Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENGARUH ABU CANGKANG KERANG DARAH (ANADARA GRANOSA) SEBAGAI ALTERNATIF SUBSTITUSI SEMEN PADA MORTAR TERHADAP SIFAT MEKANIS MORTAR Mico Arita, Kurniawan Temas; Fauzi, Amir; Ruhana, Ruhana
Jurnal Sipil Sains Terapan Vol 4, No 01 (2021): JURNAL SIPIL SAINS TERAPAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKCangkang kerang adalah salah satu limbah yang terkenal didaerah pesisir yang mana limbah cangkang kerang dipertimbangkan dapat digunakan untuk pengganti sebagian semen sebagai bahan  pengikat.  Diketahui  bahwa  limbah cangkang  kerang  masih  melimpah  di Indonesia, khususnya di Lhokseumawe. Maka dari itu, saya tertarik untuk menggunakan limbah cangkang kerang sebagai pengikat dengan OPC pada mortar. Cangkang kerang  dipersiapkan dengan cara dikalsinasi pada suhu 7000C selama 4 jam. Kemudian digiling menggunakan mesin Los Angeles dan diayak menggunakan saringan nomor 200. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kuat tekan pada kondisi jangka panjang. Benda uji dipersiapkan dengan perbandingan pengikat terhadap pasir yaitu 1:3 dengan FAS masing-masing 0,45 dan 0,50. Persentase abu cangkang kerang untuk digunakan sebagai pengganti sebagian semen ialah 2,5%,5%, 7,5%, dan 10%. Hasil menunjukkan bahwa kuat tekan optimum 28 hari pada FAS 0,5 dengan 5% abu cangkang kerang. Akan tetapi, kuat tekan 28 hari dengan FAS 0,45 mengalami penurunan dibandingkan dengan kuat tekan OPC. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan abu cangkang kerang sebagai pengganti sebagian semen pada mortar tidak memberikan efek kenaikan kuat tekan pada mortar mutu tinggi. Kata Kunci: Abu Cangkang Kerang, Mortar, Kuat Tekan 
EFEK PENAMBAHAN SERAT KAWAT BANDRAT TERHADAP KUAT TARIK BELAH DAN KUAT LENTUR BETON Haikal, Muhammad; Yusnar, Cut; Ruhana, Ruhana
Jurnal Sipil Sains Terapan Vol 5, No 01 (2022): JURNAL SIPIL SAINS TERAPAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPengujian meliputi pengujian bahan, pengujian kuat lentur dan pengujian kuat tarik belah beton dengan benda uji balok dan silinder. Jumlah benda uji yang akan digunakan adalah60 buah benda uji, 30 buah benda uji balok dengan pengujian kuat lentur dan 30 buah benda uji silinder dengan pengujian kuat tarik belah beton. Ada pun penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui bagaiman pengaruh penambahan serat kawat bendarat dengan betuk huruf V dengan panjang serat 8 cm terhadap beban tarik. Adapun variasi serat kawatbendrat adalah 0%, 1%, 2%, 3%, dan 4% dari berat agregatkasar. Hasil pengujian   kuat tarik belah beton umur 7 hari hasil yang paling maksimum pada variasi 3% yaitu 11,62Mpa, dan untuk umur 28 hari hasil yang maksimum pada variasi 4% yaitu 10,55 Mpa. Sedangkan untuk pengujian kuat lentur untuk umur 7 hari hasil yang maksimum padavariasi 1% yaitu 5,75 Mpa dan untuk umur 28 hari hasil yang paling maksimum pada variasi 1% yaitu 4,64% Mpa.Penambahan serat kawat bendrat pada benda uji balok tidakmenunjukan hasil yang signefikan pada pengujian kuat lentur beton. Pengujian kuat tarik belah yang di beri serat kawat bandrat untuk umur 7 hari menunjukan adanya peningkatansebesar  11,62  Mpa  variasi  3%.  Sedangkan  unutuk  umur  28  hari  menunjukan  hasil peningkatan sebesar 10,55 Mpa Kata kunci: kawat bandrat, kuat lentur, kuat tarik belah, variasi kawat.1%, 2%, 3%, 4%.
Pengaruh Faktor Umur Dan Lingkungan Terhadap Organisasi Terhadap Durabilitas Beton Dengan Substitusi Parsial Serbuk Kayu Salsabila, Nisrina; Musbar, Musbar; Ruhana, Ruhana
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 7, No 2 (2025): December
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v7i2.251

Abstract

AbstractConcrete is one of the most widely used construction materials owing to its excellent compressive strength. Nevertheless, its long-term performance remains susceptible to environmental factors. Fluctuations in temperature, humidity, and solar radiation can significantly impair concrete durability and structural integrity. This study explores the potential of utilizing sawdust waste as a partial replacement (2% by weight of fine aggregate) to improve environmental sustainability while evaluating its effects on mechanical properties. The research investigates the compressive strength of concrete incorporating 2% sawdust at curing ages of 28, 45, and 60 days under two distinct exposure conditions: indoor (controlled) and outdoor (natural) environments. An experimental laboratory approach was adopted using the Department of the Environment (DoE) mix design method. Cube specimens (150 × 150 × 150 mm) were prepared in two variants: normal concrete and concrete with 2% sawdust substitution. Results reveal that the incorporation of sawdust reduces compressive strength compared to control specimens, although strength continues to increase with curing age in both groups. Specimens cured indoors exhibited more consistent strength gain, whereas those exposed outdoors experienced a noticeable strength decline at 60 days. While the use of sawdust as a partial fine aggregate replacement offers an environmentally sound waste valorization strategy, it adversely affects mechanical performance and long-term durability. Further research is recommended prior to its practical implementation in structural applications.Keywords:Concrete; sawdust; compressive strengthAbstrakBeton merupakan material konstruksi yang paling banyak digunakan karena memiliki kuat tekan tinggi. Namun, beton tetap rentan terhadap pengaruh lingkungan dalam jangka panjang. Variasi suhu, kelembaban, dan radiasi matahari dapat menurunkan durabilitas serta kinerja struktural beton secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh substitusi agregat halus dengan limbah serbuk gergaji sebesar 2 % (berdasarkan berat pasir) terhadap kuat tekan beton pada umur 28, 45, dan 60 hari, serta menganalisis pengaruh kondisi paparan lingkungan yang berbeda (dalam ruangan dan luar ruangan) terhadap perkembangan kuat tekan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan desain campuran berdasarkan pendekatan Department of the Environment (DoE). Spesimen berbentuk kubus berukuran 150 × 150 × 150 mm dibuat dalam dua variasi, yaitu beton normal (kontrol) dan beton dengan substitusi serbuk gergaji 2 %. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan serbuk gergaji menyebabkan penurunan kuat tekan dibandingkan beton kontrol, meskipun kuat tekan kedua variasi tetap meningkat seiring bertambahnya umur perawatan. Spesimen yang disimpan di dalam ruangan menunjukkan perkembangan kuat tekan yang lebih stabil, sedangkan spesimen yang dipaparkan di luar ruangan mengalami penurunan kuat tekan pada umur 60 hari. Penggunaan serbuk gergaji sebagai pengganti sebagian agregat halus memberikan manfaat lingkungan melalui pemanfaatan limbah, tetapi berpotensi menurunkan kinerja mekanis dan durabilitas beton dalam jangka panjang. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut sebelum material ini dapat direkomendasikan untuk aplikasi struktural secara luas.  Kata Kunci:Beton; serbuk kayu; kuat tekan