Claim Missing Document
Check
Articles

Edukasi Tentang Verbal Bullying pada Siswa Kelas XI di SMK Soedirman Purbalingga: Penelitian Imanda, Harisma Aulia; Triana, Noor Yunida; Cahyaningrum, Etika Dewi
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adolescence is a transitional period between childhood and adulthood. One form of violence that frequently occurs in educational settings is verbal bullying, which involves intimidation through words that hurt others. Data from the National Center for Educational Statistics shows a rate of 1 in 5 (20.8%). Verbal bullying is also a focus of international organizations such as Plan International–ICRW in five Asian countries: Vietnam (79%), Cambodia (73%), Nepal (79%), Pakistan (43%), and Indonesia (84%). In Purbalingga, data from the Regional Technical Implementation Unit (UPTD) shows an increase in cases from 44 to 56 reports since 2021, so health education about verbal bullying for adolescents is essential to increase student knowledge. Education is provided through lectures, discussions, questions and answers, and media such as leaflets, posters, and PowerPoint presentations. Pre-test results showed that 4 students had sufficient knowledge (13%) and 26 had good knowledge (87%). After education, all 30 adolescents (100%) were categorized as having good knowledge, with an average score increasing from 87.63 to 96.46, an increase of 8.33%. It is hoped that further research will further examine the factors causing verbal bullying in educational settings. The author plans to publish the results of the Community Service Program (PKM) in a national journal.
Gambaran Kecemasan Sosial pada Anak di MI Muhammadiyah Penaruban Rahayu, Dita Putri; Murniati, Murniati; Triana, Noor Yunida
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2025 Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2025)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/snppkm.v4i1.1414

Abstract

Kecemasan sosial merupakan kondisi psikologis ketika seseorang merasa takut dan cemas secara berlebihan terhadap situasi sosial, terutama ketika harus berbicara atau berinteraksi dengan orang lain. Anak-anak dengan kecemasan sosial cenderung menarik diri dari aktivitas kelas, menghindari interaksi, dan mengalami gangguan dalam proses belajar maupun bersosialisasi. Menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling, dengan sebanyak 30 anak kelas 4 dillibatkan sebagai responden yang terdiri dari 17 anak perempuan (56,67%) dan 13 anak laki-laki (43,33%). Karakteristik responden yang mengikuti penelitian adalah anak kelas 4 berusia 9-10 tahun. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner Liebowitz Social Anxiety Scale for Children and Adolescents (LSAS-CA) yang telah disesuaikan. Mayoritas responden dalam penelitian ini adalah anak perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 16 anak (53,3%) tidak mengalami kecemasan sosial, sementara 14 anak (46,7%) mengalami kecemasan sosial dalam berbagai tingkat, yaitu 8 anak (26,7%) mengalami kecemasan ringan, 3 anak (10%) sedang, 1 anak (3,3%) nyata, dan 2 anak (6,7%) parah. Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar siswa tidak mengalami kecemasan sosial, namun masih terdapat siswa yang memiliki tingkat kecemasan sosial dari ringan hingga parah, dengan anak perempuan cenderung lebih banyak mengalami kecemasan dibandingkan anak laki-laki.
Edukasi Pencegahan Perilaku Cyberbullying pada Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Rofiah, Siti; Triana, Noor Yunida; Murniati, Murniati
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 2 (2026): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v6i2.857

Abstract

Introduction: Social media and information technology advancements have facilitated communication and information sharing, but they have also had unfavorable effects, such as an increase in teenage cyberbullying. Cyberbullying is bullying conduct that occurs online, including threats, defamation, and insults. Teenagers' psychological health is impacted by these phenomena, which lowers academic achievement and causes stress, anxiety, and sadness. Objective: The goal of this community service program is to raise students' awareness of cyberbullying by educating 57 Visual Communication Design (DKV) majors in grades X, XI, and XII. Method: This community service approach uses PowerPoint presentations and pocket booklets for lectures and conversations, along with pretest and posttest questions about cyberbullying. Result: Prior to the training, the cyberbullying education findings indicated that 59.65% of students fell into the poor group, 22.80% into the sufficient category, and 17.54% into the good category. Following the training, the posttest results revealed a decrease in the other two categories and a rise of 92.98% in the good category. Conclusion: In conclusion, this community service activity indicated that educational sessions using lecture and discussion methods, supported by appropriate media, facilitated participants’ understanding and engagement with the topic
Pendidikan Kesehatan Metode Demonstrasi Tentang Makanan Pendamping Asi Kearifan Lokal di Desa Pageraji Kecamatan Cilongok Triana, Noor Yunida; Putri, Noor Rochmah Ida Ayu Tresno
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 8, No 4 (2025): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v8i4.590

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang dialami balita di seluruh dunia terutama di negara berkembang. Masalah stunting disebabkan beberapa faktor antara lain tingkat pengetahuan ibu dalam memberikan Makanan Pendamping ASI (MP ASI) yang tepat. Salah satu upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dengan pemberian pendidikan kesehatan. Berdasarkan prasurvei, didapatkan data di Desa Pageraji menduduki peringkat 3 angka stunted pada balita, yaitu 19.36%. Berdasarkan wawancara didapatkan ibu balita memberikan makanan kurang sehat ke balita seperti mie instan dan frozen food.  Menilik hal tersebut, dosen Universitas Harapan Bangsa bermaksud melakukan kegiatan pendidikan kesehatan metode demonstrasi tentang MP ASI kearifan lokal di Desa Pageraji Kecamatan Cilongok. Tujuan pengabdian kepada masyarakat (PKM) yaitu untuk memberikan pendidikan kesehatan tentang MP ASI kearifan lokal di Desa Pageraji Kecamatan Cilongok. Metode PKM dilakukan 3 tahap, pertama sosialisasi pada ibu balita, kedua pelaksanaan pelatihan pembuatan MP ASI, ketiga penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi. Hasil PKM menunjukkan adanya pengetahuan peserta sebelum dilakukan pendidikan kesehatan sebagian dalam kategori cukup sejumlah 50.7% (71 peserta) dan tingkat pengetahuan dalam kategori baik sejumlah 17.9% (25 peserta). Tingkat pengetahuan setelah diberikan pendidikan kesehatan dalam kategori baik sejumlah 54.3% (76 peserta). Pendidikan kesehatan memberikan stimulus dan informasi ke otak, sehingga membuat peserta menjadi tahu dan mendapat ilmu baru. Hal ini membuat tingkat pengetahuan peserta menjadi meningkat. Simpulannya, terdapat peningkatan pengetahuan setelah diberikan pendidikan kesehatan dari awalnya tingkat pengetahuan baik sejumlah 17.9% menjadi 54.3%. Luaran dari PKM ini adalah HKI buku saku dan jurnal pengabdian masyarakat terakreditas nasional.
Stress Levels And Physio-Psycho-Social Responses On Undergraduate Nursing Students Undertaking Their Thesis At Harapan Bangsa Institute Of Health Sciences, Purwokerto: A Correlation Study Murniati, Murniati; Triana, Noor Yunida; Fitriana, Adita Silvia
Journal Of Nursing Practice Vol. 2 No. 1 (2018): October
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jnp.v2i1.39

Abstract

Background: Senior nursing students possibly experience stress due to the difficulties encountered in the process of writing a thesis. The difficulties experienced are commonly making research background, looking for the related theory and proper methods, having pressure from supervisor, feeling saturated, and many more. The stress experienced by students can also cause various responses such as physical, psychological, and social. Purpose : The aim of this study is to analyze the correlation among stress levels andphysio-psycho-social responses of nursing students undertaking thesis. Methods : This analitic cross sectional study was conducted at Harapan Bangsa Institute of Health Sciences, Purwokerto on May-July 2018. A total of 117 senior nursing students undertaking a thesis were taken by simple random sampling. Research data were collected utilizing stress questionnaire and physio-psycho-social responses. The data analysis used was univariate analysis with frequencydistribution, and bivariate analysis used was Spearman Correlation. Result : Findings of this research indicated that the senior nursing students undertaking a thesis experienced moderate level of stress (51,3%) and excellent physio-psycho-social responses (73,5%). In addition, this research showed a significant relationship between stress levels with physio-psycho-social responses (p value=0,000; r=0,508). Conclusion : The results indicated that senior students undertaking thesis can experience stress varying from mildto moderate that potentially cause physio-psycho-social responses
Hubungan Tingkat Stres Dengan Motivasi Menyelesaikan Skripsi Mahasiswa Fakultas Kesehatan Di Universitas Harapan Bangsa Purwokerto Riana, Maya Reza; Apriliyani, Ita; Triana, Noor Yunida
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 3.A (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skripsi adalah suatu karya tulis ilmiah, berupa paparan tulisan penelitian yang membahas suatu masalah faktual dengan menggunakan kaidah-kaidah ilmiah yang berlaku sesuai pada jurusan yang sedang ditempuh. Stres adalah kondisi yang disebabkan oleh interaksi antara individu dengan lingkungan, menimbulkan persepsi jarak antara tuntutan-tuntutan yang berasal dari situasi yang bersumber pada sistem biologis, psikologis dan sosial dari seseorang. Mahasiswa yang mengalami kondisi stres yang ekstrem atau depresi membutuhkan perhatian serius karena dapat membawa dampak yang kurang baik terhadap proses pembelajaran dan prestasi mahasiswa. Dampak stres bagi mahasiswa adalah motivasi belajar mahasiswa yang rendah, gagal dalam pelajaran, kompetensi yang dimiliki tidak berkembang. Jenis penelitian dalam penelitian ini yaitu korelasion (hubungan). Tujuan penelitianuntuk mengetahui apakah ada hubungan tingkat stres dengan motivasi. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode kuantitatif. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah cross sectional, subjek penelitian yaitu tingkat stres dan motivasi menyelesaikan skripsi. Sampel pada penelitian ini sebanyak 178 responden. Populasi pada penelitian ini yaitu mahasiswa fakultas kesehatan Universitas Harapan Bangsa. Analisis data ditentukan dengan uji spearman-rank .Hasil uji spearman-rank menunjukkan nilai p value sebesar 0.001 < 0.05 yang berarti bahwa ada hubungan antara tingkat stres dengan motivasi mahasiswa menyelesaikan skripsi pada mahasiswa tingkat akhir.
Hubungan Kejadian Dismenore dengan Tingkat Kecemasan pada Siswi di SMK Muhammadiyah 1 Purwokerto Muharoma, Sefia Ana; Apriliyani, Ita; Triana, Noor Yunida
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.10729

Abstract

Dismenore dan kecemasan merupakan masalah kesehatan yang sering dialami oleh remaja putri dan berpotensi mengganggu konsentrasi serta aktivitas belajar di sekolah. Kondisi ini dapat memengaruhi kesehatan fisik dan psikologis remaja, sehingga perlu dilakukan kajian mengenai hubungan antara dismenore dan tingkat kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kejadian dismenore dengan tingkat kecemasan pada siswi di SMK Muhammadiyah 1 Purwokerto. penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner dismenore untuk mengidentifikasi kejadian nyeri haid dan kuesioner GAD-7 (Generalized Anxiety Disorder-7) untuk mengukur tingkat kecemasan. Populasi penelitian adalah seluruh siswi SMK Muhammadiyah 1 Purwokerto dengan jumlah sampel sebanyak 262 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 181 siswi (69,1%) mengalami dismenore dan 81 siswi (30,9%) tidak mengalami dismenore. Tingkat kecemasan responden sebagian besar berada pada kategori ringan dan sedang. Hasil uji menunjukkan nilai p-value sebesar 0,345 (p > 0,05). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kejadian dismenore dengan tingkat kecemasan pada siswi di SMK Muhammadiyah 1 Purwokerto
Gambaran Tingkat Kepuasan Pasien pada Pelayanan Anestesi Umum di Kamar Operasi RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga Harahap, Flora Juliyanti; Sebayang, Septian Mixrova; Triana, Noor Yunida; Suandika, Made
Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing Vol 7 No 2 (2023): Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing
Publisher : STIKES Bina Usada Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36474/caring.v7i2.298

Abstract

Latar belakang: Kepuasan pasien merupakan konsep kompleks yang sangat bergantung pada penilaian subjektif. Kepuasan pasien sangat berpengaruh terhadap kualitas pelayanan yang diberikan. kualitas berkaitan erat dengan kepuasan pasien kualitas pelayanan yang bermutu dan efektif di suatu rumah sakit meliputi pelayanan yang nyaman, petugas yang ramah, dan komunikasi yang baik. Tingkat kepuasan pasien berupa alat ukur yang dapat mempengaruhi kualitas pelayanan suatu instansi Kesehatan, seperti kepuasan dan ketidakpuasan pasien yang merupakan penilaian setiap pasien. Tujuan penelitian: Tujuan utama penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat kepuasan pasien pada pelayanan anestesi umum di kamar operasi RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. Metedologi: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan observarsional deksriptif. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 140 anestesi umum dengan tekhnik Purpose Sampling. Hasil: Hasil analisis penelitian ini menunjukkan bahwa nilai perempuan sejumlah 112 orang (80%), usia sebagian besar remaja awal (26-45) tahun sejumlah 67 orang (47.9%), dan pendidikan sebagian besar sekolah menengah pertama sejumlah 85 orang (60.7%). Tingkat kepuasan responden anestesi umum dalam kategori puas sejumlah 111 orang (79.3%). Kesimpulan: Hasil penelitian ini dapat disimpulkan rata-rata pasien puas sejumlah 111 orang (79.3%) pada pelayanan anestesi umum di kamar operasi RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga sedangkan pasien tidak puas sejumlah 29 orang (20.7%).