Agus Suryanto
Department Of Agronomy, Faculty Of Agriculture, Universitas Brawijaya

Published : 66 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

KAJIAN PANJANG TUNAS DAN BOBOT UMBI BIBIT TERHADAP PRODUKSI TANAMAN KENTANG (Solanum tuberosum L.) VARIETAS GRANOLA Arifin, Mochammad Samsul; Nugroho, Agung; Suryanto, Agus
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.939 KB) | DOI: 10.21776/100

Abstract

Produksi tanaman kentang di Indonesia dapat meningkat dengan didukung peng-gunaan bibit yang baik. Dalam hal ini dengan penggunaan umbi yang memiliki panjang tunas yang dijadikan sebagai kriteria viabilitas benih untuk mengetahui cepat lambatnya pertumbuhan awal ken-tang, serta penggunaan bobot umbi bibit yang tepat dalam mendukung produksi ken-tang. Penelitian ini bertujuan untuk men-dapatkan panjang tunas dan bobot umbi bibit yang tepat dalam meningkatkan pro-duksi kentang (Solanum tuberosum L.) Varietas Granola. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus - November 2013, di Dusun Junggo, Desa Tulungrejo, Kec. Bumiaji, Kota Batu. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 9 perlakuan dan 3 ulangan yang meliputi 2 faktor. Faktor pertama, panjang tunas umbi bibit dan faktor kedua, bobot umbi bibit. Hasil pe-nelitian menunjukkan bahwa tanaman ken-tang dengan penggunaan berbagai variasi ukuran panjang tunas 0,3-0,7 cm, 1-1,4 cm, dan 1,7-2 cm tidak mempengaruhi kom-ponen pertumbuhan vegetatif tinggi tanam-an, jumlah batang, jumlah daun dan luas daun. Panjang tunas umbi bibit pada ber-bagai variasi ukuran 0,3-2 cm memiliki kemampuan yang sama terhadap produksi tanaman kentang yaitu 37,12-38,88 ton ha-1. Penggunaan berbagai variasi ukuran umbi bibit 35-50 g/umbi dan 55-70 g/umbi mem-pengaruhi komponen pertumbuhan vegetatif tinggi tanaman, jumlah batang, jumlah daun dan luas daun yang sama dan lebih tinggi daripada penggunaan umbi bibit 15-30 g/umbi. Penggunaan bobot umbi bibit 35-50 g/umbi memiliki potensi produksi yang sama dengan umbi bibit 55-70 g/umbi, sebesar 40,98 ton ha-1 dan 43,30 ton ha-1, lebih tinggi dibanding penggunaan umbi bibit 15-30 g/umbi dengan produksi 29,50 ton ha-1. Kata kunci: Solanum tuberosum L, varietas Granola, panjang tunas, bobot umbi bibit
EVALUASI KEINDAHAN DAN KENYAMANAN RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) ALUN-ALUN KOTA BATU Zahra, Amellia Firdaus; Sitawati, Sitawati; Suryanto, Agus
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 7 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.255 KB) | DOI: 10.21776/140

Abstract

Alun-alun Batu merupakan salah satu Ruang Terbuka Hijau umum di pusat kota Batu. Penelitian bertujuan mengetahui tingkat keindahan dan kenyamanan di Alun-alun Batu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2012 yang bertempat di Alun-alun Kota Batu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ada 2 yaitu Scenic Beauty Estimation (SBE) untuk evaluasi keindahan dan Model RayMan untuk evaluasi kenyamanan. Sebagai perbandingan Model RayMan, digunakan juga metode Thermal Humidity Index (THI) untuk evaluasi kenyamanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Alun-alun Batu merupakan ruang terbuka hijau dengan perbandingan perkerasan dan vegetasi adalah 60:30. Model RayMan menunjukkan bahwa alun-alun ini mengalami kondisi yang tidak nyaman pada siang hari (pukul 06.00 sampai 15.00), memasuki kondisi nyaman pada jam 15.30 dan kembali pada kondisi tidak nyaman pada jam 18.00. Alun-alun Batu memiliki estetika tinggi (nilai SBE tinggi yaitu 102,6), tetapi memiliki waktu tidak nyaman selama 9 jam, lebih lama daripada waktu nyaman yang hanya 3 jam. Kata kunci: Alun-alun Batu, Scenic Beauty Estimation, Model RayMan, keindahan, kenyamanan
PENGGUNAAN AJIR DAN MULSA UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI KENTANG (Solanum tuberosum L.) VARIETAS GRANOLA Nugraha, Mochammad Wildan; Sumarni, Titin; Suryanto, Agus
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 8 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.948 KB) | DOI: 10.21776/155

Abstract

Fotosintesis berperan memproduksi hasil tanaman yang diperoleh dari energi cahaya matahari. Efisiensi fotosintesis dapat dilakukan dengan modifikasi lingkungan dengan penggunaan mulsa dan ajir. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui jenis mulsa yang tepat dan penggunaan ajir pada budidaya kentang dalam mening-katkan produksi umbi kentang varietas Gra-nola. Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2013 sampai dengan bulan Desember 2013, di Dusun Junggo, Desa Tulungrejo, Kec. Bumiaji, Kota Batu. Metode penelitian yang digunakan adalah Ran-cangan Acak Kelompok (RAK) dengan 8 perlakuan yang diulang 4 kali. Penggunaan ajir dan mulsa pada tanaman kentang (Solanum tuberosum L.) memberikan pe-ngaruh pada pertumbuhan tanaman dan hasil produksi umbi kentang varietas Gra-nola. Hasil penelitian menunjukkan penggu-naan ajir dan mulsa plastik hitam perak menigkatkan bobot segar umbi panen 32,87 % lebih besar dibandingkan dengan perla-kuan tanpa ajir + mulsa plastik hitam perak, 64,62 % lebih besar  ajir + tanpa mulsa dan 69,13 % lebih besar dibandingkan dengan perlakuan tanpa ajir dan tanpa mulsa. Peng-gunaan ajir dan mulsa plastik perak me-nigkatkan bobot segar umbi panen 19,04 % lebih besar dibandingkan dengan perlakuan tanpa ajir + mulsa plastik perak, 43,62 % le-bih besar ajir + tanpa mulsa dan 47,56 % lebih besar dibandingkan dengan perlakuan tanpa ajir dan tanpa mulsa. Kata kunci : Solanum tuberosum L, Varietas Granola, Ajir, Mulsa
PENGGUNAAN FERMENTASI EKSTRAK PAITAN (Tithonia diversifolia L.) DAN KOTORAN KELINCI CAIR SEBAGAI SUMBER HARA PADA BUDIDAYA SAWI (Brassica juncea L.) SECARA HIDROPONIK RAKIT APUNG Nurrohman, Mudhofi; Suryanto, Agus; Wicaksono, Karuniawan Puji
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 8 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.22 KB) | DOI: 10.21776/156

Abstract

Salah satu upaya yang dilakukan untuk peningkatan hasil dan kualitas sawi ialah menggunakan sistem budidaya secara hidroponik, karena dengan sistem budidaya ini tanaman dipelihara dalam jumlah banyak pada ruang terbatas seperti dipekarangan rumah. Namun, akan mahalnya nutrisi hidroponik maka pemanfaatan bahan organik diharapkan dapat menjadi media alternatif sebagai pengganti nutrisi hidroponik. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh efektifitas penggunaan media alternatif fermentasi ekstrak paitan dan fermentasi kotoran kelinci cair untuk mensubtitusi larutan nutrisi hidroponik pada budidaya tanaman sawi secara hidroponik rakit apung. Penelitian dilaksanakan bulan Oktober 2013-Januari 2014 di greenhouse Fakultas Biologi, Universitas Islam Negeri Malang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri atas 5 perlakuan media hidroponik. Percobaan diulang sebanyak 4 kali, pada masing-masing perlakuan terdapat 36 tanaman sehingga total tanaman berjumlah 180 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Media fermentasi ekstrak paitan dan fermentasi kotoran kelinci cair dapat mensubstitusi nutrisi hidroponik, namun Perlakuan Paitan + Kotoran Kelinci Cair memiliki nilai bobot segar total tanaman sebesar 15,6% yang lebih rendah dibandingkan dengan Perlakuan A-B mix Joro (Kontrol). Media fermentasi ekstrak paitan dan fermentasi kotoran kelinci cair lebih baik digunakan sebagai aditif, karena perlakuan A-B mix Joro + Paitan + Kotoran Kelinci Cair menghasilkan tanaman yang paling baik dengan hasil bobot segar total tanaman sebesar 24,11% dibandingkan dengan Perlakuan A-B mix Joro (Kontrol). Kata kunci : Sawi, Fermentasi Ekstrak Paitan, Fermentasi Kotoran Kelinci, Hidroponik Rakit Apung
KARAKTERISASI TANAMAN MANGGA (Mangifera Indica L.) CANTEK, IRENG, EMPOK, JEMPOL DI DESA TIRON, KECAMATAN BANYAKAN KABUPATEN KEDIRI Oktavianto, Yoga; Sunaryo, Sunaryo; Suryanto, Agus
Jurnal Produksi Tanaman Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.419 KB) | DOI: 10.21776/174

Abstract

Mangga merupakan salah satu buah tropis unggulan yang digemari oleh masyarakat di dunia. The Best Loved-Tropical, mendampingi popularitas durian sebagai King of Fruit. Indonesia, termasuk Jawa Timur merupakan pusat dan sumber dari berbagai varietas buah tropika beserta keaneka ragaman hayatinya. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2011 sampai Januari 2012 di Desa Tiron Kabupaten Banyakan, Kediri. Tujuan penelitian ini ialah untuk mendapatkan informasi mengenai morfologi dan menjadikan sebagai dasar pemahaman konservasi plasma nutfah mangga lokal di Desa Tiron Kabupaten Kediri. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode survei dan wawancara kepada petani setempat, dimana penelitian dilakukan dengan mengamati kegiatan-kegiatan yang tidak dibuat peneliti, melainkan merupakan fenomena alam. Metode ini dilakukan untuk mendapatkan informasi tentang obyek yang diteliti melalui data sampel yang ada dilapangan. Didalam penelitian ini tidak diperlukan adanya perlakuan khusus. Untuk menganalisa data dilakukan dengan data statistik deskriptif. Jumlah responden pemilik tanaman sebanyak 10 orang petani yang ada di Desa Tiron Kecamatan Banyakan, Kediri dimana ditemukan tanaman mangga dari jenis yang beragam. Karakterisasi menggunakan acuan IPGRI. Mangga Cantek Ciri morfologis bentuk ujung daun bersudut, bentuk buah bulat lonjong dan tekstur serat sedang. Mangga Empok Ciri morfologis dasar daun tumpul dan tipe paruh buah menonjol. Mangga Ireng Ciri morfologis tonjolan leher buah sedikit, bentuk biji seperti ginjal. Mangga Jempol Ciri morfologis bentuk daun ovate, bentuk ujung daun tumpul, bentuk buah bulat, kedalaman rongga tangkai dangkal, landaian punggung buah berakhir dengan bentuk kurva panjang dan tipe sinus buah tidak ada. Kata kunci :The Best Loved-Tropical, Plasma Nutfah, Morfologi, Deskriptif, IPGRI
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK NPK TERHADAP FRUIT SET TANAMAN JERUK MANIS (Citrus sinensis Osb.) VAR. PACITAN Wahyu Ramadhan, Reza Ardian; Baskara, Medha; Suryanto, Agus
Jurnal Produksi Tanaman Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.608 KB) | DOI: 10.21776/187

Abstract

Jeruk merupakan salah satu komoditi hortikultura penting yang mempunyai permintaan cukup besar dari tahun ke tahun dan prospektif untuk dikembangkan. Permintaan yang terus meningkat tidak diimbangi dengan produktivitas tanaman. Produksi jeruk cenderung menurun dari 1.818.949 ton tahun 2011 ke 1.609.482 ton pada tahun 2012. Indonesia telah masuk di jajaran 10 besar produsen jeruk dunia (posisi ke sembilan) (BPS, 2013). Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh para petani jeruk manis adalah keberhasilan pembungaan dan fruit set, kedua fase tersebut sangatlah penting karena bunga akan melangsungkan penyerbukan serta pembuahan dan fruit set adalah bakal buah jeruk manis yang akan jadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk NPK terhadap keber-hasilan fruit set tanaman jeruk manis. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2013 sampai dengan Agusutus 2013. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Berada di ketinggian 670-700 m di atas pemukaan laut, jenis tanah Inceptisol. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan yang diulang 3 kali, yaitu (P0) : 0 gram NPK/tanaman, (P1) : 200 gram NPK/ tanaman dengan satu kali pemupukan, (P2) : 400 gram NPK/tanaman dengan satu kali pemupukan (P3) : 200 gram NPK/tanaman dengan dua kali pemupukan, (P4) : 400 gram NPK/tanaman dengan dua kali pemupukan. Kata Kunci: Jeruk manis, Fruit Set, Pupuk NPK dan Dosis.
PENGATURAN INTERVAL PEMBERIAN AIR DAN DOSIS NITROGEN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KAILAN (Brassica oleraceae L. var. alboglabra) VARIETAS NOVA Wahyuningsih, Inovian; Suryanto, Agus; Koesriharti, Koesriharti
Jurnal Produksi Tanaman Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.863 KB) | DOI: 10.21776/208

Abstract

Pertumbuhan tanaman kailan yang baik dan hasil yang tinggi dapat dicapai dengan memperhatikan syarat-syarat pertumbuhan dan melakukan pemeliharaan tanaman yang baik. Pemeliharaan yang penting diperhatikan ialah kebutuhan air dan pemupukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interval pemberian air dan dosis pupuk nitrogen yang tepat agar diperoleh pertumbuhan dan hasil tanaman kailan yang optimal. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni sampai Agustus 2014 di rumah kaca, desa Tegalweru, Dau-Malang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial yang diulang 3 kali. Interval pemberian air sebagai faktor 1 dan dosis pupuk nitrogen sebagai faktor 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum tidak terjadi interaksi antara per-lakuan interval pemberian air dengan dosis nitrogen pada semua variabel pengamatan. Interaksi terjadi hanya pada umur peng-amatan 15 hari setelah transplanting pada variabel luas daun. Perlakuan yang meng-untungkan ialah interval pemberian air 6 hari sekali dan dosis nitrogen 0 kg.ha-1 karena me-nunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata dengan perlakuan interval pemberian air 2 hari sekali dan dosis nitrogen 150 kg.ha-1. Penanaman dalam polibag pada rumah kaca yang diberi paranet menyebabkan produksi yang rendah yaitu 39,63 g per tanaman (7,92 ton ha-1), tinggi tanaman yang rendah yaitu 22,12 cm, jumlah daun yang rendah yaitu 7,49 helai dan luas daun yang kecil yaitu 4321,876 cm2. Kata kunci : Kailan, Interval Pemberian Air, Nitrogen, Hasil Panen
STUDI KESESUAIAN FAKTOR LINGKUNGAN DAN KARAKTER MORFOLOGI TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) PRODUKTIF Suhatman, Yan; Suryanto, Agus; Setyobudi, Lilik
Jurnal Produksi Tanaman Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/281

Abstract

Permasalahan pada tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jaqc.) yang berada di lingkungan Universitas Brawijaya ialah tidak berbuah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ciri-ciri morfologi kelapa sawit yang berbuah dan faktor lingkungan abiotik yang mempengaruhi tanaman kelapa sawit. Penelitian dilaksanakan di lingkungan Universitas Brawijaya di Jl. Veteran Malang, Jawa Timur pada bulan Juli – September 2014. Bahan yang digunakan adalah 36 tanaman kelapa sawit yang berbuah dan tidak berbuah. Penelitian menggunakan metode survei atau eksperimen melalui observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, tanaman kelapa sawit yang berada di depan Fakultas Kedokteran dan di sepanjang jalan MT. Haryono merupakan kelapa sawit berbuah. Sedangkan tanaman kelapa sawit yang berada di jalan Veteran Malang, area parkir Fakultas MIPA, area parkir Fakultas FISIP dan di jalan D.I Panjaitan Malang merupakan kelapa sawit tidak berbuah. Kelapa sawit berbuah ditandai dengan ciri-ciri morfologi tanaman diameter batang 50 & 100 cm dari atas tanah sebesar 62-74 cm & 56-68 cm, jumlah pelepah 40-56 pelepah/tanaman, memiliki bunga jantan & bunga betina suhu minimum 20,100C dan suhu maksimum 28,900C. sedangkan kelapa sawit tidak berbuah ditandai dengan ciri-ciri morfologi tanaman diameter batang 50 & 100 cm dari atas tanah sebesar 56-65 cm & 46-56 cm jumlah pelepah 5-9, tidak memiliki bunga jantan & bunga betina dan suhu minimum 19,700C, suhu maksimum 30,600C.
APLIKASI PENGGUNAAN MULSA DAN JUMLAH BIJI PER LUBANG TANAM TERHADAP TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt.) Chaerunnisa, Chaerunnisa; Hariyono, Didik; Suryanto, Agus
Jurnal Produksi Tanaman Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/297

Abstract

Tanaman jagung manis (Zea mays saccharata Sturt) atau sweet memiliki rasa yang lebih manis dibandingkan dengan jagung biasa. Kadar gula jagung berkisar 5-6 % sehingga lebih banyak disukai untuk dikonsumsi. Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi jagung manis adalah dengan cara modifikasi lingkungan yakni dengan pengolahan cahaya, karena sifat fisiologis tanaman jagung termasuk tanaman C4, yakni tumbuhan yang melibatkan dua enzim didalam manajemen CO2 menjadi  glukosa.  Pada penelitian ini penulis melakukan penelitian penggunaan mulsa dan jumlah biji per lubang tanam terhadap tanaman jagung manis (Zea  mays saccharata Sturt.) guna me-ningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman jagung manis. Bahan yang digunakan adalah benih jagung manis varietas master sweet, mulsa plastik hitam perak, mulsa perak, mulsa jerami, dan mulsa paitan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak kelompok faktorial. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni hingga Agustus 2014 di Desa Batu. Hasil penelitian menunjukan bahwa Jagung manis varietas master sweet menghasilkan 2 tongkol per tanaman. Interaksi antara mulsa plastik hitam  perak dan  mulsa plastik perak dengan 2 biji per lubang tanam nyata meningkatkan pertumbuhan ( bobot segar total tanaman, bobot kering total tanaman, tinggi tanaman dan jumlah daun )  dan produksi jagung manis pada bobot segar tongkol tanpa klobot  sebesar 24 ton/ha dan bobot segar tongkol dengan klobot sebesar 27 ton/ha.pada mulsa plastik perak dan mulsa plastik hitam perak dengan 1 biji  per lubang tanam menunjukkan Diameter tongkol,  bobot tongkol tanpa klobot yang lebih tinggi sebesar 389g, dan kadar gula sebesar 15 brix.
KAJIAN UMUR KEPRAS DAN DOSIS PUPUK KANDANG KAMBING TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF TANAMAN TEBU (Saccharum officinarum L.) Firokhman, Alnguda; Suryanto, Agus; Tyasmoro, Setyono Yudo
Jurnal Produksi Tanaman Vol 4, No 6 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/321

Abstract

Produksi gula di Indonesia dari tahun 2009 sampai 2014 mengalami penurunan. Hal ini karena petani masih banyak melakukan budidaya tebu kepras karena faktor biaya semakin tinggi jika menerapkan tanam baru. Oleh karena itu, penambahan pupuk kandang kambing mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman tebu kepras melalui perbaikan kesuburan tanah. Penelitian ini bertujuan mengetahui pertumbuhan awal tanaman sebagai indikator hasil dan pengaruh dosis pupuk kandang kambing yang terbaik pada  pertumbuhan awal tanaman tebu kepras.  Penelitian dimulai pada bulan Juni 2014 di Desa Kademangan, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang saat tebu 1 bulan setelah kepras. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Tersarang dengan tiga ulangan. Faktor satu ialah berbagai umur kepras : (1) Kepras 2, (2) Kepras 4, (3) Kepras 6, (4) Kepras 11. Faktor kedua ialah dosis pupuk kandang kambing : (1) Tanpa pupuk kandang kambing, (2) Pupuk kandang kambing 14 ton ha-1, (3) Pupuk kandang kambing 28 ton ha-1, (4) Pupuk kandang kambing 42 ton ha-1. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh nyata Perlakuan pupuk kandang kambing 14, 28 dan 42 ton ha-1 terhadap semua parameter pertumbuhan yaitu jumlah anakan, jumlah daun, tinggi tanaman, luas daun, bobot basah daun, bobot basah batang, bobot kering daun dan bobot kering batang pada tanaman tebu kepras 2 sampai dengan 11 kali. Pemberian pupuk kandang kambing dosis 42 ton ha-1 pada kepras 2 sampai dengan 11 memberikan pengaruh yang nyata terhadap bobot kering tanaman 6 bsk dibandingkan tanpa pupuk kandang kambing.
Co-Authors Adi Prawoto Aini, Nurul Ainurrasjid, Ainurrasjid Ainurrasyid, Ainurrasyid Akbar, Mohammad Fani Alislami, Tia Candra Khaula Anam, Syaiful Andriani, Putri Anggraini, Fita Arifin, Mochammad Samsul Cahyani, Agustina Rizky Chaerunnisa, Chaerunnisa Chaerunnisa, Sita Sarah Damanik, Sariah Aprianti Dewi, Suci Surya Dewi, Wening Tiara Didik Hariyono Dini Qowiyah Ula Dwi Yamika, Wiwin Sumiya Eko Widaryanto Eline, Merina Erlambang, Rere Febrianti, Annisa Fitri Ferdian, Herman Firdaus, Mohammad Nur Firokhman, Alnguda Fitriani, Riza Heddy, Suwasono Huda, Mukhammad Robitul Indrawan, Rahadyan Rizki Ismail, Moch. Taufiq Ivan C. Onggara Jatumara, Prawesty Dinnar Juprianto, Miki Karuniawan Puji Wicaksono Kestrilia Rega Prilianti Koesriharti Koesriharti Kumalasari, Septi Nuning Kurniawan, Berry Maitimu, Dyah Kartika Marcelinus A.S. Adhiwibawa Marsela, Marsela Medha Baskara Misromi, Misromi Moch. Dawam Maghfoer Mochammad Dawam Maghfoer Mudji Santosa Multazam, Mohammad Ainun Nafiah, Vivi Imroatin Nakhmiidah, Nisa Nararya, Mas Bagus Aulia Ninuk Herlina Nugraha, Hanggara Dwiyudha Nugraha, Mochammad Wildan Nugroho, Agung Nur Azizah Nurrohman, Mudhofi Oktavianto, Yoga Oscar Regazzoni Prastika, Angrenani Rindu Prayoga, Kharisma Marta Ramadhan, Apianto Rizky Ramadhana, Syahrul Regazzoni, Oscar Rinata, Mar’atus Eski Roedy Soelistyono Sa'aprita Kusumaningtyas Sellitasari, Shelvi Setyobudi, Lilik Setyono Yudo Tyasmoro Simbolon, Santri Novalina Sisca Fajriani Sitawati Sitawati Suchaida, Azziyaa Sudiarso, Sudiarso Suhatman, Yan Sunaryo, Sunaryo Tantra Septa Rahardian Tarigan, Maulana Ikhsan Tatas H.P. Brotosudarmo Tia Anggara, Dewi Shinta Tietyk Kartinaty Tinambunan, Erika Titin Sumarni Titin Sumarni Utomo, M. Dika Cahyo Utomo, Rizky Rachmadi Utomo, Yosafat Rio Wahyu Ramadhan, Reza Ardian Wahyuningsih, Inovian Wibowo, Ario Wahyu Wulandari, Angelia Norma Wulansari, Atikah Yogi Sugito Yoom, Lilis Irjayanti Zahra, Amellia Firdaus Zuanita, Reni