Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Kombinasi Volume Pemberian Air dan Varietas pada Pertumbuhan, Hasil dan Morfofisiologi Bit Merah (Beta vulgaris L.) di Dataran Medium Tika Noviana Dewi; Suminarti, Nur Edy; Tyasmoro, Setyono Yudo
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 13 No. 2 (2022): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.13.2.72-80

Abstract

Meningkatnya kesadaran masyarakat akan kesehatan menyebabkan permintaan buah bit di Indonesia cukup tinggi. Hal ini dibuktikan dengan adanya impor buah bit dari Australia. Kegiatan impor ini menunjukkan bahwa ketersediaan buah bit masih belum bisa mencukupi kebutuhan konsumen. Salah satu penyebab rendahnya ketersediaan buah bit adalah budidaya tanaman bit yang terbatas di dataran tinggi. Berkaitan dengan hal tersebut, strategi yang dapat ditempuh untuk meningkatkan ketersediaan buah bit adalah melalui pengembangan penanaman di dataran medium. Tujuan kegiatan penelitian ini agar diperoleh informasi mengenai tingkat kebutuhan air dan varietas bit yang sesuai di dataran medium. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli-Oktober 2019 di rumah kaca, menggunakan rancangan acak kelompok, terdiri dari 10 kombinasi perlakuan dengan menempatkan varietas tanaman bit (Vikima dan Ayumi 04) dan volume pemberian air (350, 550, 750, 950 dan 1150) mm air musim-1 sebagai perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas daun, bobot kering total tanaman dan bobot segar umbi tanaman-1 yang tertinggi didapatkan pada perlakuan P10. Warna umbi yang lebih pekat dan kandungan prolin yang lebih tinggi didapatkan pada perlakuan P1 dan P6. Kata kunci: bobot umbi, prolin, warna umbi
KOMBINASI KOMPOS KOTORAN SAPI DAN PAITAN (Tithonia diversifolia L.) PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERUNG (Solanum melongena L.) Pramudika, Gita; Tyasmoro, Setyono Yudo; Suminarti, Nur Edy
Produksi Tanaman Vol. 2 No. 3 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan meningkatnya tingkat kesadaran masyarakat terhadap pemenuhan bahan makanan yang berkualitas mendorong  dikembangkannya sistem pertanian yang mengarah pada kelestarian lingkungan, aman dan sehat. Peluang dalam produksi pertanian organik, khususnya buah terung masih terbuka lebar hal ini didukung dengan permintaan buah terung yang terus meningkat 21,46 % per tahun.  Tanaman terung responsif terhadap penyerapan unsur hara makro seperti N, P dan K, selain itu pemenuhan kebutuhan tanaman terung dapat dipenuhi dengan penggunaan kompos kotoran sapi dan paitan (Tithonia diversifolia L.) sebagai bahan organik. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh aplikasi pupuk an-organik maupun organik pada pertumbuhan dan hasil tanaman terung, serta untuk menentukan dosis kompos kotoran sapi dan paitan yang tepat pada tanaman terung agar diperoleh hasil yang paling tinggi. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan september 2012 sampai dengan februari 2013 di lahan pertanian Ponpes Bahrul Maqhfiroh, Jl. Joyo Agung nomer 2 Tlogomas Kota Malang. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bahan organik yang berupa kombinasi kompos kotoran sapi 75% + paitan 25%, dan perlakuan pupuk an-organik 100% menghasilkan pertumbuhan yang tidak berbeda nyata terhadap semua parameter pengamatan (luas daun, bobot kering daun, bobot kering batang, bobot kering akar, jumlah buah panen dan bobot segar buah panen). Kata kunci : Terung, kompos kotoran sapi, paitan, lahan organik
PENGARUH JUMLAH DAN WAKTU PEMBERIAN AIR PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TALAS (Colocasia esculenta (L.) Schott var. Antiquorum) Nurchaliq, Agus; Baskara, Medha; Suminarti, Nur Edy
Produksi Tanaman Vol. 2 No. 5 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semakin sempitnya luas lahan pertanian yang diikuti oleh semakin menigkatnya jumlah penduduk, mengakibatkan belum tercapainya  suatu titik keseimbangan an-tara jumlah penyediaan bahan pangan dengan tingkat permintaannya. Se-hubungan dengan permasalahan tersebut, maka satu di antara beberapa upaya yang dapat dilakukan adalah melalui pe-manfaatan sumber bahan pangan lain yang dapat berpotensi sebagai sumber karbohidrat, yaitu umbi-umbian. Umbi talas adalah satu diantara beberapa komoditas umbi-umbian yang dapat dijadikan sebagai sumber bahan pangan alternatif selain beras yang bersifat sehat dan aman. Tanaman talas hanya di tanam 1 kali dalam 1 tahun, yaitu hanya pada awal musim penghujan. Sehubungan dengan per-masalahan tersebut dan dalam upaya untuk meningkatkan ketersediaan umbi talas, serta agar umbi talas tetap tersedia sepanjang musim, maka penelitian untuk mengetahui tingkat kebutuhan air pada tanaman talas perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari respon tanaman talas pada berbagai tingkatan jumlah dan waktu pemberian air serta untuk menentukan jumlah dan waktu pemberian air yang tepat pada tanaman talas. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Oktober 2012 hingga Maret 2013 di green house Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian, Desa Bedali, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK). Hasil penelitian me-nunjukkan bahwa tanaman talas yang diairi sebanyak 1500 mm per musim yang diberikan 1 hari sekali, menunjukkan hasil yang paling tinggi pada seluruh komponen pertumbuhan dan hasil. Kata kunci: Talas, jumlah air, pemberian air, cekaman air
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN UBI JALAR (Ipomoea batatas L.) PADA BEBERAPA MACAM DAN WAKTU APLIKASI BAHAN ORGANIK Susanto, Eko; Herlina, Ninuk; Suminarti, Nur Edy
Produksi Tanaman Vol. 2 No. 5 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan bahan organik merupakan salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk menghasilkan produk yang berkua-litas. Hal ini sangat terkait bahwa melalui aplikasi bahan organik, produk pertanian mempunyai rasa yang lebih manis, lebih ta-han lama, bebas dari residu kimia sehingga bersifat aman dan sehat untuk dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan waktu aplikasi berbagai macam bahan orga-nik yang paling tepat pada pertumbuhan dan hasil tanaman ubi jalar. Penelitian di-laksanakan di Desa Landungsari, Dau, Malang pada bulan April – September 2013. Bahan yang digunakan adalah bibit ubi jalar varietas lokal gunung kawi, pupuk kandang sapi, kompos azolla dan kompos sampah kota. Penelitian menggunakan rancangan petak terbagi dengan perlakuan macam ba-han organik sebagai petak utama (B) terdiri dari 3 macam yaitu: B1: Pupuk kandang sapi; B2: Kompos azolla; B3: Kompos sam-pah kota. Waktu aplikasi sebagai anak pe-tak (W) terdiri dari 3 waktu yaitu: W1: Ber-samaan tanam; W2: 15 hari sebelum tanam; W3: 30 hari sebelum tanam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu aplikasi 30 hari sebelum tanam memberikan hasil umbi pa-ling baik pada ketiga bahan organik yang digunakan,  yaitu sebesar 15,25 ton ha-1 un-tuk pupuk kandang sapi, 20,51 ton ha-1 untuk kompos azolla dan 28,03 ton ha-1 untuk kompos sampah kota. Kata kunci: Diversifikasi pangan, ubi jalar, bahan organik, waktu aplikasi
PERENCANAAN HUTAN KOTA DI UNIVERSITAS BRAWIJAYA Bayu, Pamungkas; Suminarti, Nur Edy; Sudiarso, Sudiarso
Produksi Tanaman Vol. 2 No. 5 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kampus menjadi tempat untuk belajar mahasiswa, sehingga kenyamanan lingkungan kampus merupakan salah satu faktor utama penunjang keberhasilan studi mahasiswa salah satunya dengan perencanaan hutan kota dalam penyediaan oksigen dan penyerapan karbondioksida. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsep pengembangan hutan kota di lingkungan Universitas Brawijaya sebagai penghasil oksigen dan penyerap  kar-bondioksida. Penelitian  dilaksanakan di lingkungan Universitas Brawijaya di Jl. Veteran Malang, Jawa Timur. Penelitian di-laksanakan pada bulan Juni 2013 - Agustus 2013. dengan pengumpulan data primer yaitu melakukan penentuan luas Hutan kota terhadap ketersediaan oksigen dan pe-nentuan luas Hutan kota terhadap penyerapan emisi karbondioksida dari kendaraan bermotor, dilakukan melalui data primer (asli), yaitu dengan menghitung jumlah kendaraan bermotor yang masuk lingkungan Universitas Brawijaya, Jumlah penduduk meliputi mahasiswa (S1 ,Pasca Sarjana, Doktor), tenaga edukatif , tenaga administratif, mengitung jumlah dan men-getahui jenis pohon di Universitas Brawijaya. Untuk Data sekunder dilakukan dengan melakukan studi literatur.Hasil penelitian menunjukan Konsentrasi polutan karbondioksida yang dibebaskan ke udara adalah sebesar 3443398,38 g/jam kar-bondioksida. Untuk kebutuhan oksigen di lingkungan Universitas Brawijaya sebesar 83890247,14 g hari-1 atau 3495426,96 g/jam Oksigen. Daya serap karbondioksida oleh pohon yang berada di kawasan Uni-versitas Brawijaya Malang sebesar 1206229,29 gr/jam, Produksi Oksigen oleh pohon yang berada di kawasan Universitas Brawijaya Malang sebesar 1706906,03 gr/hari, maka kebutuhan luas hutan kota berdasarkan hutan kota sebagai produsen oksigen Brawijaya seluas 162,34 ha, sedangkan kebutuhan luas hutan kota di Universitas Brawijaya seluas 279,65 ha. Kata kunci: Hutan kota, Oksigen, Karbondioksida, Pohon
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) Merill) PADA BERBAGAI TINGKAT PEMUPUKAN N DAN PUPUK KANDANG AYAM Zainal, Mochamad; Nugroho, Agung; Suminarti, Nur Edy
Produksi Tanaman Vol. 2 No. 6 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman kedelai termasuk satu diantara beberapa komoditas tanaman yang memiliki nilai ekonomi penting di Indonesia. Permintaan terus meningkat sejalan dengan peningkatan jumlah penduduk. Permintaan tersebut belum dapat segera terpenuhi sebagai akibat masih rendahnya tingkat produktivitas tanaman. Berdasarkan data BPS (2010) dilaporkan bahwa produksi kedelai maksimal tahun 2010 sebanyak 962,540 ton, dan itu hanya mampu untuk mencukupi sekitar 43% dari kebutuhan nasional. Penelitian ini untuk mempelajari pengaruh aplikasi pupuk kandang ayam dan pupuk N pada pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai. Penelitian ini menggunakan Rangcangan Petak Terbagi (RPT) dengan 3 ulangan. Petak Utama adalah: dosis pupuk kandang ayam (K) yang terdiri dari tanpa pupuk kandang ayam (K0), dosis 7,5 ton ha-1 pupuk kandang ayam (K1), dosis 15 ton ha-1 pupuk kandang ayam (K2). Anak petak (N) yang terdiri dari 3 dosis pupuk N yaitu: 25 kg N ha-1(N1), 50 kg N ha-1 (N2), dan 75 kg N ha-1(N3). Hasil percobaan di dapatkan bahwa aplikasi berbagai dosis pupuk kandang ayam dan berbagai dosis pupuk N memberikan pengaruh dan interaksi nyata pada komponen pertumbuhan bobot segar akar dan jumlah cabang maupun komponen hasil (jumlah polong). Kata kunci : Kedelai, Glycine max (L.), Pupuk Kandang Ayam , Dosis Pupuk N.
PENGARUH PENGURANGAN PANJANG SULUR DAN FREKUENSI PEMBALIKAN BATANG PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN UBI JALAR (Ipomoea batatas L.) VARIETAS MADU ORANYE Rahmiana, Elvira Ambarasti; Tyasmoro, Setyono Yudo; Suminarti, Nur Edy
Produksi Tanaman Vol. 3 No. 2 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bertambahnya jumlah penduduk berdampak pada meningkatnya jumlah permintaan bahan pangan, terutama beras yang selama ini menjadi makanan utama penduduk Indonesia. Namun demikian, permintaan tersebut belum dapat segera terpenuhi sebagai akibat rendahnya tingkat ketersediaan bahan pangan itu. Salah satu faktor yang diduga sebagai penyebab rendahnya ketersediaan bahan pangan tersebut adalah makin sempitnya luas lahan panenan sebagai akibat terjadinya alih fungsi lahan. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi terjadinya peristiwa rawan pangan, maka program diversifikasi pangan sangat diperlukan. Ubi jalar merupakan salah satu jenis tanaman dari kelompok tanaman umbi-umbian yang mempunyai peranan penting sebagai penghasil karbohidrat. Sehubungan dengan hal tersebut, maka umbi ubi jalar dapat dimanfaatkan sebagai sumber bahan pangan alternatif selain beras dan jagung. Pembalikan batang merupakan salah satu bentuk kegiatan pengelolaan tanaman yang mempunyai banyak tujuan, diantaranya adalah: (1) untuk sanitasi kebun, (2) mencegah terbentuknya akar adventif, (3) memperlancar laju fotosintesis tanaman. Penelitian telah dilaksanakan di area persawahan oma kampus, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, pada bulan Juni sampai Oktober 2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman yang tanpa dilakukan pengurangan panjang sulur yang dikombinasikan dengan berbagai frekuensi pembalikan batang, menghasilkan komponen pertumbuhan (panjang sulur dan bobot kering total tanaman) paling tinggi serta pengurangan panjang sulur yang dilakukan pada umur 30 hst mampu meningkatkan panjang umbi sebesar 11,76 %, bobot segar total tanaman sebesar 13,31 % dan bobot umbi ekonomis sebesar 17,48 % jika dibandingkan dengan tanpa pengurangan panjang sulur.Kata kunci : Diversifikasi Pangan, Ubi Jalar, Pengurangan Panjang Sulur, Pembalikan Batang.
KAJIAN KOMBINASI PUPUK FOSFOR DAN KALIUM PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL DUA VARIETAS TANAMAN SORGUM (Sorghum bicolor (L.) Moench) Surya Pradana, Gede Bayu; Islami, Titiek; Suminarti, Nur Edy
Produksi Tanaman Vol. 3 No. 6 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terbatasnya informasi tentang pemupukan P dan K pada tanaman sorgum mengakibatkan masih rendahnya hasil sorgum secara nasional. Tujuan penelitian adalah untuk mempelajari pengaruh kombinasi pupuk P dan K pada pertumbuhan dan hasil dari dua varietas tanaman sorgum, serta menentukan kombinasi pupuk P dan K yang sesuai bagi setiap varietas tanaman sorgum. Penelitian dilaksanakan dari bulan Februari – Juni 2014 di Kebun Percobaan Universitas Brawijaya di Desa Jatikerto, Kromengan, Malang. Bahan yang digunakan ialah benih sorgum (Kawali dan Numbu), pupuk N, P dan K. Penelitian menggunakan rancangan petak terbagi dengan perlakuan macam varietas sebagai petak utama, terdiri dari 2 macam yaitu: varietas Kawali (V1) dan varietas Numbu (V2). Kombinasi pupuk Fosfor dan Kalium sebagai anak petak terdiri dari 6 kombinasi yaitu: 100% P + 100% K (F0), 100% P + 0% K (F1), 75% P + 25% K (F2), 50% P + 50% K (F3), 25% P + 75% K (F4), dan 0% P + 100% K (F5). Hasil panen per hektar yang lebih tinggi didapatkan pada varietas Kawali dengan kombinasi pemupukan 50% P + 50% K (5,61 ton ha-1) (BC ratio = 0,41), sedangkan pada varietas Numbu dengan kombinasi pemupukan 25% P + 75% K (8,31 ton ha-1) (BC ratio = 1,06). Kata kunci : Sorgum, Kawali, Numbu, Fosfor, Kalium
PENGARUH MULSA JERAMI PADI DAN FREKUENSI WAKTU PENYIANGAN GULMA PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) Merril) Dewantari, Rima Putri; Suminarti, Nur Edy; Tyasmoro, Setyono Yudo
Produksi Tanaman Vol. 3 No. 6 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu teknik budidaya untuk meningkatkan produksi tanaman kedelai yang maksimum yaitu dengan memodifikasi iklim mikro di sekitar tanaman, salah satunya adalah dengan menggunakan mulsa dimana selain dapat memperbaiki iklim mikro, mulsa juga berfungsi dapat menghambat pertumbuhan gulma. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh dari kombinasi ukuran mulsa jerami padi dan frekuensi waktu penyiangan gulma pada pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai serta menentukan kombinasi ukuran mulsa jerami padi dan waktu penyiangan gulma yang tepat agar diperoleh pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai paling tinggi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-Juni 2014 di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Desa Jatikerto, Malang. Penelitian menggunakan  Rancangan Acak Kelompok sederhana, dengan menempatkan 9 perlakuan yaitu M0 : tanpa mulsa + tanpa disiang; M1 : mulsa jerami tanpa dicacah + tanpa disiang; M2 : mulsa jerami tanpa dicacah + disiang umur 24 hst; M3 : mulsa jerami tanpa dicacah + disiang umur 44 hst;  M4 : mulsa jerami tanpa dicacah + disiang umur  24 dan 44 hst; M5 : mulsa jerami dicacah + tanpa disiang;  M6 : mulsa jerami dicacah + disiang umur 24 hst;  M7 : mulsa jerami dicacah + disiang umur 44 hst;  M8 : mulsa jerami dicacah + disiang umur 24 dan 44 hst. Kata kunci: Kedelai, Gulma, Mulsa jerami padi, Waktu penyiangan.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI EDAMAME (Glycine max (L.) Merr.) PADA BERBAGAI MACAM DAN WAKTU APLIKASI PESTISIDA Twisty Tjahyani, Retno Wulan; Herlina, Ninuk; Suminarti, Nur Edy
Produksi Tanaman Vol. 3 No. 6 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Edamame merupakan jenis kacang-kacang-an yang bijinya lebih besar dan rasa lebih manis, dibanding kacang kedelai biasa. Untuk mencapai produksi edamame yang berkesinambungan diperlukan tingkat pe-ngelolaan tanaman secara intensif yang dapat didekati melalui upaya penekanan terhadap serangan hama dan penyakit. Penelitian bertujuan untuk menentukan jenis dan waktu aplikasi pestisida yang te-pat pada tanaman edamame. Penelitian di-laksanakan di Desa Kepuharjo, Karang-ploso, Malang pada bulan Juli – Oktober 2013. Bahan yang digunakan adalah benih edamame varietas SPM 1, pestisida Nabati, pestisida Mospilan serta pestisida Ingrofol. Penelitian menggunakan rancangan petak terbagi dengan perlakuan macam pestisida sebagai petak utama (M) terdiri dari 3 taraf yaitu: M1: Pestisida Nabati; M2: Pestisida Mospilan; M3: Pestisida Ingrofol. Waktu aplikasi sebagai anak petak (T) terdiri dari 3 waktu yaitu: T1: 3 hari sekali; T2: 5 hari se-kali; T3: 7 hari sekali. Hasil penelitian me-nunjukkan bahwa pada komponen hasil, secara umum tanaman yang disemprot ber-bagai macam pestisida menunjukkan hasil yang nyata lebih tinggi dibandingkan kon-trol. Adapun pertambahan hasil polong/ha untuk penggunaan macam–macam pesti-sida dibandingkan kontrol, masing-masing sebesar 60,03 % untuk pestisida Nabati, 62,58 % untuk pestisida Mospilan dan 61,27 % untuk pestisida Ingrofol. Kata kunci: Edamame, Pestisida, Waktu Aplikasi, Organisme Penganggu Tanaman.
Co-Authors Agus Nurchaliq Agustin, Rema Ruska Agustin, Rema Ruska Akbar, Alfin Nur Akbar, Alfin Nur Alfaridzy, Rizky Anggriawan, Fahjar Anggriawan, Fahjar Apriliani, Iin Nur Apriliani, Iin Nur AR, Raisa Friska Ardani, Primarini Dayu Arga P.H., Bagus Harits Arga P.H., Bagus Harits Ariffin Ariffin Ariffin, Ariffin Arifin Arifin Ariska, Tri Ariska, Tri Aziiz, Abdul Aziiz, Abdul Azizah Azizah Azizah, Azizah Azizah, Nur Bambang Guritno Bayu, Pamungkas Budi Kusuma, Febrian Candra Budi Kusuma, Febrian Candra Chatarina Umbul Wahyuni Choirunnisa, Adzra Chriswanto, Deby Alfian Danaparamita, Galuh Hayu Danaparamita, Galuh Hayu Dewantari, Rima Putri Dewantari, Rima Putri Dewi, Resqiana Dewi, Tika Noviana Dewi, Tika Noviana Didik Hariyono Diyah, Sulinda Istining Diyah, Sulinda Istining Eko Susanto Eko Widaryanto Elvira Ambarasti Rahmiana Gita Pramudika Guntoro, Andi Yuono Guntoro, Andi Yuono Heddy, Suwasono Heddy, Y.B. Suwasono Heddy, Y.B. Suwasono Hendra, Archippus Christopher Hendra, Archippus Christopher Husadilla, Ardiani Husadilla, Ardiani Husni Thamrin Sebayang Kurnia, Refri Fahmi Kurnia, Refri Fahmi Lazuardian, Faizal Achmad Manurung, Winda Karla Manurung, Winda Karla Mariyam, Reni Mariyam, Reni Medha Baskara Milladina, Shofa Haditsa Milladina, Shofa Haditsa Mochamad Zainal Mohamad Ridwan Mudji Santoso Mulyanto, Febri Dwi Mulyanto, Febri Dwi Mushoffan Prasetianto Nagano, Muhammad Nagano, Muhammad Natalia Devinta Suprihantono Ninuk Herlina Novelia, Riana Novrianti, Ratih Novrianti, Ratih Nugroho, Agung Nugroho, Agung Nugroho, Agung Nur Azizah Nurchaliq, Agus Pahlevi, Reza Widhi Pahlevi, Reza Widhi Pamungkas Bayu Pangesti, Febrina Dwi Pangesti, Febrina Dwi Pangestu, Inggil Luji Pangestu, Inggil Luji Pitoyo, Alief Cahyo Pitoyo, Alief Cahyo Pradana, Adwar Ardhi Pradana, Adwar Ardhi Pramudika, Gita Prayogo, Yusmani Putri, Yoladeva Anneke Putri, Yoladeva Anneke Rachma, Ariyadni Devi Rachma, Ariyadni Devi Rahmiana, Elvira Ambarasti Ratih Novriani Rehan Putra, Muhammad Retno Wulandari Ridho, Mochamad Nukman Ridwan, Mohamad Rofiatun, Siti Rofiatun, Siti Safitri, Devi Anggraini Safitri, Devi Anggraini Sari, Maria Yunita Sari, Maria Yunita Sebayang, Husni Thamrin Sebayang, Husni Thamrin Setyaningsih, Nurul Setyaningsih, Nurul Setyono Yudo Tyasmoro Simangunsong, Muhammad Rakha Aditya Sisca Fajriani Sri Ngenana Br Tarigan Sudiarso Sudiarso Sudiarso, Sudiarso Sudy, Fredrik Lero Sukresna, Surya Cahya Sukresna, Surya Cahya Sunaryo Sunaryo Sunaryo, Sunaryo Surya Pradana, Gede Bayu Surya Pradana, Gede Bayu Susanto, Eko Suwasono Heddy Syaifudin, Muhamad Syaifudin, Muhamad Tarigan, Sri Ngenana Br Tika Noviana Dewi Titiek Islami Twisty Tjahyani, Retno Wulan Twisty Tjahyani, Retno Wulan Uliyah, Vika Noer Uliyah, Vika Noer Widyastuti, Erlita Dian Widyastuti, Erlita Dian Wulandari, Retno Yahfi, Muchamad Arif Yahfi, Muchamad Arif YUSMANI PRAYOGO Zainal, Mochamad Zaini, Akbar Hidayatullah Zulfahmi, Hafizh Zulfahmi, Hafizh