Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

KESEHATAN MENTAL PADA TENAGA KESEHATAN SAAT PANDEMI COVID-19 Lezi Mayang Sari; Nurul Kurniati; Dewi Rokhanawati
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 13 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v13i1.519

Abstract

Latar belakang : Saat ini seluruh dunia telah terkena dampak penyakit virus corona yang berasal dari china. Keadaan darurat darurat yang sedang berlangsung menempatkan tenaga kesehatan berada dibawah tekanan yang mengakibatkan masalah psikologis pada tenaga kesehatan. Tujuan penelitian ini mereview artikel-artikel yang mengenai gangguan psikologis, faktor-faktor penyebab stress pada petugas kesehatan dan penanganan stress pada petugas kesehatan.Metode : data scoping review didapatkan dari Pubmed, ScienceDirec dan Wiley dengan studi Appraisal dan menggunakan Critical Appraisal Hawker, dengan metode mengunakan framework PEOs.Hasil : 10 artikel yang membahas tentang kesehatan mental pada tenaga kesehatan Pandemi Covid-19. Tanda dan gejala yang banyak dirasakan oleh tenaga kesehatan kelelahan, insomnia dan sakit kepala yang disebabkan penggunaan APD. Faktor yang mempengaruhi stress pada tenaga kesehatan waktu kerja yang lama, stigma masyarakat, kecemasan, waktu istirahat. Adapun penanganan stress pada petugas kesehatan yaitu tenaga kesehatan mendapatkan pelatihan dan kepatuhan masayarkat terhadap protokol kesehatan seperti penggunaan masker.Kesimpulan : sebagian besar penelitian menunjukan adanya tanda gejala stress padapetugas kesehatan yaitu sakit kepala dan kelelahan dan ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan stress dan depresi pada tengan kesehatan Penanganan yang dapat dilakukan untuk mengurangi stress pada petugas kesehatan.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENURUNAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA Adhe Lisna Gayuh Sasiwi; Dewi Rokhanawati; Nurul Kurniati
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 13 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v13i1.586

Abstract

Latar belakang: Stunting merupakan salah satu masalah gizi yang dialami oleh balita di dunia saat ini. Pada tahun 2017, 22,2% atau sekitar 150,8 juta balita di dunia mengalami stunting. Prevalensi stunting di Indonesia menurut Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) masih tinggi yaitu 36,8% (2007), 34,6 % (2010), 37, 2 % (2013) dan 30,8 % (2018). Hasil Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) 2019 stunting berada pada 27,67%. Ini menunjukkan terjadinya penurunan, akan tetapi ini masih jauh dari angka yang ditargetkan WHO yaitu 20%.Tujuan: scoping review ini bertujuan mengetahui faktor yang mempengaruhi penurunan kejadian stunting pada balita.Metode: Metode yang digunakan dalam scoping review ini menggunakan framework Arksey dan O’Malley (2005), meliputi 5 tahap antara lain: identifikasi pertanyaan review, identifikasi studi yang relevan, pemilihan studi, pemetaan data (data charting), dan menyusun, merangkum dan pelaporan hasil.Hasil: Ada 8 artikel yang dilakukan review, berdasarkan tahun terbit didapatkan 1 artikel terbit di tahun 2019 dan 7 artikel terbit tahun 2020, berdasarkan jenis penelitian yang digunakan 1 artikel menggunakan survey dan 7 artikel menggunakan mixed method. Pada maping tema diketahui ada 2 tema yang diperoleh yaitu factor yang mempengaruhi penurunan kejadian stunting dan penyebab stunting.Kesimpulan: Hasil scoping review ini menunjukkan bahwa faktor yang dapat mempengaruhi penurunan stunting meliputi stabilitas politik negara, pelaksanaan upaya gizi pendekatan multisektoral, peningkatan ketersediaan layanan kesehatan, pendidikan, akses fasilitas air minum, pengurangan kemiskinan, sektor pertanian, sanitasi, ketahanan pangan, sektor kesehatan, pemanfaatan asuhan maternitas, peningkatan cakupan suplementasi zat besi, imunisasi anak, pengobatan cacingan, kebersihan.
Efektifitas promosi kesehatan oleh kader terhadap sikap dan perilaku pencegahan HIV/AIDS di Balecatur Yogyakarta Dhesi Ari Astuti; Nurul Kurniati; Mega Ardina
Jurnal Kebidanan Vol 10, No 2 (2021): August 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jk.10.2.2021.111-118

Abstract

HIV/AIDS merupakan salah satu ancaman terbesar terhadap pembangunan sosial ekonomi, stabilitas negara-negara berkembang. Upaya promotif sebagai bagian dari Sustainable Development Goals (SDGs) harus diimplementasikan. Implementasi kegiatan dalam promosi kesehatan diperlukan media promosi dengan berbagai cara untuk digunakan oleh pelaku promosi kesehatan untuk menyampaikan pesan-pesan kesehatan, memberikan atau meningkatkan pengetahuan dan sikap tentang kesehatan atau mentransformasikan perilaku kesehatan kepada sasaran. Kader kesehatan telah dibuktikan dalam penelitian-penelitian sebelumnya memiliki pengaruh dalam pengetahuan, sikap atau perilaku. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas  kader  HIV/AIDS terhadap sikap dan perilaku pencegahan HIV AIDS pada ibu di Desa Balecatur Gamping Sleman Yogyakarta. Metode penelitian ini dengan quasi-experimental study dengan pre test dan post test dengan analisis uji statistik Paired T test. Hasil penelitian ini secara statistik tidak terdapat perbedaan rerata sikap (p-value = 0,507 )  dan tidak terdapat perbedaan rerata perilaku pecegahan berisiko (p-value = 0,693) responden yang didampingi oleh kader yang bermakna sebelum dan sesudah satu kali pendampingan. Kesimpulan pendampingan oleh kader di Balecatur bukan merupakan faktor utama dalam promosi kesehatan untuk peningkatan sikap dan perilaku pencegahan terhadap HIV/AIDS.
HUBUNGAN STATUS GIZI PADA IBU HAMIL TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS IMOGIRI II BANTU Wilda Fadhilatusafitri; Nurul Kurniati
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 11: April 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting is a condition of failure to thrive in children due to chronic malnutrition characterized by below-standard height for age, and has an impact on the cognitive development and learning ability of children in the future. The high prevalence of stunting in Indonesia is still a serious public health problem, where one of the main factors that play a role is the nutritional status of the mother during pregnancy. This study aims to analyze the relationship between the nutritional status of pregnant women and the incidence of stunting in toddlers. This study used an analytic survey method with a cross-sectional approach. The study sample amounted to 74 respondents selected by purposive sampling technique, and data were collected through medical records to see the nutritional status of pregnant women and the incidence of stunting in toddlers. Data analysis was performed using the Chi-Square test with a significance level of α < 0.05. The results showed that most pregnant women had poor nutritional status (55.4%), followed by good nutritional status (28.4%) and more (16.2%). The incidence of stunting in toddlers reached 55.4%, and the results of statistical tests showed a significant relationship between the nutritional status of pregnant women and the incidence of stunting in toddlers (p-value=0.000). All mothers with poor nutritional status had toddlers who were stunted (100%), while mothers with good and more nutritional status had toddlers who were not stunted (100%). In conclusion, the nutritional status of mothers during pregnancy is an important determinant in the incidence of stunting in toddlers in the working area of Puskesmas Imogiri II Bantul
Promoting adolescent reproductive health through PIK-R formation: A case study at SMP Muhdasa Yogyakarta Astuti, Dhesi Ari; Kurniati, Nurul; Rasyid, Erwin; Ningrum, Rhadika Wahyu Kurnia
Community Empowerment Vol 10 No 5 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.12390

Abstract

Adolescents at SMP Muhdasa Yogyakarta face limited access to continuous reproductive health education due to the lack of a structured platform such as the Adolescent Reproductive Health Information and Counseling Center (PIK-R). Therefore, this community service activity aimed to enhance students’ knowledge and skills in reproductive health and to foster an environment that supports the development of quality adolescents. The program was implemented through a participatory approach focusing on initiating the establishment of a PIK-R based on the principle of “from, by, and for adolescents.” This included comprehensive education and training for prospective peer educators. Evaluation results demonstrated a significant increase in students’ knowledge regarding PIK-R and the role of peer educators, with the percentage of students possessing very good knowledge increasing from 8.43% to 12.05% after the intervention. These findings indicate that health education is effective in improving student understanding and has the potential to form groups capable of addressing adolescent reproductive health issues, creating a positive environment that supports proactive attitudes, and preventing risky sexual behaviors among adolescents at SMP Muhdasa.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GAMPING II SLEMAN Canrika Imanda Salsabila; Nurul Kurniati
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 2: Juli 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah gizi pada balita, khususnya gizi kurang dan gizi buruk, merupakan tantangan kesehatan signifikan di Indonesia. Prevalensi gizi buruk dan gizi kurang di Indonesia pada tahun 2018 (17,7%) masih di atas target RPJMN. Data lokal menunjukkan 0,55% balita gizi buruk dan 6,18% gizi kurang di Kota Yogyakarta (2022), serta prevalensi stunting 4,51% di Kabupaten Sleman (2023). Faktor-faktor seperti pendidikan, pekerjaan, usia orang tua, dan riwayat infeksi diduga berkorelasi dengan status gizi. Penelitian ini dilakukan mengingat adanya 182 balita bermasalah gizi di Puskesmas Gamping II Sleman. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara pendidikan orang tua, pekerjaan orang tua, usia orang tua, dan riwayat penyakit infeksi dengan status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Gamping II Sleman. Penelitian survei analitik dengan pendekatan cross-sectional melibatkan 125 balita (1-5 tahun) yang dipilih menggunakan purposive sampling dari populasi 182 balita di Puskesmas Gamping II Sleman. Kriteria inklusi meliputi balita usia 1-5 tahun dengan masalah gizi kurang (berdasarkan rekam medis) dan data lengkap, tidak termasuk balita obesitas. Data sekunder diperoleh dari rekam medis balita. Analisis univariat digunakan untuk deskripsi karakteristik, sementara analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square (\\alpha = 0,05) untuk menguji hubungan antar variabel. Mayoritas ibu responden memiliki pendidikan menengah (47,2%), tidak bekerja (52,0%), dan berusia dewasa (26-45 tahun) (62,4%). Sebagian besar balita tidak memiliki riwayat penyakit infeksi dalam 1 bulan terakhir (68,8%) dan berstatus gizi baik (57,6%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan hubungan signifikan antara pekerjaan ibu (p = 0,000) dan riwayat penyakit infeksi (p = 0,000) dengan status gizi balita. Namun, pendidikan ibu (p = 0,201) dan usia ibu (p = 0,923) tidak menunjukkan hubungan signifikan. Kesimpulan penelitian ini adalah pekerjaan ibu dan riwayat penyakit infeksi balita merupakan faktor-faktor yang berhubungan signifikan dengan status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Gamping II Sleman. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya intervensi kesehatan yang berfokus pada manajemen penyakit infeksi dan dukungan terhadap orang tua, terutama yang bekerja, dalam upaya peningkatan gizi balita
Hubungan Kadar Hemoglobin Dengan Kejadian Dismenore Primer Pada Siswi Kelas X Di MAN 1 Sleman Yogyakarta Putri, Firsta Fadhlila; Kurniati, Nurul; Rohmah, Fathiyatur
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.431

Abstract

Dismenore adalah ketidaknyamanan yang terjadi pada saat seorang perempuan mengalami menstruasi yang menyebabkan aktifitas sehari-hari penderita terganggu. Dismenore merupakan salah satu gangguan menstruasi yang paling banyak dialami oleh perempuan. Salah satu faktor dismenore yang terjadi pada remaja adalah kadar hemoglobin yaitu saat kadar hemoglobin kurang dari 12 gr/dL. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kadar hemoglobin dengan kejadian dismenore primer pada siswi kelas X di Madrasah Aliyah Negeri 1 Sleman Yogyakarta. Metode penelitian ini adalah penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 54 siswi diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengambilan data pada kategori kadar hemoglobin dengan pemeriksaan menggunakan alat ukur kadar hemoglobin digital dan pada kategori kejadian dismenore menggunakan Numeric Rating Scale. Analisis data yang digunakan adalah uji Spearman Rank. Dari penelitian yang dilakukan terhadap 54 responden didapatkan bahwa seluruh responden (100%) mengalami dismenore dan angka kejadian anemia 27,8%. Hasil uji bivariat didapatkan bahwa ada hubungan kadar hemoglobin dengan kejadian dismenore primer pada siswi kelas X di Madrasah Aliyah Negeri 1 Sleman dengan nilai p value 0,001 (p < 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini kondisi kurangnya kadar hemoglobin dalam tubuh dapat menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya dismenore dan remaja putri hendaknya memperhatikan asupan zat besi pada konsumsi sehari-harinya karena jika asupan zat besi kurang dapat meningkatkan risiko terjadinya dismenore
HUBUNGAN USIA DAN PARITAS DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS TEGALREJO Ika May Yuni; Nurul Kurniati; Nurul Mahmudah
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 3: Agustus 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The high maternal and infant mortality rate in Indonesia is the main focus of solving health problems in Indonesia. Anemia in pregnant women is the main cause of bleeding and infection which are the main factors of maternal death. The purpose of the study was to determine the relationship between age and parity with the incidence of anemia in pregnant women at the Tegalrejo Health Center. The research method used was observational analytic correlation with a retrospective approach. The number of samples was 483, the sampling technique for control and cases was 1:1 with a simple random sampling system. The research instrument used a master table and medical records. Data analysis used the Chi Square test. The results of the analysis obtained the results of age p-value 0.002 (p <0.05) and parity p-value 0.103 (p> 0.05). The results showed that there was a relationship between age and the incidence of anemia in pregnant women and there was no relationship between parity and the incidence of anemia in pregnant women at the Tegalrejo Health Center. It is recommended that pregnant women can increase their insight by seeking information and utilizing health facilities about preventing anemia, for midwives by providing comprehensive care by providing IEC regarding the prevention of anemia in pregnant women
EFEKTIVITAS ENDORPHIN MASSAGE TERHADAP INTENSITAS NYERI PADA PASIEN BERSALIN KALA 1 FASE AKTIF DI RSUD MERAH PUTIH KABUPATEN MAGELANG Sholikhatun, Sholikhatun; Suyani, Suyani; Nurul Kurniati
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyeri persalinan merupakan kondisi fisiologis yang umum terjadi selama proses persalinan, khususnya pada kala I fase aktif. Nyeri ini timbul akibat kontraksi uterus, dilatasi serviks, dan penekanan bagian terbawah janin terhadap struktur panggul, yang dapat memengaruhi kesejahteraan ibu dan janin. Apabila tidak ditangani dengan tepat, nyeri berlebihan dapat menyebabkan gangguan kemajuan persalinan (partus lama), peningkatan intervensi medis, bahkan risiko komplikasi obstetrik. Data RSUD Merah Putih Kabupaten Magelang tahun 2024 menunjukkan bahwa dari 1.062 persalinan normal, sebanyak 557 kasus (34,4%) dilakukan dengan operasi sesar, dan 434 di antaranya (78%) disebabkan oleh partus tak maju. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pijat endorfin terhadap penurunan intensitas nyeri persalinan pada ibu bersalin kala I fase aktif. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan rancangan pretest-posttest with control group. Sampel terdiri atas 40 ibu bersalin yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok intervensi yang diberikan pijat endorfin dan kelompok kontrol yang diberikan teknik relaksasi napas dalam. Hasil analisis uji Mann-Whitney menghasilkan nilai p = 0,000, yang menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelompok, dengan mean rank kelompok pijat endorfin sebesar 27,35 dibandingkan kelompok relaksasi napas dalam sebesar 13,65. Pijat endorfin terbukti efektif dalam menurunkan intensitas nyeri persalinan dan direkomendasikan sebagai metode nonfarmakologis yang dapat diterapkan di fasilitas pelayanan kesehatan. Disarankan agar provider atau penolong persalinan dalam hal ini bidan untuk memberikan pijat endorfin pada pasien bersalin khususnya dalam kala I fase aktif agar pasien dapat melewati proses persalinan dengan nyaman dan minim trauma
Factors Influencing Stigma to Lesbian, Gay, Bisexual, and Transgender (LGBT) Among Teenagers at Ngaran Village, Gamping, Sleman, Indonesia Astuti, Dhesi Ari; Kurniati, Nurul
GHMJ (Global Health Management Journal) Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Yayasan Aliansi Cendekiawan Indonesia Thailand (Indonesian Scholars' Alliance)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35898/ghmj-22192

Abstract

Background: As the part of sexual orientation varieties and gender identities, until now the existence of Lesbian, Gay, Bisexual, and Transgender (LGBT) still becomes a social, theological, and psychological problem. Similar to trauma, low self acceptance, low self esteem, and anxiety, if it is not handled properly, the condition will be getting worse. Aims: The aim of the study is to increase prevention efforts toward growing phenomena of TGBT on teenagers. Methods: This is a quantitative study with one group pretest and posttest design. The work involved a total of 41 teenagers at at Ngaran Village, Balecatur, Gamping, Sleman, Indonesia. A set of questionnaires was given to the respondents to measure knowledge, attitude, perception, service access, and also peer's attitude to LGBT. Counseling was given once together with material content about LGBT awareness in family. Statistical analysis was employed to process and analyze the data. Results: The result showed factors correlated to stigma about LGBT on teenagers namely knowledge, attitude, perception, access to any service, and peer's attitude. The most influential factor was knowledge factor with p value 0.00 and peer's attitude with p value 0.02. Conclusion: After being participated in the study, it is expected that teenagers can give information to the family members, so the family members and the society will have appropriate knowledge and attitude related LGBT stigma. Received: 6 February 2018, Reviewed: 12 February 2018, Received in revised form: 16 June 2018, Accepted: 27 June 2018.