Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Faktor Risiko Kejadi TB Paru Hara, Maria Kareri
JURNAL KESEHATAN PRIMER Vol 6 No Special Edition (2021): JKP (Jurnal Kesehatan Primer)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/jkp.v6iSpecial Edition.1804

Abstract

Background: Pulmonary Tuberculosis (TB) remains a major public health issue worldwide, including in Indonesia, with a continuously increasing incidence rate. Objective: This study aims to analyze the risk factors influencing the occurrence of pulmonary TB through a literature review approach. Method: The research accessed two databases, Google Scholar and PubMed. The search results yielded 8,350 articles from Google Scholar and 6,390 articles from PubMed. After screening and selection, 6 relevant journals from Google Scholar and 1 journal from PubMed were included for analysis. Results: The results indicate that the most significant risk factors for the occurrence of pulmonary TB are: 1) overcrowding, 2) low levels of education and knowledge, 3) inadequate lighting, and 4) poor nutritional status. These findings underscore the importance of prevention efforts involving both government and community participation, especially in addressing the risk factors that exacerbate the spread of TB in Indonesia.
LITERATURE REVIEW: “STRATEGI PENDAMPINGAN KELUARGA UNTUK MENCAPAI LINGKUNGAN BEBAS MALARIA DENGAN PENDEKATAN KOMUNITAS BERBASIS PEMBERDAYAAN DI INDONESIA Rija, Tatu; Rohi, Yublina; Hara, Maria Kareri; Njakatara, Umbu Nggiku; Noviana, Ineke
JURNAL KESEHATAN PRIMER Vol 10 No 1 (2025): JKP (Jurnal Kesehatan Primer)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/jkp.v10i1.1805

Abstract

Latar Belakang: Malaria merupakan penyakit menular yang masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat di Indonesia, khususnya di wilayah endemis. Upaya pemberantasan malaria telah menjadi prioritas dalam agenda nasional kesehatan dan sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs) untuk mengakhiri epidemi penyakit menular pada tahun 2030. Tujuan: Mencapai lingkungan bebas malaria melalui strategi pendampingan keluarga berbasis pemberdayaan masyarakat. Metode: Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan pencarian data melalui Google Scholar menggunakan kata kunci “Strategi Pendampingan Keluarga Untuk Mencapai Lingkungan Bebas Malaria Dengan Pendekatan Komunitas Berbasis Pemberdayaan Di Indonesia.” Kriteria inklusi meliputi artikel jurnal nasional dan internasional tahun 2023–2024, menggunakan metode kuantitatif, kualitatif, atau review, serta tersedia dalam format PDF full-text. Hasil: Strategi pendampingan keluarga belum sepenuhnya berhasil mewujudkan lingkungan bebas malaria. Hambatan yang dihadapi antara lain lingkungan yang tidak sehat, kurangnya SDM dan infrastruktur, keterbatasan dana, minimnya keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan, serta factor geografis dan perilaku masyarakat. Keberhasilan eliminasi malaria membutuhkan peningkatan kapasitas lokal dan nasional, penguatan kompetensi tenaga kesehatan, kolaborasi multisektoral, pendekatan holistik berbasis keluarga dan masyarakat, serta peningkatan investasi dalam riset dan teknologi eliminasi malaria.