Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

APLIKASI FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA DAN INTERVAL PENYIRAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN SERTA HASIL TANAMAN PAKCOY Magdalena Sunarty Pareira; Maria Angelina Tuas; Kristina Irnasari Naikofi; Elfrida Knaofmone
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 2 (2023): edisi April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i2.2743

Abstract

 The study was conducted to determine the amount of FMA, the influence and interaction of FMA as well as the right watering time with the drip irrigation system on the growth and yield of pakcoy plants. The study was conducted from November 2022 to January 2023, in the greenhouse of the Faculty of Agriculture, University of Timor. Using a complete factorial random design consisting of two factors, the first factor of arbuscula mycorrhizal fungi consists of three levels, namely 100% entisol soil without FMA, 40 grams of FMA inoculants and 60 grams of FMA inoculants while the second factor of watering arrangements consists of 3 levels, namely regular watering in the morning in the afternoon, two once in the morning and four in the morning in the afternoon,  repeated 4 times. The results showed that the administration of FMA 40 grams, FMA 60 grams and regular watering arrangements in the morning and evening gave the best results on the parameters of soil temperature, soil moisture content, soil pH, plant height, number of leaves, fresh weight of the plant and fresh weight of the roots.INTISARI  Penelitian dilakukan untuk mengetahui takaran FMA, pengaruh dan interaksi FMA serta waktu penyiraman yang tepat dengan sistem irigasi tetes terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2022 sampai Januari 2023, di rumah kaca Fakultas Pertanian Universitas Timor. Menggunakan rancangan acak lengkap faktorial yang terdiri dari dua faktor, faktor pertama fungi mikoriza arbuskula terdiri dari tiga taraf yakni 100% tanah entisol tanpa FMA, 40 gram inokulan FMA dan 60 gram inokulan FMA sedangkan faktor kedua pengaturan penyiraman terdiri dari 3 taraf yakni penyiraman rutin pagi sore, dua sekali pagi sore dan empat hari pagi sore, diulang sebanyak 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan dengan pemberian FMA 40 gram, FMA 60 gram dan pengaturan penyiraman rutin pagi dan sore memberikan hasil terbaik pada parameter suhu tanah, kadar lengas tanah, pH tanah, tinggi tanaman, jumlah daun, berat segar tanaman dan berat segar akar
Sosialisasi Budidaya Tanaman Tarum (Indigofera) Di Lahan Kering Pada Kelompok Tani Bilubahan Desa Tapenpah Kecamatan Insana Magdalena Sunarty Pareira; Kristina Irnasari Naikofi; Maria Angelina Tuas; Maria Selfiana Pasi
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2023): Mei 2023 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v3i3.411

Abstract

Tarum (Indigofera ) is a plant that has high commodity value. It can produce a naturally blue color because it contains indican glycosides which are oxidized to indigo (alkaloid compounds). Tarum is included in the Fabaceae family, belonging to a leguminous tree species that has purple flower colors, used as a natural blue dye which is the result of extracting its leaves. This plant is easy to cultivate in dry land because it can improve soil fertility and increase the productivity of dry land. The cultivation of tarum plants is still relatively low, especially on dry land, due to the lack of knowledge of the local community about the potential and methods of cultivating tarum. In addition, tarum can be used as animal feed, tarum leaves are used as forage for animal feed because they contain high protein and nutrients for livestock, and are resistant to drought and disease. This socialization was done in the Bilubahan farmer group in Tapenpah Village, Insana District, North Central Timor Regency. The method used is counseling and the provision of educational materials that are easily accessible to the community of farmer groups, to increase knowledge, and skills and improve productivity and welfare of the community on dry land regarding tarum cultivation. The socialization was attended by the group leader and members of the Bilubahan farmer group, totaling 25 people, this activity went well and smoothly, and the result was that the community was interested and willing to do tarum cultivation. Keywords: Socialization, education, Tarum
PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI BILUBAHAN MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN AMONIASI JERAMI PADI SEBAGAI PAKAN TERNAK tae, Agustina Viktoria; Pasi, Maria Selfiana; Banu, Marselinus; Nubatonis, Alfred; Tuas, Maria Angelina; Naikofi, Kristina Irnasari; Kolo, Yuliana; Pareira, Magdalena Sunarty; Metboki, Bernadina
Jurnal Umum Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2024): Jurnal Umum Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Cahaya Budaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58290/jupemas.v3i1.247

Abstract

Kegiatan pengabdian ini telah dilaksanakan pada kelompok tani Bilubahan Desa Tapenpah Kecamatan Insana. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan pelatihan pembuatan pakan amoniasi jerami padi untuk mengatasi permasalahan kekurangan pakan pada kelompok tani Bilubahan, Desa Tapenpah, Kecamatan Insana. Para petani peternak belum mengetahui cara pengolahan jerami padi sebagai pakan ternak. Sehingga perlu pelatihan pembuatan amoniasi jerami padi. Pelatihan pembuatan amoniasi jerami dilakukan dengan beberapa tahap yakni Penyuluhan dan demostrasi. Kegiatan pelatihan pembuatan amoniasi jerami padi berjalan dengan lancar. Para Peternak pada kelompok tadi sangat antusias dalam kegiatan pelatihan pembuatan amoniasi jerami padi. Hasil yang diperoleh dari pelatihan pembuatan amoniasi jerami adalah para peternak dapat memahami cara pembuatan amoniasi jerami padi dan ternak memiliki tingkat kesukaan yang tinggi terhadap pakan amoniasi jerami padi.
Sosialisasi dan Pembuatan Kolostrum Buatan Pedet Sapi Perah Di Unit Pertanian Peternakan SVD Halikelen Desa Naekasa Kecamatan Tasifeto Barat Kabuapten Belu Kolo, Yuliana; Tae, Agustina Viktoria; Sahala, Josua; Pasi, Maria Selfiana; Obe, Leonardus Frengky; Metboki, Bernadina; Tuas, Maria Angelina
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 6 (2023): November 2023 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v3i6.488

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan edukasi sosialisasi kepada peternakan Unit Pertanian-Peternakan SVD Halikelen tentang Sosialisasi metoda pembuatan kolostrum buatan pedet sapi perah. Hal ini dilakukan mengingat sangat kurangnya kesadaran peternakan akan pentingnya kolostrum buatan dalam mengatasi masalah induk tak menyusui , sehingga perlu dilakukan  Pengabdian Pada Masyratakat tentang “Sosialisasi metoda pembuatan kolostrum buatan pedet sapi perah di unit pertanian-peternakan SVD Halikelen desa Naekasa Kecamatan Tasifeto Barat kabupaten Belu” akan dilaksanakan tanggal  1 Maret 2023. Pemahaman mengenai pembuatan kolostrum buatan sangat penting mengingat peran pasar sebagai kebutuhan utama adalah daging dan susu, maka perlu meningkatkan produktivitas ternak sapi perah. Unit Pertanian-Peternakan SVD, Halikelen merupakan salah satu peternakan yang berada di Desa Naekasa Kecamatan Tasifeto Barat Kabupaten Belu dan berdiri pada tahun 2021 oleh para biarawan SVD. Hal ini merupakan salah satu perusahaan baru yang banyak mendapat perhatian dari akdemik melalui pelatihan-pelatihan yang berkaitan dengan sapi perah.Target khusus melalui pendampingan dan pelatihan diharapkan Unit Pertanian-Peternakan SVD, Halikelen dapat mengetahui pentingnya kolostrum buatan dalam mengatasi pedet yang tau menyusu dari Indyk atau sebaliknya. Hal ini dilakukan agar pedet bertumbuh dan berkembang dengan sehat. Metode yang digunakan dalam pencapaian hasil tersebut adalah pelatihan secara langsung melalui sosialisasi dan eksperimen di lapangan.
Analisis Sifat Kimia Tanah yang ditanami Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Di Desa Naiola Kecamatan Bikomi Selatan Tuas, Maria Angelina; Neonbeni, Eduardus Yosef; Tobing, Wilda Lumban
Savana Cendana Vol 9 No 2 (2024): Savana Cendana (SC) - April 2024
Publisher : Fakultas Pertanian, Sains, dan Kesehatan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/sc.v9i2.2361

Abstract

Soil is a part of the Earth's crust where living organisms thrive, composed of minerals and organic materials originating from weathering and sedimentation. The soil in Naiola Village is classified as entisol with a very thin soil solum (lithic), characterized by low organic content and a very low cation exchange capacity. Previous research, liquid organic fertilizer (POC) derived from tofu waste was applied to investigate the effects of concentration and application time on the growth and yield of mung beans. The main objective of this research is to determine several soil chemical properties of entisols after applying POC to mung bean plants in Niola Village, Bikomi Selatan Subdistrict, Timor Tengah Utara Regency. The research was conducted using a descriptive method with observational techniques. Soil samples were collected from two plots, namely the control plot (P0) and highest yield plot (P1), at the mung bean plantation and subsequently analyzed in the laboratory to obtain quantitative data. The analyzed parameters are; water content and soil pH. The highest water content was 0.23% and the highest pH was 7.70.
Pengembangan Minuman Teh Daun Kelor (Moringa olifera L.) PT. Maspete, Kabupaten Malaka Tuas, Maria Angelina; Beli, Theresia; Obehetan, Januarius; Kolo, Maria Yulita; Purwiyantini, Nina; Bria, Deseriana; Pareira, Magdalena Sunarty; Mambur, Yohanes F.V.
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2024): November 2024 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v4i6.628

Abstract

Daun kelor telah dikenal oleh masyarakat sebagai antioksidan alami. Daun kelor (Moringa olifera L.) memiliki senyawa antioksidan seperti flavonoid, asam askorbat, karotenoid dan fenolat. Daun kelor juga dikenal sebagai tanaman obat. Berdasarkan pentingnya daun kelor tersebut maka dibuatlah minuman teh daun kelor yang lebih praktis dan dapat diterima di semua kalangan usia. Fokus utama kegiatan ini yaitu pada pengembangan minuman teh daun kelor di PT. Maspete Kabupaten Malaka. Selain itu, kegiatan ini juga berfokus pada pemanfaatan tanaman kelor (Moringa oleifera) sebagai solusi kemandirian pangan di wilayah tersebut. Melalui pendekatan langsung di lapangan, kegiatan ini dimulai dari proses produksi hingga uji organoleptik. Proses produksi yang dilakukan melewati tahapan pemanenan, pembersihan, pengeringan, pemilihan manual, pengemasan, sterilisasi dan mengemasan akhir. Uji organoleptik terhadap 50 panelis menunjukkan sebanyak 82% memberikan penilaian positif untuk aspek rasa, 78% pada aspek aroma, 85% pada aspek warna teh sementara pada aspek tekstur dinilai agak kasar dari serbuk teh. Hasil kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan kelor sebagai komoditas unggulan yang dapat mendukung kemandirian pangan masyarakat setempat.
Optimalisasi Pemberian Pupuk Organik Cair untuk Pertumbuhan Tanaman Kangkung (Ipomea sp.) dengan Sistem Hidroponik Manek, Maria Putri; Pareira, Magdalena Sunarty; Tuas, Maria Angelina
Hidroponik : Jurnal Ilmu Pertanian Dan Teknologi Dalam Ilmu Tanaman Vol. 2 No. 1 (2025): March: Hidroponik: Jurnal Ilmu Pertanian Dan Teknologi Dalam Ilmu Tanaman
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/hidroponik.v2i1.269

Abstract

This study aims to assess the optimization of organic fertilizer in plant growth kale (Ipomea sp.) using a hydroponic system. The research method used is a complete random design of 2 factorial. The first factor is the concentration of POC which consists of 3 levels of treatment, namely K1 = 100 ml POC + 1 L of water. K2 = 200 ml of POC + 2 L of water. K3= 300 ml of POC + 3 L of water. The second factor is the frequency of administration of POC (W) which consists of 3 levels of treatment W1 = every 2 days W2 = every 4 days, W3 = every 6 days. So there are 9 combinations, namely: K1W1, K1W2, K1W3, K2W1, K2W2, K2W3, K3W1, K3W2, K3W3 between treatments with repeated 3 times so that a total of 27 trials. The measured parameters include temperature, plant height, number of leaves and Root Length. The results showed that the interaction occurred at the final temperature, plant height: 21 HST 28 HST, number of leaves: 7 HST, 14 HST ,21 HST and 28 HST and Root Length. The frequency of POC using banana stems with a time of 2 days was able to increase, plant height 21 HST, 28 HST, number of leaves 7 HST,14 HST,21 HST,28 HST, Root Length, while at a frequency of 4 days was able to increase the growth of kale plants in the late afternoon temperature parameters. At a frequency treatment once every 6 days is able to increase the final temperature. Concentration of POC using banana stem with a dose of 100 ml POC +1 L of Water, able to increase plant height 21 HST and 28 HST, the number of leaves 7 HST, 14 HST,21 HST,28 HST, Root Length. This research is expected to contribute to sustainable agricultural practices and the development of efficient hydroponic systems.
Peningkatan Ketahanan Pangan dan Pelestarian Lingkungan di Kelompok Tani Usapi Mnasi Ndua, Natalia Desy Djata; Bria, Deseriana; Binsasi, Yeremias; Naisali, Hyldegardis; Tuas, Maria Angelina; Kadha, Faustinus; Naikofi, Kristina Irnasari
Abdimas Galuh Vol 7, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v7i1.16910

Abstract

Lahan sub-optimal dengan kesuburan tanah rendah dan keterbatasan akses sayur serta tantangan air saat musim kemarau yang mengancam ketahanan pangan Kelompok Tani Usapi Mnasi. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada kelompok tani tentang pembuatan pupuk kompos biochar dan penggunaannya dalam pertanian berkelanjutan, mengedukasi petani tentang budidaya sayur di pekarangan menggunakan pupuk organik, dan melakukan pelatihan konservasi lingkungan melalui penanaman pohon di sekitar embung untuk menjaga sumber mata air. Adapun metode yang digunakan yaitu sosialisasi learning by doing. Anggota kelompok tani secara antusias terlibat dalam kegiatan ini sehingga mereka memperoleh pengetahuan dan keterampilan pembuatan pupuk kompos biochar, persiapan lahan, penyemaian benih, pencampuran media tanam, penanaman, dan pemanenan sayur pakcoy di pekarangan serta penanaman pohon dengan menggunakan system self watering bottle dripper sebagai irigasi sederhana.
IDENTIFIKASI Ca, Mg, K, Na, KTK SETELAH PENERAPAN KOMBINASI MEDIA TANAM DAN IRIGASI TETES Tuas, Maria Angelina; Pareira, Magdalena Sunarty; Ndua, Natalia Desy Djata
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.3510

Abstract

Agricultural cultivation activities in Sekon Village are limited by soil conditions and water availability which then affects soil fertility and plant growth. Horticultural plants cultivated by the community have yellow-brown leaves, small leaf and stem sizes and stunted growth. Soil conservation strategy that can be implemented in this condition is the use of natural fertilizer (organic material). Meanwhile, water conservation efforts to overcome low water availability can be carried out by regulating watering through the application of a drip irrigation system. This research is a qualitative descriptive study which aims to identify the availability of Ca, Mg, K, Na and KTK in planting media samples after application of biochar compost and cow manure as well as implementation of watering regulations. The results of laboratory analysis show the average contents of Ca, Mg, K and Na respectively, namely 25.59 me 100 g soil-1 (very high), 2.66 me 100 g soil-1 (high), 0.96 me 100 g soil-1 (high) and 0.16 me 100 g soil-1 (low). The average KTK is 38.02 me 100 g soil-1 and is classified as high.Key-words: cations, planting media, soil and water conservationINTISARIKegiatan budidaya pertanian di Desa Sekon dibatasi dengan kondisi tanah dan ketersediaan air yang kemudian mempengaruhi kesuburan tanah serta pertumbuhan tanaman. Tanaman hortikultura yang dibudidayakan masyarakat memiliki warna daun yang kuning-kecokelatan, ukuran   daun dan batang yang kecil serta pertumbuhannya kerdil. Strategi konservasi tanah yang dapat dilakukan pada kondisi ini yaitu penggunaan pupuk alami (bahan organik). Sedangkan upaya konservasi air yang dilakukan dalam mengatasi ketersediaan air yang rendah dapat dilakukan dengan pengaturan penyiraman melalui aplikasi penggunaan sistem irigasi tetes. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan mengidentifikasi ketersediaan Ca, Mg, K dan Na serta KTK pada sampel media tanam setelah aplikasi kompos biochar dan pupuk kandang sapi serta penerapan pengaturan penyiraman. Hasil analisis laboratorium menunjukkan rata-rata kandungan Ca, Mg, K dan Na berturut-turut yaitu 25,59 me 100 g tanah-1 (sangat tinggi), 2,66 me 100 g tanah-1 (tinggi), 0,96 me 100 g tanah-1 (tinggi) dan 0,16 me 100 g tanah-1 (rendah). Rata-rata KTK sebesar rata-rata  38,02 me 100 g tanah-1 dan tergolong  tinggi.Kata kunci: kation, konservasi tanah dan air, media tanam
PENERAPAN KOMBINASI MEDIA TANAM DAN INTERVAL PENYIRAMAN DI LAHAN KERING DESA SEKON KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA Pareira, Magdalena Sunarty; Tuas, Maria Angelina; Djata Ndua, Natalia Desy
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 1 (2023): edisi JANUARI
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i1.2327

Abstract

Untuk mengetahui kombinasi perlakuan media tanam dan interval penyiraman yang tepat untuk menunjang pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy di lahan kering Desa Sekon Kabupaten Timor Tengah Utara.Penelitian di laksanakan pada rumah kaca Fakultas Pertanian Universitas Timor pada bulan juni sampai oktober 2022 dengan menggunakan rancangan acak lengkap faktorial yang terdiri dari 2 faktor yakni Faktor pertama kombinasi media tanam (M) terdiri dari tiga taraf yakni M0=100% tanah entisol, M1=75% tanah entisol : 25% biochar+Pks dan M2 = 50% tanah entisol : 50% biochar+Pks. Faktor kedua interval penyiraman terdiri dari 3 taraf yakni V0=Interval penyiraman rutin pagi dan sore, V1= Interval penyiraman rutin 2 hari sekali pagi dan sore, dan V2= Interval penyiraman rutin 4 hari sekali pagi dan sore, sehingga terdapat 36 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan dengan kombinasi 75% tanah entisol : 25% biochar+PKS dengan interval penyiraman rutin pagi dan sore memberikan hasil yang terbaik.