Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : MOTORIK

PENGARUH LATIHAN TEKNIK RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAHPADA LANSIA PENDERITA DIABETES MELITUS Arlina Dhian Sulistyowati; Supardi Supardi
MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 13 No 2 (2018): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/motorik.v13i2.13

Abstract

Latar belakangDiabetes Melitus (DM) merupakan gangguan kesehatan yangberupa kumpulan gejala yang disebabkan oleh peningkatan kadar gula darahakibat kekurangan atau resistensi insulin.DM dapat meningkatkan resikoterjadinya ketoasidosis diabetik, hiperosmolar non ketotik, hiperglikemia,makroangiopati, mikroangiopati, dan neuropati. Lansia adalah kategori usia yangmemiliki resiko tinggi terjadinya DM. Penatalaksanaan yang tepat merupakan halpenting dalam mempertahankan kualitas hidup pada lansia dengan DM. LatihanTehnik Relaksasi Otot Progresif menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukanuntuk dapat mengendalikan kadar gula darah pada lansia dengan DM.Tujuan Penelitian untuk mengetahui pengaruh latihan teknik relaksasi progresifterhadap kadar gula darah pada lansia penderita Diabetes Melitus di DesaNgemplak, Karangnongko Kabupaten Klaten.Metode Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakandesain quasy eksperimental semu (quasi eksperimen) dengan rancangan onegroup pretest-postest design. Teknik pengambilan sampel adalah purposivesampling dengan jumlah responden sebanyak 19 orang. Instrumen pengumpulandata menggunakan pedoman prosedur tindakan relaksasi otot progresif dan Tesstrip (Gluco Dr/Blood Glucose Test Meter). Analisis statistik menggunakanpaired t-testHasil penelitianPengukuran kadar gula darah pada lansiadengan DM sebelumdan sesudah diberikan teknik relaksasi otot progresif memiliki selisih rata-rata72,26. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat penurunan kadar gula darahsebelum dan sesudah diberikan teknik relaksasi otot progresif.KesimpulanTeknik relaksasi otot progresif dapat menurunkan kadar gula darahpada lansia dengan DM.
HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN KEPATUHAN PEMERIKSAAN ANC PADA IBU HAMIL DI MASA PANDEMI COVID-19 Arlina Dhian Sulistyowati; Devi Permata Sari; Diva Soranita
MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 16 No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/motorik.v16i2.287

Abstract

Masa kehamilan merupakan masa yang rawan kesehatan. Upaya yang dilakukan ibu hamil untuk menjaga kesehatan janin yaitu pemeriksaaan ANC. Kondisi pandemi Covid-19 ini menyebabkan pelaksanaan ANC terganggu, ANC dilaksanakan dengan pembatasan kunjungan serta pelaksanaannya lebih banyak melalui tele komunikasi online. Faktor yang mempengaruhi kunjungan ANC yaitu dukungan suami. Dukungan suami adalah dukungan yang diberikan suami terhadap istrinya baik kenyamanan fisik maupun psikologis, sebuah dukungan akan memotivasi ibu hamil untuk mencari pelayanan kesehatan yang baik dan melakukan kunjungan ANC secara patuh demi menjaga kondisi ibu beserta janin dalam kandungannya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan suami pada ibu hamil terhadap kepatuhan ANC di Wilayah Puskesmas Karanganom. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah ibu hamil yang tinggal di Wilayah Puskesmas Karanganom. Responden penelitian sebanyak 30 responden yang diperoleh dengan tehnik total sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa data bivariat menggunakan uji Kendall’s Tau. Hasil penelitian menunjukkan 90,0% ibu hamil mendapatkan dukungan suami sangat mendukung dan sebanyak 96,7% memiliki kepatuhan ANC yang patuh. Hasil uji Kendall’s Tau menunjukkan ada hubungan antara dukungan suami dengan kepatuhan ANC pada ibu hamil (p=0,003; r=0,557). Kesimpulan ada hubungan yang signifikan antara dukungan suami dengan kepatuhan ANC pada ibu hamil di masa pandemi Covid-19
HUBUNGAN SELF-EFFICACY DENGAN TINGKAT STRES PADA MAHASISWA YANG MENYUSUN TUGAS AKHIR Arlina Dhian Sulistyowati; Fatimah Zahra; Retno Yuli Hastuti; Nur Wulan Agustina
MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 20 No 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/motorik.v20i1.1256

Abstract

Students have a final project as a graduation assignment from college. In preparing the final project, students generally experience difficulties including determining the title, finding references, difficulty collecting data, obstructed guidance schedules, many revisions, lack of rest and difficulty concentrating. This can trigger negative feelings that make students prejudice negatively so that the loss of self-confidence called self-efficacy triggers stress. Students must be able to manage their self-efficacy to help them deal with a variety of situations. This study aims to determine the relationship between self-efficacy and stress levels in students who prepare final assignments. This type of research is quantitative correlation with a cross-sectional approach. The population of this study was students who compiled the final project at Universitas Muhammadiyah Klaten with stratified random sampling technique. The instruments used were DASS and Self-efficacy Questionnaire. The results showed that out of 146 respondents most of the respondents were at a moderate level of self-efficacy with stress levels mostly in the mild range. Spearman rank test analysis results significant value (p) value 0.000 (α=0.05). The results of this study indicate a significant relationship and the correlation level of this study is in the strong category with the direction of the correlation. The correlation level of this study is in the strong category with a positive relationship direction..
HUBUNGAN KESEJAHTERAAN SPIRITUAL DENGAN KESEHATAN MENTAL MAHASISWA PRODI KESEHATAN DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KLATEN Adelia, Yunisya; Arlina Dhian Sulistyowati
MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 20 No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/motorik.v20i2.1757

Abstract

College students are an early adult age group that is vulnerable to psychological stress due to life transitions and academic demands. Spiritual well-being is believed to play an important role in supporting mental health, especially in an Islamic-based university environment that emphasizes the development of spiritual and moral values. However, the relationship between spiritual well-being and mental health of students, especially in the Health Study Program at Muhammadiyah University of Klaten has not been studied empirically. This study aims to determine the relationship between spiritual well-being and mental health in students of the Health Study Program at Muhammadiyah University of Klaten. This study used a quantitative design with a cross-sectional approach. The research sample was students of the Health Study Program at Universitas Muhammadiyah Klaten who were selected by stratified random sampling. The instruments used included the Daily Spiritual Experience Scale (DSES) questionnaire to measure spiritual well-being and the Self Reporting Questionnaire (SRQ) to assess mental health. Data were analyzed univariately and bivariately using the spearman rank statistical test. It was found that out of 161 respondents (100%) there were 3 students who had low spiritual well-being (1.9%), respondents who experienced moderate spiritual well-being were 46 students (28.6%), and respondents who had high spiritual well-being were 112 students (69.6%). Respondents who had a healthy mental health category were 100 students (62.1%) while those who had mental emotional disorders were 61 students (37.9%). The results of the spearman rank test analysis significant value (p) value 0.000 (α=0.05) with (r) 0.844. The conclusion of this study is that there is a significant relationship between the level of spiritual well-being and mental health in health study program students.