Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Analysis of children's dietary factors in the first 1000 days of life with the incidence of stunting in Gianyar Regency Pradnyawati, Luh Gede; Juwita, Dewa Ayu Putu Ratna; Wijaya, Made Indra
Science Midwifery Vol 13 No 3 (2025): August: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v13i3.2011

Abstract

Background: 1000 days period first life, which begins since moment conception until child 2 years old, is the most critical period for repair development physical and cognitive child. Stunting, or short stature, is a nutritional problem that persists in Indonesia, alongside underweight and overweight/obesity. Public especially parents who are less good in effort fulfillment need nutrition in the “golden period” become factor emergence problem nutrition. Objective: To analyze the factors of children's dietary patterns in the first 1000 days of life with the incidence of stunting in Gianyar Regency. Method: Study done with using research design case control for know analysis of factors influencing children's dietary patterns during the first 1000 days of life and the incidence of stunting in Gianyar Regency. Results: Material food source carbohydrates that are often consumed by toddlers both in the stunting group and group not stunting is white rice and porridge. Sources of protein that are often consumed by stunting groups and groups not stunting is meat chicken and eggs chicken. Based on results analysis, frequency eat source vegetables, it is known type material frequent foods consumed in the stunting group is spinach and carrots. While those that are often consumed group not stunting is spinach, carrots, and mustard greens green. Conclusion: With focus on optimization intake carbohydrates, protein, and vegetables during 1000 days of life, it is expected prevalence of stunting in the Gianyar Regency can lowered in a way significant, ensuring generation upcoming grow healthy and optimal.
Perbedaan Lotus Birth Dengan Tanpa Lotus Birth Pada Persalinan Normal Terhadap Adaptasi Fisiologis Bayi Baru Lahir Di Klinik Bersalin Permata Bunda Singaraja Suryadiningrat, Gede Wahyu; Pradnyawati, Luh Gede; Made Bayuningrat , I Gusti Ngurah
Jurnal sosial dan sains Vol. 5 No. 10 (2025): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v5i10.32503

Abstract

Lotus birth adalah metode persalinan yang tidak dilakukan penjepitan dan pemotongan tali pusat, sehingga tali pusat dibiarkan bersama bayi dan tersambung dengan plasenta, sampai tali pusat tersebut kering dan terlepas dengan sendirinya. Metode persalinan Lotus birth dan tanpa Lotus birth memiliki perbedaan pada perlakuan yang diberikan kepada bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan adaptasi fisiologis. Subjek penelitian ini adalah ibu yang melakukan persalinan dengan metode Lotus birth dan tanpa Lotus birth pada tahun 2012 – 2023 di Klinik Bersalin Permata Bunda Singaraja dengan responden sebanyak 108 ibu yang diambil secara stratified random sampling. Penelitian ini menggunakan desain yang bersifat comparative study dengan rancangan studi cross sectional. Berdasarkan karakteristik responden penelitian ini didominasi oleh ibu dengan usia 28 tahun sebanyak 15 orang (13,9%), beragama hindu sebanyak 88 orang (81,5%), kehamilan multipara sebanyak 72 orang (66,7%), SMA sebanyak 41 orang (38,0%), IRT (ibu rumah tangga) sebanyak 53 orang (49,1%), persalinan normal sebanyak 108 orang (100%). Terdapat adanya perbedaan bermakna antara ibu yang mengalami lotus birth dan tanpa lotus birth terhadap refleks oral, menghisap, menelan, moro, menggenggam, tonus leher, babinski, denyut jantung bayi, frekuensi pernapasan, termogulasi, adaptasi fisiologi bayi baru lahir, namun hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan lotus birth dengan tanpa lotus birth pada persalinan normal terhadap adaptasi integumen atau warna kulit.
EARLY DETECTION OF CHILDREN'S DEVELOPMENT ON STUNTING TODDLERS: Qualitative Study Kartinawati, Komang Triyani; Pradnyawati, Luh Gede; Dwipayana, I Made Eka
JURNAL KEDOKTERAN Vol. 7 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36679/kedokteran.v7i2.521

Abstract

Stunting is an impaired growth in children because of long-term insufficient nutrition from conception until the age of two. Regarding Basic Health Research 2018, the prevalence of stunting in Indonesia was 30.8%, higher than the WHO’s target. As stated in the Nutritional Status Monitoring, the prevalence of stunting in Karangasem from 2015 to 2017 was 27.5%, 26.1%, and 23.6% respectively. Early detection of child development status could be utilized as a pilot project to construct an intervention scheme for stunting prevention. This research aims for in-depth learning on the children growth status of stunting toddlers in the village of Ban, including gross motor, fine motor, language and adaptive skills. The research method was a qualitative design with a phenomenological approach. The in-depth interview was arranged with 15 participants sorted by purposive sampling, including 5 stunting toddlers, 5 mothers or babysitters of those toddlers, and 5 health personnel in the field. This result showed impairment of child development in long-term stunting toddlers. Without stimulation from parents, babysitters, and the social environment for those impaired children, they would undergo prolonged developmental failure. The data also showed that the majority of children experienced impairment in fine motor-adaptive skills whereas the gross motor and language skills were still normal. Keywords: Stunting; Nutrition; Child Development; In-depth Interview.
Budaya Keselamatan Pasien terhadap Kompetensi Keselamatan Pasien pada Perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Payangan Wijaya, Made Indra; Pratiwi, Anny Eka; Pradnyawati, Luh Gede; Kartinawati, Komang Triyani; Juwita, Dewa Ayu Putu Ratna; Prabandari, Anak Agung Sagung Mirah
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 01 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v13i01.2351

Abstract

Keselamatan pasien telah menjadi prioritas dalam sistem perawatan kesehatan di seluruh negara selama dua dekade terakhir. Berbagai inisiatif dan program, termasuk survei budaya keselamatan pasien, strategi tim, akreditasi rumah sakit dan program sertifikasi, telah dikembangkan dan diimplementasikan untuk meningkatkan keselamatan pasien. Studi ini bertujuan untuk meneliti hubungan antara persepsi perawat terhadap budaya keselamatan pasien dengan kompetensi keselamatan pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Payangan. Penelitian ini menggunakan desain potong-lintang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner elektronik Google Form dari 125 perawat yang bekerja di RSUD Payangan. Budaya keselamatan pasien diukur menggunakan survei budaya keselamatan pasien yang disusun oleh Agency for Healthcare Research and Quality (AHRQ). Kompetensi keselamatan pasien diukur menggunakan kuesioner evaluasi mandiri kompetensi keselamatan pasien. Analisis regresi multiple dilakukan untuk meneliti hubungan antara budaya keselamatan pasien dengan kompetensi keselamatan pasien. Dari 12 dimensi budaya keselamatan pasien, dimensi “serah terima dan transisi” (nilai p = 0,002) dan dimensi “organisasi belajar – peningkatan berkelanjutan” (nilai p = 0,004) berhubungan secara bermakna dengan kompetensi keselamatan pasien secara keseluruhan. Kedua dimensi “serah terima dan transisi” dan dimensi “organisasi belajar – peningkatan berkelanjutan” juga berhubungan secara bermakna dengan masing-masing komponen sikap (secara berturut-turut nilai p = 0,002 dan p = 0,003), keterampilan (secara berturut-turut nilai p = 0,004 dan p = 0,003), dan pengetahuan (secara berturut-turut nilai p = 0,019 dan p = 0,015) secara terpisah.
Budaya Keselamatan Pasien terhadap Kompetensi Keselamatan Pasien pada Perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Payangan Wijaya, Made Indra; Pratiwi, Anny Eka; Pradnyawati, Luh Gede; Kartinawati, Komang Triyani; Juwita, Dewa Ayu Putu Ratna; Prabandari, Anak Agung Sagung Mirah
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 01 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v13i01.2351

Abstract

Keselamatan pasien telah menjadi prioritas dalam sistem perawatan kesehatan di seluruh negara selama dua dekade terakhir. Berbagai inisiatif dan program, termasuk survei budaya keselamatan pasien, strategi tim, akreditasi rumah sakit dan program sertifikasi, telah dikembangkan dan diimplementasikan untuk meningkatkan keselamatan pasien. Studi ini bertujuan untuk meneliti hubungan antara persepsi perawat terhadap budaya keselamatan pasien dengan kompetensi keselamatan pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Payangan. Penelitian ini menggunakan desain potong-lintang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner elektronik Google Form dari 125 perawat yang bekerja di RSUD Payangan. Budaya keselamatan pasien diukur menggunakan survei budaya keselamatan pasien yang disusun oleh Agency for Healthcare Research and Quality (AHRQ). Kompetensi keselamatan pasien diukur menggunakan kuesioner evaluasi mandiri kompetensi keselamatan pasien. Analisis regresi multiple dilakukan untuk meneliti hubungan antara budaya keselamatan pasien dengan kompetensi keselamatan pasien. Dari 12 dimensi budaya keselamatan pasien, dimensi “serah terima dan transisi” (nilai p = 0,002) dan dimensi “organisasi belajar – peningkatan berkelanjutan” (nilai p = 0,004) berhubungan secara bermakna dengan kompetensi keselamatan pasien secara keseluruhan. Kedua dimensi “serah terima dan transisi” dan dimensi “organisasi belajar – peningkatan berkelanjutan” juga berhubungan secara bermakna dengan masing-masing komponen sikap (secara berturut-turut nilai p = 0,002 dan p = 0,003), keterampilan (secara berturut-turut nilai p = 0,004 dan p = 0,003), dan pengetahuan (secara berturut-turut nilai p = 0,019 dan p = 0,015) secara terpisah.
Pemberdayaan Kader dalam Pencegahan IMS dan HIV/AIDS pada Pedagang Perempuan di Kota Denpasar Pradnyawati, Luh Gede; Cahyawati, Putu Nita; Permatananda, Pande Ayu Naya Kasih
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 4 No. 2 (2020): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.34 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v4i2.1376

Abstract

ABSTRAKMasalah IMS (Infeksi Menular Seksual) saat ini meningkat di negara maju maupun di negaraberkembang. IMS dan HIV/AIDS merupakan satu kelompok penyakit yang penularannyaterutama melalui hubungan seksual. Selain pada kelompok populasi berisiko tinggi, populasiberisiko rendah seperti para pedagang perempuan di pasar juga rentan terkena IMS danHIV/AIDS. Salah satu tempat di Bali yang interaksi masyarakatnya tinggi adalah pasar, dimanapopulasi masyarakatnya tergolong kelompok risiko rendah. Dari hasil wawancara dengan kaderdidapatkan beberapa permasalahan terkait program pencegahan IMS dan HIV/AIDS adalahminimalnya informasi yang didapatkan kader serta rendahnya pengetahuan kader tentangpencegahan IMS dan HIV/AIDS di Pasar Badung Kota Denpasar. Dari hal tersebutpemberdayaan perempuan di Pasar Badung Kota Denpasar sangat diperlukan untuk pencegahanIMS dan HIV/AIDS dimana jumlah kader yang diberdayakan adalah sejumlah 5 orang. Metodeyang digunakan adalah metode dialog interaktif, pelatihan dan pendampingan untukmeningkatkan pengetahuan mitra tentang pencegahan IMS dan HIV/AIDS. Secara umum,program ini dapat dikatakan berhasil karena sudah mencapai indikator-indikator yangditentukan yaitu meningkatnya jumlah pedagang perempuan yang berkunjung ke klinikkesehatan reproduksi di Pasar Badung. Kegiatan “peer” yang dilakukan oleh kader sudahberjalan di kalangan pedagang perempuan. Saran yang dapat disampaikan adalah agar parakader dapat menjadi ujung tombak keberlanjutan program pencegahan IMS dan HIV/AIDSsecara berkesinambungan di wilayah masing-masing sehingga dapat memberdayakan parapedagang yang ada di Pasar Badung Kota Denpasar untuk menurunkan masalah IMS danHIV/AIDS.Kata kunci : pemberdayaan, perempuan, IMS, HIV/AIDS, pasar, DenpasarABSTRACTProblem of STIs (sexually transmitted infections) is currently increasing in developed anddeveloping countries. STIs and HIV/AIDS are a group of diseases which are transmitted mainlythrough sexual contact. In addition to high-risk population groups, low-risk population groupssuch as women traders in the market are also vulnerable to STIs and HIV/AIDS. One of theplaces in Bali where high community interaction takes place is the market, where the populationis classified as a low risk group. From interviews with trainers, several problems related to STIand HIV/AIDS prevention programs were found, one of them was the minimum informationobtained by the cadres and their low level of knowledge related to STI and HIV/AIDSprevention in Pasar Badung of Denpasar City. Based on the facts, empowering women tradersin this location is highly necessary to prevent the STIs and HIV/AIDS. There were 5 cadresempowered. The method used were an interactive dialogue, training and mentoring method toincrease partners’ knowledge of STI prevention and HIV / AIDS. In general, this program issaid to be successful due to the ability reach the prescribed indicators, which is the increasingnumber of female traders visiting reproductive health clinics in the Pasar Badung. “Peering”activities carried out by cadres are already conducted among women traders. It isrecommended that cadres are the most important role to carry out STI and HIV/AIDS prevention programs in a sustainable manner in their respective regions, therefore they can empower traders such as the case in the Pasar Badung of Denpasar City to reduce the problem of STIs and HIV/AIDS.Keywords: empowerment, women, STIs, HIV/AIDS, market, Denpasar
EDUKASI PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN DAN STRATEGI PEMASARAN PADA KELOMPOK PEKERJA SALON DAN SPA DI MASA PANDEMI COVID-19 Cahyawati, Putu Nita; Pradnyawati, Luh Gede; Puspa Ningsih, Ni Luh Anik
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 6 No. 1 (2022): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.858 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v6i1.1785

Abstract

ABSTRAKPandemi Covid-19 berdampak signifikan terhadap pariwisata Bali, termasuk usaha salon dan spa. Dampak utama yang dialami adalah penurunan jumlah pelanggan dan penerapan protokol kesehatan yang tepat selama bekerja. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada para pekerja salon dan spa terkait penerapan protokol kesehatan dan strategi marketing di era pandemi. Kegiatan pengabdian menerapkan metode pembelajaran blended learning. Kegiatan dibagi menjadi beberapa sesi dan melibatkan 5 orang pekerja. Pelaksanaan kegiatan meliputi diskusi, pretest, pemberian edukasi protokol kesehatan dan sistem marketing di masa pandemi Covid-19, pemutaran video, dan postest. Pekerja yang terlibat berada pada rentang usia 25 tahun hingga 46 tahun. Karakteristik pekerja yaitu 100% adalah perempuan, pendidikan terakhir SMP sebanyak 2 orang (40%), dan SMA sebanyak 3 orang (60%). Mayoritas pekerja beragama Hindu (80%) dan sudah menikah (80%). Masa kerja pekerja bervariasi yaitu antara 1 tahun hingga 6 tahun. Seluruh pekerja memiliki jadwal kerja yang sama yaitu 6 kali per minggu. Setelah pelaksanaan kegiatan, diperoleh hasil yaitu persentase kehadiran pekerja pada kegiatan ini sangat baik (100%). Pelaksanan kegiatan dengan membagi menjadi beberapa sesi kegiatan serta dengan penerapan metode edukasi secara daring dan luring (blended learning) berdampak baik pada peningkatan pengetahuan mitra yang ditandai dengan terdapatnya peningkatan rerata nilai pretest dan postest, yaitu awal adalah 38 poin, meningkat menjadi 84 poin. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan metode edukasi blended learning meningkatkan pengetahuan pekerja salon dan spa dalam hal penerapan protokol kesehatan dan strategi marketing di masa pandemi Covid-19.Kata kunci: Covid-19, edukasi kesehatan, sistem pemasaran, blended learningABSTRACTThe pandemic of Covid-19 had a significant impact on Bali's tourism, including salon and spa businesses. The main impact was declining customers numbers and the implementation of appropriate health protocols. This program aimed to provide education to salon and spa workers regarding the health protocols and marketing strategies during the pandemic era. The community project activity applied through blended learning method, divided into several sessions with five workers involvement. The activities included discussions, pre-test, education on health protocols and marketing system, video, and post-test. The workers’ age range was 25 to 46 years ,which were 100% women, 40% were junior high school and 60% were high schools’ graduates, majority were Hindu (80%) and were married (80%). The length of working period varied from 1 year to 6 years. All workers had the same work schedule, 6 times per week. The result of the activity was that the percentage of partner's attendance was good (100%). The implementation of the program by online and offline methods (blended learning) had a good impact on increasing knowledge, which was marked by an increase in the average pre-test from 38 points into 84 points on post-test scores. Based on these results, we concluded that the blended learning method increases the knowledge of salon and spa workers in terms of implementing health protocols and online marketing during the Covid-19 pandemic.Keywords: Covid-19, health education, marketing system, blended learning
PROMOSI KESEHATAN DARING DI KECAMATAN PAYANGAN Pradnyawati, Luh Gede; Ratna Juwita, Dewa Ayu Putu; Pratiwi, Anny Eka; Hegard Sukmawati, Ni Made
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 6 No. 1 (2022): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.318 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v6i1.1790

Abstract

ABSTRAKSaat ini wabah Coronavirus Disease (Covid-19) menyerang lebih dari 200 negara di dunia, juga menyebar ke Indonesia termasuk Bali. Penyebaran wabah masih berlangsung dan perlu diantisipasi dengan melaksanakan berbagai protokol pencegahan oleh seluruh lapisan masyarakat. Pemerintah sudah sangat gencar melaksanakan promosi pencegahan lewat berbagai media, namun masyarakat di desa-desa masih awam dengan upaya pencegahan Covid-19. Khususnya dalam penerapan social/physical distancing serta pelaksanaan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Dari hasil wawancara dengan keluarga binaan yang tersebar di desa-desa di wilayah Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar didapatkan permasalahan terkait penyebaran Covid-19, yaitu minimalnya informasi yang didapatkan keluarga yang ada di desa tentang penyebaran virus Covid-19. Solusi yang dapat diberikan adalah memberikan pengenalan tentang pentingnya pencegahan pencegahan Covid-19 secara daring. Selain itu memberikan bantuan alat pelindung diri atau APD berupa masker dan hand sanitizer. Hal itu disebabkan karena kelangkaan APD dan juga finansial mereka yang kurang dimana saat ini harga APD melambung tinggi, selain itu bantuan nutrisi juga diberikan kepada masyarakat. Hal ini diharapkan keluarga dan orang-orang sekitarnya terhindar dari Covid-19. Target luaran dari kegiatan ini adalah penurunan angka penduduk yang terjangkit Covid-19 dengan cara penerapan social/physical distancing dan PHBS yang benar. Pelaksanaan kegiatan ini sudah berjalan dengan baik sesuai dengan target yang diharapkan. Respon yang diberikan oleh masyarakat sangat positif dan antusias dalam menerima setiap informasi. Masyarakat diharapkan untuk tetap tenang dan tidak panik serta meningkatkan kewaspadaan baik dalam upaya pencegahan dan penyebaran Covid-19, upaya meningkatkan kekebalan tubuh agar dapat terhindar Covid-19 serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat.Kata kunci: pencegahan, Covid-19, promosi kesehatan, daringABSTRACTCurrently the world is struck with the Coronavirus Disease (Covid-19) outbreak, which has hit more than 200 countries in the world. Covid-19 has also spread to Indonesia including Bali. The spread of the epidemic is still ongoing and this needs to be anticipated by implementing various prevention protocols by all levels of society. Even though the government has been very vigorous in carrying out prevention campaigns through various media, many communities especially in villages are still unfamiliar with Covid-19 prevention efforts—particularly in implementing social / physical distancing and implementing clean and healthy living behaviors (PHBS). From interviews with foster families scattered in villages under the working area of Payangan Subdistrict, Gianyar Regency, several problems related to the spread of Covid-19 were encountered, namely the minimum information obtained by families in the village about the spread of the Covid-19 virus. The solution given was to provide an introduction to the importance of preventing Covid-19 prevention online, in addition to providing personal protective equipment or PPE in the form of masks and hand sanitizers. That was caused by the scarcity of PPE and also their lack of finances where the current price of PPE soared, besides that nutritional assistance is also provided to the community. It is expected that the family and the people in village will avoid Covid-19. The output target of this activity is to reduce the number of people infected with Covid-19 by applying social / physical distancing and implementing clean and healthy living behaviors (PHBS). The implementation of this activity has been going well according to the expected target. The response given by the community was very positive and enthusiastic in receiving any information. The community is expected to remain calm and not panic and increase vigilance both in efforts to prevent and spread Covid-19, efforts to increase immunity in order to avoid Covid-19 and to apply a clean and healthy lifestyle.Keywords: prevention, Covid-19, health promotion, online
PKM Pemberdayaan Pedagang Perempuan Dalam Pencegahan IMS dan HIV/AIDS di Pasar Buana Raya, Padangsambian Pradnyawati, Luh Gede; Ayu Putu Ratna Juwita, Dewa; Triyani Kartinawati, Komang; Indra Wijaya, Made
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 8 No. 1 (2024): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jpd.v8i1.3031

Abstract

Penyakit Infeksi Menular Seksual dan Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) merupakan penyakit yang dapat menular melalui kontak seksual. IMS dan HIV/AIDS masih menjadi masalah kesehatan di seluruh dunia, baik negara maju maupun negara berkembang. Penyakit ini masih menjadi perhatian dibidang kesehatan karena angka kejadian IMS masih terus meningkat. Selain pada kelompok populasi berisiko tinggi, populasi berisiko rendah seperti para pedagang perempuan di pasar juga rentan terkena IMS dan HIV/AIDS. Salah satu tempat di Bali yang interaksi masyarakatnya tinggi adalah pasar, dimana populasi masyarakatnya tergolong kelompok risiko rendah. Pasar Buana Raya, Padangsambian merupakan pasar yang ada di Kota Denpasar yang rentan juga dengan penyebaran IMS dan HIV/AIDS. Dari hasil wawancara dengan kader didapatkan beberapa permasalahan terkait program pencegahan IMS dan HIV/AIDS adalah minimalnya informasi yang didapatkan kader serta rendahnya pengetahuan kader tentang pencegahan IMS dan HIV/AIDS di Pasar Buana Raya, Padangsambian, Kota Denpasar. Dari hal tersebut pemberdayaan perempuan di Pasar Buana Raya, Padangsambian diperlukan untuk pencegahan IMS dan HIV/AIDS. Hasil kegiatan pengabdian ini berjalan dengan lancar dan sesuai dengan jadwal. Kelompok mitra berperan aktif dalam setiap kegiatan PKM dengan persentase kehadiran 100% dan partisipasi aktif 100%. Pengetahuan pedagang juga meningkat yang dilihat dari nilai pretest dan postest kedua kelompok mitra mengalami peningkatan 100% setelah dilakukan pelatihan dan pendampingan. Focus Group Discussion (FGD) telah mampu merumuskan permasalahan yang ada dan bagaimana solusi serta pemecahan masalah IMS dan HIV/AIDS pada konteks pasar.
Pemberdayaan Keluarga melalui Budidaya Ayam Buras sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Desa Selulung, Bali Wijaya, Made Indra; Pradnyawati, Luh Gede
Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): JIPPM - Desember 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jippm.723

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menurunkan prevalensi stunting di Desa Selulung, Kabupaten Bangli, Bali, melalui pemberdayaan keluarga dengan balita stunting dalam budidaya ayam buras. Sebanyak 15 keluarga menerima pelatihan dan bantuan bibit ayam buras sebagai langkah awal meningkatkan konsumsi protein hewani. Hasil dari proyek demplot sebelumnya menunjukkan bahwa budidaya ayam buras dapat menghasilkan 20-30 butir telur per minggu, yang secara signifikan meningkatkan status gizi balita. Meskipun hasil langsung dari program saat ini belum terlihat, peningkatan pengetahuan masyarakat dan antusiasme peserta menunjukkan prospek keberlanjutan yang tinggi. Pendekatan berbasis komunitas ini memiliki potensi besar untuk direplikasi di wilayah lain dengan adaptasi sesuai kebutuhan lokal.