Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Efek Pemberian N-Asetilsistein sebagai Terapi Pencegahan Contrast Induced Nephropathy Pasca Intervensi Koroner Perkutan pada Lansia Putu Rika Veryanti; Gamaliel Agripa
Jurnal Ilmiah Farmasi Vol. 18 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jif.vol18.iss1.art7

Abstract

Background: Contrast-induced nephropathy (CIN) is a common complication in patients undergoing percutaneous coronary intervention (PCI). The Elderly is one of the risk factors for CIN and increase mortality. N-acetylcysteine is recommended as preventive therapy for CIN post PCI due to its antioxidant activity. However, previous studies have shown that the effectiveness of n-acetylcysteine as preventive therapy for CIN is still inconsistent. Objective: The aim of this study was to determine the effect of N-acetylcysteine as preventive therapy for CIN post PCI in the elderly. Method: This study used a retrospective study design. Data collection was carried out at one General Hospital in Jakarta from January until March 2020. The medical records in the 2019 period were used for the population. We included an elderly patient who underwent PCI by purposive sampling technique and obtained 78 samples. Data were analyzed by paired t-test to determine the effect of N-acetylcysteine as preventive therapy for CIN post PCI in the elderly. Results: The characteristic of elderly patients who underwent PCI were dominated by males (66.67%) with a GFR <60 mL/min/1.73m2 (74.36%). About 92.31% of patients did not have CIN and only 7.69% of patients showed a significant acute renal impairment (LFG decreased > 20%). Overall, there was an increase in average GFR value (2.33±7.90) in elderly who underwent PCI after n-acetylcysteine administration (p=0.011).Conclusion: N-acetylcysteine was effective in preventing the incidence of CIN post PCI in the elderly.Keywords: N-acetylcysteine, preventive therapy, contrast-induced nephropathy (CIN), percutaneous coronary intervention (PCI), elderly IntisariLatar belakang: Contrast Induced Nephropathy (CIN) diketahui sebagai komplikasi yang banyak terjadi pada pasien yang menjalani intervensi koroner perkutan (IKP). Usia lanjut merupakan salah satu faktor resiko terjadinya CIN dan dapat meningkatkan mortalitas. N-asetilsistein direkomendasikan sebagai terapi pencegahan CIN pasca IKP karena dihubungkan dengan aktivitas antioksidannya. Namun dari berbagai penelitian terkait efektivitas N-asetilsistein untuk mencegah CIN masih beragam dan tidak konsisten.Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efek N-asetilsistein sebagai terapi pencegahan CIN paska IKP pada lansia.Metode: Penelitian menggunakan rancangan studi retrospektif. Pengambilan data dilakukan di salah satu rumah sakit umum di Jakarta pada bulan Januari – Maret 2020. Sampel yang digunakan adalah data rekam medik pasien periode tahun 2019 yang menjalani IKP dan berusia lanjut. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, diperoleh 78 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data diolah dan dianalisis dengan uji-t berpasangan untuk mengetahui efek N-asestilsistein sebagai terapi pencegahan CIN paska IKP pada lansia.Hasil: Karakteristik pasien lansia yang menjalani IKP didominasi oleh laki-laki (66,67%) dengan nilai LFG <60 mL/min/1,73m2 sebanyak 74,36%. Dari 78 pasien yang diberi terapi N-Asetilsistein, 92,31% diantaranya tidak mengalami CIN dan hanya 7,69% yang mengalami penurunan nilai LFG >20%. Secara keseluruhan, terjadi peningkatan rata-rata nilai LFG pada lansia yang menjalani IKP setelah pemberian N-asetilsistein sebesar 2,33±7,90 (p=0,011).Kesimpulan: N-asetilsistein efektif dalam mencegah kejadian CIN paska IKP pada lansia.Kata kunci: N-asetilsistein, contrast induced nephropathy (CIN), intervensi koroner perkutan (IKP), lansia
The Effect of N-Acetylcysteine on Glomerulus Filtration Rate in Patients with Chronic Kidney Disease Post Percutaneous Coronary Intervention Putu Rika Veryanti; Gamaliel Agripa; Ketut Agus Adrianta
Jurnal Farmasi Klinik Indonesia Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15416/ijcp.2022.11.3.217

Abstract

The use of contrast for percutaneous coronary intervention (PCI) procedures in chronic kidney disease (CKD) patients can worsen kidney function. N-Acetylcysteine is widely used as a preventive therapy for contrast-induced nephropathy (CIN). However, previous studies have shown inconsistent results, so that further research regarding the effectiveness of N-Acetylcysteine to prevent CIN is needed. This study aimed to determine the effect of N-Acetylcysteine on glomerulus filtration rate (GFR) in patients with CKD who underwent PCI. This research was conducted at Jakarta's national central general hospitals from July to December 2019 with a retrospective study design. Through the purposive sampling method, we obtained 72 samples. The sample was selected from the patient's medical records in the period January-June 2019. Patients who underwent PCI and had a history of CKD were included in the study. The data were analyzed by t and chi-square tests to determine the effect of N-Acetylcysteine on the patient's GFR. The results showed that CKD patients underwent PCI were dominated by male (61.11% vs 38.89%) and 33.33% of patients aged 55-64 years. Most patients had GFR values between 30-59.99 ml/min/1.73m2 with 100 ml of contrast administration. The ratio of contrast amount to GFR > 3.7 was found in 47.22% of patients. The administration of N-Acetylcysteine as a preventive therapy for CIN post-PCI increased the GFR value of CKD patients by 2.69±5.72. N-Acetylcysteine had a significant effect on the GFR of post-PCI CKD patients (p=0.000).
Menyikapi Preferensi Masyarakat Pondok Benda Pamulang Dalam Pemilihan Obat Flu Berdasarkan Iklan Dengan Bijak Ainun Wulandari; Amelia Febriani; Teodhora Teodhora; Vilya Syafriana; Ika Maruya Kusuma; Hervianti Nurfitria Nugrahani; Fathin Hamida; Putu Rika Veryanti; Saiful Bahri; Refdanita Refdanita; Lili Musnelina; Pratiwi Ally Florentina
MESTAKA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/mestaka.v3i2.338

Abstract

Flu is an upper respiratory tract infection that is often treated with various flu medications on the market and promoted through various media, especially television. This research aims to understand people's preferences for flu medicine in Pondok Benda Pamulang, South Tangerang. Through group discussions and delivery of educational materials, this study found that price, quality, and brand trust factors influenced the choice of flu medication. The results show an increase in public knowledge about flu and its treatment. The attractiveness of flu medicine advertisements is important in influencing consumer behavior. The right use of endorsers and advertising frequency can increase the effectiveness of advertising in mass media. This study provides insight into the importance of education in forming wise health decisions and provides a better understanding of people's preferences for cold medicines.
Upaya Meningkatkan Kompetensi Mahasiswa Calon Apoteker melalui Kajian Pelayanan Farmasi Klinis di Beberapa Apotek Jakarta Krisnawati, Indah; Teodhora, Teodhora; Wulandari, Ainun; Febriani, Amelia; Veryanti, Putu Rika; Nugrahani, Hervianti Nurfitria; Widyapratiwi, Ritha; Pontoan, Jenny; Syafriana, Vilya; Kusuma, Ika Maruya; Setiadi, Fandy Rezha; Nopianti, Hermila
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 2 (2024): April
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i2.829

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh partisipasi aktif mahasiswa calon apoteker dalam pelayanan farmasi klinis di beberapa apotek Jakarta melalui pengalaman praktik mahasiswa dan persepsi pasien terhadap keberadaan mahasiswa praktik. Metode kegiatan meliputi observasi, partisipasi aktif dan wawancara. Observasi awal memberikan pemahaman mendalam tentang praktik farmasi klinis, sedangkan partisipasi aktif memungkinkan mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan dalam situasi praktis. Selain itu, wawancara kepada pasien membantu dalam memperoleh wawasan tentang persepsi pasien terhadap pelayanan farmasi klinis. Hasil menunjukkan bahwa partisipasi aktif mahasiswa memperkuat praktik farmasi klinis di apotek, meningkatkan keterampilan klinis mereka, dan memberikan nilai tambah yang signifikan bagi pasien. Kesimpulannya, partisipasi aktif mahasiswa dalam pelayanan farmasi klinis di apotek memberikan manfaat nyata bagi praktik apoteker dan pengalaman pasien, sementara evaluasi terus-menerus diperlukan untuk memastikan pelayanan yang berkualitas.
PROGRAM SKRINING PENYAKIT DEGENERATIF DAN PEMERIKSAAN KESEHATAN GRATIS UNTUK WARGA CENDANA RESIDENCE DI APOTEK U-MED, PAMULANG, TANGERANG SELATAN Putu Rika Veryanti; Teodhora; Vilya Syafriana; Ainun Wulandai; Amelia Febriani; Lili Musnelina; Refdanita; Ika Maruya Kusuma; Tiah Rachmatiah; Nurul Akhatik; Erna Yanti; Aulia Rahimi; Devi Purwita Sari; Chori Azizah; Eva Oktavia; Subaryanti; Fathin Hamida; Herdini
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 06 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian ini berfokus pada masalah kesehatan warga Cendana Residence, khususnya dalam deteksi dini dan pencegahan penyakit degeneratif. Tujuan utama pengabdian adalah memberikan pemeriksaan kesehatan gratis dan layanan deteksi dini untuk meningkatkan kesadaran dan mendorong pengelolaan kesehatan secara proaktif di kalangan warga. Metode yang digunakan adalah dengan mendirikan pos pemeriksaan kesehatan di Apotek U-Med, Pamulang, Tangerang Selatan, di mana warga dapat menerima pemeriksaan kesehatan lengkap, termasuk pengukuran tekanan darah, tes gula darah, serta konsultasi mengenai faktor risiko penyakit degeneratif. Hasil pengabdian menunjukkan perlunya pemantauan kesehatan secara rutin di komunitas tersebut, karena banyak warga yang teridentifikasi berisiko terkena penyakit degeneratif. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran kesehatan dan mendorong intervensi dini, sehingga berkontribusi pada peningkatan hasil kesehatan masyarakat.
MEMANFAATKAN REMPAH UNTUK MENCEGAH HIPERTENSI DI RT 04 RW 05 KELURAHAN CIGANJUR, KECAMATAN JAGAKARSA Ika Maruya Kusuma; Putu Rika Veryanti; Vilya Syafriana; Munawarohthus Sholikhah; Fathin Hamida; Tiah Rachmatiah; Teodhora; Ainun Wulandari; Amelia Febriani; Subaryanti; Jessica Khairunnisa; Siti Fadila Azahra; Ratna Nilam Cahya; Dini Juliana; Mulandita
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 06 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan pada tanggal 18 Juni 2023 di RT 04/ RW 05 Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai manfaat rempah-rempah sebagai pencegahan hipertensi. Kegiatan dilakukan dengan penyuluhan dan pengisian kuesioner. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan tanaman obat sebagai antihipertensi berada dalam kategori baik (92%). Sayur dan rempah yang sering dikonsumsi, seperti timun, bawang putih, dan sereh, mudah didapatkan dan sering digunakan dalam masakan sehari-hari. Cara pengolahan yang paling umum adalah dengan merebus. Seluruh peserta menyatakan bahwa kegiatan penyuluhan sangat bermanfaat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pemanfaatan rempah-rempah sebagai alternatif pencegahan hipertensi.
Keterlibatan Dosen Farmasi Dalam Pemeriksaan Kesehatan Dasar Di Apotek Byel Farma Sebagai Bagian Dari Pengabdian Masyarakat Teodhora, Teodhora; Syafriana, Vilya; Febriani, Amelia; Wulandari, Ainun; Veryanti, Putu Rika; Rachmatiah, Tiah; Sholikha, Munawarohthus; Herdini, Herdini; Akhatik, Nurul; Subaryanti, Subaryanti; Kusuma, Ika Maruya; Setyaningsih, Erwi Putri; Putri, Elvina Triana; Siswati, Siswati; Andini, Issri Mila Nova; Jaya, Rendy Indra
MESTAKA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 5 (2024): Oktober 2024
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/mestaka.v3i5.430

Abstract

This health check-up program aims to increase public understanding of preventive measures and healthy lifestyles. The free health check-up conducted at Byel Farma Pharmacy involved simple checks such as uric acid, cholesterol, blood glucose, and blood pressure. This activity was attended by 50 residents as participants. The results of the examination showed that blood pressure (hypertension) was the most common health problem, with 25 residents showing uncontrolled results, followed by uncontrolled fasting blood glucose in 14 residents, uncontrolled cholesterol in 10 residents, and uncontrolled uric acid in 5 residents. Lecturers involved in this activity also provided education on the correct use of medication, including the correct dosage and frequency of administration. Residents were reminded not to change or add medication without first consulting a doctor or pharmacist. It is hoped that residents in RW 04 Semanan Alas Tua, West Jakarta will continue to maintain their health, reduce the risk of worsening diseases, and undergo routine checks for hypertension, cholesterol, and uric acid.
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK BUAH KAWISTA (Limonia acidissima) TERHADAP PENURUNAN KADAR ASAM URAT DARAH PADA MENCIT JANTAN Veryanti, Putu Rika; Kusuma, Ika Maruya
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 17 No. 2: September 2020
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v17i2.18025

Abstract

Gout merupakan penyakit progresif yang ditandai dengan hiperurisemia akibat deposisi kristal monosodium urat di persendian, ginjal, dan jaringan ikat lain yang berlangsung kronik. Allopurinol merupakan terapi pilihan pertama pada gout kronik namun dapat memberikan reaksi obat yang tidak diinginkan bila digunakan dalam jangka waktu panjang. Buah kawista memiliki kandungan senyawa fitokimia seperti: saponin, tanin, alkaloid, flavonoid dan terpenoid yang  bermanfaat untuk menurunkan kadar asam urat darah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas ekstrak buah kawista (Limonia acidissima) dalam menurunkan kadar asam urat darah pada mencit jantan. Penelitian ini dilakukan secara in vivo dengan menggunakan mencit jantan. Mencit diinduksi hiperurisemia dengan menggunakan hati ayam segar yang dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok yang diberi ekstrak buah kawista dosis 100 mg/KgBB, 200 mg/KgBB, 400 mg/Kg; kelompok kontrol positif (allopurinol) dan kelompok kontrol negatif (CMC-Na). Pemeriksaan kadar asam urat darah dilakukan 30 menit setelah diberi perlakuan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa ekstrak buah kawista (Limonia acidissima) pada dosis 100, 200 dan 400 mg/KgBB mencit dapat menurunkan kadar asam urat secara berturut-turut sebesar 26,67%; 67,26% dan 5,14%. Ekstrak buah kawista dapat menurunkan kadar asam urat mencit dan  dosis yang dapat menurunkan kadar asam urat terbesar adalah 200 mg/KgBB.
Tingkat Kejadian Hipoglikemia pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Peserta JKN dan Non-JKN pada Masa Pandemi COVID-19 di Kalimantan Tengah Veryanti, Putu Rika; Sartika, Ratu Ayu Dewi; Sauriasari, Rani; Elya, Berna; Puspitasari, Rara Merinda
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 21 No 2 (2023): JIFI
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/jifi.v21i2.1477

Abstract

Community activity restrictions during the COVID-19 pandemic in Indonesia impact the quantity and quality of health services for type 2 diabetes (T2DM). This limitation could increase the risk of hypoglycemia in type 2 diabetes patients. The study aimed to compare the incidence rate of hypoglycemia between national (NHIP) and non-national health insurance participants (N-NHIP) with T2DM during the COVID-19 pandemic in Indonesia. The study used a cross-sectional design and was conducted at a government hospital in Central Borneo. Data was collected by consecutive sampling from September to November 2021. Sixty-two participants were divided into two groups (NHIP and N-NHIP groups). Each group consisted of 31 participants. They were interviewed regarding their experience with hypoglycemia in the last three months. The incidence rate of hypoglycemia in N-NHIP was higher than in NHIP (93.55% vs. 87.10%; p>0.05). Hypoglycemia is mostly presented in patients using a combination of short-acting and long-acting insulin. The incidence rate of hypoglycemia in T2DM during the COVID-19 pandemic in Central Borneo was relatively high. In future studies, it is necessary to analyse the factors that significantly affect the incidence of hypoglycemia in the population of T2DM patients in Indonesia.
Edukasi DAGUSIBU Antibiotik untuk Pencegahan Resistensi Bakteri di Apotek Kimia Farma Awaliya, Azmi; Magvierah, Vidya; Veryanti, Putu Rika; Teodhora, Teodhora; Syafriana, Vilya; Sholikha, Munawarohthus; Kusuma, Ika Maruya
Jurnal Hilirisasi Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): August 2025
Publisher : STIE Mahardhika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29062/jihapenmas.v2i2.1476

Abstract

Penggunaan antibiotik yang tidak rasional masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat karena berkontribusi terhadap meningkatnya resistensi bakteri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai penggunaan antibiotik yang benar berdasarkan prinsip DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang). Kegiatan dilaksanakan di Apotek Kimia Farma 202 Kejayaan dengan melibatkan 30 responden yang berasal dari pasien dan masyarakat sekitar apotek. Metode yang digunakan meliputi edukasi langsung menggunakan media brosur serta pengisian kuesioner untuk menilai karakteristik responden dan tingkat pengetahuan terkait penggunaan antibiotik. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang cukup baik mengenai aturan penggunaan antibiotik, seperti kewajiban menghabiskan antibiotik sesuai resep dan cara penyimpanan yang benar. Namun, masih ditemukan perilaku berisiko, antara lain penggunaan antibiotik tanpa resep dokter dan ketidaktahuan bahwa antibiotik hanya efektif untuk infeksi bakteri. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi DAGUSIBU oleh apoteker berperan penting dalam mendorong penggunaan antibiotik yang rasional sebagai upaya pencegahan resistensi bakteri di masyarakat.