Niken Kendarini
Department Of Agronomy, Faculty Of Agriculture, Universitas Brawijaya

Published : 53 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

UJI DAYA HASIL BUNCIS POLONG UNGU (Phaseolus vulgaris L.) GENERASI F6 PADA DATARAN RENDAH Cholifah, Ayu; Kendarini, Niken; Soegianto, Andy
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 2 No. 2 (2017)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persilangan varietas introduksi Purple Queen dan varietas lokal Surakarta (Mantili, Gilik ijo, dan Gogo kuning) dilakukan untuk pembentukan populasi dasar buncis polong Ungu. Buncis polong ungu merupakan salah satu hasil dari perbaikan sifat daya hasil tinggi dan memiliki kandungan anthosianin. Anthosianin adalah salah satu pigmen yang terekspresi sebagai karakter warna merah, biru, ungu pada bagian tanaman. Anthosianin pada tanaman berfungsi sebagai antioksidan. Seleksi generasi F5 menghasilkan tiga galur buncis terpilih yang telah menunjukkan penampilan yang seragam dan memiliki daya hasil tinggi sehingga pengujian daya hasil dapat dilakukan pada generasi selanjutnya. Tiga galur tersebut antara lain GIxPQ-35-11-23, GIxPQ-12-2-18 dan PQxGK-1-12-29. Pada generasi selanjutnya diperlukan pengujian daya adaptasi pada beberapa dataran antara lain adalah dataran rendah, tinggi, dan medium. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui daya hasil galur buncis polong ungu generasi F6 yang ditanam pada dataran rendah. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang dengan ketinggian ±330 m dpl pada bulan Januari hingga Mei 2016. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat ulangan. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), apabila terdapat pengaruh yang nyata dilanjutkan menggunakan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%. Hasil menunjukkan bahwa galur GIxPQ-35-11-23 dan GIxPQ-12-2-18 memiliki potensi hasil sama dengan varietas pembanding Lebat 3. Karakter kualitatif ketiga galur F6 menunjukkan hasil yang seragam pada semua parameter yang diamati.
HUBUNGAN KEKERABATAN DURIAN MERAH BANYUWANGI DENGAN DUGAAN TETUA BERDASARKAN ANALISIS MORFOLOGI DAN ISOENZIM Putri, Puput Pelita; Kendarini, Niken; Ashari, Sumeru
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 2 No. 2 (2017)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia adalah negara mega biodiversitas karena memiliki kawasan hutan tropika basah dengan tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi. Salah satunya adalah durian. Durian merah Banyuwangi merupakan plasma nutfah lokal yang memiliki ciri khas pada warna daging buahnya. Durian merah Banyuwangi diduga silangan amalami antara Durio graveolens dan Durio zibethinus, untuk itu dilakukan pendugaan hubungan kekerabatan diantara durian merah Banyuwangi dengan dugaan tetua. Salah satu pendekatan untuk mengembangkan marka genetik koleksi ialah dengan penanda protein (isoenzim) dan didukung dengan penanda morfologi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mengetahui hubungan kekerabatan durian merah dengan dugaan tetua. Penelitian telah dilakukan di Laboratorium Sentral Ilmu Hayati pada bulan April sampai Juni 2016. Sampel yang digunakan adalah Dubang, Wayut, Musang Merah, Tretes Benel, Red King, Balqis, D. zibethinus putih dan kuning, D. graveolens dan D. kutejensis. Penelitian menggunakan metode analisis isoenzim yang telah dimodifikasi oleh Ariestin (2014) sedangkan analisis morfologi menggunakan buku panduan IPGRI. Hasil penelitian menujukan Dubang, Musang Merah, Wayut dan Tretes Benel diduga memiliki kemiripan dengan D. graveolens sebesar 83%. Semakin besar nilai koefisien kemiripan, menunjukkan bahwa memiliki hubungan kekerabatan yang dekat.
Analisis Regresi dan Korelasi Komponen Hasil Terhadap Karakter Hasil Tanaman Buncis Tegak (Phaseolus vulgris L.) Prameswari, Nadya Widi; Kendarini, Niken
Produksi Tanaman Vol. 14 No. 4 (2026): April
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2026.014.4.07

Abstract

Buncis (Phaseolus vulgaris L.) merupakan salah satu tanaman hortikultura dari famili Fabaceae yang berpotensi tinggi untuk dikembangkan secara komersial karena mudah dibudidayakan dan memiliki nilai gizi yang tinggi. Namun, peningkatan jumlah penduduk belum diimbangi dengan produksi buncis nasional yang justru mengalami penurunan sebesar 5,59% pada tahun 2024. Upaya peningkatan produksi buncis dapat dilakukan melalui pengembangan buncis tipe tegak dengan varietas unggul melalui program seleksi. Pendekatan analisis korelasi dan regresi antara hasil dan komponen hasil diperlukan untuk menentukan karakter seleksi yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keeratan hubungan antara komponen hasil dengan hasil serta pengaruh komponen hasil terhadap hasil tanaman buncis tipe tegak. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli–September 2025 di Desa Bulukerto, Kota Batu, Jawa Timur. Penelitian menggunakan empat genotipe buncis dan dua varietas pembanding yang disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat ulangan. Pengamatan dilakukan terhadap 11 karakter kuantitatif meliputi karakter pertumbuhan, komponen hasil, dan hasil. Analisis data dilakukan menggunakan korelasi dan regresi linier berganda dengan bantuan Microsoft Excel dan software RStudio versi 4.5.1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter jumlah polong, diameter polong, dan panjang polong memiliki korelasi nyata hingga sangat nyata dengan arah hubungan positif terhadap hasil panen (ton/ha). Karakter tersebut juga menunjukkan hubungan kuat hingga sangat kuat terhadap bobot polong segar per tanaman. Analisis regresi linier berganda mengindikasikan bahwa jumlah polong dan diameter polong merupakan faktor utama yang memengaruhi variasi hasil, sehingga berpotensi digunakan sebagai kriteria seleksi dalam pemuliaan buncis tipe tegak.