Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Development Planning Of Office Rental Building 5 Floors In Semarang City Dika Dwirahmanda; Talitha Zhafira; Yuni Winarsih; Ngudi Hari Crista
Journal of Civil Engineering and Planning (JCEP) Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Program Studi Sarjana Teknik Sipil Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/jcep.v5i2.9300

Abstract

Since the COVID-19 pandemic in March 2020, the economy of Semarang has grown. The demand for office space has increased due to business expansion, resulting in high land prices due to government restrictions on development. Renting office space has become an effective solution by utilizing space vertically and providing adequate facilities. In the construction of tall buildings, mature structural planning is necessary to ensure stability and compliance with the latest SNI standards. Structural analysis follows the requirements of SNI (2847-2019) for structural concrete and SNI (1726-2019) for earthquake resistance planning. The research method involves primary data such as building technical drawings, soil data, and earthquake data, which are then analyzed using ETABS V.18 software. The analysis results show a maximum story displacement of 68.838 mm in the X direction and 83.941 mm in the Y direction, with a permissible structural displacement of 90 mm. The maximum story drift ratio in the X and Y directions is 0.009 mm and 0.011 mm, respectively, with a permissible structural drift ratio of 0.0909 mm. The largest torsion irregularity in the X and Y directions is 1.0813 and 1.1781, respectively, which are both below the permissible torsion irregularity value of 1.4. It can be concluded that the building is categorized as safe as it does not exceed the limits of displacement and torsion.
Pelatihan Aplikasi Software VISSIM pada Simpang APILL bagi Staf PT Yodya Karya Semarang Iin Irawati; Ngudi Hari Crista; Kusrin
Mitra Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin (MJPMM) Vol. 1 No. 2 (2025): September
Publisher : Marasofi International Media and Publishing (MIMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64123/mjpmm.v1.i2.1

Abstract

Salah satu sarana untuk mempermudah kerja manusia adalah komputer. Komputer merupakan bagian dari kemajuan ilmu pengetahuan. Software di bidang Teknik Sipil yang digunakan dalam pemodelan lalulintas salah satunya adalah VISSIM. Penggunaan aplikasi VISSIM banyak didapati di dunia praktisi atau proyek untuk penentuan rekomendasi teknik. Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dalam jasa konsultan engineering dan manajemen proyek adalah Yodya Karya. Jasa layanan dari PT Yodya Karya berupa perencanaan, feasibility study dan AMDAL. Kajian AMDAL merupakan salah satu layanan Yodya Karya yang berisi kajian ANDALALIN. Tujuan dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dilakukan adalah menganalisis serta menilai pemahaman akan pengetahuan dari staff  PT Yodya Karya terkait aplikasi VISSIM pada simpang APILL melalui pelatihan software VISSIM. Metode kegiatan terdiri dari ceramah, tutorial dan tanya jawab. Penilaian keberhasilan kegiatan melalui pre – test dan post – test, dengan 4 kategori penilaian, yaitu kurang, sedang, baik dan sangat baik. Sebelum dilaksanakannya kegiatan pelatihan software VISSIM pada simpang APILL bagi Staff PT Yodya Karya Semarang, pemahaman peserta berada level sedang. Hal tersebut ditunjukkan dari hasil pre-test dengan bobot prosentase 50, 30, 40, 50, 40 dan 40. 2. Pemahaman peserta berada pada level baik dan sangat baik setelah dilaksanakan kegiatan pelatihan software VISSIM pada simpang APILL. Bobot prosentase nilai yang dihasilkan dari post – test adalah 62,5; 62,5; 75; 75;; 50; 62,5; 62,5; 100; 87,55.
Analysis of Column and Beam Minimum Reinforcement Requirements on the Building Structure of the Faculty of Psychology, University of Semarang Widorini, Trias; Crista, Ngudi Hari; Anggraini, Lila
International Journal of Sustainable Building, Infrastructure and Environment (IJOSBIE) Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Science and Technology Research Centre, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/ijosbie.v2i1.8418

Abstract

In formulating the seismic design criteria for a building at ground level or determining the amplification of the peak earthquake acceleration from the bedrock to the ground for a site, the site must be classified first. Site class assignment must be carried out through field and laboratory soil investigations. Site Class consists of SA (hard rock), SB (rock), SC (medium soil), SE (soft soil) and SF (special soil). SNI 1726: 2019 with various classes of SB, SC, SD and SE sites. From the analysis results, it is found that the variation of soil site classes has an effect on the area of minimum reinforcement requirements, except for the logitudinal reinforcement requirements of the lower support beam for site class variations, the value is fixed. The variation of soil site classes has a significant effect on the area requirements of the longitudinal reinforcement in the column. The largest requirement for column longitudinal reinforcement is Soft Soil Site Class (E) and the smallest requirement is Rock Site Class (B).
STUDI ANALISIS TULANGAN SENGKANG ULIR PADA GEDUNG T UNIVERSITAS SEMARANG DENGAN MEMBANDINGKAN PERATURAN SNI GEMPA 2012 DENGAN SNI GEMPA 2019 Crista, Ngudi Hari; Widorini, Trias; Anggraini, Lila
Bangun Rekaprima Vol. 7 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.93 KB) | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v7i1.2585

Abstract

Karena adanya peraturan gempa yang mengalami revisi dan perilaku gempa setiap zona selalu mengalami perubahan hampir setiap tahun dikarenakan adanya pergeseran lempeng dan bebatuan serta akibat aktivitas vulkanik, maka suatu peraturan gempa terbaru muncul dan diberlakukan, dengan adanya peraturan terbaru menyebabkan perlunya revisi atau peninjauan ulang bangunan-bangunan yang sudah berdiri untuk dikaji ulang menggunakan peraturan tersebut. Dari adanya gempa menyebabkan banyak terjadi kerusakan pada struktur bangunan. Setelah dilakukan kajian yang mendalam tentang hal ini, bahwa gempa besar yang terjadi ternyata karena percepatan batuan dasar lebih besar daripada percepatan batuan dasar yang telah ditetapkan dalam peta gempa SNI 03-1726-2012. Berdasarkan penemuan tersebut menyebabkan peta gempa SNI 03-1726-2012 dinilai sudah tidak sesuai lagi di-aplikasikan sebagai pedoman perencanaan struktur tahan gempa. Dengan adanya peraturan terbaru (RSNI 03-1726-2019) maka semua bangunan yang direncanakan dengan peraturan lama (SNI 03-1726-2012) perlu adanya evaluasi perhitungan pengaruh gempa bangunan lama terhadap peraturan terbaru.Pada penelitian ini analisis dilakukan dengan menggunakan tulangan Ulir baik untuk tulangan Pokok maupun tulangan geser. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dengan menganalisa prilaku struktur antara kedua peraturan tersebut pada bangunan gedung perkuliahan gedung T Universitas Semarang didapat Jumlah tulangan longitudinal ulir mengalami kenaikan sebesar 7 % dan kebutuhan tulangan Sengkang ulir mengalami kenaikan 12% , Sedangkan jumlah kebutuhan tulangan longitudinal ulir mengalami kenaikan pada tulangan lapangan sebesar 33 % , serta tulangan Sengkang ulir mengalami kenaikan 40 % .sehingga berdasarkan hasil tersebut bahwa gaya geser mengalami peningkatan yang cukup tinggi, sehingga evaluasi terhadap bangunan gedung ”“ gedung lama perlu adanya pengkajian ulang.
Analysis of Column and Beam Minimum Reinforcement Requirements on the Building Structure of the Faculty of Psychology, University of Semarang Widorini, Trias; Crista, Ngudi Hari; Anggraini, Lila
International Journal of Sustainable Building, Infrastructure and Environment (IJOSBIE) Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Science and Technology Research Centre, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/ijosbie.v2i1.8418

Abstract

In formulating the seismic design criteria for a building at ground level or determining the amplification of the peak earthquake acceleration from the bedrock to the ground for a site, the site must be classified first. Site class assignment must be carried out through field and laboratory soil investigations. Site Class consists of SA (hard rock), SB (rock), SC (medium soil), SE (soft soil) and SF (special soil). SNI 1726: 2019 with various classes of SB, SC, SD and SE sites. From the analysis results, it is found that the variation of soil site classes has an effect on the area of minimum reinforcement requirements, except for the logitudinal reinforcement requirements of the lower support beam for site class variations, the value is fixed. The variation of soil site classes has a significant effect on the area requirements of the longitudinal reinforcement in the column. The largest requirement for column longitudinal reinforcement is Soft Soil Site Class (E) and the smallest requirement is Rock Site Class (B).
Pemberdayaan Masyarakat melalui Program Bank Sampah dalam Meningkatkan Pengelolaan Sampah di Desa Surodadi Kecamatan Sayung Kabupaten Demak Bambang Tutuko; Iin Irawati; Adolf Situmorang; Ngudi Hari Crista
Mitra Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin (MJPMM) Vol. 2 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Marasofi International Media and Publishing (MIMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64123/mjpmm.v2.i1.6

Abstract

Permasalahan pengelolaan sampah di wilayah pesisir masih menjadi tantangan lingkungan yang memerlukan keterlibatan aktif masyarakat. Desa Surodadi, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak merupakan kawasan pesisir yang menghadapi permasalahan sampah akibat keterbatasan sistem pengelolaan serta dampak banjir rob dan abrasi pantai. Kondisi tersebut menyebabkan pengelolaan sampah rumah tangga belum dilakukan secara terpadu dan partisipatif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan partisipasi masyarakat melalui program pemberdayaan berbasis bank sampah. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan selama empat bulan melalui tahapan perizinan dan survei lapangan, persiapan program, pelaksanaan sosialisasi dan pendampingan, pembentukan kelembagaan bank sampah, serta evaluasi kegiatan. Evaluasi dilakukan menggunakan metode pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pengetahuan serta kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan sampah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tingkat pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan sampah, dengan nilai rata-rata meningkat dari 75% pada tahap awal menjadi 95,5% setelah pelaksanaan program. Selain itu, terbentuk kembali kelembagaan bank sampah sebagai sarana pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Program ini terbukti mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam melakukan pemilahan dan pengelolaan sampah sejak dari sumbernya. Kegiatan pengabdian ini memberikan kontribusi dalam penguatan kapasitas masyarakat serta pengembangan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan di wilayah pesisir. Model pemberdayaan melalui bank sampah berpotensi untuk direplikasi pada wilayah lain dengan karakteristik permasalahan serupa.
Pengaruh Pelapukan Lapisan Batuan Terhadap Stabilitas Lereng Adolf Situmorang; Kusrin Kusrin; Ngudi Hari Christa; Yesina Intan Pratiwi; Galih Widyarini; Kukuh Wisnuaji Widiatmoko
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 12 No. 2 (2022): Volume 12 Nomor 2, September 2022
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v12i2.707

Abstract

Abstrak Longsor merupakan suatu proses perpindahan massa batuan atau tanah akibat pengaruh gravitasi sebagai respon terhadap aktivitas alam yang menyebabkan kerusakan morfologi permukaan lereng, dan longsor yang terjadi di Wonogiri kemungkinan karena pelapukan lapisan batuan akibat curah hujan yang sering terjadi di aera tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan tahapan pengambilan sampel batuan, pengukuran dan pengumpulan data sekunder. Klasifikasi batuan menggunakan parameter RQD, RMR dan Q-system untuk mengetahui karakteristik batuan. Hasil dari klasifikasi tersebut menunjukkan bahwa lapisan batuan di lokasi longsor masuk dalam kategori sedang hingga sangat rentan mengalami pelapukan. Dengan mempertimbangkan siklus curah hujan dan jumlah hujan dalam hari yang dihitung dalam satu tahun diketahui ada pengurangan kekuatan batuan berdasarkan penelitian terdahulu. Hasil analisa metode element hingga menunjukkan terjadi pengurangan kekuatan batuan berdasarkan parameter geser yang berakibat pada stablititas lereng batuan tersebut, dan pada tahun ke-10 diindikasikan nilai Safety Factor (SF) <1,3. Kata kunci: Kuat geser, siklus basah-kering, batuan  Abstract Landslide is a process of mass transfer of rock or soil due to the influence of gravity in response to natural activities that cause damage to the surface morphology of the slopes, and the landslide that occurred in Wonogiri was probably due to weathering of rock layers due to frequent rainfall in the area. This research was conducted with the stages of taking rock samples, measuring and collecting secondary data. Rock classification uses RQD, RMR and Q-system parameters to determine rock characteristics. The results of the classification indicate that the rock layers at the landslide location are in the moderate to very vulnerable category to weathering. By considering the rainfall cycle and the amount of rain in days calculated in one year, it is known that there is a reduction in rock strength based on previous research. The results of the finite element method analysis showed that there was a reduction in rock strength based on shear parameters which resulted in the stability of the rock slopes, and 10th year indicated the value of Safety Factor (SF) <1.3. Keywords: Landslide, wet-dry cycle, rock 
PERBANDINGAN TULANGAN LENTUR PADA GEDUNG FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SEMARANG DENGAN MEMBANDINGKAN PERATURAN SNI GEMPA 2012 DENGAN SNI GEMPA 2019 Ngudi Hari Crista; Trias Nani Widorini; Lila Nani Anggraini
Jurnal Pengembangan Rekayasa dan Teknologi Vol. 4 No. 2 (2020): November (2020)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jprt.v16i2.2992

Abstract

Given the last few years there have been many large earthquakes that have occurred in Indonesia. For example, the Aceh earthquake in 2004, the Yogyakarta earthquake in 2006, the Padang and Bengkulu earthquake in 2007. The earthquake caused a lot of damage to building structures. After conducting an in-depth study on this matter, that the large earthquake that occurred turned out to be due to the acceleration of the bedrock which was greater than the acceleration of the bedrock that had been determined in the SNI 03-1726-2012 earthquake map. Based on these findings, the earthquake map SNI 03-1726-2012 was deemed no longer suitable to be applied as a guideline for earthquake resistant structure planning. Because a new earthquake regulation appeared and was enforced, this resulted in the need for revision or review of existing buildings to be reviewed using the latest regulations. With the existence of the latest regulations (RSNI 03-1726-2019), all buildings planned with the old regulations (SNI 03-1726-2012) need an evaluation of the calculation of the earthquake effect of the old buildings against the latest regulations. Therefore, after conducting research by comparing the structural behavior between the two regulations in the USM psychology faculty lecture building in the T building by comparing SNI 03-1726-2012 with SNI 03-1726-2019, the comparison results obtained in the column of longitudinal reinforcement requirements experienced an increase of 50% and the need for shear reinforcement has increased by 12.04%, while for the comparison of beams the need for longitudinal reinforcement has increased in field reinforcement by 25%, and the shear reinforcement has increased by 25%
Sosialisasi Model Karamba Untuk Budidaya Ikan Di Saluran Drainase Perkotaan (Studi Kasus : RW.05 Pindrikan Lor, Semarang Tengah, Semarang) Agus Muldiyanto; Ngudi Hari Crista; Diah Setiati Budiningrum
TEMATIK Vol. 4 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/tmt.v4i2.10304

Abstract

Pemanfaatan saluran drainase perkotaan yang melintas di RW.05 Pindrikan Lor, Semarang, selain untuk pengendalian banjir, dapat juga dimanfaatkan untuk budidaya ikan tawar dengan membuat karamba yang tidak menghambat aliran air maupun sampah yang terbawa aliran tersebut, dimana pada musim kemarau masih ada airnya sehingga ikan tetap masih dapat hidup. Model karamba yang diusulkan adalah karamba model perahu baik bentuk perahu dengan konstruksi baja ringan. Karamba model ini mempunyai kelebihan antara lain tidak menghambat aliran air dan bisa diletakkan di tengah saluranyang keberadaan air terus ada. Kekurangan model hanya perlu menambah konstruksi penambat perahu agar tidak hanyut oleh arus aliran air. Model karamba ini dapat digunakan untuk budidaya khususnya jenis ikan tawar seperti lele, mujair, tawes, nila, patin yang relative tahan terhadap air yang terkontaminasi dari limbah rumah tangga seperti sabun, minyak dan lain sebagainya. Karamba ini dapat dimanfaat untuk menambah pendapatan warga setempat, apabila dikelola dengan baik.
Pendampingan Teknis Cara Pemasangan Bronjong di Dusun Sukuh Kabupaten Karanganyar Dhamang Budi Cahyono; Kukuh Wisnuaji Widiatmoko; Faizal Mahmud; Ngudi Hari Crista
Jurnal Pengabdian KOLABORATIF Vol. 3 No. 2 (2025): July
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/kolaboratif.v3i2.11760

Abstract

Landslides are a frequent natural disaster in the Karanganyar area, especially in hilly areas with high rainfall and fragile geological conditions. This community service activity aims to provide technical assistance on gabion installation as a landslide mitigation effort in Dusun Sukuh, Ngargoyoso District, Karanganyar Regency. The method includes lectures, demonstrations, and direct practice, covering preparation stages, material selection, and correct installation techniques. The results showed a significant increase in participants' understanding, from an average pre-test score of 32% to 70% in the post-test. This indicates that the program effectively improved the knowledge and skills of the community regarding gabion installation techniques. The community showed active participation and high enthusiasm, reflecting their awareness of the importance of disaster mitigation efforts. This activity is expected to support the sustainability of community-based disaster risk reduction efforts in the region.