menuntut penggunaan metode edukasi yang sederhana, konkret, dan menarik agar informasi dapat dipahami serta diterapkan dengan lebih mudah. Video animasi dipilih sebagai media edukasi karena mampu menyajikan visual yang jelas, alur yang mudah diikuti, dan contoh perilaku yang dapat ditiru secara langsung oleh anak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan menyikat gigi pada 20 siswa tunagrahita di SLB Negeri Musi Rawas melalui penyuluhan, pemutaran video animasi, dan demonstrasi praktik. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dari 40% (kategori kurang) menjadi 85,5% (kategori baik), serta peningkatan keterampilan menyikat gigi dari 40,5% (kategori kurang) menjadi 80% (kategori baik). Temuan ini menunjukkan bahwa video animasi memberikan dampak positif sebagai media edukasi yang menarik, mudah dipahami, dan sesuai dengan karakteristik belajar anak tunagrahita. Video animasi berpotensi menjadi model pembelajaran berkelanjutan untuk meningkatkan kemandirian perawatan diri pada anak tunagrahita
Detection of Clove Essential Oil Purity Using a Combination of Chemometric Models with UV-Vis Spectrophotometry Wijaya, Triyadi Hendra; Rehana, Rehana; Endriastuti, Nialiana Endah; Suryoputri, Masita Wulandari; Defa, Ines Naila
Jurnal Riset Kimia Vol. 17 No. 1 (2026): March
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrk.v17i1.846

Abstract

Clove Essential Oil (CEO) has extensive benefits for health, cosmetics, and food. Low extraction yield (<1%) causes relatively high production costs. This becomes an opportunity for deliberate adulteration to gain greater business profits. This study developed a combination of UV-Vis spectrophotometry with chemometrics to separate pure CEO and adulterated CEO. The adulterants used included Corn Oil (CO) and Olive Oil (OO) at several adulteration levels to see their spectrum and absorption profiles using UV-Vis spectrophotometry. The data were analyzed using PCA and HCA chemometric techniques through R Studio 4.3.3 software. The results of UV-Vis spectrophotometry measurements on CEO adulteration showed similarities in the spectrum profiles of pure CEO and adulterated CEO. Data analysis with PCA can separate pure CEO from adultered CEO with a percentage of cumulative variance of the resulting spectrum of 98.2%. The more similar the composition of a particular oil in a sample, the closer the position of the sample to the oil on the score plot of PCA. HCA analysis can cluster pure CEO separately from adultered CEO. Cluster I in the dendogram consists of samples with large CO concentrations, while samples with large CEO and OO concentrations will be included in Cluster II. The combination of UV-Vis spectrophotometry and chemometrics can be used as a method to separate pure CEO from adultered CEO.
ANALYSIS OF STUDENTS' PROCEDURAL ERRORS IN SOLVING GEOMETRIC TRANSFORMATION PROBLEMS BASED ON PROCEDURAL FLUENCY Nazwa, Putri; Rehana, Rehana; Rambe , Yarti Melvina; Aprilia , Yesnita; Siregar, Budi Halomoan
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.10625

Abstract

This study aims to analyze students' procedural errors in solving geometric transformation problems based on Kilpatrick's (2001) indicators of procedural fluency, which include accuracy, efficiency, and flexibility. The approach used is qualitative descriptive with quantitative data support. The research subjects were 32 tenth-grade students at a private high school in Medan who had studied geometric transformation material. Data collection was conducted through a 5-question essay test analyzed using a scoring rubric for each indicator of procedural fluency. The results showed that the average student procedural fluency ability was in the low category with a score of 0.84 on a 4.00 scale. A total of 64.29% of students were in the very low category, 25% in the low category, 7.14% in the moderate category, and only 3.57% in the high category. The flexibility indicator was the weakest, with an average score of 0.39 (very low), while accuracy and efficiency were 0.95 (low) each. The dominant errors in accuracy included errors in basic concepts (78.6%), formula substitution (67.9%), and algebraic operations (64.3%). In terms of efficiency, students tended to repeat steps (71.4%) and use overly long procedures (67.9%). Regarding flexibility, 96.4% of students used only one method of solution, and 89.3% were unable to write down the transformation matrix. These findings indicate the need for instruction that places greater emphasis on procedural flexibility and reinforces conceptual understanding. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan prosedural siswa dalam menyelesaikan masalah transformasi geometri berdasarkan indikator kelancaran prosedural dari Kilpatrick (2001), yaitu akurasi, efisiensi, dan fleksibilitas. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan dukungan data kuantitatif. Subjek penelitian adalah 32 siswa kelas X di salah satu SMA swasta di Medan yang telah mempelajari materi transformasi geometri. Pengumpulan data dilakukan melalui tes esai sebanyak 5 soal yang dianalisis menggunakan rubrik penilaian untuk setiap indikator kelancaran prosedural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan kelancaran prosedural siswa berada pada kategori rendah dengan skor 0,84 dari skala 4,00. Sebanyak 64,29% siswa berada pada kategori sangat rendah, 25% pada kategori rendah, 7,14% pada kategori sedang, dan hanya 3,57% pada kategori tinggi. Indikator fleksibilitas merupakan yang terlemah dengan rata-rata skor 0,39 (sangat rendah), sedangkan akurasi dan efisiensi masing-masing sebesar 0,95 (rendah). Kesalahan dominan pada akurasi meliputi kesalahan konsep dasar (78,6%), substitusi rumus (67,9%), dan operasi aljabar (64,3%). Pada efisiensi, siswa cenderung mengulang langkah (71,4%) dan menggunakan prosedur yang terlalu panjang (67,9%). Pada fleksibilitas, 96,4% siswa hanya menggunakan satu metode penyelesaian dan 89,3% tidak dapat menuliskan matriks transformasi. Temuan ini menunjukkan perlunya pembelajaran yang lebih menekankan pada fleksibilitas prosedural dan memperkuat pemahaman konseptual.