Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

IDENTIFIKASI JENIS DAN KONDISI POPULASI TUMBUHAN PAKU (Pteridophyta) DI BLOK KOLEKSI TAMAN HUTAN RAYA WAN ABDUL RACHMAN Savira, Elza Novelia; Indriyanto, Indriyanto; Asmarahman, Ceng
JURNAL RIMBA LESTARI Vol 1 No 1 (2021): Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Jurusan Kehutanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/rimbalestari.v1i1.19

Abstract

Wan Abdul Rachman Forest Park has a collection block, one of which functions to conserve plant species, including ferns (Pteridophyta). This study aims to determine the types of ferns, the population density of each species, and the dominant fern species. The research was carried out by survey using the checkered line method with a sampling intensity of 2%. The area of ​​the collection block is 141.18 ha, the total area of ​​the sample plots is 28,236 or as many as 70 plots.The results identified 16 species of ferns consisting of 3 species of epiphytic ferns, 4 species of epiphytic and terrestrial ferns, and 9 species of terrestrial ferns in forest stand conditions composed of 39 plant species with a density of 1,078.4 individuals/ha.The species of ferns found were Adiantum pediantum, Asplenium pellucidum, Athyrium japonicum, Cyclosorus parasiticus, Davvallia denticulata. Drynaria sparsisora. Thelypteris sp., Stenoclaena polustris, Goniophlebium verrucosum, Leucostalgia pallida, Nephrolepis dicksoniades, Pteris grandifolia, Selliguea deckokii, Diplazium simplivicacium, Pteris mulfida, dan Vittaria elongata. Combination of nail plants of 3333, 57 trees/ha followed by three dominant kinds of Davvallia denticulata, stenoclaena polustris, leucostegia pallida with an INP of 14.55, 11.42 and 10.4. The ferns support in turn is found in plants that support spikes called tangkil (Gnetum gnemon), coconut (Cocos nucifera), randu (Ceiba pentandra), jengkol (Pithecellobium lobatum), jackfruit (Artocarpus heterophyllus), with the dominant form of support called the tangkil (Gnetum gnemon).
ASOSIASI LIANA DENGAN TUMBUHAN PENOPANGNYA DI BLOK KOLEKSI TAMAN HUTAN RAYA WAN ABDUL RACHMAN, PROVINSI LAMPUNG Sukra, Paul; Indriyanto, Indriyanto; Asmarahman, Ceng
JURNAL RIMBA LESTARI Vol 1 No 1 (2021): Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Jurusan Kehutanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/rimbalestari.v1i1.24

Abstract

Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman (Tahura WAR) merupakan wilayah untuk menjaga siklus unsur hara dan pusat pengawetan keanekaragaman hayati di Provinsi Lampung, salah satu bagian pengelolaannya yaitu blok koleksi yang berfungsi untuk melestarikan tumbuhan, termasuk di antaranya adalah liana. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis liana, jenis penopang liana dan bentuk asosiasi antara tanaman liana dan penopangnya. Penelitian dilakukan dengan survey metode petak ganda secara sistematik dengan intensitas sampling 2%. Data yang diperoleh dianalisis tingkat asosiasinya menggunakan Indeks Ochiai (OI). Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 5 jenis liana terdapat di blok koleksi, yaitu Piper nigrum, Piper betle, Vanilla planifolia, Passiflora edulis, dan Mikania micrantha. Selanjutnya, ditemukan 15 jenis tumbuhan penopang liana yaitu, Ceiba petandra, Theobroma cacao, Durio zibethinus, Hevea brasiliensis, Gnetum gnemon, Persea americana, Pithecellobium lobatum, Gliricidia sepium, Dalbergia latifolia, Naphelium lappaceum, Aleurites moluccana, Parkia speciosa, Arenga pinnata, Cocos nucifera dan Intsia palembanica. Bentuk asosiasi nyata di lokasi penelitian antara liana dengan tumbuhan penopangnya yaitu, tumbuhan durian dengan lada, tumbuhan durian dengan sirih, tumbuhan karet dengan sembung, tumbuhan tangkil dengan sembung, tumbuhan jengkol dengan lada, dan tumbuhan sonokeling dengan markisa.
BIMBINGAN TEKNIS BUDIDAYA KAPULAGA DI BAWAH TEGAKAN KEBUN HUTAN KEPADA PETANI GAPOKTANHUT PUJO MAKMUR, LAMPUNG INDRIYANTO, INDRIYANTO; TSANI, MACHYA KARTIKA; SANTOSO, TRIO; SURNAYANTI, SURNAYANTI; DAMAYANTI, INGGAR
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v4i2.3817

Abstract

Forest farmers, members of a combination of Pujo Makmur forest farmer groups, Lampung Province, do not yet know how to cultivate cardamom correctly in the Pematang Kubuato protected forest area. The technical guidance was carried out to increase forest farmers' knowledge about the correctly cultivation of cardamom under forest garden stands. The methods used in implementing technical guidance were lectures and discussions, as well as inspection of cardamom planting areas. Changes in farmer knowledge were evaluated through pre test and post test with questionnaires. The results of technical guidance activities for forest farmers were that forest farmers' knowledge regarding how to prepare cardamom seedlings increased by 18.8, forest farmers' knowledge regarding how to plant cardamom under forest garden stands increased by 19.0, forest farmers' knowledge regarding how to care for cardamom plants increased by 19.0. 18.6, forest farmers' knowledge of how to harvest cardamom fruit increased by 16.2, and forest farmers' knowledge of how to handle post-harvest fruit increased by 16.8. All forest farmers (100% of participants) stated that they were determined to implement cardamom cultivation correctly. It can be concluded that this technical guidance has succeeded in increasing farmers' knowledge and interest regarding various aspects of cardamom cultivation. ABSTRAKPetani hutan anggota Gapoktanhut Pujo Makmur, Provinsi Lampung belum mengetahui cara budidaya kapulaga secara benar dalam kawasan hutan lindung Pematang Kubuato. Bimbingan teknis bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani hutan tentang budidaya kapulaga secara benar di bawah tegakan kebun hutan. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan bimbingan teknis adalah ceramah dan diskusi, serta peninjauan areal pertanaman. Perubahan pengetahuan petani dievaluasi menggunakan kuesioner pada awal dan akhir kegiatan bimbingan teknis. Hasil kegiatan bimbingan teknis kepada petani hutan adalah pengetahuan petani hutan mengenai cara penyiapan bibit kapulaga meningkat sebesar 18,8, pengetahuan petani hutan mengenai cara penanaman kapulaga di bawah tegakan kebun hutan meningkat sebesar 19,0, pengetahuan petani hutan mengenai cara pemeliharaan tanaman kapulaga meningkat sebesar 18,6, pengetahuan petani hutan mengenai cara pemanenan buah kapulaga meningkat sebesar 16,2, dan pengetahuan petani hutan mengenai cara penanganan buah pascapanen meningkat sebesar 16,8. Semua petani hutan (100% peserta) menyatakan bertekat akan menerapkan budidaya kapulaga secara benar. Dapat disimpulkan bahwa bimbingan teknis ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan minat petani mengenai berbagai aspek budidaya tanaman kapulaga.
Densitas Hama dan Intensitas Kerusakan Tanaman Muda Di Areal Restorasi Stasiun Penelitian Rawa Bunder Fitaunnisa, Tsaniya Rifqi; Asmarahman, Ceng; Indriyanto, Indriyanto
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 6 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 6 Edisi Desember 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i6.14109

Abstract

Taman Nasional Way Kambas merupakan kawasan konservasi yang memiliki ekosistem hutan dataran rendah. Salah satu penutupan lahan Taman Nasional Way Kambas yaitu padang ilalang yang banyak ditumbuhi oleh alang-alang pada lahan kritis. Pihak pengelola Taman Nasional Way Kambas melakukan upaya pemulihan ekosistem di lahan kritis untuk mengembalikan fungsi ekosistem alami yang telah rusak. Pihak pengelola melakukan penanaman dengan memperhatikan pertumbuhan tanaman mulai dari pemilihan bibit, penanaman bibit hingga bibit menjadi tanaman muda. Tanaman muda yang terdapat di Plot Tradisional terserang oleh hama yang dapat menimbulkan berbagai masalah pada tanaman. Oleh karena itu, dilakukan penelitian kepadatan dan intensitas kerusakan tanaman muda yang terserang hama. Metode penelitian menggunakan sistematik sampling untuk menentukan pengambilan sampel, peletakan plot dilakukan secara sistematik sebanyak 25 plot sampel. Pengamatan dilakukan secara visual pada plot sampel, kemudian mengidentifikasi jenis hama serta menghitung kepadatan dan intensitas serangan hama. Berdasarkan hasil pengamatan ditemukan jenis-jenis hama seperti, ulat jengkal, ulat bulu, wereng batang coklat, ulat kantong, kepik, belalang, walang sangit dan kutu putih. Kepadatan hama tertinggi yaitu ulat jengkal (0,0007 individu/1000m²) dan kepadatan hama terendah adalah ulat kantong (0,0001 individu/1000m²). Intensitas kerusakan nisbi pada daun yang tertinggi yaitu pada tanaman puspa sebesar (37%). Beberapa jenis tanaman muda yang memiliki intensitas kerusakan mutlak mencapai 100% yaitu rengas, rukem, waru gombong, kemang, jambon, dan bungur. Hal yang perlu dilakukan oleh pihak pengelola Taman Nasional Way Kambas yaitu dengan menyusun strategi pengendalian hama pada Plot Tradisional
KEANEKARAGAMAN JENIS TUMBUHAN BERKHASIAT OBAT DI KTH MEKAR SARI TAHURA WAN ABDUL RACHMAN Andriyani, Della Eka; Bintoro, Afif; Asmarahman, Ceng; Indriyanto, Indriyanto
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 6 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 6 Edisi Desember 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i6.14136

Abstract

Tahura Wan Abdul Rachman adalah kawasan konservasi alam yang terletak di Provinsi Lampung. Salah satu tumbuhan yang ada di Tahura Wan Abdul Rachman adalah tumbuhan obat, yaitu tanaman yang memiliki kandungan senyawa yang bermanfaat dan berkhasiat untuk mencegah, mengurangi, atau menyembuhkan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat keanekaragaman tumbuhan obat. Penelitian ini dilakukan di lahan KTH Mekar Sari Tahura Wan Abdul Rachman, dengan metode plot ganda. Plot yang digunakan berukuran 2 m x 2 m, 5 m x 5 m, 10 m x 10 m dan 20 m x 20 m. Hasil penelitian menunjukkan 11 jenis tumbuhan obat tingkat pohon dewasa, 10 jenis pada tingkat tiang, 10 jenis pada tingkat pancang dan 12 jenis pada tingkat semai. Terdapat 20 jenis tumbuhan obat dengan indeks keanekaragaman sebesar 0,87 dan masuk dalam kategori rendah.
TINGKAT SERANGAN HAMA DAN PENYAKIT DI PESEMAIAN PT BUKIT ASAM UNIT PELABUHAN TARAHAN, PROVINSI LAMPUNG HUTASOIT, ERNI; INDRIYANTO, INDRIYANTO; ASMARAHMAN, CENG
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v4i3.3704

Abstract

Land rehabilitation of the post-mining requires healthy tree seedlings, namely seedlings that are not attacked by the pests or disease. The health condition of tree seedlings can be determined from the types of damage to the seedling organs as a sign of pest and disease attacks. Therefore, identification of damage to tree seedlings in the nursery owned by PT Bukit Asam, Tarahan Port Unit was carried out to determine the attack level of pest and disease. Observation of attack signs and symptoms of pest and disease were carried out systematically using the cluster sampling method at 16 sampel plots with a plot size of 1 m x 1 m. The results of this research showed that there were 2 types of damage caused by pests, namely perforated leaves and rolled leaves, as well as 4 types of damage caused by disease, namely leaf spot, leaf fall, yellowing leaves, and stem cancer. The average number of tree seedlings found to have signs of pest and disease attacks was 77.57%. All of the tree seedlings (100%) found to have signs of pest and disease attacks were Eugenia oleana, Handroanthus impetiginosus, Durio zibethinus, Myristica fragrans, Polyalthia longifolia, Diospyros celebica, and Terminalia catappa. The tree seedlings that showed no signs of pest and disease attacks was Casuarina equisetifolia. The average percentage of pest and disease attacks on tree seedlings was 21.21%. Based on the research results, it can be concluded that the level of pest and disease attacks on tree seedlings is in the light category. Therefore, to prevent an increase in attacks, it is possible to improve the sanitation of the nursery environment and increase the distance between seedlings. ABSTRAKRehabilitasi lahan pascapenambangan membutuhkan bibit pohon yang sehat, yaitu bibit yang tidak terserang hama maupun penyakit. Kondisi kesehatan bibit pohon dapat diketahui dari jenis-jenis kerusakan pada organ bibit sebagai tanda adanya serangan hama dan penyakit. Oleh karena itu, identifikasi kerusakan bibit pohon di pesemaian PT Bukit Asam Unit Pelabuhan Tarahan dilakukan untuk mengetahui tingkat serangan hama dan penyakit. Pengamatan tanda dan gejala serangan hama dan penyakit dilakukan secara sistematik dengan metode cluster sampling pada 16 plot pengamatan dengan ukuran plot 1 m x 1 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 2 jenis kerusakan yang disebabkan oleh hama yaitu daun berlubang dan daun tergulung, serta 4 jenis kerusakan yang disebabkan oleh penyakit yaitu bercak daun, gugur daun, daun menguning, dan kanker batang. Rata-rata jumlah bibit pohon yang ditemukan adanya tanda serangan hama dan penyakit sebesar 77,57%. Bibit pohon yang semuanya (100%) ditemukan adanya tanda serangan hama dan penyakit adalah Eugenia oleana, Handroanthus impetiginosus, Durio zibethinus, Myristica fragrans, Polyalthia longifolia, Diospyros celebica, dan Terminalia catappa. Bibit pohon yang tidak ditemukan adanya tanda serangan hama dan penyakit adalah Casuarina equisetifolia. Rata-rata persentase serangan hama dan penyakit pada bibit pohon adalah sebesar 21,21%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat serangan hama dan penyakit pada bibit pohon berkategori ringan. Oleh karena itu, untuk mencegah meningkatnya serangan dapat dilakukan perbaikan sanitasi lingkungan pesemaian dan perenggangan jarak antarbibit.
Kajian Pengajaran Tentang Irresistible Grace bagi Kaum Disabilitas Indriyanto, Indriyanto
Basileus Eirene: Jurnal Agama dan Pendidikan Vol 2 No 2 (2023)
Publisher : Basilius Eirene Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63436/bejap.v2i2.34

Abstract

Latar belakang penelitian membahas pentingnya pengajaran tentang "Irresistible Grace" bagi kaum disabilitas dalam konteks teologi dan inklusi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan memenuhi kebutuhan spiritual kaum disabilitas serta menciptakan lingkungan rohani yang inklusif. Langkah-langkah konkret telah diambil untuk mendukung gerakan inklusi bagi kaum disabilitas dalam kehidupan gereja. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif melalui analisis studi pustaka untuk memahami isu-isu yang relevan dan membangun kerangka kerja untuk penelitian baru. Analisis studi pustaka membantu dalam mengidentifikasi metodologi yang sesuai untuk penelitian pengajaran "Irresistible Grace" kepada kaum disabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengajaran konsep teologis kompleks seperti "Irresistible Grace" kepada kaum disabilitas memerlukan pendekatan yang sensitif, inklusif, dan adaptif, serta penyesuaian dalam metode pengajaran dan aksesibilitas. Implementasi pengajaran tentang Irresistible Grace bagi kaum disabilitas merupakan tantangan kompleks yang memerlukan pendekatan holistik yang melibatkan aspek teologis, pendidikan, sosial, dan psikologis. Diharapkan dengan pendekatan yang holistik, implementasi pengajaran tentang Irresistible Grace bagi kaum disabilitas dapat menjadi lebih efektif dan bermakna, meningkatkan inklusi dan partisipasi mereka dalam kehidupan gereja dan masyarakat secara umum.
The Existence of Undergrowth at Forest Garden Stands in Grand Forest Park, Lampung Province Indriyanto, Indriyanto; Indriyanto, Nurani Hardikananda
Jurnal Biodjati Vol 8 No 2 (2023): November
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v8i2.26670

Abstract

The existence of undergrowth has an important role as an ecosystem both from an ecological and economic perspective. However, the composition and diversity of undergrowth in an area depends on the land use system. This research aimed to know the species composition and diversity of undergrowth at forest garden stands. Data collection was carried out with a vegetation survey using nested rectangular plots with a sampling intensity of 1%. The data collected included undergrowth species, the number of individuals for each species, and tree species as components of forest garden stands. Data were analyzed by calculating density, frequency, important value index, and Shannon diversity index. The results showed that the undergrowth that exists under forest garden stands were 38 species dominated by 12 species, namely Acalypha australis, Asystasia gangetica, Clidemia hirta, Starchytarpeta jamaicensis, Mikania micrantha, Peperomia pellucidia, Setaria barbata, Andropogon aciculatus, Alpinia galanga, Diplazium esculentum, Paederia foetida, and Crassocephalum crepidioides. The forest garden stands were composed of 43 tree species dominated by 4 tree species, namely Durio zibethinus, Aleurites moluccana, Myristica fragrans, and Gnetum gnemon. The level of undergrowth diversity was in the medium category with an H value of 1.540, indicating the diverse of undergrowth species.
PRODUKSI GULA AREN CETAK MILIK ANGGOTA KTH HARAPAN BARU I DI KELURAHAN BATU PUTUK, KOTA BANDAR LAMPUNG Putri, Pascalina Yossy; Indriyanto, Indriyanto; Asmarahman, Ceng
MAKILA Vol 16 No 1 (2022): Makila: Jurnal Penelitian Kehutanan
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/makila.v16i1.5386

Abstract

The availability of palm sap will determine the production of palm sugar. Therefore, the research objective is to know the palm sugar production in the sugar industry of the Harapan Baru I Forest Farmers Group at Batu Putuk Village. The research data was gathered through observing and interviewing palm sugar industry owners. According to the research, the average volume of processed sap per day was 46.125 liters (50.737 kg/day) from 16 palm trees. The average palm sugar yield is 12.57 percent, and the average palm sugar production is 6.53 kg/day. The right strategy to develop molded palm sugar production was to maintain palm plants and improve tapping techniques to increase the volume of palm sap and palm sugar production.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KANDANG AYAM PADA TANAH LATOSOL TERHADAP PERTUMBUHAN SEMAI MAHONI DAUN LEBAR Wafa, Ali; Asmarahman, Ceng; Indriyanto, Indriyanto
MAKILA Vol 17 No 2 (2023): Makila: Jurnal Penelitian Kehutanan
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/makila.v17i2.8935

Abstract

Latosol soil has poor chemical properties such as low cation exchange capacity, acid-base character, and low nutrients. The use of latosol soil as a medium for forest plant growth requires the provision of organic matter including the use of chicken manure. The use chicken manure has been widely used and researched. However, the growth of mahony seedlings has not been large or recorded. The study used a completely randomized design method. The treatments consisted of 4 level, control (pure latosol soil), 10% chicken manure, 20% chicken manure, 20% chicken manure, and 30% chicken manure. Growth variables of seedling consisted of stem height, stem diameter, number of leaves, shoot dry weight, root dry weight, total dry weight, root shoot ratio, seed quality index, and chemical properties chicken manure and latosol soil. The data were analyzed by analysis of variance (ANOVA) and HSD test at 5% significance level. The results showed that 10% chicken Manure treatment had the best affect on stem height (29.92 cm), number of leaves (15.40 strands), shoot dry weight (5.10 g), total dry weight (7.30 g), root shoot ratio (2.55), and seeds quality index (0.22).