Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Edukasi Film Terhadap Perilaku Menggosok Gigi Pada Anak Usia 6-8 Tahun Rai Puspita Sari, Ni Nyoman; Setya Purwanti, Ika; Juanamasta, I Gede
PROMOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 9, No 2 (2019): Desember
Publisher : PROMOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1419.93 KB) | DOI: 10.31934/promotif.v9i2.960

Abstract

Usia sekolah merupakan usia penting dalam pertumbuhan dan perkembangan fisik anak. Salah satunya adalah kebiasaan menjaga kebersihan gigi dan mulut. Penduduk Bali yang mempunyai masalah gigi dan mulut tertinggi di Kota Denpasar sebesar 20,5%. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh edukasi film dengan perilaku menggosok gigi pada anak usia 6-8 tahun. Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasi Experiment Design yaitu Pretest-Posttest with Control Group Design yang dilakukan pada 60 sampel dengan teknik Cluster Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan mengukur perilaku menggosok gigi menggunakan lembar kuesioner dan observasi perilaku menggosok gigi. Penelitian ini menggunakan uji hipotesis Wilcoxon Sign Rank dan Mann Whitney Test.Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan perilaku anak usia 6-8 tahun pada kelompok kontrol dan perlakuan. Hasil uji statistik menggunakan Wilcoxon Sign Rank dan Mann Whitney Test ada pengaruh edukasi film dengan perilaku menggosok gigi pada anak usia 6-8 tahun dengan nilai p value = 0,000 (α=0,05). Berdasarkan hasil penelitian tersebut, diharapkan pihak sekolah selalu memberikan pelatihan perilaku menggosok gigi untuk meningkatkan perilaku siswa dalam menggosok gigi
Dukungan Caregiver Berdampak Terhadap Penerimaan Diri Pasien TBC Putu Thrisna Dewi, Ni Luh; Nopita Wati, Ni Made; Juanamasta, I Gede Juanamasta
PROMOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 9, No 2 (2019): Desember
Publisher : PROMOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (919.874 KB) | DOI: 10.31934/promotif.v9i2.965

Abstract

TBC merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Dampak dari penyakit TBC yaitu timbulnya perubahan fisik, ngangguan psikologi dan sosial pada pasien. Perubahan kesehatan yang cenderung menurun menyebabkan pasien TBC sulit untuk menerima keadaan dirinya. Oleh sebab itu pasien TBC memerlukan perhatian khusus dari caregiver dalam proses penyembuhan. Disamping itu, dukungan caregiver merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi penerimaan diri pada pasien TBC. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi Hubungan Dukungan Caregiver Dengan Penerimaan Diri Pada Pasien TBC Di Wilayah Puskesmas I Denpasar Barat dengan sampel 55 responden. Penelitian ini menggunakan desain korelasi dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan nonprobability sampling yaitu total sampling atau sampel jenuh. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Hasil penelitian ini berdasarkan Rank spe arman diperoleh tingkat signifikan <0,05 yaitu 0,001 yang artinya ada Hubungan Dukungan Caregiver Dengan Penerimaan Diri Pada Pasien TBC Di Wilayah Kerja Puskesmas I Denpasar Barat dengan kekuatan kolerasi 0,771 yang menunjukkan adanya kolerasi positif dengan kekuatan kolerasi kuat yang berarti semakin baik dukungan Caregiver maka penerimaan diri seseorang semakin positif. Adanya dukungan Caregiver dan penerimaan diri yang baik tentunya membantu proses pemulihan yang optimal pada pasien TBC. Sehingga diharapkan pasien TBC melaksanakan kontrol dan melakukan pemeriksaan dahak secara berkala, sedangkan Caregiver tetap memberikan dukungan utamanya sebagai pengawas minum obat. 
OPTIMALISASI KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA PUTRI MELALUI PENDIDIKAN KESEHATAN DAN DEMONSTRASI PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) Lestari, Tri Rahayuning; Wati, Ni Made Nopita; Jayanti, Desak Made Ari Dwi; Lestari, Ni Kadek Yuni; Juanamasta, I Gede
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol. 2, No. 1: Juni 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.01 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v2i1.1403

Abstract

Abstrak:Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengoptimalkan kesehatan reproduksi wanita melalui pendidikan kesehatan dan demontrasi pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Metode kegiatan menggunakan (1) metode ceramah dan demonstrasi yakni untuk menyampaikan pengetahuan secara umum tentang kanker payudara dan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) disertai dengan sesi tanya jawab dan (2) metode pembelajaran digunakan untuk alih pengetahuan  atau ketrampilan dan system nilai yang dimiliki oleh nara sumber kepada remaja putri. Masalah yang dihadapi di lapangan adalah kurangnya pengetahuan remaja putri tentang pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Pemecahan masalah yang dapat dilakukan dengan pendampingan yaitu memberikan pengetahuan, pemahaman, penyuluhan dan demontrasi.Abstract:  This service activity aims to optimize women's reproductive health through health education and breast self-examination demonstrations (BSE). The activity method uses (1) lecture and demonstration methods, namely to convey general knowledge about breast cancer and breast self-examination (BSE) accompanied by question and answer sessions and (2) learning methods used for knowledge transfer or skills and value systems owned by nara resources for young women. The problem faced in the field is the lack of knowledge of young women about breast self-examination (BSE). Problem solving that can be done with assistance is to provide knowledge, understanding, counseling and demonstration
Emotional Freedom Technique (EFT) Therapy on Chronic Kidney Disease (CKD) Patients to Reduce Fatigue Ni Made Nopita Wati; Ni Luh Putu Thrisna Dewi; Ni Luh Gede Desi Meilena; I Gede Juanamasta; R Tri Rahyuning Lestari
Jurnal Keperawatan Vol. 12 No. 1 (2021): January
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.45 KB) | DOI: 10.22219/jk.v12i1.9763

Abstract

Introduction: Fatigue is one of the most common symptoms felt by patients who experience Chronic Kidney Disease, the level of fatigue experienced from low to severe. Some management to deal with fatigue has been done a lot, but the results have not been maximized. Emotional Freedom Technique (EFT) is a psychological therapy that can treat many diseases, both physical illness and psychological illness. Objectives: This study aims to determine the effect of EFT therapy on fatigue in CKD patients. Methods: This type of research is a quasi experimental design with a control group pre-post-test Sample divided into twogroups, consisted of 19 people, selected through purposive sampling. Results: The results showed that the p-value in the treatment group = 0,000 means that there is an effect of therapy EFT on health in CKD patients, whereas, in the control group, there is no difference with the p-value = 1,000. Discussion: The change in CKD patients' fatigue level after EFT therapy is due to a combination of techniques that support the effectiveness of EFT therapy. Conclusion: With this study, it is expected that hospitals can carry out EFT therapy to reduce fatigue in CKD patients to help cure patients.  
Stigma of People Living with HIV/AIDS I Gede Juanamasta; Nursalam Nursalam; Ferry Efendi; Rio Ady Erwansyah
NurseLine Journal Vol 4 No 2 (2019): November 2019
Publisher : Faculty of Nursing, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/nlj.v4i2.12107

Abstract

People living with HIV have many complex problems in their lives. Internal problems concern bio-psycho-socio-spiritual, while external problems concern the views and attitudes of others towards themselves. Negative views from other people formed long ago will give a bad stigma to people with HIV. The stigma of society has a great influence, not only affecting citizens but also health workers. This study aims to review the results of research related to stigma inherent in the community, especially nurses to people with HIV. The researcher sought the results of other studies through several databases including ProQuest, Scopus, Science Direct, PubMed, Medline, Springer link and Elsevier. Keywords to search literature include "stigma", "nurse" and "people with HIV". The results obtained were as many as 14 journals. Many studies have been carried out for prevention, treatment, and support for people with HIV / AIDS. But along with advances in the field of health need to continue to do problems related to people with HIV / AIDS.
Pengaruh Terapi Yoga (Paschimottanasana dan Adho Mukha Padmasana) terhadap Intensitas Nyeri pada Remaja Putri yang Mengalami Dismenore Primer Tri Rahayuning Lestari; Ni Made Nopita Wati; I Gede Juanamasta; Ni Luh Putu Thrisnadewi; Ni Komang Ayu Sintya
Journal of Health Science and Prevention Vol. 3 No. 2 (2019): JHSP Vol 3 No 2 - 2019
Publisher : State Islamic University of Sunan Ampel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (751.588 KB) | DOI: 10.29080/jhsp.v3i2.221

Abstract

Dismenore primer merupakan nyeri menstruasi yang sering mengganggu aktivitas pada remaja putri, sehingga diperlukan upaya untuk mengatasinya. Yoga merupakan salah satu cara non farmakologi untuk mengatasi nyeri dismenorhea. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Terapi Yoga (Paschimottanasana dan Adho Mukha Padmasana) terhadap Intensitas Nyeri pada Remaja Putri yang mengalami Dismenore Primer di SMPN 3 Mengwi. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperiment dengan rancangan pretest-posttest with control group design. Pengambilan sampel dengan teknik porpusive sampling sebanyak 28 orang siswi (14 kelompok kontrol, 14 kelompok perlakuan). Instrumen pengumpulan data menggunakan Verbal Descriptor Scale. Hasil uji Shapiro-Wilk diperoleh p=0,061>0,05 yang bermakna data berdistribusi normal. Hasil uji Paired T-Test pada kelompok perlakuan menunjukan terdapat perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah diberikan yoga dengan nilai p=<0,001 maka p<0,05, hasil pada kelompok kontrol tidak terdapat perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah dengan nilai p=0,583>0,05. Hasil uji Independent T-Test menunjukan terdapat Pengaruh Terapi Yoga (Paschimottanasana dan Adho Mukha Padmasana) terhadap Intensitas Nyeri pada Remaja Putri yang Mengalami Dismenore Primer dengan nilai p=0,001<0,05. Berdasarkan penelitian ini, terapi yoga (Paschimottanasana dan Adho Mukha Padmasana) dapat digunakan sebagai manajemen non farmakologi untuk mengurangi nyeri dismenore pada remaja putri.
COVID-19: A BALINESE VIEWPOINT I Gede Juanamasta; Ni Made Nopita Wati; Anak Agung Gde Oka Widana
Belitung Nursing Journal Vol. 6 No. 4 (2020): July - August
Publisher : Belitung Raya Foundation, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.809 KB) | DOI: 10.33546/bnj.1133

Abstract

N/A
PENINGKATAN KESEHATAN JIWA MELALUI PERAN KADER KESEHATAN JIWA Desak Made Ari Dwi Jayanti; Ni Made Nopita Wati; Tri Rahyuning Lestari; Kadek Yuni Lestari; I Gede Juanamasta
Jurnal Difusi Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Difusi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.747 KB) | DOI: 10.35313/difusi.v2i1.1817

Abstract

Kegiatan pengabdian bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan mental dengan meningkatkan peran kader mental untuk memahami Orang dengan Gangguan Mental (ODGJ) dan Orang dengan Masalah Mental (ODMK). Metode yang digunakan (1) ceramah tentang kesehatan mental dan masalah psikososial dan (2) permainan peran tentang cara mempelajari orang-orang dengan penyakit mental dan orang-orang dengan masalah kejiwaan diikuti sesi diskusi tanya jawab. Metode belajar digunakan untuk mentransfer pengetahuan atau keterampilan dan sistem nilai dari pembicara ke kader jiwa. Masalah didominasi kurangnya pengetahuan terkait ODGJ dan ODMK. Bantuan pemecahan masalah yang diberikan adalah memberi pengetahuan, kemampuan, kepada kader jiwa tentang isu-isu ODMK dan ODGJ dan bagaimana melakukan penilaian atau pemindaian Kata kunci: KaderJiwa, ODGJ, ODMK, Scanning.
The Effect of Basic Life Support Course on Community Knowledge Level I Kadek Artawan; Yupin Aungsuroch; I Gede Juanamasta; I Made Sukma Wijaya; Komang Agus Jerry Widyanata
Babali Nursing Research Vol 2 No 2 (2021): July
Publisher : Babali Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.356 KB) | DOI: 10.37363/bnr.2021.2252

Abstract

Introduction: Cardiac arrest is the most pre-hospital emergency cases. Approximately 30.000 people have cardiac arrest in pre-hospital and about 33% have treated with bystander. Basic life support (BLS) with cardiopulmonary resuscitation (CPR) is a first aid procedure that needs to be performed in this case. Death could occur within minutes if the first aid does not adequately performed. The study aimed to know the effect of BLS courses on the community knowledge level in the North Denpasar District. Methods: The study was a pre-experimental study with a pre-posttest design. Study participant selected by cluster random sampling technique and 199 participants chosen as study participants. To collect the community knowledge data, a questionnaire employed in this study. American Heart Association (AHA) guideline for the public published in 2015 enrolled as a reference in organizing ten questions in the questionnaire with Guttman Scale. Results: The characteristics of respondents were 27% participants were aged between 30-39 years, 56% graduated from senior high school, 55% work as employees and 90% never attended BLS training program. There was a significant mean difference from the pre-test and post-test data. The mean difference before and after the BLS course were 8.38 and 9.74, respectively. There was a significant correlation between the BLS course and the level of knowledge (p = 0.000). Conclusion: The level of knowledge about BLS before the course was 63%. It classified into a good knowledge level. The level of knowledge about BLS after the course was significantly improved. It increased to 97.5%.
Pengaruh gayatri emotional freedom technique (GEFT) terhadap kelelahan kerja perawat Ni Made Nopita Wati; Ni Luh Putu Thrisna Dewi; I Gede Juanamasta; R. Tri Rahyuning Lestari; Ria Anggraini
Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Aisyiyah Vol 18, No 1 (2022): Juni
Publisher : Universitas Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.799 KB) | DOI: 10.31101/jkk.1366

Abstract

Perawat yang mengalami kelelahan kerja mengakibatkan penuruanab kinerja, produktivitas kerja dan kualitas pelayanan yang diberikan ke pasein. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisa GEFT terhadap kelelahan kerja perawat. Quasi-experimental design with control group sebagai desain penelitian ini. Sebanyak 30 orang perawat digunakan sebagai sampel dalam penelitian ini yang terbagi menjadi 2 kelompok melalui purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan pada kelompok intervensi nilai p = 0,000 sedangkan pada kelompok kontrol dengan nilai p = 0,615. Perbandingan kelompok intervensi dan kontrol didapatkan nilai p = 0,000 yang berarti ada perbedaan. Pihak RS agar dapat mengatasi kelelahan kerja dengan melalukan terapi GEFT.