Lita Soetopo
Department Of Agronomy, Faculty Of Agriculture, Universitas Brawijaya

Published : 70 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PENAMPILAN 15 KLON HARAPAN TEBU (Saccharum spp. Hybrid) DI DUA LOKASI Irsyad F., Mochamad; Widyasari, Wiwit Budi; Soetopo, Lita; Damanhuri, Damanhuri
Produksi Tanaman Vol. 4 No. 3 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu upaya peningkatan produksi gula adalah penggunaan varietas unggul yang mampu beradaptasi di lahan basah dan lahan kering. Penelitian bertujuan untuk mengetahui penampilan pertumbuhan agronomi 15 klon tebu harapan yang ditanam di dua lokasi. Penelitian dilaksa-nakan pada bulan Oktober 2012 sampai Maret 2013 di dua lokasi bertempat di lahan KP Jatiroto terletak Kab. Lumajang dan di kebun bibit Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI), Kota Madya Pasuruan. Bahan tanam yang digunakan yaitu 15 klon harapan bibit dua mata dengan varietas pembanding yaitu PS 881, Kidang Kencana (KK) dan Bululawang (BL). Data yang diperoleh dianalisa menggu-nakan analisis ragam pada masing-masing lokasi dan dilanjutkan dengan analisis ragam gabungan. Interaksi genotip lingku-ngan yang nyata di uji lanjutan dengan DMRT taraf 5 %. Dari hasil peneitian diperoleh perbedaan penampilan pertum-buhan yang ditunjukkan pada lokasi Pasuruan yang mempunyai nilai yang lebih tinggi dibanding lokasi Jatiroto. Perbedaan penampilan agronomis tersebut dapat dilihat pada karakter persentase perkecam-bahan, jumlah tunas, jumlah batang, dan volume tebu per juring. Interaksi genotip dan lingkungan klon uji yang di tanam di dua lokasi dapat ditunjukkan pada karakter persentase perkecambahan, jumlah rumpun umur 3 bulan, jumlah tunas, persentase serangan penggerek pucuk umur 3 bulan, jumlah batang, volume tebu (cm3/juring) dan persentase serangan penyakit pokkabung umur 6 bulan.
ANALISIS HUBUNGAN KEKERABATAN 20 SPESIES ANGGREK DENDROBIUM BERDASARKAN KARAKTER MORFOLOGI Hidayati, Noer Zein; Saptadi, Darmawan; Soetopo, Lita
Produksi Tanaman Vol. 4 No. 4 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekerabatan antar spesies anggrek Dendrobium perlu diketahui dalam program pemuliaan, dan hubungan kekerabatan berdasarkan sifat morfologi bisa dijadikan dasar dalam perakitan genotip yang lebih potensial. Sehingga, kajian mendalam terkait potensi keragaman genetik dan hubungan kekerabatannya melalui karakteri­sasi penting dilakukan untuk menunjang keberhasilan perakitan genotip baru dalam persilangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kekerabatan antar 20 spesies anggrek Dendrobium berdasarkan karakter morfolo­gi. Penelitian dilaksanakan di Handoyo Budi Orchid, Jl. Bondowoso 9A, Malang dan DD Nursery di Jl. Dadaprejo No. 48, Batu, yaitu pada bulan April hingga Mei 2014. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik pengama­tan langsung terhadap 20 spesies Dendrobium dengan menggunakan pan­duan karakterisasi tanaman hias anggrek kemudian diolah menjadi data biner dan dikomputasikan dalam program Numerical Taxonomy and Multivariate Analysis System (NTSYS) Spc 21. Hasil pengklasteran didapatkan bahwa kekera­batan berdasarkan karakter morfologi 20 spesies anggrek Dendrobium membentuk dua klaster besar yaitu klaster A dan B yang mengelompok berdasarkan sectionnya, section tersebut adalah section pedilonum, crumenata, dendrobium, phalaenanthe, dan spatulatha. Pada dendrogram variabel karakter umum, pseudobulb, dan daun memiliki pola pengklasteran yang sama, namun dengan jarak koefisien yang berbeda. Pada variabel karakter bunga untuk karakter pembungaan, sepal dan petal membentuk pola dendrogram yang sama dengan koefisien yang sama yaitu 0.28-1.00, namun untuk karakter labellum membentuk pola yang berbeda dengan koefisien kemiripan 0.07-0.27, yang menunjukkan bahwa karakter labellum pada bunga merupakan karakter unik yang membedakan antar spesies tersebut.
PENAMPILAN GALUR GENERASI PERTAMA HASIL SELEKSI DARI CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) VARIETAS LOKAL Kartikasari, Dasa Novi; Purnamaningsih, Sri Lestari; Soetopo, Lita
Produksi Tanaman Vol. 4 No. 4 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan satu dari sekitar 20-30 spesies dalam genus Capsicum yang telah dibudidayakan. Minat masyarakat terhadap cabai rawit dari tahun ke tahun semakin meningkat, sehingga dibutuhkan upaya peningkatan produksi cabai rawit. Salah satu upaya dalam meningkatkan produktivitas komoditas cabai  rawit yaitu dengan merakit varietas unggul baru melalui program pemuliaan tanaman dengan diawali pengumpulan plasma nutfah. Adanya variasi dalam populasi varietas lokal maupun introduksi merupakan dasar melakukan seleksi individu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penampilan 9 genotip cabai rawit (Capsicum frutescens L.) varietas lokal. Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai Oktober tahun 2014 berlokasi di Desa Kedungrejo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Penelitian menggunakan metode pengamatan single plant dengan menanam 30 tanaman genotip-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat keragaman penampilan sembilan genotip cabai rawit. Hal ini dapat diketahui dari hasil analisis statistik dan didukung oleh hasil analisis deskriptif. Hasil analisis statistik pada karakter kuantitatif menunjukkan bahwa 7 dari 11 karakter menunjukkan nilai koefisien keragaman tinggi, terutama karakter komponen hasil (jumlah bunga per tanaman, bobot per buah dan bobot buah total per tanaman). Keragaman penampilan dapat dilihat pula dari 12 karakter kualitatif yang diamati. Tujuh karakter menunjukkan keragaman penampilan sedangkan lima karakter menunjukkan keseragaman, karakter yang menunjukkan keseragaman yaitu karakter bentuk batang, warna daun, posisi tangkai bunga dan warna biji.
PENGARUH PUPUK MAJEMUK TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN KRISAN (Dendranthema grandiflora Tzvelev) SECARA IN VITRO Budiyanti, Husnul Khotimah Leksono; Kendarini, Niken; Soetopo, Lita
Produksi Tanaman Vol. 4 No. 5 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media kultur jaringan yang sering digunakan untuk perbanyakan krisan (Dendranthema grandiflora Tzvelev) yaitu media Murashige and Skoog (MS). Subtitusi unsur hara makro dan mikro media MS menggunakan pupuk majemuk dapat meningkatkan efisiensi biaya dalam produksi benih krisan secara in vitro. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pupuk majemuk yang dapat mensubtitusi unsur hara makro dan mikro pada media MS dalam mendukung multiplikasi planlet. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari – Nopember 2014, di Laboratorium Kultur Jaringan, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, Malang. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan 3 ulangan. Varietas sebagai petak utama terdiri dari varietas Yellow Fiji dan Grand White dan nutrisi media sebagai anak petak terdiri dari pupuk majemuk Growmore (20:20:20), Hortigro (19:19:19), Kristalon (18:18:18) dan MS. Masing-masing pupuk majemuk terdiri dari 3 konsentrasi yaitu 1 g l-1, 2 g l-1 dan 3 g l-1. Setiap media perlakuan ditambah dengan 0,1 mg l-1 indole acetic acid (IAA). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa interaksi varietas dan media kultur berbeda nyata terhadap pertumbuhan planlet pada 8 minggu setelah tanam (MST). Subtitusi unsur hara makro dan mikro pada media MS dengan pupuk majemuk tidak dapat digunakan sebagai media dalam produksi benih krisan secara in vitro, berdasarkan jumlah planlet, laju multiplikasi planlet, vigor planlet dan morfologi planlet pada varietas Yellow Fiji dan Grand White.
EKSPLORASI DAN IDENTIFIKASI KARAKTER MORFOLOGI TANAMAN SUWEG (Amorphophallus campanulatus Bl) DI JAWA TIMUR Heriyansyah, Fadli; Soetopo, Lita; Saptadi, Darmawan
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 3 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suweg merupakan salah satu dari tanaman penghasil umbi di Jawa Timur. Tanaman suweg di Jawa Timur telah dibudidayakan secara teratur sebanyak 82,7%, umbi suweg memiliki potensi yang besar untuk dijadikan sebagai bahan diversifikasi pangan dimasa depan. Pengembangan terhadap tanaman suweg, misalnya perakitan varietas belum banyak dilakukan. Langkah awal dalam melakukan perakitan varietas yang harus dilakukan adalah eksplorasi plasma nutfah. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tanaman suweg di Jawa Timur, mengetahui perbedaan karakteristik tanaman serta hubungan kekerabatan tanaman suweg dalam kabupaten yang sama maupun pada kabupaten yang berbeda. Penelitian  dilaksanakan di wilayah  Jawa Timur, meliputi Kabupaten Malang, Blitar, Ponorogo dan Madiun. Pemilihan lokasi ditentukan berdasarkan hasil survey pendahuluan. Penelitian dilakukan mulai bulan Maret hingga Juni 2014. Analisis data menggunakan metode deskriptif yaitu menyederhanakan dan menata data untuk memperoleh gambaran secara keseluruhan dari obyek yang diamati. Selain penggunaan analisis deskriptif, dilakukan analisis kekerabatan menggunakan analisis data cluster. Pada analisis kekerabatan similarity matrix dihitung secara manual, sedangkan dendrogram dibuat dengan menggunakan software NTSys. Hasil penelitian diperoleh 14 sampel tanaman dari 12 lokasi. Dua sampel dari Blitar lokasi 2 dan Blitar lokasi 3 merupakan suweg varian 2. Analisis kekerabatan menunjukkan hubungan yang beragam dengan nilai matriks kemiripan 0,28 – 0,91, hal ini menunjukkan bahwa keragaman tanaman suweg di Jawa Timur sangatlah tinggi.
ANALISIS KEKERABATAN TANAMAN HOYA BERDASARKAN KARAKTER MORFOLOGI DI UPT BALAI KONSERVASI TUMBUHAN KEBUN RAYA PURWODADI-LIPI, PASURUAN-JAWA TIMUR Afifah, Nur; Yulia, Nina Dwi; Soetopo, Lita; Respatijarti, Respatijarti
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 4 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hoya merupakan salah satu tanaman asli Indonesia yang keragamnnya tersebar di seluruh wilayah di Indonesia, namun masih jarang masyarakat Indonesia yang mengenalnya. Pemanfaatan awal tanaman ini adalah sebagai tanaman obat dan saat ini mulai dikembangkan sebagai tanaman hias karena keunikan karakter bunga dan daunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekerabatan 119 tanaman Hoya berdasarkan karakter vegetatif, kekerabatan 14 tanaman Hoya yang telah mencapai fase generatif pada bulan Maret sampai Juni di Kebun Raya Purwodadi serta mengetahui potensi tanaman Hoya sebagai tanaman hias. Penelitian dilakukan di area koleksi Hoya Kebun Raya Purwodadi pada bulan Maret sampai Juni. Hasil analisis kekerabatan 119 tanaman Hoya berdasarkan karakter vegetaifnya memiliki koefisien kekerabatan yang dekat yakni lebih dari 0,67. Keragaman yang ada disebabkan oleh perbedaan jenis, dan pengaruh lingkungan seperti media tanam dan intensitas matahari. Pengelompokan 14 tanaman Hoya yang telah memasuki fase generatif, Hoya yang berasal dari daerah yang sama atau masih berada dalam satu kawasan akan mengelompok bersama. Penjualan tanaman Hoya sebagai tanaman hias sudah dilakukan di daerah Malang dan Batu, namun hanya terdapat dua jenis yang diperjual belikan yakni Hoya carnosa dan Hoya australis R.Br. Ex Traill yang berasal dari Batu. Penjualan tanaman ini masih termasuk rendah dikarenakan pengetahuan masyarakat masih rendah, namun dengan keunikan yang dimiliki tanaman Hoya mejadikan tanaman ini berpotensi dijadikan tanaman hias baik bunga maupun daun. Oleh karena itu dalam pengembangannya perlu pengenalan yang luas akan Hoya kepada masyarakat Indonesia.
VARIASI KARAKTER MORFOLOGI TANAMAN UWI (Dioscorea alata L.) DI KABUPATEN TUBAN DAN MALANG Kinasih, Nimas Ayu; Saptadi, Darmawan; Soetopo, Lita
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 6 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Uwi (Dioscorea alata L.) merupakan salah satu umbi-umbian minor sumber karbohidrat yang berpotensi sebagai alternatif pangan non-beras di masa datang. Saat ini uwi hampir dilupakan dan jarang ditemukan di Indonesia. Keragaman tanaman akan berkurang jika tanaman tersebut dibiarkan hilang, padahal uwi memiliki karakter morfologi yang sangat bervariasi. Berdasarkan hasil studi literatur dan survei pendahuluan menunjukkan masih ada tanaman uwi di Kabupaten Tuban dan Malang yang belum terkarakterisasi secara pasti. Oleh sebab itu, diperlukan upaya pengumpulan plasma nutfah melalui kegiatan eksplorasi dan karakterisasi morfologi uwi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi karakter morfologi dan hubungan kekerabatan tanaman uwi di Kabupaten Tuban dan Malang. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Tuban dan Malang pada bulan Februari-Juni 2015. Pengamatan dilakukan pada seluruh aksesi uwi yang ditemukan di Kabupaten Tuban dan Malang dengan metode survei dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa didapatkan 71 aksesi yang terdiri dari 12 varian uwi (Uwi Legi, Uwi Putih, Uwi Sego, Uwi Jaran, Uwi Ketan, Uwi Ireng, Uwi Bangkulit, Uwi Ulo, Uwi Tambi, Uwi Selat, Uwi Klelet, dan Uwi Randu). Terdapat variasi karakter morfologi tanaman uwi antara lain warna sayap dan rigid, warna tangkai daun, bentuk daun, bentuk bulbil, warna daging bulbil, bentuk umbi, warna kulit dalam umbi, dan warna daging umbi. Berdasarkan dendogram, ke-12 varian uwi terbagi menjadi dua kelompok besar yaitu kelompok Uwi Selat dan kelompok uwi lain. Semua aksesi memiliki jarak kekerabatan dengan koefisien 58-96%.
UJI DAYA HASIL 18 GENOTIP GANDUM (Triticum aestivum L.) DI DATARAN RENDAH Rachmadhani, Sylvia; Damanhuri, Damanhuri; Soetopo, Lita
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 8 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gandum (Triticum aestivum L.) adalah salah satu sumber pangan penduduk dunia. Produksi gandum di Indonesia masih tergolong rendah. Salah satu penyebabnya yaitu kemampuan adaptasi gandum belum optimal terutama di daerah dataran rendah tropis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hasil dari 18 genotip gandum di dataran rendah. Penelitian dilaksanakan di dusun Tangkil, desa Modongan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Lokasi penelitian terletak pada ketinggian 64 m dpl. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni – September 2014. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK).  Hasil penelitian menunjukkan terdapat keragaman karakter tinggi tanaman, umur berbunga, umur panen, panjang malai, ∑biji per alai, ∑malai per m2, bobot 1000 butir, bobot 1 liter biji dan potensi hasil  pada 18 genotip gandum yang diuji. Diantara 18 genotip gandum yang diamati, genotip SO-10 berpotensi untuk dikembangkan terutama dilihat dari karakter hasil panen per hektar.
KARAKTERISTIK AGRONOMI 14 FAMILI F5 CABAI MERAH (Capsicum annuum L.) DI DATARAN MENENGAH Dewi, Martina Sari; Soetopo, Lita; Ardiarini, Noer Rahmi
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 11 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produktivitas cabai merah di Indonesia masih rendah, rataan nasional hanya 5,5 t ha-1, sedangkan potensinya dapat mencapai 20 t ha-1. Upaya perbaikan terhadap hasil cabai merah di dataran menengah dapat dilakukan melalui program pemuliaan tanaman, yaitu perakitan varietas unggul. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik 14 famili cabai merah di dataran menengah dan mengetahui famili yang memiliki potensi hasil tinggi. Percobaan menggunakan rancangan blok tunggal, dengan 14 famili sebagai perlakuan dan 3 tetua sebagai kontrol. Pengamatan menggunakan teknik single plant. Penelitian dilaksanakan di Desa Kepuharjo, Karangploso, Malang, pada bulan Februari hingga Agustus 2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata umur berbunga paling cepat pada famili B5.27.20 dan B6.42.14, umur panen paling cepat yaitu famili B2.58.5, jumlah buah per tanaman tertinggi yaitu famili A4.92.14, bobot buah per tanaman tertinggi dan bobot per buah tertinggi yaitu famili A1.26.19, diameter buah tertinggi yaitu famili A5.17.17, panjang buah tertinggi yaitu famili A1.54.14, tebal daging buah tertinggi yaitu famili A4.92.14, dan tinggi tanaman tertinggi yaitu famili B2.58.5. Seluruh famili memiliki tekstur permukaan buah dominan halus dan bentuk buah memanjang. Famili F5 cabai merah yang terpilih yaitu A1.26.19, B2.58.20, A4.92.14, A1.54.14, dan A1.8.14.
PENDUGAAN NILAI HERITABILITAS DAN KEMAJUAN GENETIK HARAPAN POPULASI F5 PADA TANAMAN CABAI BESAR(Capsicum annuum L.) Rohmatin, Anis; Soetopo, Lita; Respatijarti, Respatijari
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 3 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia pada tahun 2010-2012 berturut-turut produksi cabai besar mencapai 807.160 ton, 888.852 ton dan 954.363 ton. Peningkatan produksi cabai besar dapat dilakukan dengan perbaikan bahan tanam yaitu dengan menyilangkan cabai besar yang memiliki karakter tahan terhadap penyakit dan produksi tinggi. Tujuan dari penelitian ini untuk menduga nilai heritabilitas dan kemajuan genetik harapan 14 famili populasi F5 hasil persilangan cabai besar sebagai dasar untuk seleksi pada generasi selanjutnya dan memilih famili yang memiliki nilai daya hasil tinggi. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Brawijaya di Desa Sumber Kepuh, Kecamatan Karangploso, Malang, pada bulan April – Agustus 2015. Penelitian disusun dengan menggunakan sistem petak tunggal dengan metode pengamatan single plant, Masing-masing famili F5 ditanam sebanyak 60 individu tanaman dan masing-masing tetua ditanam sebanyak 40 individu tanaman. Hasil penelitian menunjukkan famili yang memiliki nilai heritabilitas dan kemajuan genetik harapan tinggi terdapat pada famili A1.8.14, A1.26.19, A1.54.14, B2.58.5, B5.27.20, A4.92.14 sehingga keenam famili tersebut dapat digunakan untuk bahan pertimbangan seleksi selanjutnya yaitu pada populasi F6.
Co-Authors Abdillah Syahroni, Abdillah Adhytya Cahya Darmawan Adiredjo, Afifuddin Latif Afandi, Sutanto Wahyu Afifah, Nur Arifin Noor Sugiharto Arifin, Syaiful Arifin, Syaiful Arkadyah Dina Figianti Budiyanti, Husnul Khotimah Leksono Budiyanti, Husnul Khotimah Leksono Chaireni Martasari Damanhuri Damanhuri Damanhuri Darmawan Saptadi, Darmawan Darmawan, Adhytya Cahya Desti Margi Utami, Desti Margi Dewansyah, Bahtiar Ahmad Dewansyah, Bahtiar Ahmad Dewi, Martina Sari Dewi, Martina Sari Edy Hendra Saputra Fajrina. M, Amalia Fajrina. M, Amalia Farida Yulianti Febriana, Candra Ayu Febriana, Candra Ayu Festhya Rytha Purnamasari, Festhya Rytha Hardianti, Oktarina Hardianti, Oktarina Heriyansyah, Fadli Heriyansyah, Fadli Hidayati, Noer Zein Hidayati, Noer Zein Ika Rahayu Ika Rahayu Irsyad F., Mochamad Irsyad F., Mochamad Istianingrum, Putri Izmi Yulianah Kartikasari, Dasa Novi Kartikasari, Dasa Novi Kinasih, Nimas Ayu Kinasih, Nimas Ayu Lailil Fitra Annisa Latif Adiredjo, Afifuddin Marjani Marjani Masruroh, Mei Masruroh, Mei Muhammad Afif Niken Kendarini Nina Dwi Yulia, Nina Dwi Noer Rahmi Ardiarini, Noer Rahmi Novitasari, Adin Novtara, Aditya Aji Nugraha Dwi Saputra Pandji Dimas Febriandito Parnidi Parnidi Parnidi, Parnidi Paweningsih, Risma Dwi Paweningsih, Risma Dwi Prasetyo, Riza Agus Prasetyo, Riza Agus Purnamasari, Festhya Rytha Puspaningrum, Bella Yuniar Putra, Mhd. Nurhadi Putri Istianingrum Rachmadhani, Sylvia Rachmadhani, Sylvia Respatijarti Respatijarti Respatijarti, Respatijari Rico Hutama Sulistiyo, Rico Hutama Rohmatin, Anis Rohmatin, Anis Saptadi, Darmawan Saputra, Edy Hendra sitepu, farah afifah Sri Lestari Purnamaningsih Sulistiyo, Rico Hutama Sumeru Ashari Sutanto Wahyu Afandi Syahroni, Abdillah Ulfa, Diana Maria Ulfa, Diana Maria Widyasari, Wiwit Budi WIDYASARI, Wiwit Budi Yulia, Nina Dwi Yustiana Yustiana, Yustiana Yustiana, Yustiana Zahro, Jamilatuz Zahro, Jamilatuz