Claim Missing Document
Check
Articles

RESPON TANAMAN SORGUM (Shorgum bicolor (L.) Moench) PADA BERBAGAI JUMLAH DAN FREKUENSI PEMBERIAN AIR Pangesti, Febrina Dwi; Herlina, Ninuk; Suminarti, Nur Edy
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 7 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman sorgum (Sorghum bicolor) termasuk salah satu jenis tanaman yang umum ditanam di lahan kering. Akan tetapi hal ini tidak berarti bahwa tanaman sorgum tidak membutuhkan air dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya. Reaksi tanaman yang kekurangan air, akan menggulungkan daunnya dan akan menghambat proses transpirasi yang memiliki dampak daun tidak bisa melakukan fotosintesis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan jumlah dan frekuensi pemberian air yang tepat pada tanaman sorgum sehingga dapat meningkatkan hasil panen. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-Juli 2015 di Greenhouse Universitas Widyagama di Kelurahan Blimbing, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 12 perlakuan yaitu: Air 350 mm + 1 hari sekali (A1), Air 350 mm + 2 hari sekali (A2), Air 350 mm + 3 hari sekali (A3), Air 400 mm + 1 hari sekali (A4), Air 400 mm + 2 hari sekali (A5), Air 400 mm + 3 hari sekali (A6), Air 450 mm + 1 hari sekali (A7), Air 450 mm + 2 hari sekali (A8), Air 450 mm + 3 hari sekali (A9), Air 500 mm + 1 hari sekali (A10), Air 500 mm + 2 hari sekali (A11), Air 500 mm + 3 hari sekali (A12). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bobot biji yang dihasilkan perlakuan pemberian air 350 mm dan 400 mm dengan frekuensi penyiraman 1 hari sekali lebih tinggi dibandingkan dengan frekuensi penyiraman 3 hari sekali.
PENGARUH PENGURANGAN JUMLAH DAN POSISI DAUN PADA TANAMAN SORGUM Putri, Yoladeva Anneke; Sebayang, Husni Thamrin; Suminarti, Nur Edy
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 10 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman sorgum ialah tipikal tanaman yang mempunyai susunan daun horizontal. Tanaman yang mempunyai susunan daun horizontal, cahaya hanya akan terkonsentrasi pada bagian daun paling atas, dan menunjukkan terjadinya pengurangan dengan semakin ke bawah letak suatu daun. Untuk mengantisipasi kejadian tersebut dan dalam upaya untuk meningkatkan hasil tanaman sorgum, maka pengurangan daun ini perlu dilakukan. Namun demikian, besar kecilnya pengaruh pengurangan daun ditentukan oleh banyak sedikitnya jumlah daun yang dikurangi dan posisi daun tersebut. Tujuan penelitian ini adalah menentukan pengaruh jumlah dan posisi daun yang tepat pada tanaman sorgum, sehingga hasil dapat ditingkatkan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-Juni 2015 di kebun percobaan Universitas Brawijaya di Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 9 perlakuan yaitu: kontrol (Tanpa Defoliasi) (P0), pengurangan 1 daun bendera (P1), pengurangan 2 daun bendera (P2), pengurangan 1 daun bawah (P3), pengurangan 2 daun bawah (P4), pengurangan 1 daun bendera + 1 daun bawah (P5), pengurangan 1 daun bendera + 2 daun bawah (P6), pengurangan 2 daun bendera + 1 daun bawah (P7), pengurangan 2 daun bendera + 2 daun bawah (P8). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pengurangan jumlah dan posisi daun menghasilkan biji per hektar yang tidak berbeda nyata, kecuali pada pengurangan 2 daun bawah terhadap pengurangan 1 maupun 2 daun bendera + 2 daun bawah. Namun demikian, berdasarkan hasil perhitungan R/C, perlakuan pengurangan 2 daun bawah menghasilkan R/C lebih tinggi yaitu 2,12 dengan hasil biji 3,55 ton ha-1.
PENGARUH DOSIS PEMUPUKAN NITROGEN DAN JARAK TANAM PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN WIJEN (Sesanum indicum (L.)) Mariyam, Reni; Azizah, Nur; Suminarti, Nur Edy
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 10 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wijen merupakan salah satu tanaman industri yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan memiliki kandungan gizi yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan dosis pupuk Nitrogen dan jarak tanam yang sesuai agar diperoleh pertumbuhan yang baik dan hasil yang tinggi pada tanaman wijen. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Februari hingga Juni 2015 Kebun Percobaan Universitas Brawijaya yang terletak di Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Bahan yang digunakan antara lain benih wijen varietas sumberrejo 1, pupuk N (Urea), pupuk P (SP 36) dan pupuk K (KCl). Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan petak terbagi yang diulang tiga kali dengan menempatkan  jarak tanam sebagai petak utama yang terdiri dari : 40 cm x 25 cm (J1), 50 cm x 25 cm (J2), dan 60 cm x 25 cm (J3).  Anak petak terdiri dari pupuk N diberikan yaitu, 75% N  (N1), 100% N (N2), dan 125 % N (N3).  Analisis tanah dilakukan sebelum dan setelah aplikasi pupuk dan setelah panen. Berdasarkan anlisis usaha tani pada pemupukan 100% N dengan jarak tanam 50 cm x 25 cm lebih efiien karena didapatkan RC paling tinggi yaitu 1,62.
KAJIAN VARIASI JARAK TANAM DAN PEMUPUKAN KALIUM PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt L.) Uliyah, Vika Noer; Nugroho, Agung; Suminarti, Nur Edy
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 12 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagung manis di Indonesia memiliki produktivitas rendah yaitu rata-rata 6-8 ton ha-1. Dewasa ini untuk meningkatkan produksi melalui pemupukan K dan pengaturan jarak tanam. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kombinasi jarak tanam dan pemupukan kalium serta menentukan kombinasi jarak tanam dan pemupukan kalium yang optimum pada pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Nganjuk dengan jenis tanah latosol. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan kombinasi jarak tanam dan pemupukan  Kalium sebagai perlakuan, dan terdiri dari 12 kombinasi perlakuan yaitu: 30 cm x 20 cm + 125% KCl (P1), 30 cm x 20 cm + 100% KCl (P2), 30 cm x 20 cm + 75% KCl  (P3), 30 cm x 20 cm + 50% KCl (P4), 50 cm x 20 cm + 125% KCl (P5), 50 cm x 20 cm + 100% KCl (P6), 50 cm x 20 cm + 75% KCl (P7), 50 cm x 20 cm + 50% KCl (P8), 70 cm x 20 cm + 125% KCl (P9), 70 cm x 20 cm + 100% KCl (P10), 70 cm x 20 cm + 75% KCl (P11), 70 cm x 20 cm + 50% KCl (P12). Perlakuan diulang 3 kali sehingga didapatkan 36 petak kombinasi perlakuan.  Berdasarkan hasil analisis, disimpulkan bahwa kombinasi jarak tanam dan pemupukan kalium (K) berpengaruh nyata pada parameter yang diamati yaitu  pertumbuhan dan hasil.  Penggunaan jarak tanam 70 cm x 20 cm + 125% Pupuk K, bobot tongkol per hektar yang dihasilkan paling tinggi dengan R/C tertinggi yaitu 1,83.
PENGARUH PEMBERIAN BEBERAPA SUMBER PUPUK PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS PADI (Oryza sativa L.) DI DESA TEMBALANG KECAMATAN WLINGI Budi Kusuma, Febrian Candra; Tyasmoro, Setyono Yudo; Suminarti, Nur Edy
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman Padi (Oryza sativa L.) adalah tanaman penting karena merupakan tanaman yang menghasilkan bahan makanan pokok sebagian besar penduduk dunia. Di Indonesia tanaman padi banyak dibudidayakan utuk memenuhi kebutuhan beras lokal maupun nasional. Penelitian dilaksanakan pada bulan September sampai dengan Desember 2015 berlokasi di Desa Tembalang, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar.   Penelitian disusun dengan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah jenis pupuk dan faktor kedua adalah varietas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan yang terbaik pada penelitian di Desa Tembalang Kecamatan Wlingi ialah kombinasi antara varietas Ciherang dan pupuk Azolla. Perlakuan pemberian pupuk organik ini juga dapat memperbaiki kimia, dan biologi tanah, sehingga ke depannya tanah di desa Tembalang dapat menghasilkan produksi yang lebih baik tanpa bergantung pada pupuk buatan yang dapat merusak tanah dan dapat mematikan biologi tanah.
RESPON TANAMAN GANDUM (Triticum aestivum L.) PADA BERBAGAI JUMLAH DAN FREKUENSI PEMBERIAN AIR Sukresna, Surya Cahya; Suminarti, Nur Edy
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya antisipasi terjadinya kondisi rawan pangan perlu terus dilakukan.  Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa jumlah permintaan bahan pangan pokok (beras) belum dapat diimbangi dengan jumlah ketersediaannya sebagai akibat dari tingginya kegiatan alih fungsi lahan. Sehubungan dengan permasalahan tersebut, dan dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan nasional, maka perlu digali sumber bahan pangan lain yang berpotensi sebagai penghasil karbohidrat salah satunya yaitu gandum. Tanaman gandum (Triticum aestivum L.) umumnya ditanam di wilayah dataran tinggi dengan ketinggian antara 900-2000 m dpl,  akan tetapi lahan yang tersedia sangat terbatas.  Sehubungan dengan permasalahan diatas maka perlu dilakukan adaptasi tanaman gandum di dataran lain, yang memiliki intensitas radiasi matahari yang lebih tinggi sehingga dapat meningkatkan hasil fotosintesis serta mempercepat umur panen. Meskipun demikian kendala yang dihadapi adalah tingginya suhu yang ada di dataran medium atau rendah, sehingga perlu dilakukan rekayasa lingkungan dengan mengatur jumlah air yang diberikan pada tanaman gandum. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh jumlah dan frekuensi pemberian air serta menentukan jumlah dan frekuensi pemberian air yang tepat pada pertumbuhan dan hasil tanaman gandum. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Februari 2015 hingga Mei 2016 di screen house Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian, yang terletak di Jl. Ichman Ridwan Rais, Tanjung Malang. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi (RPT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi pemberian air satu hari sekali dengan diikuti berbagai jumlah pemberian air didapatkan pertumbuhan dan hasil yang tinggi pada tanaman gandum.
PENGARUH JENIS DAN TINGKAT KETEBALAN MULSA PADA TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) Aziiz, Abdul; Herlina, Ninuk; Suminarti, Nur Edy
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 4 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kacang hijau termasuk tanaman legume penghasil protein nabati yang penting bagi manusia. Umumnya tanaman kacang hijau ditanam pada peralihan musim penghujan dengan kemarau yang tidak tersedia banyak air. Maka diperlukan rekayasa lingkungan melalui aplikasi mulsa. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh jenis dan tingkat ketebalan mulsa pada pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau serta menentukan jenis dan tingkat ketebalan mulsa yang efisien pada pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau berdasarkan analisis usaha tani (r/c ratio). Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai Juni 2015 di Kabupaten Kediri. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan jenis dan tingkat ketebalan mulsa sebagai perlakuan, dan terdiri dari 11 jenis yaitu : tanpa mulsa (M0), mulsa jerami 1,5 cm (M1), mulsa jerami 3,0 cm (M2), mulsa jerami 4,5 cm (M3), mulsa jerami 6,0 cm (M4), mulsa jerami 7,5 cm (M5), mulsa sekam 1,5 cm (M6), mulsa sekam 3,0 cm (M7), mulsa sekam 4,5 cm (M8), mulsa ketebalan 6,0 cm (M9), dan mulsa sekam 7,5 cm (M10).Perlakuan diulang 3 kali sehingga diperoleh 33 unit perlakuan mulsa. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa jenis dan tingkat ketebalan mulsa berpengaruh nyata terhadap luas daun, jumlah daun, bobot kering total tanaman, jumlah polong per tanaman, bobot polong per tanaman, bobot biji per tanaman, bobot 100 biji, hasil ton ha-1 tanaman kacang hijau. Jenis dan tingkat ketebalan mulsa yang efisien pada pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau ialah mulsa sekam ketebalan 4,5 cm dengan nilai r/c ratio 1,78.
RESPON TANAMAN KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) PADA BERBAGAI APLIKASI PUPUK N DAN KOMPOS AZOLLA Mulyanto, Febri Dwi; Suminarti, Nur Edy; Sudiarso, Sudiarso
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 5 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman kacang tanah termasuk tanaman palawija yang berumur pendek dan cepat menghasilkan. kebutuhan hasil panen kacang tanah di Indonesia belum mencukupi kebutuhan konsumen, karena lahan penanaman kacang tanah di indonesia masih terbatas. Berdasarkan pada kenyataan ini, maka produktivitas kacang tanah perlu ditingkatkan. Penggunaan pupuk kompos azolla yang dikombinasikan dengan pupuk N diharapkan mampu memperbaiki sifat kondisi tanah serta meningkatkan hasil panen tanaman kacang tanah .  Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari respon tanaman kacang tanah pada berbagai aplikasi pupuk N dan kompos azolla dan menentukan dosis pupuk N dan kompos azolla yang optimum untuk pertumbuhan  dan hasil tanaman kacang tanah yang di tanam di lahan kering. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus 2015 hingga Desember 2015 di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, di Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok dengan kombinasi kompos azolla + pupuk N yang terdiri dari 12 macam perlakuan, Masing – masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Dari hasil penelitian didapatkan pemberian dosis 100 % Azolla + 75 % N memberikan pengaruh yang nyata pada parameter pertumbuhan seperti luas daun, bobot segar total tanaman dan bobot kering total tanaman. Pemberian berbagai % azolla + % pupuk N memberikan hasil yang tidak berbeda nyata pada parameter jumlah cabang tanaman, bobot kering total tanaman, jumlah polong tanaman saat panen, bobot kering polong panen,bobot 100 biji , dan hasil ton ha-1.Berdasarkan hasil analisis usaha tani perlakuan  100 % Azolla + 75 % N memberikan nilai B/C sebesar 2,23 dan termasuk penelitian yang layak untuk dilanjutkan.
PENGARUH PROSENTASE PEROMPESAN DAUN PADA STEK BATANG DAN POSISI PENANAMAN STEK PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN UBI JALAR (Ipomea batatas L.) VARIETAS SARI Novrianti, Ratih; Suminarti, Nur Edy
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 7 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman ubi jalar saat ini telah dikembangkan secara luas dengan varietas yang beragam. Data BPS (2015) menginformasikan bahwa, produksi umbi ubi jalar di Indonesia pada tahun 2014 sebesar 2.383 ton ha-1, sementara pada tahun 2015 meningkat menjadi 2.461 ton ha-1. Namun demikian, produksi tersebut masih dapat memenuhi permintaan ubi jalar di dalam negeri, tetapi dengan semakin sempitnya luas area panen dari tahun ke tahun, menimbulkan kekhawatiran terjadinya penurunan produksi ubi jalar di Indonesia. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi kegiatan tersebut maka intensifikasi pertanian perlu dilakukan. Beberapa bentuk pendekatan intensifikasi yang dapat dilakukan adalah melalui inovasi penanaman, diantaranya perompesan daun dan posisi penanaman stek. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan Juni 2016di Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi KP. Muneng, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi nyata antara perlakuan prosentase perompesan daun dan posisi penanaman stek hanya terjadi pada pengamatan jumlah umbi per tanaman dan bobot umbi per tanaman umur pengamatan 80 hst pada perlakuan tanpa perompesan daun dan perompesan sebagian daun yang diikuti dengan posisi penanaman stek 90o. Sedangkan pada pengamatan panen terdapat pengaruh nyata antara perlakuan prosentase perompesan daun dan posisi penanamanpada perlakuan tanpa perompesan dan perompesan sebagian daun pada posisi penanaman stek 90o. Berdasarkan perhitungan analisis usahatani, perlakuan prosentase perompesan daun yang lebih efisien yaitu tanpa perompesan daun, dengan R/C rasio sebesar 2,10.
PENGARUH SISTEM TANAM DAN JUMLAH BIBIT PER LUBANG TANAM PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) VARIETAS IR64 Safitri, Devi Anggraini; Suminarti, Nur Edy
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 8 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman padi (Oryza sativa L.) ialah tanaman pangan yang menghasilkan beras dan merupakan makanan pokok bagi sebagian besar penduduk Indonesia.  Salah satu tantangan terberat dalam budidaya padi adalah adanya kecenderungan dalam menurunnya lahan produktif pertanian yang banyak dialihfungsikan menjadi lahan non pertanian. Selain itu, teknik budidaya yang kurang optimal dilakukan oleh petani menyebabkan tanaman padi tidak dapat memperlihatkan kemampuannya secara optimal. Oleh karena itu, peningkatan efisiensi pertanaman dilakukan melalui pengaturan sistem tanam dan jumlah bibit per lubang tanam. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi. Penelitian dilaksanakan di Desa Lowayu, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada bulan Juli sampai dengan Oktober 2016. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya interaksi nyata antara perlakuan sistem tanam dengan jumlah bibit per lubang tanam pada parameter pengamatan yang diamati yaitu laju pertumbuhan relatif tanaman umur 20-40 hst, umumnya laju pertumbuhan relatif tanaman paling tinggi didapatkan pada perlakuan 1 bibit per lubang tanam dengan  sistem tanam J3 (20 cm x 15 cm x 35 cm). Sedangkan untuk pengaruh nyata terjadi pada parameter jumlah daun per rumpun, luas daun per rumpun, jumlah anakan per rumpun, bobot kering total tanaman, jumlah anakan produktif per rumpun, bobot malai per rumpun, bobot gabah per rumpun, bobot 1000 butir, hasil panen per petak, dan laju pertumbuhan relatif. Pada perhitungan analisis usahatani per hektar menunjukkan bahwa R/C rasio tertinggi didapatkan pada perlakuan sistem tanam J1 (20 cm x 20 cm) dan penggunaan 1 bibit per lubang tanam yaitu sebesar 2,93.
Co-Authors Agus Nurchaliq Agustin, Rema Ruska Agustin, Rema Ruska Akbar, Alfin Nur Akbar, Alfin Nur Alfaridzy, Rizky Anggriawan, Fahjar Anggriawan, Fahjar Apriliani, Iin Nur Apriliani, Iin Nur AR, Raisa Friska Ardani, Primarini Dayu Arga P.H., Bagus Harits Arga P.H., Bagus Harits Ariffin Ariffin Ariffin, Ariffin Arifin Arifin Ariska, Tri Ariska, Tri Aziiz, Abdul Aziiz, Abdul Azizah Azizah Azizah, Azizah Azizah, Nur Bambang Guritno Bayu, Pamungkas Budi Kusuma, Febrian Candra Budi Kusuma, Febrian Candra Chatarina Umbul Wahyuni Choirunnisa, Adzra Chriswanto, Deby Alfian Danaparamita, Galuh Hayu Danaparamita, Galuh Hayu Dewantari, Rima Putri Dewantari, Rima Putri Dewi, Resqiana Dewi, Tika Noviana Dewi, Tika Noviana Didik Hariyono Diyah, Sulinda Istining Diyah, Sulinda Istining Eko Susanto Eko Widaryanto Elvira Ambarasti Rahmiana Gita Pramudika Guntoro, Andi Yuono Guntoro, Andi Yuono Heddy, Suwasono Heddy, Y.B. Suwasono Heddy, Y.B. Suwasono Hendra, Archippus Christopher Hendra, Archippus Christopher Husadilla, Ardiani Husadilla, Ardiani Husni Thamrin Sebayang Kurnia, Refri Fahmi Kurnia, Refri Fahmi Lazuardian, Faizal Achmad Manurung, Winda Karla Manurung, Winda Karla Mariyam, Reni Mariyam, Reni Medha Baskara Milladina, Shofa Haditsa Milladina, Shofa Haditsa Mochamad Zainal Mohamad Ridwan Mudji Santoso Mulyanto, Febri Dwi Mulyanto, Febri Dwi Mushoffan Prasetianto Nagano, Muhammad Nagano, Muhammad Natalia Devinta Suprihantono Ninuk Herlina Novelia, Riana Novrianti, Ratih Novrianti, Ratih Nugroho, Agung Nugroho, Agung Nugroho, Agung Nur Azizah Nurchaliq, Agus Pahlevi, Reza Widhi Pahlevi, Reza Widhi Pamungkas Bayu Pangesti, Febrina Dwi Pangesti, Febrina Dwi Pangestu, Inggil Luji Pangestu, Inggil Luji Pitoyo, Alief Cahyo Pitoyo, Alief Cahyo Pradana, Adwar Ardhi Pradana, Adwar Ardhi Pramudika, Gita Prayogo, Yusmani Putri, Yoladeva Anneke Putri, Yoladeva Anneke Rachma, Ariyadni Devi Rachma, Ariyadni Devi Rahmiana, Elvira Ambarasti Ratih Novriani Rehan Putra, Muhammad Retno Wulandari Ridho, Mochamad Nukman Ridwan, Mohamad Rofiatun, Siti Rofiatun, Siti Safitri, Devi Anggraini Safitri, Devi Anggraini Sari, Maria Yunita Sari, Maria Yunita Sebayang, Husni Thamrin Sebayang, Husni Thamrin Setyaningsih, Nurul Setyaningsih, Nurul Setyono Yudo Tyasmoro Simangunsong, Muhammad Rakha Aditya Sisca Fajriani Sri Ngenana Br Tarigan Sudiarso Sudiarso Sudiarso, Sudiarso Sudy, Fredrik Lero Sukresna, Surya Cahya Sukresna, Surya Cahya Sunaryo Sunaryo Sunaryo, Sunaryo Surya Pradana, Gede Bayu Surya Pradana, Gede Bayu Susanto, Eko Suwasono Heddy Syaifudin, Muhamad Syaifudin, Muhamad Tarigan, Sri Ngenana Br Tika Noviana Dewi Titiek Islami Twisty Tjahyani, Retno Wulan Twisty Tjahyani, Retno Wulan Uliyah, Vika Noer Uliyah, Vika Noer Widyastuti, Erlita Dian Widyastuti, Erlita Dian Wulandari, Retno Yahfi, Muchamad Arif Yahfi, Muchamad Arif YUSMANI PRAYOGO Zainal, Mochamad Zaini, Akbar Hidayatullah Zulfahmi, Hafizh Zulfahmi, Hafizh