Claim Missing Document
Check
Articles

PELATIHAN APLIKASI CHATGPT UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN YANG OPTIMAL BAGI WALI MURID DALAM MENDAMPINGI BELAJAR ANAK Tri Rahayu; Krisnanik, Erly; Muliawati, Anita; Tjahjanto , Tahjanto
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Bidang Ilmu Komputer Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bidang Ilmu Komputer (ABDIKOM)
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52958/abdikom.v3i2.11197

Abstract

Tim pengabdian kepada masyarakat melakukan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan wali murid dalam mendampingi belajar anak melalui pelatihan penggunaan aplikasi ChatGPT di Tk Lily Pre School limo Depok. Pelatihan diikuti oleh 25 wali murid dengan fokus pada pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan untuk membantu memahami materi pembelajaran dan memberikan pendampingan belajar yang efektif di rumah. Metode pelatihan meliputi pemberian materi teori mengenai fungsi dan manfaat ChatGPT, praktik langsung penggunaan aplikasi, serta diskusi interaktif untuk mengatasi kendala yang dihadapi peserta. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan wali murid dalam menggunakan ChatGPT sebagai alat bantu belajar, yang berdampak positif pada proseBerdasarkan hasil pelatihan chatgpt bagi wali murid dalam disimpulkan sangat efektif dan berhasil mencapai tujuannya, berdasarkan dari: 1). Peningkatan efektivitas pelatihan: adanya kenaikan rata-rata dari 48 menjadi 65 menujukan bahwa pelatihan ini sangat efektif dalam meningkatkan pemahaman wali murid tentang penggunaan Chatgpt. 2). Tingkat kepuasan: Hasil kuesioner menunjukan tingkat kepuasan peserta mencapai 96%. Angka yang sangat tinggi ini mencerminkan bahwa materi, cara penyampaian dan relevansi pelatuhan memenuhi harapan dan kebutuhan mereka dan 3). Perubahan perilaku dan peran wali murid: Indikator penilaian menunjukan hasil memberdayakan wali murid menjadi lebih aktif terlibat dalam proses belajar anak, penggunaan chatgpt mampu menghemat waktu, belajar lebih kreatif dan memperkuat komunikasi dengan anak. Pelatihan ini memberikan kontribusi penting dalam memaksimalkan peran wali murid sebagai pendukung utama pendidikan anak di era digital.
PELATIHAN LITERASI TEKNOLOGI MELALUI PEMBELAJARAN DIGITAL Zaidiah, Ati; Widiastiwi, Yuni; Muliawati, Anita; Kraugusteeliana, Kraugusteeliana
Jurnal Pengabdian Teratai Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Teratai
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM) Institut Bisnis dan Informatika (IBI) Kosgoro 1957

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55122/teratai.v4i2.957

Abstract

Pendidikan anak usia dini merupakan pendidikan yang sangat penting, karena pada saat usia inilah anak berada pada usia emas untuk mengembangkan fondasi dasar dalam menghadapi pembelajaran jenjang berikutnya. Tujuan kegiatan pengabdian ini untuk meningkatkan kecerdasan anak usia dini melalui media pembelajaran komputer, juga dapat menstimulasi perkembangan koordinasi gerakan mata dengan ketepatan gerakan tangan, sehingga secara tidak langsung dapat menstimulasi kecerdasan motorik halus anak, khususnya daya rangsang anak untuk melatih kemampuan berpikir dan meningkatkan kreativitas. Metode pembelajaran digital ini mengandung materi pembelajaran dalam berhitung, membaca dan mengenal hewan dan merupakan software tak berbayar yang dapat diunduh secara gratis sehingga memudahkan bagi guru PAUD untuk menyampaikan materi pembelajaran. Hasil pelatihan materi pembelajaran dengan media komputer ini dapat memberikan semangat bagi siswa PAUD untuk belajar dengan lebih giat lagi, karena bagi PAUD Permata Kencana pembelajaran ini merupakan hal yang baru. Pembelajaran berbasis digital ini dilakukan untuk menambah pengetahuan dan wawasan terkait teknologi kepada anak-anak PAUD. Diharapkan dengan adanya pembelajaran berbasis komputer ini siswa PAUD dapat meningkatkan pengetahuannya terkait dengan teknologi dan dapat menambah wawasan dalam berhitung, membaca dan mengenal hewan
SOSIALISASI DAN WORKSHOP TATA KELOLA PEMERINTAHAN MELALUI INDIKATOR PEMERINGKATAN E-GOVERNMENT DI INDONESIA (PEGI) DI KABUPATEN INDRAMAYU Kraugusteeliana, Kraugusteeliana; Indriana, Intan Hesti; Krisnanik, Erly; Muliawati, Anita; Purabaya, Rudhy Ho
Jurnal Pengabdian Teratai Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Teratai
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM) Institut Bisnis dan Informatika (IBI) Kosgoro 1957

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55122/teratai.v4i2.1069

Abstract

Di Indonesia penerapan e-government telah diatur melalui sebuah Instruksi Presiden Nomor 3 tahun 2003 tentang kebijakan dan strategi nasional pengembangan e-government. Saat ini pemeringkatan egoverment khususnya di kabupaten indramayu perlu dilakukan dengan intensif khususnya dalam hal ini desa Pabean Udik sebagai desa percontohan yang akan dijadilkan pilot project tim pengabdi dari UPNVJ. Kegiatan dilakukan sebanyak 2 kali dengan metode FGD dan Sosialiasai diikuti oleh semua aparat desa. Sosialiasasi pemeringkatan Pegi Egoverment dengan materi pembahasan semua indicator 5 dimensi PeGI dalam bentuk workshop. Melalui sosialisasi ini dapat meningkatkan pengembangan dan pemanfaatan TIK di lembaga Pemerintah di seluruh wilayah Indonesia tidak terkecuali juga di Kabupaten Indramayu khususnya di Desa Pabean Udik kegiatan sosialisasi yang telah dilaksanakan terlihat kenaikan pemahaman berdasarkan hasil pre test semula 28% dan diakhir sosialiasi melalui post test dengan materi yang sama mendapatkan 89%. Hal ini menunjukan ada keinginan para petugas / apatur untuk menjadikan pabean udik lebih baik lagi dalam tatanan tatakelola elektronik sesuai dengan harapan Tim Pengabdian skema PPDI.
Waste Bank Management Information System Kraugusteeliana, Kraugusteeliana; Anita Muliawati; Sri Mulyantini; Satria Yudha Widjaya; Anwar Nassihin; Nayla Tinneke Kusmawardhani; Della Chintiya Dewi; Ananda Alvi Al Fadhli
Journal of Information System, Technology and Engineering Vol. 2 No. 1 (2024): JISTE
Publisher : Yayasan Gema Bina Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61487/jiste.v2i1.63

Abstract

Waste bank management is becoming increasingly popular to create a clean and comfortable environment. For this reason, it is important to have an Android-based waste bank application as an alternative solution to the waste problem in society. The waste management application also provides education regarding public concern for cleanliness and concern for the environment so that it can create an environment that is clean and free from waste. Management of this waste bank will improve the economy for the community because there is rupiah value obtained from the sale of waste banks in the community. This waste bank application also consists of waste pickup, transaction, and education features. The method used for waste management is to carry out transactions directly, and its use can be displayed using an Android smartphone, since almost all people have a cellphone to carry out waste bank management transactions. This information system application provides economic value to the community because the results from the disposal of sorted waste can be sold into funds or money as savings that can be withdrawn at the end of each month.
IMPLEMENTASI PENINGKATAN MUTU LITERASI DIGITAL MELALUI PELATIHAN TEKNOLOGI INFORMASI BAGI GURU DAN WALI MURID PAUD PADA TK LILY PRE-SCHOOL DEPOK Rahayu, Tri; Muliawati, Anita; Krisnanik, Erli; Tjahjanto, Tahjanto
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 11 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i11.4865-4870

Abstract

Perubahan kurikulum pendidikan lebih mengarah pada berbasis Teknologi digital dibidang pendidikan merupakan sarana penunjang dalam sistem belajar, khususnya pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Sistem pengajaran pada murid paud tidak sepenuhnya di titik beratkan kepada guru tapi perlu adanya keterlibatan orang tua murid, sehingga antara guru dan orang tua bisa saling bersinergi dalam meningkatkan perkembangan anak dari segi ilmu pengetahuan dan karakter. Tim pengabdian masyarakat sudah melakukan riset secara mandiri pada Tk Lily Pre-School Depok tahun 2022, dengan menganalisa tingkat kompetensi literasi digital orang tua pada Pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menggunakan tiga indikator yaitu mengakses, menyeleksi dan memahami teknologi digital, serta dari hasil riset menghasilkan artikel publikasi dengan judul "Analisis Tingkat Literasi Digital Orang Tua Pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)". Hasil dari pengolahan data diperoleh Tingkat kompetensi literasi orang tua dari hasil survey diperoleh ; mengakses nilainya 84.53% dengankategori tinggi, untuk dimensi Menyeleksi nilainya 72.00% dengan kategori Sedang dan dimensi Memahami nilainya 80.00% dengan kategori Tinggi. Berdasarkan analisa yang telah diperoleh, maka Tim Pengabdian Masyarakat bertujuan Memberikan Pelatihan Teknologi Informasi bagi Wali Murid untuk meningkatkan Mutu literasi digital dalam Mengawasin anak usia dini Mengakses Media Internet yang merupakan bagian dari sarana penunjang sistem pembelajaran. Pelatihan bagi orang tua murid diharapkan agar orang mampu menyeleksi dan bisa mengakses serta mengawasi anak dalam menggunakan teknologi digital. Pelatihan yang dilakukan, yaitu dengan 2 tahapan teori dan praktek. Hasil dari kegiatan ini dapat meningkatkan mutu literasi digital guru dan orang tua murid dalam berinternet secara positif
PENERAPAN BELAJAR INTERAKTIF MENGGUNAKAN MEDIA ANIMASI PADA TK LILY PRE SCHOOL MERUYUNG DEPOK Tri Rahayu; Tjahjanto Tjahjanto; Bambang Triwahyono; Intan Hesti; Anita Muliawati; Theresiawati Theresiawati
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 12 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i12.4555-4561

Abstract

Masa anak-anak usia dini belum adanya ketertarikan untuk belajar secara fokus, dunianya masih dipenuhi dengan bermain. Anak-anak di usia dini memiliki keaktifan dan kreatifitas yang tinggi sehingga membutuhkan cara untuk dapat memberikan pengetahuan dasar dalam pengembangan kemampuan seni, emosi, disiplin, kognitif, konsep diri, nilai-nilai agama, dan moral. Media pembelajaran harus disesuaikan dengan usianya yaitu menggunakan media aplikasi animasi berbasis web. Aplikasi ini diharapkan memberikan anak-anak bermain sambal belajar, dimana dunia anak-anak  lebih cenderung dunianya dipenuhi dengan bermain. Aplikasi ini diterapkan pada Tk Lily Pre School Meruyung Depok, dikuti oleh 20 orang siswa TK khusus kelas B yang berusia diantara 5 tahun dan 6 tahun. Pada Tk Lily Pre School Meruyung Depok sudah pernah menampilkan pembelajaran melalui video tapi belum diterapkan dalam bentuk animasi interaktif bagi siswanya, sehingga dengan tampilan tampilan materi pembelajaran perhitungan metematika, mengenal huruf dalam membaca, mengenal warna dalam bentuk geometri dan mengenal Binatang serta suaranya. Semua itu dilakukan dengan menggunakan animasi serta terdapat suatu cerita dengan memberikan animasi gambaran dari cerita tersebut. Target Tim pengabdian Masyarakat dalam memberikan Pelatihan untuk meningkatkan metode belajar bagi murid TK, khususnya pada Tk Lily Pre School Meruyung Depok
Analisis Tingkat Literasi Artificial Intelligence Guru Dalam Media Pembelajaran Pada SDI Plus Darul Ulum Limo Depok Tri Rahayu; Anita Muliawati; Rio Wirawan; Tjahjanto Tjahjanto; Bambang Triwahyono
Jurnal Ilmiah Matrik Vol. 27 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Matrik
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Pada Masyarakat (DRPM) Universitas Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33557/jm2gjf51

Abstract

The acceleration of Artificial Intelligence (AI) technology in education requires teachers to have new competencies in integrating this technology into the learning process. At the elementary school level, AI literacy is crucial to support the implementation of the innovation-based Merdeka Curriculum. As a school committed to quality, SDI Plus Darul Ulum Limo Depok faces challenges in mapping the readiness of its teaching staff amidst diverse digital competency backgrounds. This study aims to analyze the level of AI literacy of teachers at SDI Plus Darul Ulum, covering cognitive, affective, technical, and pedagogical aspects, and to identify barriers to the use of AI as a learning medium. This study uses a descriptive quantitative approach. Data were collected through a structured questionnaire consisting of 15 statements with a Likert scale. The study respondents were all 30 teaching staff at SDI Plus Darul Ulum Limo Depok. Data analysis was conducted using descriptive statistics to determine the distribution of teacher literacy categories. The research findings show that the overall level of teacher AI literacy is in the Medium category (60%), with a small portion in the High (20%) and Low (20%) categories. Based on the aspect analysis, the highest score was achieved in the Affective aspect (4.10) which indicates teachers' positive attitudes and openness towards AI. However, the lowest score was found in the Pedagogical aspect (2.80), where teachers still experience difficulties in integrating AI into lesson plans (RPP) and teaching methods in the classroom.  
Implementasi Metode Design Thinking Dalam Merancang E-Office Sebagai Pendukung Otomatisasi Perkantoran Desa  Tri Rahayu; Anita Muliawati; Rio Wirawan; Tjahjanto; Bambang Triwahyono; Widya Cholil
Jurnal Ilmiah Matrik Vol. 28 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Matrik
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Pada Masyarakat (DRPM) Universitas Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33557/xqcaf065

Abstract

Public services at Pabean Udik Village, Indramayu, are often hindered by paper-based bureaucracy, physical archive damage risks in coastal areas, and validation limitations due to the Village Head's external duties. This study aims to design an automated e-office application using the human-centered Design Thinking method. Through the Empathize, Define, Ideate, Prototype, and Test stages, initial Crazy 8 sketches were developed into high-fidelity interactive prototypes using Figma. The design encompasses public service interfaces (instant NIK integration, real-time document tracking) and internal staff management (digital attendance, leave management). System evaluation utilized Black-Box Testing and Usability Testing via the System Usability Scale (SUS) questionnaire involving 8 village officials. Functional tests achieved 100% success, while average SUS scores surged significantly from 61.5 (Marginal Low) in the first cycle to 79.5 (Acceptable/Grade B) in the second cycle following interface refinements. The application successfully reduced service time from 25–40 minutes to just 3–5 minutes.
PENGEMBANGAN MODEL ARSITEKTUR TEKNOLOGI INFORMASI DESIGN THINKING UNTUK MENDUKUNG DESA CERDAS DI PABEAN UDIK Rudhy Purabaya; Anita Muliawati; Widya Cholil; Prihandoko
Jurnal Teknologi Informasi Mura (JTI) Vol. 18 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi Informasi Mura JUNI
Publisher : LPPM UNIVERSITAS BINA INSAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/jti.v18i2.3221

Abstract

Smart village development has become a key strategy for accelerating digital transformation in village governance, in line with the Indramayu Regency program targeting digital villages across 309 villages. This study aims to identify information technology problems and needs and to develop a smart village information technology architecture model in Pabean Udik Village. It applies a human-centered design thinking approach through five stages—empathize, define, ideate, prototype, and test—with data collected through Focus Group Discussions (FGD), observation, and interviews. The empathize stage mapped problems across five smart village dimensions and confirmed high social readiness. The define stage concluded that the village's current information systems and technology are not yet adequate to support the smart village dimensions. The ideate stage produced a layered IT architecture model comprising eleven modules mapped to five dimensions, aligned with regional policy through a follow-up FGD with regency-level stakeholders and business/industry actors. The prototype stage realized it as a low-fidelity prototype, and the test stage validated it through expert judgment and walkthrough, yielding a "highly feasible" category with minor improvement recommendations. The study concludes that the success and sustainability of smart village development require technological readiness, policy support, and collaborative commitment across stakeholders.
PENGEMBANGAN MODEL ARSITEKTUR TEKNOLOGI INFORMASI DESIGN THINKING UNTUK MENDUKUNG DESA CERDAS DI PABEAN UDIK Rudhy Purabaya; Anita Muliawati; Widya Cholil; Prihandoko
Jurnal Teknologi Informasi Mura (JTI) Vol. 18 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi Informasi Mura JUNI
Publisher : LPPM UNIVERSITAS BINA INSAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/jti.v18i2.3221

Abstract

Smart village development has become a key strategy for accelerating digital transformation in village governance, in line with the Indramayu Regency program targeting digital villages across 309 villages. This study aims to identify information technology problems and needs and to develop a smart village information technology architecture model in Pabean Udik Village. It applies a human-centered design thinking approach through five stages—empathize, define, ideate, prototype, and test—with data collected through Focus Group Discussions (FGD), observation, and interviews. The empathize stage mapped problems across five smart village dimensions and confirmed high social readiness. The define stage concluded that the village's current information systems and technology are not yet adequate to support the smart village dimensions. The ideate stage produced a layered IT architecture model comprising eleven modules mapped to five dimensions, aligned with regional policy through a follow-up FGD with regency-level stakeholders and business/industry actors. The prototype stage realized it as a low-fidelity prototype, and the test stage validated it through expert judgment and walkthrough, yielding a "highly feasible" category with minor improvement recommendations. The study concludes that the success and sustainability of smart village development require technological readiness, policy support, and collaborative commitment across stakeholders.