Agus Suryanto
Department Of Agronomy, Faculty Of Agriculture, Universitas Brawijaya

Published : 66 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

METODE APLIKASI DAN DOSIS PUPUK KANDANG AYAM PADA TANAMAN BIT MERAH (Beta vulgaris L.) Huda, Mukhammad Robitul; Sudiarso, Sudiarso; Suryanto, Agus
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 9 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/539

Abstract

Budidaya bit merah yang kurang baik dan cara pemberian pupuk organik dengan cara disebar yang kurang efektif mengakibatnya  produksi yang didapatkan kurang optimal, jika cara budidaya tanamannya terutama pada pengelolahan lahan dan pemupukan dilakukan dengan benar. Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh metode aplikasi pupuk kandang ayam dan tingkat pemberian dosis pada pertumbuhan dan hasil tanaman bit merah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juni 2015 di Kebun Percobaan Cangar Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Desa Sumberbrantas Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) yang terdiri dari 2 kombinasi perlakuan yaitu metode aplikasi (M) dan pemberian dosis (D) yang diulang 3 kali. Pada metode aplikasi ada metode aplikasi disebar (M1), di alur (M2) dan ditugal (M3), dan pada pemberian dosis ada dosis 10 ton ha-1 (D1), dosis 20 ton ha-1 dan dosis 30 ton ha-1. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi kombinasi pada parameter pertumbuhan bobot basah, bobot kering dan diameter umbi saat berusia 50 dan 70 hari setelah tanam. Pada parameter komponen tidak terjadi kombinasi tetapi menunjukan beda nyata pada pengamatan diameter umbi, bobot umbi dan hasil panen umbi bit merah. Penggunaan metode aplikasi pupuk kandang ditugal dan dosis 30 ton ha-1 menunjukan hasil panen bit mera lebih tinggi dari perlakuan yang lain.
PENGARUH WAKTU PEMBERIAN MULSA TERHADAP PRODUKSI WORTEL (DAUCUS CAROTA L.) Ferdian, Herman; Suryanto, Agus; Widaryanto, Eko
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 12 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/587

Abstract

Beberapa kendala dalam budidaya wortel yaitu tidak tahan terhadap genangan air maupun kekeringan. Selain itu, erosi juga dapat terjadi  pada bedengan wortel sehing-ga mempengaruhi pembentukan umbi. Kendala tersebut dapat diatasi dengan pemberian mulsa pada lahan wortel.  Mulsa yang digunakan pada penelitian adalah mulsa jerami. Pemberian mulsa yang terjadwal (pada taraf pertumbuhan dan sebelum panen) pada populasi tanaman budidaya akan memberikan efek yang nyata dalam mengendalikan gulma, sehingga dapat memaksimalkan hasil panen Tujuan dari penelitian adalah mengetahui dan mempelajari pengaruh dari waktu pembe-rian mulsa terhadap dua varietas wortel khususnya pada  hasil umbi yang diperoleh.  Penelitian dilaksanakan di Dusun Borah, Desa Wiyurejo, Kecamatan Pujon, Kabu-paten Malang pada bulan Mei hingga Agustus 2015. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok, yang terdiri dari  2 kombinasi perlakuan, yaitu perlakuan varietas wortel dan perlakuan waktu pemberian mulsa jerami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian mulsa jerami pada waktu yang berbeda mempengaruhi  secara nyata  pada kedua varietas terhadap tinggi tanaman, luas daun, panjang umbi, diameter umbi, berat segar umbi, berat kering umbi, tingkat populasi gulma dan berat kering gulma. Pemberian mulsa tidak berpengaruh terhadap hasil umbi pada varietas New Kuroda dan Lokal, namun jika dibandikan dengan varietas Lokal, New Kuroda menunjukkan hasil yang lebih tinggi.
KAJIAN TANAMAN SISIPAN ANDEWI (Cichorium endivia) TERHADAP BAWANG DAUN (Allium porum L.) PADA MEDIA KARPET SISTEM VERTIKULTUR Dewi, Wening Tiara; Suryanto, Agus
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/648

Abstract

Lahan sebagai salah satu faktor produksi dalam usaha tani, dari tahun ke tahun semakin berkurang karena digunakan untuk kegiatan pembangunan diluar sektor pertanian. Salah satu bentuk pemanfaatan ruang adalah sistem tanam secara vertikultur. Sistem vertikultur dapat dioptimalkan dengan menanam tanaman utama dan tanaman sisipan. Dengan demikian, selain didapatkan hasil tanaman utama, juga diperoleh keuntungan tambahan. Pada penelitian ini dilakukan penanaman tanaman bawang daun (Allium porum L.) secara vertikultur dengan tanaman sisipan andewi (Cichorium endivia) pada berbagai umur tanaman. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui produksi dan analisis usaha tani bawang daun tumpangsari andewi pada sistem vertikultur. Penelitian telah dilaksanakan di Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 perlakuan dengan 5 kali ulangan. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), apabila terdapat pengaruh nyata dilanjutkan dengan uji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan tumpangsari bawang daun dan andewi 50 dan 60 HST akan menurunkan komponen pertumbuhan bawang daun. Pada komponen hasil, tumpangsari bawang daun dan andewi 40 HST memberikan bobot segar yang sama dengan tumpangsari bawang daun dan andewi 30 HST serta monokultur, namun akan menurunkan hasil pada perlakuan tumpangsari bawang daun dan andewi 50 dan 60 HST. Perlakuan tumpangsari bawang daun dan andewi 40-60 HST memiliki nilai R/C di atas 1, sehingga usaha tani layak dilakukan dan dilanjutkan.
KAJIAN WAKTU DAN CARA PENYIMPANAN BIBIT TEBU (Saccharum officinarum L.) VARIETAS PS 881 METODE BUD CHIP PADA PERTUMBUHAN VEGETATIF AWAL Juprianto, Miki; Nugroho, Agung; Suryanto, Agus
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.053 KB) | DOI: 10.21776/652

Abstract

Peningkatan produksi tebu nasional yang masih rendah dapat diupayakan dengan penggunaan bibit yang berkualitas. Bibit yang berkualitas dapat diperoleh dari teknik bud chip. Akan tetapi, penyimpanan dan pembuatan bud chip yang tidak tepat dapat menurunkan daya perkecambahan yang dapat berpengaruh pada pertumbuhan bud chip. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan bud chip tersebut ialah dengan memberikan waktu dan cara penyimpanan pada bud chip. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kajian waktu dan cara penyimpanan pada bibit tebu dengan metode bud chip. Hipotesis yang diajukan ialah pertumbuhan terbaik pada perlakuan disimpan 7 hari menggunakan kotak tisu. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga Mei 2015, di CV. Joyo Rosan, Gurah, Kediri Jawa Timur. Alat dan bahan yang digunakan : kotak penyim-panan, polybag, alat HWT, wadah seed treatment, tisu, sekam, penggaris, jangka sorong, kamera, bud chip varietas PS 881. Penelitian dirancang dengan menggunakan RAK dengan 13 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan sehingga didapat 39 petak perlakuan percobaan. Penga-matan pertumbuhan bud chip dilakukan dengan metode non destruktif dengan parameter pengamatan daya perkecam-bahan, tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan dan diameter batang. Data yang diperoleh dianalisis (uji F) pada taraf 5%. Hasil yang berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji BNT dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan penyim-panan bibit bud chip yang disimpan dengan tisu selama 5 hari memberikan waktu tumbuh tunas yang cepat yaitu 4 hari dengan persentase 89,12 %, selain itu pertumbuhan jumlah daun, tinggi tanaman, dan diameter batang juga lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan lain.
PENGARUH UMUR BIBIT DAN JUMLAH KASCING TERHADAP TANAMAN BAWANG DAUN (Allium fistulosum L.) PADA SISTEM VERTIKULTUR Prastika, Angrenani Rindu; Suryanto, Agus
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.475 KB) | DOI: 10.21776/664

Abstract

Perkembangan di bidang teknologi, industri serta pertambahan penduduk di daerah perkotaan hingga pedesaan yang semakin meningkat menyebabkan alih fungsi lahan pertanian menjadi komplek pemukiman dan lahan industri yang menyebabkan produktivitas di bidang pertanian semakin menurun. Mengatasi lahan produksi pertanian yang semakin berkurang, salah satu cara yang dapat dilakukan ialah dengan bercocok tanam secara vertikal yang dikenal dengan sistem vertikultur. Salah satu tanaman sayuran yang dapat dikembangkan pada sistem vertikultur ialah tanaman bawang daun. Permasalahan pada budidaya tanaman bawang daun ialah umur dan produksi tanaman sangat ditentukan oleh bibit. Upaya yang dapat dilakukan ialah dengan cara pemilihan penggunaan umur bibit dan penambahan bahan organik berupa kascing. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang daun yang paling baik pada sistem vertikultur dengan umur bibit dan jumlah kascing yang tepat. Penelitian dilaksanakan di Desa Pandanrejo, Kota Batu pada bulan Maret hingga Mei 2016 dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara umur bibit dan kascing tidak berpengaruh nyata terhadap parameter pertumbuhan dan hasil tanaman bawang daun.  Perlakuan umur bibit tua mampu meningkatkan jumlah daun, jumlah anakan, bobot segar tanaman, bobot konsumsi per tanaman dan bobot kering tanaman. Pemberian kascing 100 hingga 300 g.tanaman-1 tidak memberikan hasil yang berbeda nyata dengan perlakuan tanpa kascing, hal ini dikarenakan jenis tanah yang digunakan mengandung bahan organik tinggi sehingga tidak berpengaruh pada pemberian kascing.
PENGARUH MEDIA TANAM DAN KONSENTRASI AB-MIX PADA TANAMAN KUBIS BUNGA (Brassica oleraceae var botrytis L.) SISTEM HIDROPONIK SUBSTRAT Maitimu, Dyah Kartika; Suryanto, Agus
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.988 KB) | DOI: 10.21776/674

Abstract

Tananan kubis bunga (Brassica oleraceae var botrytis L.) ialah salah satu tanaman sayur yang banyak di budidayakan di Indonesia. Salah satu kendala dalam memproduksi tanaman kubis bunga ialah kurang tersedia lahan untuk budidaya. Salah satu alternatif budidaya yang dapat dilakukan akibat lahan sempit ialah budidaya tanaman kubis bunga dengan sistem hidroponik substrat. Media tanam ialah salah satu hal utama yang harus diperhatikan dalam budidaya dengan sistem hidroponik substrat, karena media tanam yang berperan menyimpan nutrisi dan menyangga tanaman. Media tanam memerlukan konsentrasi nutrisi yang tepat agar tanaman tidak mengalami kekurangan maupun kelebihan nutrisi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh media tanam dan konsentrasi AB-Mix untuk pertumbuhan dan hasil tanaman kubis bunga (Brassica oleraceae var botrytis L.) dan menentukan media tanam dan konsentrasi AB-Mix yang terbaik untuk budidaya tanaman kubis bunga (Brassica oleraceae var botrytis L.) secara hidroponik substrat. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Januari 2015 hingga April 2016 di greenhouse Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian, yang terletak di Jl. Ichman Ridwan Rais, Tanjung Malang. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF). Hasil penelitian menunjukkan bahwa media tanam campuran antara pasir dengan arang sekam dan konsentrasi AB-Mix sebesar 14 ml L-1 didapatkan pertumbuhan dan hasil yang tinggi pada tanaman kubis bunga (Brassica oleraceae var botrytis L.)
PEMANGKASAN PUCUK DAN PEWIWILAN TANAMAN TERONG (Solanum melongena L.) PADA SISTEM BUDIDAYA ROOF GARDEN Jatumara, Prawesty Dinnar; Suryanto, Agus
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.598 KB) | DOI: 10.21776/676

Abstract

Pembangunan ruang secara horizontal yang semakin luas mengakibatkan Ruang Terbuka Hijau (RTH) semakin berkurang. Pemanfaatan roof garden sebagai lahan pertanian kini mulai dikembangkan. Tanaman terong merupakan salah satu tanaman yang dapat ditanam di roof garden dimana tanaman ini memiliki kanopi yang lebar. Hal tersebut akan bertolak belakang dengan kriteria tanaman untuk roof garden. Tujuan dari penelitian ini untuk memperoleh saat pemangkasan pucuk dan pewiwilan tanaman yang sesuai pada pertumbuhan dan produksi tanaman terong  (Solanum melongena L.) pada sistem roof garden. Penelitian dilaksanakan di Rooftop Gedung Sentral, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, Kota Malang dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial yang terdiri dari 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama yakni waktu pemangkasan pucuk dan faktor kedua yakni pewiwilan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), jika terdapat pengaruh nyata dilanjutkan dengan uji BNT 5%.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemangkasan 14 hst dan pewiwilan 2 kali memberikan tanaman yang relatif ringan yakni 66,05 g per tanaman namun menghasilkan produktivitas yang relatif tinggi yakni 217,68 g berat segar per tanaman. Perlakuan tanpa pemangkasan dengan pewiwilan 1 kali, pemangkasan pucuk umur 14 hst tanpa pewiwilan dan pemangkasan pucuk umur 14 hst pewiwilan 2 kali dapat meningkatkan produktivitas terong berturut-turut 219,75 g per tanaman, 247,76 g per tanaman, dan 217,68 g per tanaman atau sekitar 13,73%, 28,23% dan 12,66%.
PENGARUH TINGKAT KETEBALAN MULSA JERAMI PADA TANAMAN WORTEL (Daucus carota L. var. New Kuroda) DENGAN KETINGGIAN BERBEDA Rinata, Mar’atus Eski; Suryanto, Agus
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.518 KB) | DOI: 10.21776/679

Abstract

Peningkatan permintaan konsumsi wortel dan persaingan hasil produksi tanaman sub tropis pada dataran tinggi menyebabkan harga wortel dapat meningkat pada suatu saat dan luas area pertanaman semakin berkurang. Salah satu cara untuk memperluas area pertanaman ialah dengan melakukan budidaya tanaman wortel didataran medium dimana di dataran tersebut memiliki suhu yang relatif tinggi. Cara yang dapat digunakan untuk menurunkan suhu ialah dengan memeberikan mulsa pada permukaan tanah. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui dan mempelajari pengaruh interaksi tingkat ketebalan mulsa jerami dan ketinggian tempat pada pertumbuhan dan hasil tanaman wortel. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari hingga Mei 2016 di dua lokasi yaitu dataran tinggi (1065 mdpl) di Desa Bremi dan dataran medium (579mdpl) di Desa Betek, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), jika terdapat pengaruh nyata dilanjutkan dengan uji BNT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian mulsa 4 dan 6 kg.m²  mampu meningkatkan bobot kering total tanaman wortel masing-masing 24,24 g.tanaman dan 27,66 g.tanaman sekitar 20,95% dan 38,02% dibanding tanpa menggunakan mulsa baik di dataran medium maupun dataran tinggi. Pada komponen hasil perlakuan ketebalan mulsa 6 kg.m² dengan ketinggian 1065 mdpl menghasilkan panjang umbi lebih panjang 23,93 cm sekitar 20,85%, diameter umbi lebih besar 5,20 sekitar 111,40%, bobot segar umbi konsumsi (kg.m²) lebih tinggi 3,31 cm sekitar 571,87%  dan bobot segar umbi konsumsi (ton.ha­¹) lebih tinggi 33,12 ton.ha‑¹ sekitar 72,14% dibandingkan dengan perlakuan ketebalan mulsa 0 kg.m² dengan ketinggian 579 mdpl.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MIKORIZA DAN PGPR (PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA) TERHADAP TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) PADA PIPA PVC SISTEM VERTIKULTUR Damanik, Sariah Aprianti; Suryanto, Agus
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.945 KB) | DOI: 10.21776/689

Abstract

Pertambahan jumlah penduduk yang terus meningkat menyebabkan kompetisi terhadap lahan pertanian sehingga banyak alih fungsi lahan. Salah satu alternatif budidaya yang dapat diterapkan selain menggunakan teknik konvensional yaitu dengan menggunakan teknik budidaya sistem vertikultur. Vertikultur ialah teknik budidaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi keterbatasan lahan dengan memanfaatkan media yang disusun secara vertikal. Media tanam pada sistem vertikultur menjadi kunci utama perakaran tanaman dalam menyerap unsur hara dari media tanam yang terbatas. Inokulasi mikoriza dan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) ke dalam media tanam akan mengoptimalkan pertumbuhan tanaman serta mampu meningkatkan kesuburan tanah. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh penggunaan mikoriza dan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) terhadap bobot umbi bawang merah yang dibudidayakan pada pipa PVC sistem vertikultur. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Februari hingga April 2016 di Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan 6 kombinasi perlakuan dan 4 kali ulangan. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), apabila terdapat pengaruh nyata dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya penggunaan mikoriza dan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizotobacter) mempengaruhi bobot segar umbi bawang merah, Penggunaan media tanam yang diberi bahan organik + mikoriza memiliki bobot segar umbi yang paling tinggi dibandingkan dengan media perlakuan lain. Hal tersebut diakibatkan karena mikoriza mengandung jamur yang bersimbiosis dengan akar tanaman dalam penyerapan unsur P.
PENGATURAN WAKTU TANAM DAN JUMLAH BIBIT TANAMAN PADI GOGO (Oryza sativa L.) PADA POLA TANAM TUMPANGSARI DENGAN TANAMAN UBI KAYU (Manihot esculenta) Cahyani, Agustina Rizky; Suryanto, Agus
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 7 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/768

Abstract

Lahan sebagai salah satu faktor produksi dalam  usaha tani, dari tahun ke tahun semakin berkurang karena digunakan untuk kegiatan pembangunan diluar sektor pertanian. Solusi yang dapat kita lakukan yaitu dengan pola tanam tumpangsari. Budidaya ubi kayu (Manihot esculenta) sering dilakukan dengan pola tanam tumpangsari dengan padi gogo (Oryza sativa L.) sebagai tanaman sela yang ditujukkan untuk mengoptimalkan penggunaan lahan. Ubi kayu  termasuk tumbuhan berbatang pohon lunak berbatang bulat, berkayu bersih tidak berbulu,bercabang, dan sebagian akar berkembang menjadi tuber (Radjit, Budhi dan Prasetiaswati 2011). Tujuan dari penelitian ini adalah : untuk memperoleh produksi ubi kayu dan padi gogo yang optimal dengan upaya memeperkecil kompetisi antar tanaman yakni dengan pengaturan waktu tanam dan jumlah bibit  padi gogo. Penelitian dilaksanakan di Desa Surat Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri dengan menggunakan Rancangan Petak Terbagi dibandingkan dengan kontrol (Orthogonal Kontras) yang terdiri dari 2 faktor dan 3 ulangan. K = Tanaman Ubi Kayu monokultur, Faktor I  : Waktu Tanam (T1 = 1 minggu sebelum ubi kayu, T2 = 2 minggu sebelum ubi kayu, T3 = 3 minggu sebelum ubi kayu), Faktor II   : Jumlah Bibit (B1 = 1 bibit tanaman padi gogo, B2 = 3 bibit tanaman padi gogo, B3 = 5 bibit tanaman padi gogo). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), yang di uji lanjut dengan BNT 5%. Perlakuan yang paling tepat adalah 2 minggu sebelum ubi kayu dan 3 bibit tanaman padi gogo, sehingga menyebabkan rendahnya kompetisi antara tanaman ubi kayu dan padi gogo, sehingga hasil panen ubi kayu dan padi gogo akan tetap baik.
Co-Authors Adi Prawoto Aini, Nurul Ainurrasjid, Ainurrasjid Ainurrasyid, Ainurrasyid Akbar, Mohammad Fani Alislami, Tia Candra Khaula Anam, Syaiful Andriani, Putri Anggraini, Fita Arifin, Mochammad Samsul Cahyani, Agustina Rizky Chaerunnisa, Chaerunnisa Chaerunnisa, Sita Sarah Damanik, Sariah Aprianti Dewi, Suci Surya Dewi, Wening Tiara Didik Hariyono Dini Qowiyah Ula Dwi Yamika, Wiwin Sumiya Eko Widaryanto Eline, Merina Erlambang, Rere Febrianti, Annisa Fitri Ferdian, Herman Firdaus, Mohammad Nur Firokhman, Alnguda Fitriani, Riza Heddy, Suwasono Huda, Mukhammad Robitul Indrawan, Rahadyan Rizki Ismail, Moch. Taufiq Ivan C. Onggara Jatumara, Prawesty Dinnar Juprianto, Miki Karuniawan Puji Wicaksono Kestrilia Rega Prilianti Koesriharti Koesriharti Kumalasari, Septi Nuning Kurniawan, Berry Maitimu, Dyah Kartika Marcelinus A.S. Adhiwibawa Marsela, Marsela Medha Baskara Misromi, Misromi Moch. Dawam Maghfoer Mochammad Dawam Maghfoer Mudji Santosa Multazam, Mohammad Ainun Nafiah, Vivi Imroatin Nakhmiidah, Nisa Nararya, Mas Bagus Aulia Ninuk Herlina Nugraha, Hanggara Dwiyudha Nugraha, Mochammad Wildan Nugroho, Agung Nur Azizah Nurrohman, Mudhofi Oktavianto, Yoga Oscar Regazzoni Prastika, Angrenani Rindu Prayoga, Kharisma Marta Ramadhan, Apianto Rizky Ramadhana, Syahrul Regazzoni, Oscar Rinata, Mar’atus Eski Roedy Soelistyono Sa'aprita Kusumaningtyas Sellitasari, Shelvi Setyobudi, Lilik Setyono Yudo Tyasmoro Simbolon, Santri Novalina Sisca Fajriani Sitawati Sitawati Suchaida, Azziyaa Sudiarso, Sudiarso Suhatman, Yan Sunaryo, Sunaryo Tantra Septa Rahardian Tarigan, Maulana Ikhsan Tatas H.P. Brotosudarmo Tia Anggara, Dewi Shinta Tietyk Kartinaty Tinambunan, Erika Titin Sumarni Titin Sumarni Utomo, M. Dika Cahyo Utomo, Rizky Rachmadi Utomo, Yosafat Rio Wahyu Ramadhan, Reza Ardian Wahyuningsih, Inovian Wibowo, Ario Wahyu Wulandari, Angelia Norma Wulansari, Atikah Yogi Sugito Yoom, Lilis Irjayanti Zahra, Amellia Firdaus Zuanita, Reni