Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH KOMBINASI PROPORSI PEMUPUKAN NITROGEN DAN KALIUM PADA PERTUMBUHAN, HASIL DAN KUALITAS TANAMAN UBI JALAR (Ipomea Batatas (L.) Lamb) VARIETAS CILEMBU PADA DATARAN RENDAH Pahlevi, Reza Widhi; Guritno, Bambang; Suminarti, Nur Edy
Produksi Tanaman Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Varietas Cilembu adalah salah satu diantara berbagai verietas ubi jalar yang mempunyai nilai ekonomis tinggi, sehingga digemari masyarakat diberbagai wilayah. Penelitian yang bertujuan: (1) untuk mempelajari pengaruh nitrogen dan kalium pada pertumbuhan dan hasil serta kualitas dari tanaman ubi jalar Cilembu DAN (2) untuk menentukan proporsi pemupukan nitrogen dan kalium pada pertumbuhan dan hasil serta kualitas dari tanaman ubi jalar Cilembu yang ditanam di daerah dataran rendah Jatikerto. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Februari 2014 hingga bulan Juni 2014 di Kebun percobaan Universitas Brawijaya, yang terletak di Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Bahan yang digunakan meliputi stek pucuk tanaman ubi jalar varietas cilembu yang telah berumur 2 bulan, pupuk kompos, pupuk N (Urea), pupuk P (SP 36) dan pupuk K (KCl). Rancangan lingkungan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok sederhana yang terdiri dari 8 perlakuan, yaitu (P0) 100% N : 100% K, (P1) 0% N : 150% K, (P2) 25% N : 125% K, (P3) 50% N : 100% K, (P4) 75% N : 75% K, (P5) 100% N : 50% K, (P6) 125% N : 25% K, dan (P7) 150% N : 0% K dengan masing-masing perlakuan diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil panen tertinggi yaitu sebesar 36,417 ton ha-1 didapatkan pada pemberian N sebesar 82,9 % atau setara dengan 265 kg ha-1 Urea. Sedangkan pada pemupukan K, hasil panen tertinggi yaitu sebesar 37,141 ton ha-1 didapatkan pada aplikasi K sebesar 65,9 % K atau setara dengan 219,64 kg ha-1 KCl. Kata kunci: Ubi Jalar CIlembu, Dataran Rendah, Pupuk Nitrogen, Pupuk Kalium.
PENGARUH KALIUM PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL DUA VARIETAS TANAMAN UBI JALAR (Ipomea batatas (L.) Lamb) Apriliani, Iin Nur; Heddy, Suwasono; Suminarti, Nur Edy
Produksi Tanaman Vol. 4 No. 4 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ubi jalar merupakan bahan pangan yang memiliki sumber karbohidrat, salah satu upaya peningkatan produktivitas ubi jalar dengan penambahan pupuk kalium (Wan-dana et al., 2012). Pemanfaatan unsur K merupakan salah satu langkah yang di-lakukan untuk meningkatkan produksi secara nyata. Penelitian yang bertujuan: untuk mempelajari pengaruh pemupukan kalium pada pertumbuhan dan hasil dua varietas tanaman ubi jalar, serta untuk menentukan dosis pemupukan kalium yang tepat untuk kedua varietas ubi jalar agar dapat dicapai pertumbuhan dan hasil umbi yang tinggi. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan April 2014 hingga bulan Agustus 2014 di Dusun Bulakunci, Desa Nogosari, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Bahan yang digunakan meliputi stek pucuk tanaman ubi jalar varietas Orange madu dan varietas Ayamurasaki yang telah berumur 2 bulan, pupuk N (Urea), pupuk P (SP-36) dan pupuk K (KCl). Penelitian menggunakan rancangan petak terbagi dengan perlakuan macam varietas sebagai petak utama, terdiri dari 2 macam yaitu: varietas Orange madu (V1) dan varietas Ayamurasaki (V2). Macam dosis pupuk  Kalium sebagai anak petak terdiri dari 5 level yaitu: Kontrol (tanpa pemupukan kalium) (K0) , 70 kg K2O ha-1 setara 117,00 kg KCl ha-1 (K1), 140 kg K2O ha-1 setara 234,00 kg KCl ha-1 (K2), 211 kg K2O ha-1 setara 351,00 kg KCl ha-1 (K3) dan 281 kg K2O ha-1 setara 468,00 kg KCl ha-1 (K4). Berdasarkan hasil analisis usaha tani, penggunaan pupuk kalium dosis  211 kg K2O ha-1 adalah lebih efisien, dengan nilai B/C ratio tertinggi yaitu varietas Orange ma-du sebesar 0,76 dan varietas Ayamurasaki sebesar 0,88.
PENGARUH JARAK TANAM DAN FREKUENSI PENYIANGAN GULMA PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum) Wulandari, Retno; Suminarti, Nur Edy; Sebayang, Husni Thamrin
Produksi Tanaman Vol. 4 No. 7 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suatu usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan hasil tanaman bawang merah ialah dengan kombinasi penggunaan jarak tanam dan frekuensi penyiangan gulma. Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh jarak tanam dan frekuensi penyiangan gulma pada pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah (Allium ascalonicum). Penelitian ini telah dilaksana- kan di Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang pada bulan Juli-Oktober 2013. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan 12 perlakuan dan diulang 3 kali sehingga total petak percobaan adalah 36 petak. Perlakuan yang digunakan ialah P1 = Jarak tanam 20 cm x 15cm, tanpa disiang; P2 = Jarak tanam 20 cm x 15 cm, disiang 1 kali umur 15 hst; P3 = Jarak tanam 20 cm x 15 cm, disiang 2 kali umur 15, 30 hst; P4 = Jarak tanam 20 cm x 15 cm, disiang 3 kali umur 15, 30, 45 hst; P5 = Jarak tanam 20 cm x 20 cm, tanpa disiang; P6 = Jarak tanam 20 cm x 20 cm, disiang 1 kali umur 15 hst; P7 = Jarak tanam 20 cm x 20 cm, disiang 2 kali umur 15, 30 hst; P8 = Jarak tanam 20 cm x 20 cm, disiang 3 kali umur 15, 30, 45 hst; P9 = Jarak tanam 20 cm x 25 cm, tanpa disiang; P10 = Jarak tanam 20 cm x 25 cm, disiang 1 kali umur 15 hst; P11 = Jarak tanam 20 cm x 25 cm, disiang 2 kali umur 15, 30 hst; P12 = Jarak tanam 20 cm x 25 cm, disiang 3 kali umur 15, 30, 45 hst. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak tanam 20 cm x 20 cm dan 20 cm x 25 cm yang disertai dengan penyiangan 3 kali pada umur 15, 30, dan 45 hst menunjukkan hasil yang lebih baik pada panjang tanaman, jumlah anakan, jumlah daun, luas daun, bobot segar umbi, bobot kering umbi, bobot segar total tanaman dan hasil panen.
STUDI TENTANG APLIKASI KOMPOS UB PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TALAS (Colocasia esculenta (L.) Schott var. Antiquorum) YANG DITANAM DI LAHAN KERING PADA MUSIM KEMARAU Nagano, Muhammad; Sunaryo, Sunaryo; Suminarti, Nur Edy
Produksi Tanaman Vol. 4 No. 7 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelompok tanaman dari umbi-umbian seperti tanaman talas memiliki potensi besar untuk dikembangkan karena dapat dimanfaatkan sebagai sumber bahan pangan alternatif yang sehat dan aman. Akan tetapi produksi umbi talas pada lahan kering masih rendah. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan produksi umbi talas pada lahan kering dengan aplikasi bahan organik. Tujuan penelitian adalah untuk mempelajari pengaruh tingkat pemupukan kompos UB pada pertumbuhan dan hasil tanaman talas dilahan kering dan menentukan tingkat pemupukan kompos UB yang optimum pada tanaman talas. Penelitian dilaksanakan dari bulan Mei – November 2014 di dusun Jetak Lor, desa Mulyoagung, Dau, Malang. Bahan yang digunakan ialah bibit tanaman talas varietas Antiquorum dan kompos UB. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok yang menempatkan dosis kompos UB sebagai perlakuan, terdiri dari 6 taraf yaitu: 0% (0 ton ha-1), 25% (1,51 ton ha-1), 50% (3,02 ton ha-1), 75% (4,53 ton ha-1), 100% (6,05 ton ha-1) dan 125% (7,56 ton ha-1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil panen per hektar yang lebih tinggi didapatkan pada aplikasi kompos UB dengan dosis 125%, yaitu sebesar 12,77 ton ha-1.
PENGARUH SISTEM OLAH TANAH DAN TINGKAT KETEBALAN MULSA JERAMI PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) Merr.) Pradana, Adwar Ardhi; Suminarti, Nur Edy; Guritno, Bambang
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biji kedelai telah lama dimanfaatkan sebagai bahan dasar makanan dan minuman, seperti tahu, kecambah, susu kedelai dan lain-lain. Berdasarkan data BPS (2013) saat ini konsumsi kedelai per tahun mencapai 26 juta ton, dan produksi nasional hanya mencapai 600-800 ton.  Salah satu upaya dalam meningkatkan produksi ialah dengan persiapan lahan dengan baik contohya dengan olah tanah yang tepat dan penggunaan mulsa organik yang tepat. Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh sistem olah tanah dan tingkat ketebalan mulsa pada tanaman kedelai. Penelitian  dilaksanakan pada bulan November 2013 sampai Januari 2014 di Desa Kepuharjo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Lokasi terletak pada ketinggian 600 m dpl dengan suhu rata-rata  antara 23 - 28ºC. Metode yang digunakan dalam penilitian ini adalah Rancangan Petak Terbagi dengan tiga kali ulangan. Sistem olah tanah (S) ditempatkan sebagai petak utama yang terdiri dari 3 macam, yaitu: S0 = Tanpa Olah Tanah; S1 = Olah Tanah Minimum; S2 = Olah Tanah Sempurna Sedangkan Anak petak adalah Tingkat ketebalan mulsa jerami (T) yang terdiri dari 3 taraf; T0 = Tanpa Mulsa; T1 = Ketebalan mulsa jerami 3 cm; T2 = Ketebalan mulsa jerami 6 cm. Dari hasil penelitian menunjukkan pengolahan tanah dan mulsa jerami menghasilkan interaksi pada komponen pertumbuhan dan yang terbaik pada olah tanah minimum yang dikombinkasikan dengan tebal mulsa jerami 3 cm. Sistem olah tanah dan ketebalan mulsa jerami tidak memberikan pengaruh pada komponen hasil dan panen kedelai kecuali pada bobot 100 biji dengan bobot sebesar 10,22 g (olah tanah minimum).
STUDI TINGKAT KETEBALAN MULSA JERAMI PADI PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TALAS (Colocasia esculenta (L.) Schoot var. Antiquorum) DI LAHAN KERING PADA MUSIM KEMARAU Arga P.H., Bagus Harits; Suminarti, Nur Edy; Ariffin, Ariffin
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 4 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman talas (Colocasia esculenta (L.) Schott var. Antiquorum) di Indonesia, umumnya ditanam di lahan tegal atau pekarangan yang mempunyai karakteristik sama dengan lahan kering, yaitu terbatasnya tingkat ketersediaan air serta struktur tanah yang umumnya didominasi oleh liat atau debu.  Oleh karenanya, aplikasi mulsa perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh tingkat ketebalan mulsa jerami padi pada pertumbuhan dan hasil tanaman talas yang ditanam di lahan kering, dan menentukan ketebalan mulsa jerami yang tepat untuk meningkatkan hasil tanaman talas yang ditanam di lahan kering. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei hingga November tahun 2014 di desa Dau, Kabupaten Malang. Alat yang digunakan pada penelitian meliputi: meteran, timbangan analitik, termometer, termohigrometer, oven, Leaf Area Meter dan kamera. Bahan yang digunakan me-liputi: bibit talas, pupuk Urea, SP-36 dan KCl dengan dosis sesuai perhitungan yang didasarkan analisis tanah dan dosis pupuk rekomendasi untuk memenuhi kebutuhan tanaman talas. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok yang terdiri atas 5 perlakuan dan 1 kontrol dengan 3 kali pengulangan. Terdapat 6 tingkat perlakuan ketebalan mulsa jerami padi: M0 (kontrol)= 0 cm; M1= 1,5 cm; M2= 3,0 cm; M3= 4,5 cm; M4= 6,0 cm; M5= 7,5 cm. Hasil penelitian aplikasi mulsa pada tingkat ketebalan yang berbeda memberikan pengaruh yang nyata hampir pada seluruh parameter pengamatan. Ke-untungan yang dihasilkan berturut-turut dari yang tertinggi hingga terendah dihasilkan perlakuan yang diberi ketebalan mulsa 6 cm (M4), 7,5 cm (M5), 4,5 cm (M3), 3 cm (M2), 1,5 cm (M1) dan perlakuan yang tidak diberi mulsa (M0) menghasilkan nilai R/C ratio yang terendah.
RESPON TANAMAN KENTANG (Solanum tuberosum L.) PADA BERBAGAI DOSIS DAN WAKTU APLIKASI PUPUK KALIUM Husadilla, Ardiani; Tyasmoro, Setyono Yudo; Suminarti, Nur Edy
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 6 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kentang varietas granola adalah salah satu bahan pangan subtitusi sumber karbohidrat yang mempunyai nilai ekonomis tinggi yang kebutuhannya terus meningkat tiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis dan waktu aplikasi pupuk K yang tepat guna mencapai pertumbuhan tanaman kentang yang baik serta hasil yang tinggi. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Maret 2014 hingga bulan Juni 2014 di Kebun Percobaan Universitas Brawijaya, yang terletak di Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu dengan ketinggian 1700 mdpl dan suhu rata-rata 180C. Bahan yang digunakan antara lain bibit kentang Granola, pupuk N (Urea), pupuk P (SP 36) dan pupuk K (KCl). Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan petak terbagi yang terdiri dari 5 petak utama dan 3 anak petak. Dalam petak utama terdiri dari : K1 = pupuk K dosis 357 kg K2O ha-1, K2 = pupuk K dosis 306 kg K2O ha-1, K3 = pupuk K dosis 255 kg K2O ha-1, K4 = pupuk K dosis 204 kg K2O ha-1, K5 = pupuk K dosis 153 kg K2O ha-1. Sedangkan anak petak terdiri atas 3 jenis yaitu : T1 = waktu aplikasi K saat (0 hst - 15 hst), T2 = waktu aplikasi K saat (0 hst - 30 hst) dan T3 = waktu aplikasi K saat (15 hst - 30 hst) sehingga pada percobaan terdapat 15 perlakuan yang masing-masing diulang sebanyak tiga kali. Berdasarkan hasil analisis tani yang dilakukan menunjukkan bahwa pemberian dosis pupuk K sebanyak 306 kg K2O ha-1 adalah lebih efisien, dengan nilai B/C tertinggi yaitu sebesar 2,37.
PENGARUH WAKTU DAN FREKUENSI PENGENDALIAN GULMA PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SORGUM (Sorghum bicolor L. Moench) Yahfi, Muchamad Arif; Suminarti, Nur Edy; Sebayang, Husni Thamrin
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 7 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia sebagai negara agraris, memiliki banyak tanaman berpotensi sebagai sumber karbohidrat, diantaranya ialah sorgum. Kebutuhan pangan yang semakin meningkat menyebabkan sorgum dapat digunakan sebagai alternatif pangan karena dalam 100 g biji sorgum terkandung protein (10-17%), lemak (2,6-45%), abu (1,6-2,2%), serat (2,5-3,5%), serta mineral seperti kalsium (150 mg), magnesium (790 mg), dan fosfor (4.210 mg). Biji sorgum juga dapat digunakan sebagai bahan baku industri seperti sirup, alkohol, lilin, pati, minyak goreng, sedangkan batang dan daun sorgum digunakan sebagai pakan ternak. Banyaknya potensi sorgum menjadikan alasan untuk membudidayakan sorgum di Indonesia. Gulma menjadi salah satu kendala managemen yang dihadapi. gulma bisa menurunkan produksi sorgum sampai 20%, sehingga perlu dilakukan pengendalian. Pengendalian yang dilakukan pada saat penelitian adalah pengendalian mekanik, karena efektif dilakukan pada luasan yang sempit. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-Juli 2015 di Kebun Percobaan Universitas Brawijaya Jatikerto, Malang. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 3 kali ulangan dengan 7 perlakuan, yaitu tanpa penyiangan (P1), penyiangan 10 hst (P2), penyiangan 10 hst + 20 hst (P3), penyiangan 10 hst + 20 hst + 30 hst (P4), penyiangan 15 hst (P5), penyiangan 15 hst + 30 hst (P6), dan penyiangan 15 hst + 30 hst + 45 hst (P7). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan 3 kali penyiangan pada umur 15 hst + 30 hst + 45 hst menunjukkan pertumbuhan dan hasil baik, karena dapat meningkatkan luas daun sebesar 12,53%, bobot basah 26,54%, bobot kering total tanaman 38,44%, bobot malai 45,92% dan hasil panen 43,59%.
UPAYA EFISIENSI PEMANFAATAN LAHAN MELALUI SISTEM TANAM TUMPANGSARI SORGUM DENGAN KACANG-KACANGAN DI LAHAN KERING Dewi, Tika Noviana; Sebayang, Husni Thamrin; Suminarti, Nur Edy
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 8 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kendala usahatani di lahan kering ialah rendahnya ketersediaan air pada musim kemarau dan tingginya tingkat erosi pada musim hujan. Strategi yang dapat diterapkan ialah melalui penanaman tumpangsari karena terdapat tanaman sela yang berperan sebagai cover crop sehingga dapat meminimalisir terjadinya evaporasi dan erosi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga Mei 2015 di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Desa Jatikerto, Kabupaten Malang, dengan perlakuan sebagai berikut: 1)monokultur sorgum; 2) monokultur kacang tanah; 3) monokultur kacang hijau; 4) monokultur kacang tunggak; 5) monokultur kacang kedelai; 6) tumpangsari sorgum + kacang tanah; 7) tumpangsari sorgum + kacang hijau; 8) tumpangsari sorgum + kacang tunggak; 9) tumpangsari sorgum + kacang kedelai. Data dianalisa menggunakan uji F, jika berbeda nyata dilanjutkan dengan Uji T taraf 5%. Hasil uji T menunjukkan monokultur sorgum menghasilkan luas daun, bobot kering total tanaman, bobot malai per tanaman, bobot biji per tanaman, bobot 1000 biji dan hasil panen per hektar yang tidak berbeda nyata dengan sorgum yang ditanam secara tumpangsari. Tanaman sela menunjukkan bahwa kacang tanah dan kacang hijau mengalami penurunan hasil pada semua parameter pengamatan pada saat sistem tanam diubah dari monokultur menjadi tumpangsari, sedangkan pada tanaman kacang tunggak dan kacang kedelai tidak menunjukkan perbedaan hasil pada semua parameter pengamatan. Hasil analisis R/C menunjukkan tumpangsari sorgum dengan kacang kedelai lebih menguntungkan karena memiliki nilai terbesar yaitu 1,79.
UPAYA EFISIENSI PEMANFAATAN LAHAN MELALUI PENANAMAN TANAMAN SELA DALAM SISTEM TANAM TUMPANGSARI DENGAN TANAMAN SORGUM DI LAHAN KERING Ariska, Tri; Sebayang, Husni Thamrin; Suminarti, Nur Edy
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 8 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kendala utama dalam ekstensifikasi pertanian lahan keringadalah tingginya tingkat erosi saat musim hujan dan rendahnya ketersediaan air saat musim kemarau. Kegiatan yang dapat diaplikasikan adalah penanaman tumpangsari, karena tanaman sela yang tumbuh dapat berperan sebagai cover crop. Penelitian dilaksanakan bulan Februari hingga Juni 2015 di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Desa Jatikerto, Kabupaten Malang,dengan perlakuan: 1) Monokultur Sorgum; 2) Monokultur terung ungu; 3) Monokultur terung hijau; 4) Monokultur terung putih; 5) Tumpangsari sorgum + terung ungu; 6) Tumpangsari sorgum + terung hijau; 7) Tumpangsari sorgum + terung putih. Analisis data menggunakan uji F, jika beda nyata dilanjutkan dengan uji T 5%. Hasil Uji T menunjukkan monokultur sorgum pada parameter luas daun, bobot kering total tanaman, panjang malai, bobot malai per tanaman dan hasil panen per hektar nyata lebih tinggi dibandingkan tumpangsari sorgum + terung hijau. Tanaman sela menunjukkan terung ungu, terung hijau maupun terung putih tidak berbeda nyata pada parameter jumlah daun, jumlah cabang, panjang buah, jumlah buah per tanaman, maupun hasil panen per hektar saat sistem tanam diubah dari monokultur menjadi tumpangsari. Nilai Kesetaraan lahan menunjukkan semua sistem tumpangsari memiliki nilai >1 sehingga sistem tumpangsari mampu meningkatkan produktivitas lahan. Nilai R/C tertinggi didapatkan pada tumpangsari sorgum + terung putih dengan nilai 3,0 hal tersebut menyatakan bahwa tumpangasari dengan terung putih paling menguntungkan dibandingkan jenis terung yang lainnya.
Co-Authors Agus Nurchaliq Agustin, Rema Ruska Agustin, Rema Ruska Akbar, Alfin Nur Akbar, Alfin Nur Alfaridzy, Rizky Anggriawan, Fahjar Anggriawan, Fahjar Apriliani, Iin Nur Apriliani, Iin Nur AR, Raisa Friska Ardani, Primarini Dayu Arga P.H., Bagus Harits Arga P.H., Bagus Harits Ariffin Ariffin Ariffin, Ariffin Arifin Arifin Ariska, Tri Ariska, Tri Aziiz, Abdul Aziiz, Abdul Azizah Azizah Azizah, Azizah Azizah, Nur Bambang Guritno Bayu, Pamungkas Budi Kusuma, Febrian Candra Budi Kusuma, Febrian Candra Chatarina Umbul Wahyuni Choirunnisa, Adzra Chriswanto, Deby Alfian Danaparamita, Galuh Hayu Danaparamita, Galuh Hayu Dewantari, Rima Putri Dewantari, Rima Putri Dewi, Resqiana Dewi, Tika Noviana Dewi, Tika Noviana Didik Hariyono Diyah, Sulinda Istining Diyah, Sulinda Istining Eko Susanto Eko Widaryanto Elvira Ambarasti Rahmiana Gita Pramudika Guntoro, Andi Yuono Guntoro, Andi Yuono Heddy, Suwasono Heddy, Y.B. Suwasono Heddy, Y.B. Suwasono Hendra, Archippus Christopher Hendra, Archippus Christopher Husadilla, Ardiani Husadilla, Ardiani Husni Thamrin Sebayang Kurnia, Refri Fahmi Kurnia, Refri Fahmi Lazuardian, Faizal Achmad Manurung, Winda Karla Manurung, Winda Karla Mariyam, Reni Mariyam, Reni Medha Baskara Milladina, Shofa Haditsa Milladina, Shofa Haditsa Mochamad Zainal Mohamad Ridwan Mudji Santoso Mulyanto, Febri Dwi Mulyanto, Febri Dwi Mushoffan Prasetianto Nagano, Muhammad Nagano, Muhammad Natalia Devinta Suprihantono Ninuk Herlina Novelia, Riana Novrianti, Ratih Novrianti, Ratih Nugroho, Agung Nugroho, Agung Nugroho, Agung Nur Azizah Nurchaliq, Agus Pahlevi, Reza Widhi Pahlevi, Reza Widhi Pamungkas Bayu Pangesti, Febrina Dwi Pangesti, Febrina Dwi Pangestu, Inggil Luji Pangestu, Inggil Luji Pitoyo, Alief Cahyo Pitoyo, Alief Cahyo Pradana, Adwar Ardhi Pradana, Adwar Ardhi Pramudika, Gita Prayogo, Yusmani Putri, Yoladeva Anneke Putri, Yoladeva Anneke Rachma, Ariyadni Devi Rachma, Ariyadni Devi Rahmiana, Elvira Ambarasti Ratih Novriani Rehan Putra, Muhammad Retno Wulandari Ridho, Mochamad Nukman Ridwan, Mohamad Rofiatun, Siti Rofiatun, Siti Safitri, Devi Anggraini Safitri, Devi Anggraini Sari, Maria Yunita Sari, Maria Yunita Sebayang, Husni Thamrin Sebayang, Husni Thamrin Setyaningsih, Nurul Setyaningsih, Nurul Setyono Yudo Tyasmoro Simangunsong, Muhammad Rakha Aditya Sisca Fajriani Sri Ngenana Br Tarigan Sudiarso Sudiarso Sudiarso, Sudiarso Sudy, Fredrik Lero Sukresna, Surya Cahya Sukresna, Surya Cahya Sunaryo Sunaryo Sunaryo, Sunaryo Surya Pradana, Gede Bayu Surya Pradana, Gede Bayu Susanto, Eko Suwasono Heddy Syaifudin, Muhamad Syaifudin, Muhamad Tarigan, Sri Ngenana Br Tika Noviana Dewi Titiek Islami Twisty Tjahyani, Retno Wulan Twisty Tjahyani, Retno Wulan Uliyah, Vika Noer Uliyah, Vika Noer Widyastuti, Erlita Dian Widyastuti, Erlita Dian Wulandari, Retno Yahfi, Muchamad Arif Yahfi, Muchamad Arif YUSMANI PRAYOGO Zainal, Mochamad Zaini, Akbar Hidayatullah Zulfahmi, Hafizh Zulfahmi, Hafizh