Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA KONTRIBUSI EDUCATOR OLEH PERAWAT DALAM DISCARE PLANNING DENGAN TINGKAT KEDISIPLINAN PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MELAKUKAN HEMODIALISA SECARA RUTIN Rina Situmorang, Paskah; Lingga, Rugun Togianur; Berutu, Heriaty; Herlina, Meriani; Noradina, Noradina; Silalahi, Bernita; Ritonga, Yuni Shanti; Harefa, Sehardi Natal; Manurung, Sarida Surya
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikeperawatan.v10i2.1537

Abstract

ABSTRACT Hemodialysis is dialysis therapy as a kidney replacement in patients with CKD. One of the problems that cause hemodialysis failure is the problem of compliance in patients with chronic kidney failure who undergo hemodialysis therapy. Therefore, the role of health workers is very much needed in providing understanding to patients regarding discharge planning in order to get better care to achieve the patient's quality of life. If the patient is not disciplined in maintaining his life by obediently carrying out hemodialysis therapy according to the doctor's recommendations, shortness of breath, edema, ascites will occur and will cause many long-term complications which will ultimately increase mortality. With quality instructions from nurses or a good understanding of discharge planning, it is hoped that it can improve the discipline of CKD patients in carrying out hemodialysis therapy. This study aims to determine whether there is a relationship between the contribution of educators by nurses in discharge planning and the level of discipline of chronic kidney failure patients who undergo regular hemodialysis at RSU IPI Medan. This type of quantitative research with a correlation research design. Data collection used was an educator contribution questionnaire by nurses in discharge planning which consisted of 21 questions. The population in this study was all CKD patients undergoing hemodialysis therapy, totaling 52 people. With an accidental sampling technique. The research results were tested using the Chi-Square test with a (p) value of <0.001 <0.05, meaning that there is a relationship between the provision of discharge planning and the level of discipline of CKD patients undergoing hemodialysis therapy, so it is hoped that all health workers will provide clear information to patients regarding the importance of carrying out hemodialysis therapy so that the patient's quality of life is more optimal.
UPAYA PENANGGULANGAN MASALAH TUBERCULOSIS PARU DENGAN PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MEDAN HELVETIA Tanjung, Riswani; Oktavinola Kaban, Febrina; Siahaan, Meriani; Noradina, Noradina; Paskah Rina Situmorang; Bernita Silalahi
Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia SEAN (ABDIMAS SEAN) Vol. 1 No. 02 (2023): Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia SEAN (ABDIMAS SEAN), Agustus 2023
Publisher : SEAN Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58471/abdimassean.v1i02.138

Abstract

Keluarga merupakan populasi berisiko terhadap masalah kesehatan diantaranya penyakit tuberculosis paru (TBC). Penyakit ini memerlukan perhatian yang serius, karena sangat mudah untuk menularkan kepada orang lain. Jika TBC tidak diatasi, dapat menyebabkan resistensi dan akibatnya dapat menyebabkan kematian. Penyebab TBC adalah mycobacterium tuberculosis. Masalah TBC ini dapat diatasi dengan peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku keluarga, peran petugas Dinas Kesehatan serta partisipasi Kader Posyandu. Upaya untuk mengatasi masalah TBC, diharapkan dapat memberikan intervensi yang sesuai, diantaranya dengan memadukan beberapa intervensi yang tepat terhadap keluarga yang mengalami TBC. Intervensi yang dapat dilakukan adalah perpaduan beberapa intervensi yang dilakukan untuk mengatasi masalah TBC yaitu kombinasi antara Pendidikan Kesehatan, Kerjasama dan Pemberdayaan. Kegiatan ini dilaksanakan dengan memberi pelatihan kepada kader posyandu, memberikan pendidikan kesehatan kepada keluarga, pemberdayaan keluarga dan kerjasama antara kader posyandu dan keluarga. Pelaksana pengabdian masyarakat dan mahasiswa melakukan pelatihan Kader Posyandu tentang penyakit TBC, pencegahan penularan, pengawas minum obat (PMO), pemantauan dan evaluasi serta motivasi, selanjutnya kader posyandu dan pelaksana pengabdian kepada masyarakat memberikan pendidikan kesehatan terhadap keluarga yang mengalami TBC. Selanjutnya kader posyandu melaksanakan pemantauan 2x/minggu evaluasi dan motivasi 1x/minggu selama 4 minggu kepada keluarga yang mengalami TBC. Pengabdian masyarakat akan dilakukan diWilayah Kerja Puskesmas Medan Helvetia karena berdasarkan analisis data dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara terhadap pengukuran TBC tingkat kecamatan 2021, Wilayah kerja Puskesmas Medan Helvetia termasuk penderita TBC tertinggi di kota Medan. Pengabdian masyarakat dilakukan terhadap 1 mitra yaitu kelompok Kader Posyandu.di Wilayah Kerja Puskesmas Medan Helvetia dan sasarannya keluarga yang mengalami TBC. Luaran dari pengabdian masyarakat ini, terdapat peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku keluarga yang mengalami TBC, peningkatan pengetahuan kader posyandu dan penurunan frekwensi TBC pada. Peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku diukur dengan menggunakan kuesioner dan monitoring serta evaluasi diukur dengan menggunakan format cheklist serta motivasi didokumentasikan pada kolom format tersendiri untuk acuan dimasa yang akan dating.
Manfaat Terapi Akupresur Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Pada Pasien DM Tipe II di Poliklinik Rumah Sakit Umum Imelda Pekerja Indonesia Medan Meriani Herlina; Noradina Noradina; Bernita Silalahi; Paskah Rina Situmorang; Arta Marisi Dame; Candra Meriani Damanik; Satriani H Gultom; Yuni Shanti Ritonga; Syahrul Handoko Nainggolan; Ali Asman Harahap
Karawo : Journal of Community Service (KJCS) Vol. 3 No. 1 (2025): Karawo : Journal of Community Service (KJCS)
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/karawo.v3i1.119

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is a chronic disease in the form of a metabolic disorder characterized by blood sugar levels that exceed normal limits. Diabetes Mellitus is known as a silent killer because it is often not realized by the sufferer and when it is known, complications have occurred. The method used in this research is the Quasy Experiment method using a pre-test and post-test approach with control group design. The population in this study was 40 respondents and the sample in this study was 20 respondents who were taken by purposive sampling. And analyzed Univariate and Bivariate using the Wilcoxon and Mann Whitney tests to determine the differences between the two groups on the effect of acupressure therapy. The results showed that the effect of acupressure therapy on reducing blood sugar levels was p-value = 0.005 <0.05 it can be concluded that there is an effect of acupressure therapy on reducing blood sugar levels in Type II DM patients at the Poliklinik Rumah Sakit Umum Imelda Pekerja Indonesia Medan. It is suggested that the results of this study are expected to be information for diabetes mellitus patients to independently carry out acupressure therapy and for the Indonesian Imelda Workers Hospital to include elements of acupressure therapy as study material in the management of type 2 diabetes mellitus patients.
PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU TENTANG MANFAAT PEMBERIAN VITAMIN A PADA BALITA DI DESA TANJUNG MULIA HILIR KECAMATAN MEDAN DELI Rina Situmorang, Paskah; Ritonga, Yuni Shanti; Silalahi, Bernita; Noradina, Noradina; Herlina, Meriani; Gultom, Satriani H.; Damanik, Candra Meriani; Nainggolan, Sahrul Handoko
Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (Ji-SOMBA) Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (Ji-SOMBA)
Publisher : Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/ji-somba.v4i1.1765

Abstract

Vitamin A merupakan zat gizi yang penting (essensial) bagi tubuh manusia, zat gizi ini tidak dapat dibuat oleh tubuh sehingga harus dipenuhi dari luar. Pemberian suplemen vitamin A bagi balita terbukti sangat bermanfaat untuk mencegah terjadi infeksi, penyakit (seperti ISPA, campak, dan diare), dan untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Tujuan dari dilakukannya pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman ibu tentang manfaat pemberian vitamin A bagi balita. Sebelum diberikan informasi kepada ibu terlebih dahulu mengidentifikasi pengetahuan ibu tentang manfaat pemberian vitamin A melalui pre-test. Selanjutnya diberikan materi dan dilakukan kembali post-test. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Tanjung Mulia Hilir Kecamatan Medan Deli yang dilaksanakan pada tanggal 27 Februari 2024. Sasaran kegiatan ini adalah ibu yang mempunyai balita sebanyak 30 orang. Hasil yang diharapkan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatnya kognitif, afektif, dan psikomotor tentang manfaat pemberian vitamin A bagi balita. Metode yang digunakan adalah edukasi atau pemberian materi dengan menyebarkan leafleat tentang vitamin A bagi balita. Tahapan pelaksanaan meliputi persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Tim pengabdian masyarakat yang dilibatkan adalah tenaga ahli di bidang kesehatan yang sudah berpengalaman dibidangnya. Hasil pengabdian didapatkan bahwa peningkatan pengetahuan dan pemahaman tentang pemberian vitamin A sebesar 80%. Sehingga diharapkan tenaga kesehatan untuk terus secara rutin melakukan edukasi tentang pemberian vitamin A agar cakupan pemberian vitamin A menjadi optimal untuk meningkatkan status kesehatan balita.
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG EFEK PENGGUNAAN OBAT ANTIBIOTIK SELAMA MASA KEHAMILAN DI DUSUN IV KELURAHAN DESA HELVETIA TAHUN 2019 Rina Situmorang, Paskah
JIFI (Jurnal Ilmiah Farmasi Imelda) Vol. 3 No. 2 (2020): JIFI (Jurnal Ilmiah Farmasi Imelda)
Publisher : Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.481 KB) | DOI: 10.52943/jifarmasi.v3i2.215

Abstract

Pengetahuan yang cukup pada masyarakat khususnya pada ibu hamil tentang penggunaan antibiotik serta efek yang terjadi jika penggunaan yang kurang tepat semasa kehamilan dapat mengurangi resistensinya penyakit terhadap antibiotik. Pengetahuan dan sikap yang benar dalam penggunaan antibiotik merupakan peran penting dalam keberhasilan dari proses pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Efek Penggunaan Obat Antibiotik Selama Masa Kehamilan Di Dusun IV Kelurahan Desa Helvetia Tahun 2019. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif. Menggunakan alat ukur berupa kuesioner. Sampel yang digunakan adalah ibu hamil yang berada Kehamilan Di Dusun IV Kelurahan Desa Helvetia dalam hal ini jumlah sampel dalam penelitian sebanyak 30 responden ibu hamil. Dan tehnik pengambilan sampel adalah total Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas ibu hamil berpengetahuan kurang sebanyak 16 orang (53,3%) dan minoritas ibu hamil berpengetahuan baik sebanyak 6 orang (20%) dan pengetahuan ibu hamil tentang efek dari penggunaan obat antibiotik berdasarkan umur mayoritas ibu hamil di Dusun IV Kelurahan Desa Helvetia mayoritas berumur 20 – 35 tahun sebanyak 19 orang (63,3 %) dan minoritas berumur > 35 tahun sebanyak 3 orang (10%). Dilihat Dari Segi tingkat pendidikan gambaran pengetahuan ibu hamil tentang efek dari penggunaan obat antibiotik berdasarkan tingkat pendidikan mayoritas ibu hamil berpendidikan SMA sebanyak 10 orang (33,3%) dan minoritas berpendidikan perguruan tinggi sebanyak 5 orang (16,7%). Dilihat Dari Segi sumber informasi yang diperoleh ibu hamil tentang efek dari penggunaan obat antibiotik berdasarkan sumber informasi mayoritas ibu hamil memperoleh informasi dari keluarga sebanyak 12 orang (40%) dan minoritas memperoleh informasi dari tenaga kesehatan sebanyak 7 orang (23,3%). Dalam hal ini diharapkan bagi tenaga kesehatan untuk lebih lagi memberikan pendidikan kesehatan kepada masyarakat terkhusus pada ibu hamil mengenai efek samping yang terjadi dari penggunaan obat antibiotic dengan sembarangan tanpa resep dan dosis dari dokter.
The Effect Of Giving Cucumber Juice On Reducing Blood Pressure In Hypertension Patients At Imelda Pekerja Indonesia General Hospital 2023 Noradina Noradina; Meriani HS; Bernita Silalahi; Paskah rina Situmorang; Deddy Sepadha Sagala; Desmawati Ndruru
International Journal Of Health Science Vol. 3 No. 3 (2023): November : International Journal of Health
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ijhs.v3i3.3166

Abstract

Hypertension or high blood pressure is the main cause of heart system disorders, because known as the number one killer in the world, called the silent killer silently) because people with high blood pressure often do not show symptoms . The aim of this research was to determine the effect of giving cucumber juice on lowering blood pressure hypertension sufferers. This type of research is Quantitative research uses a quasi-experimental design with this type of design One group pre-post test was used. The study population was 33 hypertensive patients. The sample research formula uses the Slovin formula so that the research sample is 30 0 people. By giving cucumber juice once a day in the morning before breakfast 15-30 minutes 250 ml for 7 consecutive days. And analyzed univariately and bivariately using a paired sample t-test (between before and after intervention). Research result showed that blood pressure values were obtained after the intervention was carried out decrease and seen from the p value of 0.000 <0.05 it can be concluded that there is an influence from giving cucumber juice to reducing blood pressure in hypertensive patients .
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUALITAS TIDUR PASIEN HEMODIALISIS Arta Marisi Dame; Yuni Shanti Ritonga; Paskah Rina Situmorang; Noradina Noradina; Meriani Siahaan; Bernita Silalahi
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikeperawatan.v11i2.1959

Abstract

Background: Sleep quality is defined as a state where a person is satisfied with their sleep so that they do not show signs of sleep disorders. Patients undergoing hemodialysis are 25% more likely to experience sleep disorders than normal adults. Objective: This study aims to determine the factors associated with sleep quality in hemodialysis patients. Method: This study is a quantitative study with an analytical survey design through a cross-sectional approach. The sampling technique in this study was accidental sampling. The sample in this study were patients who underwent hemodialysis regularly at least 2 times a week. Data collection used the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionnaire in Indonesian, a physical activity questionnaire and a Fatigue Severity Scale (FSS) questionnaire with a total of 58 hemodialysis patients at RSU Imelda Pekerja Indonesia. Data analysis used bivariate data analysis with the chi-square test. Results: This study showed that there was no significant relationship between age (p=0.956), gender (p=0.225), employment status (p=0.462), duration of hemodialysis (p=0.559) and sleep quality of hemodialysis patients at Imelda Buruh Indonesia Hospital. There was a significant relationship between comorbidities (p=0.001), smoking habits (p=0.026), coffee consumption (p=0.003), physical activity (p=0.000) and fatigue levels (p=0.000). Conclusion: Lifestyle factors (smoking habits, coffee consumption), comorbidities, physical activity and fatigue levels are related to sleep quality of hemodialysis patients. Suggestion: Future researchers should examine the sleep quality of hemodialysis patients with different methods and research designs.
PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG PENCEGAHAN DAN PENGOBATAN PENYAKIT HIPERTENSI DI KELURAHAN PULO BRAYAN DARAT I KECAMATAN MEDAN TIMUR Yuni Shanti Ritonga; Paskah Rina Situmorang; Bernita Silalahi; Natalina L B Rumapea; Eva Sri Dewi
Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (Ji-SOMBA) Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (Ji-SOMBA)
Publisher : Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jisomba.v5i2.2235

Abstract

Hipertensi merupakan kondisi ketika tekanan darah seseorang berada di atas batas normal. Penyakit ini dapat menimbulkan berbagai komplikasi pada organ tubuh seperti jantung, otak, ginjal, mata, dan pembuluh darah perifer. Namun, masih banyak penderita hipertensi yang belum rutin menjalani pengobatan untuk menjaga kestabilan tekanan darah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai upaya pencegahan dan pengobatan hipertensi. Sebelum penyuluhan dilakukan, tim terlebih dahulu mengukur tingkat pengetahuan masyarakat melalui pre-test. Setelah pemberian materi edukasi, dilakukan kembali evaluasi melalui post-test untuk mengetahui perubahan pemahaman peserta.Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Pulo Brayan Darat I, Kecamatan Medan Timur, pada tanggal 29 Februari 2026 dengan melibatkan 30 masyarakat penderita hipertensi sebagai peserta. Program ini diharapkan mampu meningkatkan aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan masyarakat dalam mencegah serta mengelola penyakit hipertensi. Metode yang digunakan berupa edukasi kesehatan melalui penyampaian materi dan pembagian leaflet mengenai pencegahan serta pengobatan hipertensi. Tahapan kegiatan mencakup persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi, dengan melibatkan tenaga kesehatan yang berpengalaman di bidangnya.Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terkait pencegahan dan pengobatan hipertensi hingga mencapai 80%. Oleh karena itu, tenaga kesehatan diharapkan dapat terus memberikan edukasi secara berkala agar masyarakat semakin memahami pentingnya pengendalian hipertensi sehingga derajat kesehatan masyarakat dapat meningkat.