Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

ANALISIS TINGKAT PENGETAHUAN SISWA EKSTRAKURIKULER TENTANG STRATEGI DAN TAKTIK DALAM PERMAINAN FUTSAL LALU MUHAMMAD IBNU ALBANI KURNIAWAN; MUJRIAH, MUJRIAH; MUHSAN, MUHSAN
Jurnal Penelitian, Pengembangan Pembelajaran dan Teknologi (JP3T) Vol. 2 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jp3t.v2i1.970

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah kurangnya minat siswa untuk mempelajari strategi dan taktik dalam bermain futsal serta kurangnya pengetahuan peserta ekstrakurikuler futsal di SMA Negeri 1 Sakra terhadap strategi dan taktik bermain futsal dan belum diketahui tingkat pengetahuan peserta ekstrakurikuler futsal di SMA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan peserta ekstrakurikuler futsal di SMA Negeri 1 Sakra tentang strategi dan taktik dalam bermain futsal. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif dengan metode survei.Populasi dalam penelitian ini yaitu peserta ekstrakurikuler futsal di SMA Negeri 1 Sakra yang berjumlah 37 siswa, yang diambil menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan yaitu tes pilihan angket. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif yang dituangkan dalam bentuk persentase. Jadi dari hasil penelitian ini, dapat diketahui bahwa tingkat pengetahuan peserta ekstrakurikuler futsal di SMA Negeri 1 Sakra. Tentang strategi dan taktik dalam bermain futsal berada pada kategori "kurang" sebesar 59.46% (22siswa), "cukup"sebesar 37,84% (14siswa), dan baik" sebesar 2,70% (1 siswa). Dan juga Sarana dan fasilitas ekstrakurikuler futsal di SMA Negeri 1 Sakra masih kurang lengkap, sehingga kurangnya minat siswa untuk mempelajari strategi dan taktik dalam bermain futsal, maka dari itu belum diketahui tingkat pengetahuan peserta ekstrakurikuler futsal di SMA Negeri 1 Sakra tentang strategi dan taktik dalam bermain futsal.
EFEKTIVITAS LATIHAN AKUATIK UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN DASAR RENANG PADA ANAK USIA PRASEKOLAH SYAFIRA GORA PRADANI; LALU SAPTA WIJAYA KUSUMA; MUHSAN, MUHSAN
Jurnal Penelitian, Pengembangan Pembelajaran dan Teknologi (JP3T) Vol. 2 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jp3t.v2i2.974

Abstract

Olahraga renang adalah salah satu olahraga yang dilakukan di dalam air dengan cara menggerakkan, mengapung dan mengangkat semua bagian tubuh ke atas permukaan air dengan berbagai macam gerakan dasar berenang, yaitu merupakan salah satu hal penting yang harus dipahami termasuk bagi pemula. Usia prasekolah merupakan usia yang san­gat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Usia prasekolah termasuk masa yang tepat un­tuk memperkenalkan anak pada kegiatan air dan mengajarkan keahlian dasar berenang. Program pembelajaran akuatik pada usia prasekolah ber­tujuan untuk memperkenalkan anak-anak agar memiliki rasa senang terhadap kegiatan akuatik, berani mengenal risiko dalam kegiatan air, dan mengajarkan keahlian dasar berenang. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui Efektivitas Latihan Akuatik Untuk Meningkatkan Keterampilan Dasar Renang Anak Usia Prasekolah 4-6 Tahun Di Jatayu Swimming Club Lombok Tahun 2023. Metodepenelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan atau desain dengan metode eksperimen. Adapun rancangan penelitiannya adalah menggunakan One group pre-test dan post-test design. DalampenelitianiniseluruhpopulasiyakniAnak Usia Prasekolah 4-6 Tahun Di Jatayu Swimming Club Lombok berjumlah 15 Orang. Jadipenelitianinimerupakanpenelitianstudipopulasi. Instrumenpenelitianyang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen Keterampilan Dasar Renang Anak Usia Prasekolah. Jadi dari hasil penelitian tentangApakahadaEfektivitas Latihan Akuatik Untuk Meningkatkan Keterampilan Dasar Renang Anak Usia Prasekolah 4-6 Tahun Pada Atlit Renang JATAYU Swimming Club Lombok Tahun 2023?. Berdasarkan tabel output SPSS 22 hasil uji t, diperoleh nilai sig.=0.000, yang berarti lebih kecil dari α 0.05. Dengan demikian, Ho ditolak dan Ha diterima. Sehingga, Hipotesis yang berbunyi Ada Efektivitas Latihan Akuatik Efektif Untuk Meningkatkan Keterampilan Dasar Renang Anak Usia Prasekolah 4-6 Tahun Pada Atlit Renang JATAYU Swimming Club Lombok Tahun 2023, dinyatakan diterima, maka penelitian ini signifikan.
PENGARUH LATIHAN KEKUATAN OTOT LENGAN TERHADAP KEMAMPUAN HANDSTAND PADA ATLET USIA DINI SYNTHIA ARI PRATIWI; MUHAMMAD SALABI; MUHSAN, MUHSAN
Jurnal Penelitian, Pengembangan Pembelajaran dan Teknologi (JP3T) Vol. 2 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jp3t.v2i2.975

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh observasi yang dilakukan oleh peneliti dimana beberapa anak ditemukan masalah saat melakukan gerakan Handstand masih belum sempurna. Tangan yang digunakan untuk menopang badan belum begitu kuat perkara ini tentu dipengaruhi oleh sejumlah penyebab diantaranya seperti; minimnya komponen kondisi fisik,kekuatan otot lengan, tingkat percaya diri yang rendah (perasaan takut akan terjatuh), maupun akibat urutan gerakan pelaksanaan handstand yang belum dipahami ketika observasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya Pengaruh Latihan Kekuatan Otot Lengan Terhadap Kemampuan Handstand Pada Anak Usia 8 – 9 Tahun Di Synthia Gymnastics Club. Dalam penelitian ini penulis meneliti tentang Latihan Kekuatan Otot Lengan Terhadap Kemampuan Handstand Pada Anak Usia 8 – 9 Tahun Di Synthia Gymnastics Club. Metode yang digunakan penelitian ini adalah Metode Experimen dengan Design penelitian The Pre-test Posttest Treatment Design. Didalam penelitian ini penulis mengambil sampel sebanyak 20 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes Stork Stand Test. Berdasarkan pengolahan dan analisis data, diperoleh nilai t-hitung sebesar = 8,95. Kemudian nilai t-tabel signifikan 5% pada derajat kebebasan n-1 (20-1=19) didapatkan nilai = 1,729. Berdasarkan hasil nilai t-hitung dan t-tabel makan diketahui nilai t-hitung lebih besar dari nilai t-tabel yaitu = 8,95 > 1,729. Karena t-hitung > t-tabel (8,95> 1,729) berarti hipotesis nihil (Ho) “Ditolak” dan hipotesis kerja (Ha) “Diterima” , sehingga dapat disimpulkan analisis data bahwa “Ada Pengaruh Latihan Kkeuatan Otot Lengan Terhadap Kemampuan Handstand pada anak usia 8-9 tahun di Synthia Gymnastic Club Tahun 2023.
Persepsi Peserta Didik terhadap Pembelajaran PJOK Materi Bola Voli Menggunakan Media Audio Visual Hariadi, Ahmad Didi; Mujriah, Mujriah; Muhsan, Muhsan
Empiricism Journal Vol. 7 No. 2: June 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i2.5970

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi peserta didik terhadap pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) pada materi permainan bola voli menggunakan media audio visual di MA NW Dasan Tapen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 44 peserta didik kelas X yang ditentukan menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa angket persepsi yang telah disusun berdasarkan indikator faktor internal dan faktor eksternal. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa nilai rata-rata, standar deviasi, frekuensi, dan persentase dengan bantuan IBM SPSS Statistics 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi peserta didik terhadap pembelajaran PJOK menggunakan media audio visual berada pada kategori sedang dengan kecenderungan positif. Nilai rata-rata persepsi sebesar 83,39 dengan standar deviasi 12,50. Distribusi kategori menunjukkan bahwa 36,36% peserta didik berada pada kategori sedang, 27,27% kategori tinggi, 27,27% kategori rendah, dan 9,09% kategori sangat tinggi. Pada faktor internal, kategori cukup positif mendominasi sebesar 40,91%, sedangkan pada faktor eksternal kategori cukup positif sebesar 38,64%. Temuan ini menunjukkan bahwa media audio visual mampu mendukung proses pembelajaran bola voli dengan meningkatkan perhatian, motivasi, dan pemahaman peserta didik, meskipun efektivitasnya masih dipengaruhi oleh kompetensi guru, karakteristik peserta didik, dan lingkungan belajar. Oleh karena itu, pemanfaatan media audio visual perlu diintegrasikan dengan strategi pembelajaran yang interaktif agar mampu meningkatkan kualitas pembelajaran PJOK secara optimal.   Students’ Perceptions of Physical Education Learning on Volleyball Material Using Audio-Visual Media Abstract This study aims to determine students' perceptions of Physical Education, Sports, and Health (PJOK) instruction regarding volleyball, specifically utilizing audio-visual media, at MA NW Dasan Tapen. The study employs a quantitative approach using a descriptive survey method. The sample consisted of 44 Grade X students, selected via total sampling. The research instrument was a perception questionnaire developed based on internal and external factor indicators. Data were analyzed using descriptive statistics—specifically mean scores, standard deviations, frequencies, and percentages—with the aid of IBM SPSS Statistics 23. The results indicate that students' perceptions of PJOK instruction using audio-visual media fall into the moderate category with a positive tendency. The mean perception score was 83.39, with a standard deviation of 12.50. The categorical distribution shows that 36.36% of students fell into the moderate category, 27.27% into the high category, 27.27% into the low category, and 9.09% into the very high category. Regarding internal factors, the "moderately positive" category was dominant at 40.91%, while for external factors, the "moderately positive" category stood at 38.64%. These findings suggest that audio-visual media can support the volleyball learning process by enhancing students' attention, motivation, and understanding, although its effectiveness remains influenced by teacher competence, student characteristics, and the learning environment. Therefore, the use of audio-visual media should be integrated with interactive teaching strategies to optimally enhance the quality of PJOK instruction. Keywords: audio-visual media, PJOK instruction, volleyball, student perception
Pengaruh Latihan Kombinasi Gerak Lengan Free Single Arm dan Konvensional Menggunakan Hand Paddle dan Fins terhadap Kecepatan Renang 50 Meter Gaya Kupu-Kupu Hidayat, Hidayat; Muhsan, Muhsan; Alpen, Joni
Sportify Journal Vol. 3 No. 2 (2023): December
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sj.v3i2.5058

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh latihan kombinasi gerak lengan free single arm dan konvensional menggunakan hand paddle dan fins terhadap kecepatan renang 50 meter gaya kupu-kupu. Metode penelitian menggunakan eksperimen semu dengan desain one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 12 atlet yang dipilih melalui purposive sampling berdasarkan kriteria aktif berlatih, sehat, dan menguasai teknik dasar gaya kupu-kupu. Instrumen penelitian berupa tes renang 50 meter gaya kupu-kupu dengan stopwatch, peluit, dan lembar pencatatan waktu. Perlakuan diberikan selama 18 pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata waktu tempuh menurun dari 33,43 detik menjadi 30,85 detik, sedangkan kecepatan meningkat dari 150,17 cm/s menjadi 162,75 cm/s. Uji paired sample t-test menunjukkan nilai t-hitung 9,3549 lebih besar daripada t-tabel 1,796. The Effect of Combined Free Single Arm and Conventional Arm Movement Training Using Hand Paddles and Fins on 50-Meter Butterfly Swimming Speed Abstract The purpose of this study was to examine the effect of combined free single arm and conventional arm movement training using hand paddles and fins on 50-meter butterfly swimming speed. This study employed a quasi-experimental method with a one-group pretest-posttest design. The sample consisted of 12 athletes selected through purposive sampling based on active training participation, physical readiness, and mastery of basic butterfly technique. The research instrument was a 50-meter butterfly swimming test using a stopwatch, whistle, and performance recording sheet. The intervention was conducted over 18 training sessions. The results showed that the mean swimming time decreased from 33.43 seconds to 30.85 seconds, while swimming speed increased from 150.17 cm/s to 162.75 cm/s. The paired sample t-test showed that the calculated t-value of 9.3549 was higher than the t-table value of 1.796.
Pemetaan Tingkat Pengetahuan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Aspek Kebersihan Pribadi Siswa Kelas IV dan V Sekolah Dasar Muslim, Alan; Muhsan, Muhsan; Okilanda, Ardo
Sportify Journal Vol. 3 No. 2 (2023): December
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sj.v3i2.5059

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat pengetahuan PHBS terhadap kebersihan pribadi siswa kelas IV dan V di SDN 2 Selebung Ketangga. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Sampel berjumlah 42 siswa yang ditentukan melalui total sampling. Instrumen berupa tes tertutup 36 item dengan skor benar = 1 dan salah = 0, mencakup tujuh indikator: mencuci tangan, kebersihan kuku, pakaian, gigi dan mulut, rambut, membuang sampah, dan olahraga. Data dianalisis menggunakan distribusi frekuensi, persentase, rata-rata, dan standar deviasi. Hasil menunjukkan 66,7% siswa berada pada kategori baik, 31,0% cukup, dan 2,4% kurang. Indikator tertinggi adalah membuang sampah dan olahraga, sedangkan kebersihan kuku, rambut, serta gigi dan mulut masih perlu diperkuat. Mapping the Knowledge Level of Clean and Healthy Living Behavior in Personal Hygiene Aspects among Grade IV and V Elementary School Students Abstract This study aimed to describe the level of students’ knowledge of clean and healthy living behavior toward personal hygiene among Grade IV and V students at SDN 2 Selebung Ketangga. A quantitative descriptive survey design was used. The sample consisted of 42 students selected through total sampling. Data were collected using a 36-item closed-ended knowledge test with dichotomous scoring: correct answer = 1 and incorrect answer = 0. The instrument covered seven indicators: handwashing, nail hygiene, clothing cleanliness, oral hygiene, hair hygiene, waste disposal, and exercise. Data were analyzed using frequency distribution, percentages, mean, and standard deviation. The findings showed that 66.7% of students were in the good category, 31.0% in the sufficient category, and 2.4% in the poor category. Waste disposal and exercise showed the strongest results, while nail, hair, and oral hygiene require further improvement.
Peningkatan Ketepatan Shooting dan Passing melalui Latihan Wall Player pada Pemain Sepak Bola Putra U-17 Qadriansyah, M.; Muhsan, Muhsan; Yosika, Ghana Firsta
Sportify Journal Vol. 3 No. 2 (2023): December
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sj.v3i2.5062

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peningkatan ketepatan shooting dan passing pemain sepak bola putra U-17 Garuda Electric Dompu setelah mengikuti latihan Wall Player. Penelitian menggunakan desain one-group pretest–posttest dengan 15 pemain yang dipilih secara purposive. Instrumen penelitian berupa tes menembak bola ke sasaran dan tes passing–stopping selama 30 detik. Perlakuan diberikan dalam 16 sesi latihan. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, dan paired sample t-test. Hasil menunjukkan rerata shooting meningkat dari 55,72 menjadi 64,68, sedangkan rerata passing meningkat dari 9,60 menjadi 11,30. Uji t menunjukkan peningkatan signifikan pada shooting, t(14) = 4,136, p < 0,01, d = 1,07, dan passing, t(14) = 5,801, p < 0,001, d = 1,50. Latihan Wall Player berasosiasi dengan peningkatan ketepatan shooting dan passing, tetapi temuan perlu ditafsirkan hati-hati karena tidak ada kelompok kontrol. Improving Shooting and Passing Accuracy through Wall Player Training among U-17 Male Football Players Abstract This study aimed to analyze improvements in shooting and passing accuracy among male U-17 soccer players at Garuda Electric Dompu after participating in Wall Player training. A one-group pretest–posttest design was employed with 15 players selected through purposive sampling. The instruments consisted of a target shooting test and a 30-second passing–stopping test. The intervention was conducted over 16 training sessions. Data were analyzed using descriptive statistics, normality testing, and paired sample t-tests. The results showed that mean shooting accuracy increased from 55.72 to 64.68, while mean passing accuracy increased from 9.60 to 11.30. The t-test indicated significant improvements in shooting, t(14) = 4.136, p < .01, d = 1.07, and passing, t(14) = 5.801, p < .001, d = 1.50. Wall Player training was associated with improved shooting and passing accuracy; however, the findings should be interpreted cautiously due to the absence of a control group.
Optimizing Post-Training Recovery in Student Futsal: The Effects of Sport Massage and Relaxation on VO2Max Hasani, Muh. Hibatilla; Muhaimin, Ali; Muhsan, Muhsan; Irmansyah, Johan; Kurnianto, Haris
Sportify Journal Vol. 5 No. 2 (2025): December
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sj.v5i2.5375

Abstract

This study was motivated by the low endurance of several futsal extracurricular participants, indicated by rapid fatigue, muscle cramps, body soreness, and the absence of a systematic post-training recovery program. The study aimed to examine the effects of sport massage, relaxation, and combined sport massage with relaxation on the stamina of futsal extracurricular students at MAN 1 Kota Bima. This research used a quantitative approach with a pretest-posttest design involving 24 participants. Stamina was measured using the bleep test to estimate VO2Max. Data were analyzed descriptively and inferentially through normality testing, paired samples t-test, and adjusted repeated-measures interpretation. The results showed that mean VO2Max increased from 41.5 to 47.4 after sport massage, 45.9 after relaxation, and 49.9 after the combined treatment. The study concludes that all recovery methods showed a tendency to improve stamina, with the combined treatment producing the highest descriptive result.