Agus Suryanto
Department Of Agronomy, Faculty Of Agriculture, Universitas Brawijaya

Published : 66 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

KAJIAN ABU VULKANIK KELUD PADA BERBAGAI MEDIA TANAM TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt) Nakhmiidah, Nisa; Suryanto, Agus; Sugito, Yogi
Jurnal Produksi Tanaman Vol 4, No 8 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/339

Abstract

Letusan Gunung Kelud yang terjadi pada tanggal 13 Februari 2014 menyebabkan hujan abu di beberapa daerah di Pulau Jawa. Kandungan unsur hara dalam abu vulkanik Kelud dapat dimanfaatkan sebagai media tanam bagi tanaman. Tujuan percobaan ini adalah mempelajari pengaruh kombinasi media tanam pada tanaman jagung manis dan menentukan kombinasi media tanam yang sesuai untuk tanaman jagung manis. Percobaan ini dilaksanakan pada bulan Agustus sampai bulan November 2014 di Dusun Ngujung, Desa Pandanrejo, Batu. Hasil percobaan menunjukkan bahwa penambahan abu vulkanik hingga dosis 30% dalam media tanam tidak memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Abu vulkanik yang dicampurkan dengan tanah, kompos seresah daun dan pupuk anorganik dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis dibandingkan dengan media tanah.
KAJIAN IKLIM MIKRO TERHADAP BERBAGAI SISTEM TANAM DAN POPULASI TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt.) Indrawan, Rahadyan Rizki; Suryanto, Agus; Soelistyono, Roedy
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/356

Abstract

Iklim merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan produk-tivitas tanaman. Faktor-faktor iklim yang sangat mempengaruhi pertumbuhan bagi tanaman adalah radiasi matahari, suhu dan curah hujan. Iklim mikro tanaman adalah kondisi disekitar tanaman mulai dari perakaran terdalam hingga tajuk teratas tanaman. Tujuan penelitian ini untuk untuk mengetahui pola perubahan iklim mikro pada berbagai sistem tanam dan populasi pada tanaman jagung manis varietas Talenta. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai Juli 2014 di desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu  dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 kali pengulangan. Terdapat 6 perlakuan ialah P1 : Sistem Tanam jagung konvensional dengan 1 benih / lubang tanam, P2 : Sistem Tanam Jagung konvensional dengan 2 benih / lubang tanam, P3 : Sistem Tanam Jagung konvensional dengan 3 benih / lubang tanam, P4 : Sistem Tanam Jagung Jajar Legowo (2:1) dengan 1 benih / lubang tanam, P5 : Sistem Tanam Jagung Jajar Legowo (2:1) dengan 2 benih / lubang tanam dan P6 = Sistem Tanam Jagung Jajar Legowo (2:1) dengan 3 benih / lubang tanam. Pengamatan dilakukan dengan tiga cara yaitu pengamatan iklim, tanaman dan hasil panen. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh nyata pada semua variabel pengamatan kecuali jumlah daun. Dengan penggunaan sistem tanam jajar legowo mampu menciptakan kondisi iklim mikro yang mendekati syarat tumbuh tanaman. Penggunaan sistem tanam jajar leowo dengan 1 benih / lubang tanam menghasilkan bobot panen sebesar 12,08 ton ha-1.
PENGGUNAAN BERBAGAI JENIS MULSA UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI BROKOLI (Brassica oleracea L.) Utomo, M. Dika Cahyo; Suryanto, Agus; Baskara, Medha
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/357

Abstract

Produksi brokoli Indonesia tidak dapat men-cukupi kebutuhan pasar lokal maupun pasar internasional. Penggunaan jenis mulsa untuk meningkatkan produksi tanaman.  Tujuan dari penelitian ini untuk mempelajari pengaruh berbagai jenis mulsa terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman brokoli, serta mengetahui jenis mulsa yang mampu menekan pertumbuhan gulma secara optimal. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Cangar Universitas Brawijaya di Kec. Bumiaji, Kota Batu pada bulan April sampai bulan Juli 2014. Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini meliputi cangkul, cetok, meteran, penggaris, kamera, jangka sorong, Leaf Area Meter (LAM), oven, timbangan analitik, termometer dan alat tulis. Bahan yang digunakan ialah : benih brokoli varietas royal green, pupuk kandang ayam, pupuk kompos tanaman, mulsa jerami, mulsa paitan, mulsa alang-alang, mulsa plastik hitam perak, mulsa plastik bening dan mulsa plastik perak grenjeng. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 kali ulangan yang terdiri dari 7 perlakuan, yaitu P0 (tanpa mulsa); P1 (mulsa jerami); P2 (mulsa paitan); P3 (mulsa alang-alang); P4 (mulsa plastik hitam perak); P5 (mulsa plastik bening) dan P6 (mulsa plastik perak grenjeng). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan berbagai jenis mulsa tidak terdapat perbedaan nyata pada komponen pertumbuhan yaitu jumlah daun, luas daun, bobot kering total tanaman, dan indeks panen. Hasil penelitian bobot basah total tanaman, jumlah gulma, bobot basah gulma, bobot kering gulma, bobot segar bunga dan diameter bunga menunjukkan hasil yang berbeda nyata untuk semua perlakuan mulsa. Mulsa plastik perak grenjeng mempunyai komponen hasil bobot segar bunga tertinggi, yaitu 610,67 g/tanaman atau  55,38% lebih tinggi daripada bobot segar bunga perlakuan tanpa mulsa (kontrol).
KENDALA PRODUKSI APEL (Malus sylvestris Mill) Var. MANALAGI DI DESA PONCOKUSUMO KABUPATEN MALANG Tia Anggara, Dewi Shinta; Suryanto, Agus; Ainurrasjid, Ainurrasjid
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.405 KB) | DOI: 10.21776/367

Abstract

Apel (Malus sylvestris) merupakan salah satu tanaman buah yang dapat dibudidayakan di Indonesia dan merupakan tanaman tahunan yang berasal dari daerah subtropics. Daerah yang menjadi sentra produksi apel di Indonesia salah satunya adalah Desa Poncokusumo, Malang. Produksi apel belakangan ini mengalami penurunan produksi. Dalam pemecahan masalah ini perlu adanya pemahaman jelas tentang faktor-faktor yang menyebabkan produksi dan kualitas apel rendah. Penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor pembatas yang menyebabkan penurunan produksi dan kualitas apel Manalagi di Desa Poncokusumo yang dilaksanakan pada Agustus-Desember 2012 di Desa Poncokusumo, Malang. Penelitian menggunakan metode survei meliputi observasi lapang, wawancara (interview) dengan petani, dan pengambilan sampel. Parameter pengamatan meliputi Pengambilan sampel tanah untuk dianalisa kandungan N, P, K, Mg, Cu, Fe, dan Zn; produksi buah per tanaman, diameter buah, berat buah, kadar gula, tingkat kekerasan buah, pengamatan pertambahan tinggi tanaman, diameter batang, tinggi tajuk, diameter tajuk, jumlah cabang primer, suhu, kelembaban, dan informasi manajemen budidaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor lingkungan yang menjadi pembatas meliputi suhu, kelembaban, curah hujan, kandungan unsur hara tanah, sedangkan faktor manajemen yang menjadi faktor pembatas meliputi pemupukan, perompesan, pengendalian hama dan penyakit, penjarangan buah dan pembukusan buah.
PENGATURAN JARAK TANAM DAN JUMLAH BIBIT PER LUBANG PADA MESIN TANAM RICE TRANSPLANTER TERHADAP PADI SAWAH (Oryza sativa L.) VARIETAS CIHERANG Fitriani, Riza; Tyasmoro, Setyono Yudo; Suryanto, Agus
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 6 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.475 KB) | DOI: 10.21776/472

Abstract

Padi merupakan salah satu tanaman pokok warna Negara indonesia. Secara umum petani melakukan penanaman padi masih secara konvesional. Penggunaan bibit yang digunakan terlalu banyak dan jarak tanam yang digunakan tidak teratur. Kemudian pada saat waktu tanam padi tenaga kerja yang terserap sangat banyak.   Penanaman secara konvensional dapat mengurangi produksi tanaman padi sawah dan kurang efisien. Sehingga untuk meningkatkan produksi padi diperlukan proses budidaya menggunakan rice transplanter.   Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari jarak tanam yang tepat dan jumlah bibit terbaik terhadap padi sawah (Oryza sativa L.) varietas ciherang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai bulan Mei 2015 di Desa Surat, Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri. Metode yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi dengan petak utama adalah jarak tanam dan anak petak adala jumlah bibit.. Hasil penelitian antara lain tidak terdapat interaksi antara jarak tanam dan jumlah bibit Perlakuan Jarak tanam 30 x 22 cm mampu memberikan hasil yang terbaik pada komponen pertumbuhan dan komponen hasil. Untuk perlakuan jumlah bibit mampu memberikan hasil terbaik pada komponen pertumbuhan dan komponen hasil yang meliputi bobot kering total tanaman, jumlah malai, jumlah gabah per malai, bobot 1000 butir dan hasil GKP ton ha-1.
KAJIAN PEMBERIAN BERBAGAI DOSIS LARUTAN NUTRISI DAN MEDIA TANAM SECARA HIDROPONIK SISTEM SUBSTRAT PADA TANAMAN KAILAN (Brassica oleracea L.) Wibowo, Ario Wahyu; Suryanto, Agus; Nugroho, Agung
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 7 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.306 KB) | DOI: 10.21776/485

Abstract

Budidaya tanaman secara hidroponik merupakan salah satu alternatif untuk menunjang produksi tanaman kailan dengan memanfaatkan keterbatasan lahan yang ada. Pemberian dosis larutan nutrisi dan media tanam yang ideal dengan menggunakan metode hidroponik sistem substrat dapat memberikan hasil yang produktif pada tanaman kailan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei hingga Juli 2015. Bertempat di Green House Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, dengan ketinggian tempat lokasi penelitian ± 1650 m dpl. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok faktorial (RAKF) yang terdiri dari faktor pertama adalah dosis larutan nutrisi dan faktor kedua adalah media tanam. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Pemberian dosis larutan nutrisi 6 ml.l-1 air dengan media tanam arang sekam memberikan hasil yang terbaik jika dibandingkan dengan perlakuan lainya pada setiap parameter hasil tanaman kailan yang meliputi jumlah daun, luas daun, bobot segar total tanaman, bobot segar konsumsi tanaman, bobot kering akar tanaman dan bobot kering total tanaman.
PENGARUH JARAK TANAM DAN JUMLAH BIBIT PADA TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) HIBRIDA VARIETAS PP3 Kumalasari, Septi Nuning; Sudiarso, Sudiarso; Suryanto, Agus
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 7 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/497

Abstract

Tanaman padi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman pangan penting  menjadi makanan pokok dari setengah penduduk Indonesia dengan jumlah penduduk yang besar dalam memenuhi kebutuhan pangan penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kombinasi dan menentukan jarak tanam dan jumlah bibit penigkatan produksi tanaman padi (Oryza sativa L.) hibrida varietas PP3. Penelitian dilaksanakan di Desa Sladi Kecamatan Kejayan Kabupaten Pasuruan Jawa Timur. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan menggunakan 3 ulangan dan 12 perlakuan. P1M1 : Jarak tanam 20 cm x 20 cm dan jumlah bibit 1/lubang, P2M1 : Jarak tanam 25 cm x 25 cm dan jumlah bibit 1/lubang, P3M1 : Jarak tanam 30 cm x 30 cm dan jumlah bibit 1/lubang, P1M2 : Jarak tanam 20 cm x 20 cm dan jumlah bibit 2/lubang, P2M2 : Jarak tanam 25 cm x 25 cm dan jumlah bibit 2/lubang, P3M2 : Jarak tanam 30 cm x 30 cm dan jumlah bibit 2/lubang, P1M3 : Jarak tanam 20 cm x 20 cm dan jumlah bibit 3/lubang, P2M3 : Jarak tanam 25 cm x 25 cm dan jumlah bibit 3/lubang, P3M3 : Jarak tanam 30 cm x 30 cm dan jumlah bibit 3/lubang, P1M4 : Jarak tanam 20 cm x 20 cm dan jumlah bibit 4/lubang, P2M4 : Jarak tanam 25 cm x 25 cm dan jumlah bibit 4/lubang, P3M4 : Jarak tanam 25 cm x 25 cm dan jumlah bibit 4/lubang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak tanam 30 cm x 30 cm dan jumlah bibit 1/lubang menghasilkan 9,92 ton/ha.
PENGATURAN JARAK TANAM PADA RICE TRANSPLANTER DAN DOSIS PUPUK MAJEMUK TERHADAP HASIL PADI SAWAH (Oryza sativa L.) VARIETAS CIHERANG Ramadhan, Apianto Rizky; Wicaksono, Karuniawan Puji; Suryanto, Agus
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 8 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/499

Abstract

Padi merupakan jenis tanaman yang diusahakan di Indonesia sebagai sumber bahan pangan pokok bagi 90% penduduk Indonesia. Menurut Badan Pusat Statistik (2014) produksi padi Indonesia pada tahun 2014 adalah 69,87 juta ton, sedangkan pada  tahun 2013 sebesar 71,28 juta ton. Dapat dilihat bahwa terjadi penurunan produksi sebesar 1,98%.  Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah pengaruh dan interaksi pengaturan jarak tanam mesin penanam padi pada hasil padi varietas Ciherang dan mengetahui pengaruh dosis pemupukan pupuk majemuk padi pada hasil padi varietas Ciherang. Penelitian ini dilakukan di lahan sawah Desa Surat, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Penelitian ini dilakukan pada bulan Pebruari 2015 sampai dengan juni 2015. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan Petak Utama pengaturan jarak tanam menggunakan rice transplanter (30x22 cm dan 30x15 cm), dan Anak Petak  dosis pupuk majemuk (300 kg ha-1, 600 kg ha-1, 900 kg ha-1, dan 1.200 kg ha-1). Penelitian diulang sebanyak 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak tanam 30 x 22 cm dan dosis pupuk majemuk 600 kg ha-1 adalah yang terbaik yang dapat meningkatkan pertumbuhan anatara lain jumlah anakan, jumlah daun, luas daun bobot kering total tanaman dan komponen hasil yaitu bobot 1.000 butir, presentase gabah hampa, bobot gabah per malai dan bobot kering gabah.
KAJIAN BEBERAPA MACAM SISTEM TANAM DAN JUMLAH BIBIT PER LUBANG TANAM PADA PRODUKSI TANAMAN PADI SAWAH (Oryza sativa L.) var. INPARI 30 Nararya, Mas Bagus Aulia; Santosa, Mudji; Suryanto, Agus
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 8 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.056 KB) | DOI: 10.21776/512

Abstract

Salah satu upaya untuk mendukung program ketahanan pangan adalah dengan perbaikan sistem tanam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari berbagai macam sistem tanam dan jumlah bibit per lubang tanam pada  produksi padi sawah. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT), Faktor yang diujikan adalah beberapa macam sistem tanam sebagai petak utama dan jumlah bibit per lubang tanam sebagai anak petak dengan 12 perlakuan dan 3 kali ulangan. Penelitian dilakukan di lahan pertanian di desa Ngampal, Kecamatan Sumberrejo, Bojonegoro pada bulan Februari−Mei 2015. Hasil penelitian menunjukan terjadi interaksi pada parameter pengamatan jumlah malai per rumpun saat umur 65 hari setelah tanam. Dengan menggunakan sistem tanam Jajar legowo 2:1 memberikan rerata hasil yang rendah disemua parameter pengamatan saat fase vegetatif dibandingkan ketiga sistem tanam yang lain namun dapat meningkatkan hasil produksi tanaman padi sebesar 6,9 ton ha-1 atau meningkat (53%) jika dibandingkan dengan sistem tanam konvensional sebesar 4,5 ton ha-1.
PENGARUH PENGGUNAAN JARING PADA TIGA VARIETAS TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) Firdaus, Mohammad Nur; Hariyono, Didik; Suryanto, Agus
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 9 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/526

Abstract

Pentingnya bawang merah bagi masyarakat tidak diimbangi dengan kemampuan produksi yang optimal. Sistem budidaya dan pemilihan varietas mempengaruhi hasil dan pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui pengaruh jaring (net) dan varietas terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah dan untuk memperoleh kombinasi jaring dan varietas yang tepat pada tanaman bawang merah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juni 2015 di Desa Sumberbulu, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split-plot) dengan dua perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan petak utama adalah jenis penggunaan warna dan perlakuan anak petak ialah varietas bawang merah. Perlakuan jaring secara mandiri tidak memberikan pengaruh nyata pada semua parameter pengamatan. Perlakuan varietas secara mandiri memberikan pengaruh pada panjang tanaman. Interaksi jaring dan varietas memberikan pengaruh nyata pada parameter jumlah daun. Penggunaan jaring putih dan jaring biru memberikan pertumbuhan vegetatif yang sama dan tidak menurunkan produktivitas bawang merah. Varietas Super Philip, Thailand, dan Biru Lancor rata-rata mampu menghasilkan produksi 11 – 12 ton per hektar.
Co-Authors Adi Prawoto Aini, Nurul Ainurrasjid, Ainurrasjid Ainurrasyid, Ainurrasyid Akbar, Mohammad Fani Alislami, Tia Candra Khaula Anam, Syaiful Andriani, Putri Anggraini, Fita Arifin, Mochammad Samsul Cahyani, Agustina Rizky Chaerunnisa, Chaerunnisa Chaerunnisa, Sita Sarah Damanik, Sariah Aprianti Dewi, Suci Surya Dewi, Wening Tiara Didik Hariyono Dini Qowiyah Ula Dwi Yamika, Wiwin Sumiya Eko Widaryanto Eline, Merina Erlambang, Rere Febrianti, Annisa Fitri Ferdian, Herman Firdaus, Mohammad Nur Firokhman, Alnguda Fitriani, Riza Heddy, Suwasono Huda, Mukhammad Robitul Indrawan, Rahadyan Rizki Ismail, Moch. Taufiq Ivan C. Onggara Jatumara, Prawesty Dinnar Juprianto, Miki Karuniawan Puji Wicaksono Kestrilia Rega Prilianti Koesriharti Koesriharti Kumalasari, Septi Nuning Kurniawan, Berry Maitimu, Dyah Kartika Marcelinus A.S. Adhiwibawa Marsela, Marsela Medha Baskara Misromi, Misromi Moch. Dawam Maghfoer Mochammad Dawam Maghfoer Mudji Santosa Multazam, Mohammad Ainun Nafiah, Vivi Imroatin Nakhmiidah, Nisa Nararya, Mas Bagus Aulia Ninuk Herlina Nugraha, Hanggara Dwiyudha Nugraha, Mochammad Wildan Nugroho, Agung Nur Azizah Nurrohman, Mudhofi Oktavianto, Yoga Oscar Regazzoni Prastika, Angrenani Rindu Prayoga, Kharisma Marta Ramadhan, Apianto Rizky Ramadhana, Syahrul Regazzoni, Oscar Rinata, Mar’atus Eski Roedy Soelistyono Sa'aprita Kusumaningtyas Sellitasari, Shelvi Setyobudi, Lilik Setyono Yudo Tyasmoro Simbolon, Santri Novalina Sisca Fajriani Sitawati Sitawati Suchaida, Azziyaa Sudiarso, Sudiarso Suhatman, Yan Sunaryo, Sunaryo Tantra Septa Rahardian Tarigan, Maulana Ikhsan Tatas H.P. Brotosudarmo Tia Anggara, Dewi Shinta Tietyk Kartinaty Tinambunan, Erika Titin Sumarni Titin Sumarni Utomo, M. Dika Cahyo Utomo, Rizky Rachmadi Utomo, Yosafat Rio Wahyu Ramadhan, Reza Ardian Wahyuningsih, Inovian Wibowo, Ario Wahyu Wulandari, Angelia Norma Wulansari, Atikah Yogi Sugito Yoom, Lilis Irjayanti Zahra, Amellia Firdaus Zuanita, Reni