Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pelaksanaan Monitoring Awal Risiko Kegawatan Maternal Oleh Kader Intan Yusita; Meda Yuliani; Sri Wulan Megawati
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/pntjmx19

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih tinggi, yaitu 98,60 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2024. Penyebab utama kematian meliputi komplikasi non-obstetrik, hipertensi dalam kehamilan, perdarahan, serta keterlambatan deteksi dini dan penanganan kegawatdaruratan. Kader PKK memiliki peran strategis dalam upaya promotif dan preventif, namun keterbatasan pengetahuan, keterampilan, dan pemanfaatan teknologi menjadi kendala. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas penerapan Sistem Monitoring Awal Risiko Kegawatan Maternal (SMART-K) berbasis aplikasi Early Warning Score Indonesia (EWSI) dalam meningkatkan kapasitas kader PKK. Kegiatan dilakukan melalui sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, serta evaluasi pada kader PKK Anyelir 2 Cikutra Bandung. Desain pre-test dan post-test digunakan untuk menilai kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan kader.Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh aspek. Kesadaran merumuskan strategi organisasi meningkat dari 92,3% kategori kurang menjadi 76,9% baik; kemampuan perumusan program dari 100% kurang menjadi 84,6% baik; pengetahuan kegawatan ibu hamil dari 15,4% baik menjadi 92,3%; keterampilan penilaian risiko dari 7,7% baik menjadi 96,2%; serta keterampilan penanganan kegawatdaruratan dari 7,7% bisa menjadi 73,1%.Penerapan SMART-K berbasis EWSI terbukti efektif meningkatkan kapasitas kader PKK dalam deteksi dan penanganan risiko maternal. Program ini layak dilanjutkan secara berkelanjutan untuk mendukung penurunan angka kesakitan dan kematian ibu.
Analysis of Stigma and Myths on Medication Adherence in Pulmonary Tuberculosis Patients Vivop Marti Lengga; Nur Intan Hayati Husnul Khotimah; Silvi Nindiani Putri; Raden Siti Jundiah; Haerul Imam; Sri Wulan Megawati; Ade Iwan Mutiudin; Sumbara Sumbara
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 8 No. 3 (2026): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v8i3.979

Abstract

Pulmonary Tuberculosis (TB) remains a global and national health problem, including in Indonesia as the country with the second-highest TB burden in the world. TB control efforts are strongly influenced by patient adherence to long-term treatment. Various social and psychological factors, including stigma and myths about TB, have the potential to affect patient adherence, but empirical evidence at the community level is still limited. This research aims to analyze the relationship between stigma and myths and medication adherence in pulmonary tuberculosis patients. The research design used a quantitative correlational approach. A sample of 40 respondents was obtained through a total sampling technique. The instruments used included the ISTB-12 to measure stigma and the M-TBQ for myths, that have undergone content validity testing and were declared valid by two experts and construct validity test yielded a Cronbach's alpha > 0.6 (reliable). The third instrument measuring medication adherence was the MARS-5, which has been validated and proven reliable. Correlation analysis was performed using the Theta (θ) test because the data was not normally distributed with an ordinal-numeric scale. The Theta test results showed a relationship between stigma and medication adherence (θ = 0.219; low correlation), while myths were not related to adherence (θ = 0.038). Stigma is proven to be associated with medication adherence, although with a low strength of relationship, while myths do not affect adherence in pulmonary TB patients.