Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Self-Efficacy Menyusui Nifas Post Sectio Caesar Kurniati, Nurul; Arifah, Siti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Penyebab kematian bayi di Indonesia, antara lain bayi berat lahir rendah 29%, asfiksia 27%, tetanus dan infeksi 15%, masalah pemberian minum 10%, masalah hematologi 6%, diare serta pneumonia 13%. Bayi yang diberikan ASI selama enam bulan atau lebih memiliki ketahanan hidup 33,3 kali lebih baik daripada bayi yang disusui kurang dari 4 bulan, dan bayi yang disusui selama 4-5 bulan memiliki ketahanan hidup 2,6 kali lebih baik daripada bayi yang disusui kurang dari empat bulan, untuk itu perlu kepercayaan diri (self-efficacy) ibu mampu memberikan ASI secara optimal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui self-efficacy menyusui pada ibu post section caesaria. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan jumlah responden sejumlah 30 subyek dengan quota sampling. penelitian dilakukan dengan menggunakan kuesioner BSES-SF yang telah divalidasi. Hasil penelitian menunjukkan secara umum gambaran tingkat self-efficacy menyusui ibu adalah rendah sejumlah 56,67% pad post SC, ibu dengan paritas multipara cenderung memiliki self-efficacy yang tinggi (43,33%), dan berdasarkan usia ibu, rentang usia reproduktif cenderung memiliki self-efficacy yang rendah (33,3%). Kesimpulan: Self efficacy ibu menyusui post SC dari faktor paritas dan usia masih cenderung rendah. Saran bagi tenaga kesehatan dan keluarga dapat memberikan motivasi dan dukungan kepada ibu dalam meningkatkan kepercayaan diri ibu dalam memberikan ASI kepada bayinya.
School Experience in Facing Bantul Earthquakes Disaster Response: A Qualitative Study Astuti, Dhesi Ari; Sulisworo, Dwi; Nurul Kurniati; Ika Maryani; Nursani A. Haris; Siti Fatimah
Journal of Public Health Sciences Vol. 4 No. 03 (2025): Journal of Public Health Sciences
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/IISTR.jphs.00968

Abstract

Earthquakes can significantly affect children's development both physically and psychologically. School experience in disaster management becomes one of the foundations for formulating needs and policies in earthquakes disaster mitigation within the school environment. This study aimed to capture the experience of schools in Bantul, Yogyakarta, in dealing with earthquakes events. Using a qualitative approach, data were collected through in-depth interviews and analyzed thematically to identify codes and themes emerging from the data, related to school-based disaster management. Analysis yielded nine major categories describing how schools prepare for, respond to, and recover from earthquakes. The findings highlight the critical role of disaster education and preparedness within school settings and reveal the need for clear procedures supporting children’s physical and psychological recovery after an earthquake. These insights underscore the importance of cross-sector collaboration and policy development to strengthen school-based disaster mitigation and post-earthquake recovery programs.
KESEHATAN MENTAL PADA TENAGA KESEHATAN SAAT PANDEMI COVID-19 Sari, Lezi Mayang; Kurniati, Nurul; Rokhanawati, Dewi
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 13 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v13i1.519

Abstract

Latar belakang : Saat ini seluruh dunia telah terkena dampak penyakit virus corona yang berasal dari china. Keadaan darurat darurat yang sedang berlangsung menempatkan tenaga kesehatan berada dibawah tekanan yang mengakibatkan masalah psikologis pada tenaga kesehatan. Tujuan penelitian ini mereview artikel-artikel yang mengenai gangguan psikologis, faktor-faktor penyebab stress pada petugas kesehatan dan penanganan stress pada petugas kesehatan.Metode : data scoping review didapatkan dari Pubmed, ScienceDirec dan Wiley dengan studi Appraisal dan menggunakan Critical Appraisal Hawker, dengan metode mengunakan framework PEOs.Hasil : 10 artikel yang membahas tentang kesehatan mental pada tenaga kesehatan Pandemi Covid-19. Tanda dan gejala yang banyak dirasakan oleh tenaga kesehatan kelelahan, insomnia dan sakit kepala yang disebabkan penggunaan APD. Faktor yang mempengaruhi stress pada tenaga kesehatan waktu kerja yang lama, stigma masyarakat, kecemasan, waktu istirahat. Adapun penanganan stress pada petugas kesehatan yaitu tenaga kesehatan mendapatkan pelatihan dan kepatuhan masayarkat terhadap protokol kesehatan seperti penggunaan masker.Kesimpulan : sebagian besar penelitian menunjukan adanya tanda gejala stress padapetugas kesehatan yaitu sakit kepala dan kelelahan dan ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan stress dan depresi pada tengan kesehatan Penanganan yang dapat dilakukan untuk mengurangi stress pada petugas kesehatan.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENURUNAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA Sasiwi, Adhe Lisna Gayuh; Rokhanawati, Dewi; Kurniati, Nurul
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 13 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v13i1.586

Abstract

Latar belakang: Stunting merupakan salah satu masalah gizi yang dialami oleh balita di dunia saat ini. Pada tahun 2017, 22,2% atau sekitar 150,8 juta balita di dunia mengalami stunting. Prevalensi stunting di Indonesia menurut Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) masih tinggi yaitu 36,8% (2007), 34,6 % (2010), 37, 2 % (2013) dan 30,8 % (2018). Hasil Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) 2019 stunting berada pada 27,67%. Ini menunjukkan terjadinya penurunan, akan tetapi ini masih jauh dari angka yang ditargetkan WHO yaitu 20%.Tujuan: scoping review ini bertujuan mengetahui faktor yang mempengaruhi penurunan kejadian stunting pada balita.Metode: Metode yang digunakan dalam scoping review ini menggunakan framework Arksey dan O’Malley (2005), meliputi 5 tahap antara lain: identifikasi pertanyaan review, identifikasi studi yang relevan, pemilihan studi, pemetaan data (data charting), dan menyusun, merangkum dan pelaporan hasil.Hasil: Ada 8 artikel yang dilakukan review, berdasarkan tahun terbit didapatkan 1 artikel terbit di tahun 2019 dan 7 artikel terbit tahun 2020, berdasarkan jenis penelitian yang digunakan 1 artikel menggunakan survey dan 7 artikel menggunakan mixed method. Pada maping tema diketahui ada 2 tema yang diperoleh yaitu factor yang mempengaruhi penurunan kejadian stunting dan penyebab stunting.Kesimpulan: Hasil scoping review ini menunjukkan bahwa faktor yang dapat mempengaruhi penurunan stunting meliputi stabilitas politik negara, pelaksanaan upaya gizi pendekatan multisektoral, peningkatan ketersediaan layanan kesehatan, pendidikan, akses fasilitas air minum, pengurangan kemiskinan, sektor pertanian, sanitasi, ketahanan pangan, sektor kesehatan, pemanfaatan asuhan maternitas, peningkatan cakupan suplementasi zat besi, imunisasi anak, pengobatan cacingan, kebersihan.