Kecemasan pada remaja merupakan respons psikologis terhadap tekanan akademik dan sosial yang dapat meningkat apabila individu tidak mampu mengelola stres secara efektif, sehingga mendorong penggunaan strategi koping emosional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat kecemasan dan strategi koping emosional pada remaja di SMA Negeri 4 Denpasar. Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional melibatkan 218 siswa kelas XII yang dipilih melalui stratified random sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Zung Self-Rating Anxiety Scale (SAS), sedangkan strategi koping emosional dinilai menggunakan subskala emotion-focused coping dari Ways of Coping Questionnaire (WCQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden mengalami kecemasan ringan (48,2%) dan memiliki tingkat strategi koping emosional sangat tinggi (39,4%). Uji korelasi Rank Spearman menunjukkan adanya hubungan positif dengan kekuatan sedang antara tingkat kecemasan dan strategi koping emosional (r = 0,415; p < 0,001). Peningkatan tingkat kecemasan berhubungan dengan semakin tingginya penggunaan strategi koping emosional pada remaja, sehingga temuan ini dapat menjadi dasar penguatan manajemen koping untuk menjaga kesejahteraan psikologis remaja.