Claim Missing Document
Check
Articles

Legal Strategy for Exposing Covert Cartel Agreements Through Indirect Evidence and Leniency Programs Kagramanto, Lucianus Budi; Anggriawan, Teddy Prima
Yuridika Vol. 40 No. 3 (2025): Volume 40 No 3 September 2025
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ydk.v40i3.67024

Abstract

Indirect evidence is a form of indirect proof provided to seek material truth in the context of competition law enforcement. The leniency program is part of the final proofing process after law enforcers have utilized both direct and indirect evidence. The efficacy of the leniency program will eliminate cartel behaviors that greatly disrupt consumer welfare. This program is one of the roles of law in Indonesia, which is to maintain and regulate the economic activities among business actors so then these activities are orderly and balanced. The leniency program itself is a new substantive system included in the Draft Bill on the Prohibition of Monopolistic Practices and Unfair Business Competition in the amendment to Law No. 5/1999. The urgency of this amendment is also reflected in the 2025-2029 RPJMN, particularly in strengthening the economic transformation foundation through legal certainty and strengthening business competition, including competition institutions. The goal to be achieved is to eradicate cartel actors who violate the established rules in accordance with existing regulations. The program will have a positive impact on the sustainability and welfare of consumers in Indonesia regarding market production pricing. The research method used is normative legal research with a conceptual approach that is descriptive in nature. This research is highly likely to be implemented in Indonesia; both matters can be carried out by establishing a comprehensive Draft Law (RUU) on the Prohibition of Monopoly Practices and Unfair Business Competition.
Tanggung Gugat Pengelola Jasa Layanan Parkir atas Klausula Eksonerasi dalam Perwujudan Perlindungan Konsumen Reyka Malona Sitorus; Teddy Prima Anggriawan
Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik Vol. 5 No. 2 (2025): (JIHHP) Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik
Publisher : Dinasti Review Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jihhp.v5i2.3398

Abstract

Penelitian ini berjudul tanggung gugat pengelola jasa layanan parkir atas klausula eksonerasi dalam perwujudan perlindungan konsumen. Objek penelitian ini adalah klausula eksonerasi dalam layanan jasa parkir. Tujuan penelitian ini untuk menelaah prinsip dan batasan tanggungjawab yang melekat pada pengelola jasa layanan parkir sekaligus bentuk tanggung gugat bagi konsumen layanan jasa parkir yang dirugikan oleh pengelola jasa layanan parkir. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif, dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan konseptual hukum. Hasil penelitian didapati bahwa prinsip dan batasan tanggungjawab yang melekat pada pengelola jasa layanan parkir adalah praduga untuk selalu bertanggung jawab. Bentuk tanggung gugat dapat berupa pengajuan gugatan ganti rugi melalui pengadilan, pengajuan pengaduan ke Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK), mediasi atau non litigasi lainnya (arbitrase dan konsiliasi), gugatan melalui Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), klaim ganti rugi berdasarkan hukum perikatan, dan pengajuan komplain ke lembaga perlindungan konsumen seperti Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).
Strengthening the National Defense Education Curriculum from an Early Age Teguh Soedarto; Hamidah Hendrarini; Teddy Prima Anggriawan; Anajeng Esri Edhi Mahanani; Zuhda Mila Fitriana
VSJ | Veteran Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2021): Veteran Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Hukum, UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/vsj.v2i2.86

Abstract

State defense education ivfor PAUD children is very good. For example, in America in the era of President Obama, how to foster nationalism in future generations by visiting and inviting kindergarten children to camp at the White House. State defense education has also been carried out in many other countries in the world, one of which is Singapore. In Singapore there is a military museum, this discovery center is my inspiration. The method used is to analyze a problem by comparing the rules of other countries. If these threats cannot be anticipated as early as possible, it will have an impact on the fading of nationalism and the weakening of the nation's ideology due to the influence of other countries' ideologies that are not in accordance with the values ​​of Pancasila which can affect the weakness of the national defense system so that it can be penetrated by other countries that have interests. to divide the Indonesian nation.
PENGUATAN SANKSI ADMINISTRATIF SEBAGAI PERWUJUDAN PERLINDUNGAN LINGKUNGAN GUNA SUMBER DAYA ALAM BERKELANJUTAN (SEKTOR PERKEBUNAN, PERTAMBANGAN DAN KEHUTANAN) Soedarto, Teguh; Kagramanto, L. Budi; Anggriawan, Teddy Prima
UNES Law Review Vol. 5 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/unesrev.v5i4.692

Abstract

Sumber daya alam yang berkelanjutan pada dasarnya sangat penting guna menumbuhkan ekonomi sekaligus pembangunan masyarakat. Namun hal tersebut seringkali harus mengorbankan degradasi lingkungan. Hal ini memerlukan penerapan mekanisme pengaturan yang efektif untuk melindungi lingkungan dan mengurangi dampak negatif. Tulisan ini mengeksplorasi peran sosialisasi penguatan sanksi administrasi sebagai perwujudan perlindungan lingkungan dalam konteks pembangunan sumber daya alam. Penulis mengkaji kerangka hukum, sifat dan jenis sanksi administratif, serta pentingnya transparansi dan partisipasi publik dalam menegakkan sanksi tersebut. Studi ini menyoroti perlunya pendekatan komprehensif untuk menyebarkan informasi tentang sanksi administratif, termasuk kampanye kesadaran publik, keterlibatan pemangku kepentingan, dan penggunaan platform digital. Dengan menumbuhkan budaya kepatuhan, upaya ini dapat berkontribusi pada pengembangan sumber daya alam yang berkelanjutan dan perlindungan lingkungan jangka panjang.
Pengaruh Reformasi Perpajakan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak di Indonesia Indawati, Yana; Anggriawan, Teddy Prima; Sakti, Pusaka Bintang
UNES Law Review Vol. 6 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/unesrev.v6i4.1192

Abstract

The purpose of this study is to investigate the impact of tax reform on the degree of taxpayer compliance in Indonesia. Using normative juridical methodologies, this paper examines Indonesia's most recent legislation and tax policies. The primary focus is on tax system modifications, which include administrative features, tax rates, and reporting procedures. Tax compliance data has been examined before and after the adoption of tax reform. According to the findings of the study, tax reform has a considerable impact on improving the Voluntary Complience. This is especially noticeable when the tax administration process is made more efficient and procedures are simplified. This study also noted several issues, including the need to raise tax awareness and strengthen the tax enforcement system. This study provides recommendations for strengthening tax reform methods to maximize tax revenues and taxpayer compliance in Indonesia.
Kedudukan Prinsip Imparsialitas atas Gugatan Vexatious dalam Penegakan Hukum pada Proses Mediasi Anggriawan, Teddy Prima; Wardhani, Shinfani Kartika; Wibiantoro, Donny Yuhendra
UNES Law Review Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/unesrev.v6i2.1633

Abstract

Impartiality is basically a principle that is applied to the mediation process, where the mediator is obliged to apply this principle without taking sides with either party. However, as development continues to progress, it is found that there are parties who actually litigate issues based on bad faith. This is usually called a vexational lawsuit, which is filed by a party with the sole aim of annoying the opposing party. Based on this, it is then worth exploring the position of the principle of impartiality by mediators in the mediation process when faced with filing a lawsuit which is indicated to be a vexatious lawsuit which could of course end up harming one of the parties. The type of research used is normative juridical. The approach is towards statutory regulations and legal concepts. The research results found that the principle of impartiality is a basic principle that must be applied by mediators in the mediation process. The indication that there is a vexatious claim does not actually constitute the mediator's authority to assess further to side with one of the parties. The mediator only focuses on reconciling the parties. The position of the principle of impartiality must therefore still be upheld, because it is a standard concept in civil law which is related to the realization of legal certainty.
Penyuluhan Hukum Sebagai Upaya Pencegahan Kenakalan Remaja, Khususnya Bullying Pada Siswa Sekolah Menengah Pertama Anggriawan, Teddy Prima; Bahij, Nauval; Aurellya, Salzabilla Cinta; Syah, Akbar Firman; Rahmah, Aulia
Jurnal Pengabdian West Science Vol 3 No 07 (2024): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v3i07.1435

Abstract

Bullying merupakan bentuk kekerasan yang dilakukan oleh individu atau kelompok untuk menyakiti atau mengintimidasi orang lain. Perilaku ini dapat berupa kekerasan fisik, verbal, atau psikologis, dan sering terjadi berulang kali. Bullying dapat terjadi di berbagai lingkungan, termasuk sekolah, tempat kerja, dan/atau lingkungan tempat tinggal. Dampak dari bullying sangat serius, termasuk menurunkan rasa percaya diri, menyebabkan depresi, kecemasan, bahkan tidak jarang korban bullying melakukan percobaan bunuh diri. Upaya untuk mengatasi bullying melibatkan pendekatan multidisiplin yang mencakup pendidikan, penegakan hukum, dan dukungan psikologis. Sekolah dan tempat kerja perlu mengembangkan kebijakan anti bullying yang tegas dan menegakkan peraturan yang mengatur tentang konsekuensi bagi pelaku bullying. Selain itu, program pendidikan yang menanamkan nilai-nilai empati dan saling menghormati sangat penting dalam pencegahan bullying. Masyarakat juga harus dilibatkan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi semua individu. Dengan demikian, penanganan bullying memerlukan kerja sama dari berbagai pihak untuk menciptakan perubahan yang signifikan.
PENGARUH GLOBALISASI TERHADAP REFORMASI REGULASI ARBITRASE DI INDONESIA TERKAIT PERAN STRATEGIS BADAN ARBITRASE NASIONAL INDONESIA (BANI) Putra, Aditya Rizky; Anggriawan, Teddy Prima
Suloh: Jurnal Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh Vol. 13 No. 2 (2025): Suloh: Jurnal Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh, Oktober 2025
Publisher : Program Studi Magister Hukum Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses penyelesaian sengketa seperti arbitrase juga mengalami transformasi substansial sebagai akibat dari dampak globalisasi terhadap sistem hukum internasional. Tren ini mengharuskan pemutakhiran undang-undang arbitrase Indonesia agar lebih konsisten dengan norma global dan memberikan perlindungan yang lebih besar kepada para pelaku bisnis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) secara strategis menanggapi perubahan yang ditimbulkan oleh globalisasi melalui reformasi undang-undang arbitrase di Indonesia. Penelitian ini, yang menggunakan teknik yuridis normatif di samping metode perundang-undangan dan konseptual, menyimpulkan bahwa sistem arbitrase nasional memerlukan reformasi untuk memperbaiki kekurangannya, terutama yang berkaitan dengan keterlibatan peradilan dan pelaksanaan putusan arbitrase. Selain fungsi vitalnya dalam administrasi prosedur arbitrase, tugas BANI sebagai lembaga arbitrase domestik adalah untuk mendorong harmonisasi prinsip-prinsip hukum nasional dan internasional, meningkatkan daya saing sistem hukum Indonesia, dan sebagainya. Untuk menciptakan sistem arbitrase yang dapat beradaptasi, adil, dan dapat bersaing di seluruh dunia, negara dan lembaga arbitrase harus melakukan reformasi bersama secara menyeluruh dan kooperatif. Kebijakan negara dan kemampuan kelembagaan organisasi arbitrase nasional harus bekerja sama agar perubahan regulasi dapat berhasil, menurut hasil yang diperoleh. Sangat penting untuk menyelaraskan undang-undang prosedur arbitrase dengan norma-norma internasional tanpa mengabaikan prinsip-prinsip dan fitur-fitur penting hukum nasional. Sistem arbitrase yang kontemporer, dapat dipercaya, dan kompetitif secara global adalah apa yang diharapkan oleh masyarakat Indonesia melalui inisiatif-inisiatif ini. Kata Kunci: Arbitrase, BANI, Globalisasi, Reformasi Regulasi, Peran Strategis BANI.
Tanggung Gugat Pengelola Jasa Layanan Parkir atas Klausula Eksonerasi dalam Perwujudan Perlindungan Konsumen Reyka Malona Sitorus; Teddy Prima Anggriawan
Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik Vol. 5 No. 2 (2025): (JIHHP) Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik
Publisher : Dinasti Review Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jihhp.v5i2.3398

Abstract

Penelitian ini berjudul tanggung gugat pengelola jasa layanan parkir atas klausula eksonerasi dalam perwujudan perlindungan konsumen. Objek penelitian ini adalah klausula eksonerasi dalam layanan jasa parkir. Tujuan penelitian ini untuk menelaah prinsip dan batasan tanggungjawab yang melekat pada pengelola jasa layanan parkir sekaligus bentuk tanggung gugat bagi konsumen layanan jasa parkir yang dirugikan oleh pengelola jasa layanan parkir. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif, dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan konseptual hukum. Hasil penelitian didapati bahwa prinsip dan batasan tanggungjawab yang melekat pada pengelola jasa layanan parkir adalah praduga untuk selalu bertanggung jawab. Bentuk tanggung gugat dapat berupa pengajuan gugatan ganti rugi melalui pengadilan, pengajuan pengaduan ke Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK), mediasi atau non litigasi lainnya (arbitrase dan konsiliasi), gugatan melalui Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), klaim ganti rugi berdasarkan hukum perikatan, dan pengajuan komplain ke lembaga perlindungan konsumen seperti Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).
Analisis Kewenangan Hakim dalam Mengadili Sengketa Kepemilikan atas Objek Waris di Pengadilan Agama (Exceptie Van Onbenveogheid) Teddy Prima Anggriawan; Sevina Ayu Wulandari; Kendra Kaulika Aliyah; Silvia Anggriyani Agustina
Indonesian Journal of Social Sciences and Humanities Vol. 4 No. 1 (2024): Indonesian Journal of Social Sciences and Humanities (IJSSH)
Publisher : Indonesian Publication Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kewenangan yang dimiliki oleh hakim di Pengadilan Umum dan Pengadilan Agama tidak jauh berbeda. Keberadaan dari Pengadilan agama tersebut merupakan suatu wujud lex specialis dari keberadaan hukum Islam di Indonesia. Sehingga dalam hal ini Pengadilan agama memiliki keterbatasan dalam menangani serta mengadili suatu perkara yang diajukan. Sebagaimana yang terdapat dalam Pasal 49 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 Tentang Peradilan Agama yang menyatakan bahwa “Pengadilan Agama bertugas dan berwenang memeriksa, memutus, dan menyelesaikan perkara di tingkat pertama antara orang-orang yang beragama islam di bidang perkawinan, waris, wasiat, hibah, zakat, infaq, shadaqah, dan ekonomi syariah.”