Lita Soetopo
Department Of Agronomy, Faculty Of Agriculture, Universitas Brawijaya

Published : 72 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

UJI DAYA HASIL PENDAHULUAN HIBRIDA-HIBRIDA BARU JAGUNG PAKAN (Zea mays L.) Febriana, Candra Ayu; Yustiana, Yustiana; Soetopo, Lita
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 7 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagung (Zea mays L.) merupakan komoditas penting dalam industri pakan ternak yaitu sebagai bahan baku utama pakan unggas (sekitar 50% dari ransum). Berdasarkan Angka Ramalan I (ARAM I) produksi jagung pada tahun 2013 diperkirakan sebesar 18,84 juta ton pipilan kering atau turun sebesar 2,83 persen dibanding tahun 2012 (Tangendjaja, 2007). Uji daya hasil pendahuluan pada penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan hibrida-hibrida baru jagung yang mempunyai produksi tinggi,memiliki ketahanan penyakit yang baikdan memiliki komponen hasil yang tinggi. Penelitian ini telah dilakukan pada Desember 2015 - April 2016 di lahan percobaan PT. BISI International Tbk. Desa Pojok Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri Provinsi Jawa Timur. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 25 perlakuandengan 2 ulangan. Bahan yang digunakan yaitu 21 hibrida baru dan 4 varietas jagung hibrida komersial sebagai pembanding (BISI 18, P27, BISI 228 dan Pertiwi 3). Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (Uji F) dengan taraf 1% dan 5%. Jika hasil berbeda nyata dilanjutkan dengan menggunakan uji DMRT dengan taraf 5%. Hibrida uji yang memiliki potensi untuk dijadikan hibrida baru untuk bahan baku jagung pakan yaitu H12, H17, H16, H9, dan H10 yang memiliki potensi hasil dan komponen hasil lebih dari beberapa varietas pembanding serta ketahanan terhadap penyakit yang baik. Koefisiensi keragaman genetik (KKG) pada karakter yang diamati memiliki nilai KKG yang rendah.
PENGARUH PERBEDAAN KONSENTRASI DAN WAKTU PERENDAMAN LARUTAN ASAM SULFAT (H2SO4) TERHADAP PEMATAHAN DORMANSI DAN VIABILITAS BENIH JATI (Tectona grandis L.f) Fajrina. M, Amalia; Soetopo, Lita
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 8 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jati (Tectona grandis L.f.) ialah tanaman yang termasuk dalam famili Verbenaceae. Secara generatif, pengadaan benih jati dilakukan dengan menggunakan biji. Permasalahan utama dalam pengembangan jati yaitu produksi benih yang rendah dan presentase perkecambahan yang rendah. Sebab, biji jati memiliki kulit yang keras sehingga air tidak mudah menembus kulit biji, hal ini menyebabkan terjadinya dormansi. Oleh karena itu dormansi pada benih harus dipatahkan agar benih dapat berkecambah. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh waktu perendaman berdasarkan perbedaan konsentrasi dari larutan asam sulfat terhadap pematahan dormansi dan viabilitas pada benih jati. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu benih jati dengan mutu fisik yang baik dan larutan asam sulfat. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap faktorial (RALF) dan 4 kali ulangan. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Jatimulyo, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya Malang pada bulan Mei-Oktober 2016. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh interaksi yang nyata antara konsentrasi asam sulfat dan waktu perendaman yang diberikan terhadap peningkatan rerata daya kecambah, kecepatan tumbuh, dan laju perkecambahan benih jati, kecuali pada parameter kadar air tidak terdapat interaksi antara kedua faktor tersebut. Hasil yang tinggi pada setiap parameter didapatkan pada perendaman asam sulfat dengan konsentrasi 90% dan waktu 25 menit atau lebih.
Uji Daya Hasil 12 Calon Varietas Jagung Hibrida Prasetyo, Riza Agus; Soetopo, Lita; Sugiharto, Arifin Noor
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 9 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Posisi jagung dalam diversifikasi konsumsi pangan berfungsi dalam mengurangi ketergantungan terhadap makanan pokok. Jagung juga berperan dalam industri pangan yang memerlukan pasokan terbesar dibanding untuk konsumsi langsung.  Neraca impor jagung dari tahun 2011 sampai 2015 rata-rata defisit 2 juta ton lebih. Hal ini menunjukkan ketergantungan akan jagung impor semakin meningkat, sehingga perlu usaha terus menerus untuk meningkatkan produksi jagung nasional. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui informasi daya hasil masing-masing calon varietas. Berdasarkan hasil analisis ragam menunjukkan beberapa variabel menunjukkan hasil yang berbeda nyata dan tidak berbeda nyata.Karakter-karakter yang menunjukkan hasil berbeda nyata adalah perkecambahan 4 hst,perkecambahan 6 hst, tinggi tanaman 2 mst, tinggi tanaman 4 mst, umur tasseling, jumlah tanaman, panjang husk cover, panjang tip filling, diameter tongkol, jumlah baris per tongkol, bobot 100 biji. Sedangkan karakter yang tidak berbeda nyata adalah perkecambahan 5 hst, tinggi tanaman 6 mst, tinggi tanaman 8 mst, tinggi letak tongkol, umur silking, umur panen, jumlah tongkol, biomassa, panjang tongkol, bobot tongkol ton.ha-1, bobot pipilan per tongkol, kadar air, rendemen, dan potensi hasil.Dari 12 calon varietas yang diujikan menunjukkan hasil panen yang tidak berbeda nyata dengan varietas pembanding komersil yang diujikan yaitu varietas BISI 18 dan Pertiwi. Namun hasil biji kering yang lebih tinggi dari calon varietas yang diujikan dibanding varietas pembanding adalah UB 54, UB 60, UB 61, dan UB 63.
Eksplorasi dan Identifikasi Cabai Rawit Lokal di Kabupaten Kediri, Nganjuk dan Jombang Dewansyah, Bahtiar Ahmad; Soetopo, Lita
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 10 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak dibudidayakan oleh sebagian besar petani di Indonesia. Di Jawa Timur ada beberapa daerah penghasil cabai rawit seperti Kabupaten Jombang, Kediri dan Nganjuk. Ada perbedaan yang sangat signifikan dalam produksi cabe di tiga daerah ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendapatkan sumber plasma nutfah tanaman cabai rawit lokal di Kabupaten Kediri, Nganjuk, dan Jombang. Penelitian dilakukan di Kabupaten Kediri, Nganjuk, dan Jombang. Penelitian ini dilakukan dari bulan Mei sampai Juli 2017. Penelitian dilakukan dengan metode eksplorasi tanaman cabai yang berada di wilayah Kabupaten Kediri, Nganjuk, dan Jombang. Variabel pengamatan kuantitatif meliputi jumlah daun, lebar daun, panjang daun, panjang tangkai buah, Diameter tangkai bunga, jumlah bunga, bobot buah pertanaman, panjang buah, panjang tangkai buah. Sedangkan variabel kualitatif terdiri dari warna daun, tepi daun, bentuk daun, warna kelopak bunga, warna tangkai bunga, warna mahkota bunga, posisi bunga, irisan melintang buah, bentuk ujung buah, bentuk pangkal buah, bentuk tepi kelopak, posisi buah, permukaan buah, bentuk buah. Berdasarkan hasil penelitian, analisis menunjukkan bahwa varietas berpengaruh terhadap margin daun, warna kelopak bunga, penampang buah, bentuk buah dasar, bentuk tepi kelopak,. Dari segi karakteristik varietas juga berpengaruh terhadap jumlah daun, lebar daun, panjang daun, panjang tangkai bunga, diameter tangkai bunga, bobot tanaman buah, panjang buah, panjang tangkai buah, jumlah bunga. Persamaan kekerabatan terdekat adalah K4 dan K6 dengan nilai kemiripan adalah 98,50%.
Uji Daya Hasil 20 Galur Kacang Hijau (Vigna radiate L.) Ulfa, Diana Maria; Soetopo, Lita
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 10 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian ini dilakukan uji daya hasil lanjutan yang bertujuan untuk mengevaluasi gen-gen yang dikehendaki yakni berdaya hasil tinggi pada beberapa genotip kacang hijau. Penelitian ini bertuajuan untuk mengetahui umur genjah dan potensi hasil pada 20 galur kacang hijau yang diuji. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Jambegede yang berlokasi di Desa Kemiri, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Maret–Juli 2017. Bahan yang diuji adalah 20 galur kacang hijau dan 5 varietas pembanding. Ditanam berdasarkan Rancangan Acak Kelompok. Masing-masing diulang 3 kali. Hasil penelitian terdapat pengaruh sangat nyata pada karakter kuantitatif umur 50% berbunga, umur panen fisiologis, tinggi tanaman, jumlah cluster per tanaman, jumlah polong isi per tanaman, berat biji per tanaman, bobot 100 butir dan hasil produksi per hektar. Berdasarkan hasil pengamatan pada umur panen fisiologis terdapat 12 galur yang berumur genjah yaitu MMC 672-3c-Gt-1/Sampeong (56 HST), MMC 672-3c-Gt-1/Sampeong (58 HST), MMC 672-3c-Gt-1/Sampeong (59,67 HST), Vima 1/Sampeong//vima 1 (56 HST), Vima 1/Sampeong//vima 1 (59,33 HST), MMC 679-3C- Gt-1//Sampeong (55 HST), MMC 672-3c-Gt-1/Vima 2 (58,33 HST), MMC 672-3c-Gt-1/Vima 2 (58,67 HST), Vima 1/MMC 672-3c-Gt-1//Vima 1 (55 HST), Vima 1/MMC 672-3c-Gt-1//Vima 1 (56 HST), MLG 1065/Vima 1 (55 HST) dan MMC 679-3C- Gt-1/MLG 1065 (59,33 HST) dan pada hasil produksi per hektar terdapat 3 galur yang berpotensi hasil tinggi dibandingkan nilai rata-rata cek lima varietas pembanding yaitu MMC 672-3c-Gt-1/Vima 2 (1,3t/ha), MMC 672-3c-Gt-1/Vima 2 (1,2 ton/ha) danVima 1/MMC 672-3c-Gt-1//Vima 1 (1,2 ton/ha).
Evaluasi Keseragaman pada Sembilan Galur Jagung Manis (Zea mays L. saccharata Sturt) Generasi S5 Zahro, Jamilatuz; Soetopo, Lita
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 4 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jenis jagung manis atau yang sering disebut sweetcorn banyak dikonsumsi karena memiliki rasa yang lebih manis dibandingkan dengan jagung biasa. Upaya meningkatkan produktivitas jagung manis adalah dengan menggunakan benih hibrida. Hibrida yang berpotensi hasil tinggi dihasilkan dari pasangan galur inbred dari populasi yang memiliki kelompok heterotik yang berbeda. Galur inbred dihasilkan setelah melalui proses silang dalam (selfing) dan seleksi untuk karakter yang diinginkan selama lima sampai tujuh generasi. Selfing yang dilakukan pada tiap generasi, akan menunjukkan nilai keseragaman yang berbeda pada setiap tingkat generasi. Keseragaman generasi berikutnya lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya. Evaluasi kesera-gaman sebagi bentuk pengembangan inbred tahap pertama, bertujuan untuk menilai nilai keseragaman tanaman. Tujuan dari penelitian ini, yaitu untuk mengetahui keseragaman karakter galur-galur jagung manis dan menentukan galur yang dapat digunakan sebagai calon tetua hibrida. Penelitian dilaksanakan Mei-September 2018 di Desa Areng-areng Kelurahan Dadaprejo, Kota Batu. Berdasarkan hasil penelitian, semua galur menunjukkan nilai yang berbeda nyata pada analisis ragam pada semua variabel kecuali tinggi tongkol, umur panen, panjang biji dan lebar biji. Nilai KKG dan KKF pada variabel yang diamati menunjukkan nilai yang rendah pada hampir seluruh variabel kecuali husk cover dan un-tip filling yang memiliki kriteria sedang. Galur yang berpotensi dalam pembentukan varietas hibrida adalah 3-4-5+69L. Galur tersebut memiliki nilai keseragaman karakter kualitatif yang terbaik dan karakter kuantitatif yang unggul dibandingkan galur lainnya.
Poliploidisasi Anggrek Vanda lombokensis J. J. Sm. Menggunakan Kolkisin Secara In Vivo Masruroh, Mei; Soetopo, Lita
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 5 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vanda lombokensis J. J. Sm. merupakan salah satu spesies anggrek asli Indonesia dengan motif bunga yang menarik dan memiliki potensi untuk dikembangkan. Mengingat Vanda merupakan salah satu komoditas ekspor Indonesia. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk mengem-bangkan potensi anggrek Vanda salah satunya dengan menggunakan mutagen kimia yaitu kolkisin. Induksi kolkisin pada anggrek dengan konsentrasi tertentu dapat menghasilkan individu poliploid yang memilki ukuran bunga yang lebih besar, bentuk bunga yang lebih bulat, dan warna bunga yang lebih pekat. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi yang efektif untuk menghasilkan anggrek Vanda lombokensis J. J. Sm. poliploid secara in vivo. Penelitian dilaksa-nakan di CV Soerjanto Orchid, laboratorium Bioteknologi, laboratorium Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya pada Bulan Januari-Juli 2018. Penelitian ini menggunakan perlakuan konsentrasi kolkisin sebanyak lima perlakuan, yaitu 0 ppm (kontrol), 1500 ppm, 3000 ppm, 4500 ppm, dan 6000 ppm. Hasil penelitian menunjukkan, induksi kolkisin pada konsentrasi 4500 dapat menghasilkan individu poliploid berdasarkan pengamatan kromosom serta didukung hasil pengamatan stomata dan morfologi.
Pengaruh Konsentrasi Pupuk Daun pada Media Anggrek Dendrobium dan Cattleya secara In Vitro Hardianti, Oktarina; Soetopo, Lita
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 5 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anggrek Dendrobium dan Cattleya tergolong dalam jenis anggrek yang berpotensi untuk dikembangkan di Indonesia. Rendahnya produksi anggrek disebabkan karena kurang tersedianya bibit yang bermutu dan sistem budidaya yang kurang efisien. Upaya yang perlu dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut dengan melakukan pembiakan in vitro. Keberhasilan kultur in vitro salah satunya dipengaruhi oleh media kultur. Oleh karena itu, perlu dilakukan penambahan pupuk daun dalam media kulturin vitrodengan tujuan untuk mendapatkan konsentrasi pupuk daun yang sesuaipada media Vacindan Went (VW) serta interaksinya terhadap pertumbuhan vegetatif anggrek Dendrobium Woon Leng dan Cattleya Soerya Jelita secara in vitro. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Soerjanto Orchid, Batupada bulan Januari hingga Juni 2018, dan disusun menggunakan  Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor. Faktor pertama berupa konsentrasi pupuk daun Gandasil D yang terdiri dari 7 level. Sedangkan faktor kedua berupa jenis tanaman anggrek. Masing-masing kombinasi perlakuan  dilakukan 4 kali ulangan. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat interaksi antara konsentrasi pupuk daun dengan jenis anggrek terhadap variabel jumlah akar, panjang planlet, dan berat basah. Konsentrasi pupuk daun untuk keduajenisanggrek menunjukkan hasil yang kurang optimum karena pertumbuhan vegetatif planlet yang dihasilkan tidak berbeda nyata dengan perlakuan kontrol.
Karakterisasi Jagung Ketan (Zea mays L. var ceratina) pada Generasi S5 Paweningsih, Risma Dwi; Soetopo, Lita
Produksi Tanaman Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagung ketan dapat digunakan sebagai pengganti tepung tapioka dan juga dapat dijadikan sebagai campuran bahan baku kertas, tekstil dan industri perekat. Studi keragaman genetik tentang jagung ketan masih rendah. Penelitian tentang karakterisasi karakter kualitatif dan kuantitatif jagung ketan dapat dijadikan sebagai informasi dasar dalam kegiatan awal pemuliaan tanaman jagung ketan.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakter kualitatif, karakter kuantitatif dan keragaman 13 galur jagung ketan generasi S5.  Penelitian ini dilaksanakan di Desa Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Batu pada bulan Agustus sampai Desember 2018 tanpa menggunakan rancangan yang terdiri dari satu faktor yaitu galur G1, G2, G3, G4, G5, G6, G7, G8, G9, G10, G11, G12, G13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter kualitatif pada masing-masing galur menunjukkan keseragaman pada masing-masing galur yang diuji. Berdasarkan karakter kualitatif pada masing-masing galur menunjukkan keseragaman pada masing-masing galur yang diuji. Karakter kuantitatif pada masing-masing galur memiliki keragaman yang rendah kecuali pada karakter jumlah cabang samping pada galur G2 (KKG 57,77%), panjang poros utama di atas cabang samping teratas pada galur G2, G4 dan G8 (KKG 86,96% - 91,41%). Galur G2 memiliki kadar amilopektin tertinggi sebesar 53,84%, sedangkan kadar amilopektin terendah yaitu galur G1 dengan kadar sebesar 43,19%. Semakin tinggi kadar amilopektin, maka akan semakin tinggi pula tingkat kepulenan pada jagung. Galur G2 memiliki kadar amilopektin tertinggi sebesar 53,84%, sedangkan kadar amilopektin terendah yaitu galur G1 dengan kadar sebesar 43,19%. Semakin tinggi kadar amilopektin, maka akan semakin tinggi pula tingkat kepulenan pada jagung.
Pola Pewarisan Sifat Ketahanan Tanaman Kenaf (Hibiscus Cannabinus L) Persilangan Varietas Kenafindo 2 X Karangploso 15 Terhadap Nematoda Puru Akar (Meloidogyne Incognita) Novtara, Aditya Aji; Parnidi, Parnidi; Soetopo, Lita
Produksi Tanaman Vol. 9 No. 9 (2021)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kenaf (Hibiscus cannabinus L.) adalah hari pendek, tumbuh cepat tahunan tanaman herbal, yang dibudidayakan untuk batang berserat. Itu adalah salah satu yang paling tanaman serat industri penting di dunia dan merupakan sumber serat ramah lingkungan untuk pengemasan, kurang berkembangnya kenaf di lahan kering disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain rendahnya produktivitas kenaf dilahan kering dan penyakit Nematoda Puru Akar (NPA) sehingga kenaf kurang bersaing dengan komoditas lain, sehingga perlu dilakukan strategi program pemuliaan yang efektif dan efisien untuk memperoleh varietas Kenaf tahan penyakit Nematoda Puru Akar, penelitian bertujuan untuk mengetahui kriteria genotipe kenaf terhadap NPA, mengetahui nilai heritabilitas, dan mengetahui pola pewarisan sifat terhadap NPA. Penelitian dilaksanakan Oktober 2019 sampai dengan Februari 2020 di Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat, Malang, Jawa Timur. Alat yang digunakan polybag, mulsa, meteran, penggaris, jangka sorong, tugal, gembor, selang, alfaboard, kayu, gunting, sentrifuge, baskom, gelas ukur, blender, kain, timbangan analitik, cawan petri, saringan, beaker glass, botol semprot, botol sentrifugasi, mikroskop, suntikan, sendok plastik, alat tulis dan kamera. Penelitian terdiri dari Persiapan Media Tanam, Isolasi dan Perbanyakan NPA, Persiapan Inokulum, Penanaman Kenaf, Inokulasi NPA dan Panen. Berdasarkan nilai rerata dan kisaran pada enam generasi menunjukkan bahwa pengaruh tetua KIN2 lebih kuat dibandingkan tetua KR15. Ketahanan kenaf terhadap NPA dikendalikan oleh gen sederhana (simple gen) dimana tidak dipengaruhi Lingkungan. Nilai heritabilitas dalam arti sempit tergolong rendah sampai dengan sedang. Pola Pewarisan sifat yang sesuai untuk karakter ketahanan terhadap nematoda puru akar berupa faktor reproduksi dan jumlah telur per 10 g akar adalah model aditif-dominan (m[d][h]).
Co-Authors Abdillah Syahroni, Abdillah Adhytya Cahya Darmawan Adiredjo, Afifuddin Latif Afandi, Sutanto Wahyu Afifah, Nur Annisa, Lailil Fitra Arifin Noor Sugiharto Arifin, Syaiful Arifin, Syaiful Arkadyah Dina Figianti Budiyanti, Husnul Khotimah Leksono Budiyanti, Husnul Khotimah Leksono Chaireni Martasari Chaireni Martasari Damanhuri Damanhuri Damanhuri Darmawan Saptadi, Darmawan Darmawan, Adhytya Cahya Desti Margi Utami, Desti Margi Dewansyah, Bahtiar Ahmad Dewansyah, Bahtiar Ahmad Dewi, Martina Sari Dewi, Martina Sari Edy Hendra Saputra Fajrina. M, Amalia Fajrina. M, Amalia Farida Yulianti Febriana, Candra Ayu Febriana, Candra Ayu Festhya Rytha Purnamasari, Festhya Rytha Hardianti, Oktarina Hardianti, Oktarina Heriyansyah, Fadli Heriyansyah, Fadli Hidayati, Noer Zein Hidayati, Noer Zein Ika Rahayu Ika Rahayu Irsyad F., Mochamad Irsyad F., Mochamad Istianingrum, Putri Izmi Yulianah Kartikasari, Dasa Novi Kartikasari, Dasa Novi Kinasih, Nimas Ayu Kinasih, Nimas Ayu Lailil Fitra Annisa Latif Adiredjo, Afifuddin Marjani Marjani Masruroh, Mei Masruroh, Mei Muhammad Afif Niken Kendarini Nina Dwi Yulia, Nina Dwi Noer Rahmi Ardiarini, Noer Rahmi Novitasari, Adin Novtara, Aditya Aji Nugraha Dwi Saputra Pandji Dimas Febriandito Parnidi Parnidi Parnidi, Parnidi Paweningsih, Risma Dwi Paweningsih, Risma Dwi Prasetyo, Riza Agus Prasetyo, Riza Agus Purnamasari, Festhya Rytha Puspaningrum, Bella Yuniar Putra, Mhd. Nurhadi Putri Istianingrum Rachmadhani, Sylvia Rachmadhani, Sylvia Respatijarti Respatijarti Respatijarti, Respatijari Rico Hutama Sulistiyo, Rico Hutama Rohmatin, Anis Rohmatin, Anis Saptadi, Darmawan Saputra, Edy Hendra Saputra, Nugraha Dwi sitepu, farah afifah Sri Lestari Purnamaningsih Sulistiyo, Rico Hutama Sumeru Ashari Sutanto Wahyu Afandi Syahroni, Abdillah Ulfa, Diana Maria Ulfa, Diana Maria Widyasari, Wiwit Budi WIDYASARI, Wiwit Budi Yulia, Nina Dwi Yustiana Yustiana, Yustiana Yustiana, Yustiana Zahro, Jamilatuz Zahro, Jamilatuz