Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Penerapan Orthopneic Position terhadap frekuensi napas pada pasien TB paru di ruang Isolasi Kohort Rini Marlina; Novita Elisabeth Daeli; Sanny Frisca
Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2026): Maret: Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/quwell.v3i1.2935

Abstract

Pulmonary Tuberculosis is a disease cause an infection by Mycobacterium tuberculosis which attacking the lungs. The problem that often appears is Respiratory system disorder that this symptomatically happens with shortness.  Shortness occurs due to an imbalance between oxygen demand and supply, thereby increasing respiratory effort and reducing patient comfort. A non-pharmacological measure to reduce shortness of breath is orthopnea positioning.This therapy aims to increase lung expansion, improve ventilation, and relax the respiratory muscles, thereby helping to reduce Asphyxiate in patients with pulmonary tuberculosis. To determine the effectiveness of orthopneic positioning in reducing dyspnea in patients with pulmonary tuberculosis. Case study design with 3 respondents who were placed in the orthopneic position for 5 minutes with a stopwatch used to measure respiratory rate The results of this study show that the orthopneic position is effective in reducing shortness of breath, as evidenced by Mr. R, who had a respiratory rate of 24 breaths per minute before being placed in the orthopnea position. After being placed in the orthopneic position, his respiratory rate decreased to19 breaths per minute. Mr. K's respiratory rate was 24 breaths per minute before being placed in the orthopneic position and decreased to 20 breaths per minute after being placed in the orthopneic position. Mr. M's respiratory rate was 24 breaths per minute before being placed in the orthopneic position and decreased to 19 breaths per minute after being placed in the orthopneic position
Pelatihan Evidence Based Practice Nursing (EBPN) Pada Pasien Penurunan Peristaltik Usus Pasca Operasi Handayani, Veroneka Yosefpa Winda; Pranata, Lilik; Fari, Aniska Indah; Frisca, Sanny; Koerniawan , Dheni
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 6 No 1 (2026): I-Com: Indonesian Community Journal (Maret 2026)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/i-com.v6i1.9428

Abstract

Salah satu proses tindakan penyembuhan penyakit dengan  prosedur operasi. Dibutuhkan anastesi untuk menjalankan operasi dengan lancar dan aman. Setelah operasi, tindakan anastesi mempengaruhi beberapa fungsi tubuh, salah satunya adalah kemampuan usus untuk bergerak, juga dikenal sebagai peristaltik usus. Pasien yang mendapatkan anatesi jenis umum dan spinal biasanya mengalami keterlambatan peristaltik usus. Seorang perawat Wajib mengetahui tindakan apa yang dapat dilakukan pada pasien pasca operasi untuk membantu mereka kembali bekerja seperti biasa. Tujuan dari kegitan PKM meningkatkan pengatahuan perawat dalam menerapkan evidence-based practice nursing (EBPN).  Peserta PKM adalah perawat yang bekerja di Rumah Sakit Siti Fatimah. Aktivitas yang dilakukan dengan memberikan pelatihan dan menunjukkan hasil pencarian EBPN, yang kemudian dievaluasi. Hasil PKM menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan perawat dalam menerapkan EBPN, termasuk kemampuan dalam menelusur literatur ilmiah, memahami hasil penelitian, serta mengaplikasikannya dalam praktik keperawatan. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan kepercayaan diri perawat dalam pengambilan keputusan klinis berbasis bukti.. Hasil pretest seluruh peserta mendapatkan nilai maksimal 50 (12,5-50), tetapi setelah pendampingan, pemahaman peserta tentang penggunaan EPBN meningkat menjadi 93,75 (50-93,75). Disimpulkan bahwa pelatihan EBPN efektif dalam meningkatkan kompetensi perawat dalam menangani penurunan peristaltik usus pada pasien pasca operasi.