Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PENDAMPINGAN KADER POS PEMBINAAN TERPADU (POSBINDU) KELOMPOK BIMBINGAN IBADAH HAJI DAN UMROH: Administration Of Integrated Development Post Office (POSBINDU) Guidance Group For Hajj And Umrah Worship Anggraini Dwi Kurnia; Nur Melizza; Nur Lailatul Masruroh; Cici Indah Setyowati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2020): JPM | September 2020
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v6i2.611

Abstract

Kesehatan pada Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh juga menjadi perhatian bagi keperawatan komunitas. Kondisi Kesehatan akan sangat menunjang dalam memperlancar proses ibadah. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarkat ini adalah untuk meningkatan kesehatan jemaah melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader posbindu agar dapat melakukan pengontrolan kesehtan berkala melalui kegiatan posbindu. Pelatihan masyarakat dikemas dalam bentuk pelatihan kader posbindu dengan menggunakan metode ceramah dan demonstrasi. Metode ini memiliki beberapa keunggulan diantaranya, dapat membuat pengajaran menjadi lebih jelas dan konkret, sehingga menghindari verbalisme (pemahaman secara kata-kata atau kalimat), peserta lebih mudah memahami apa yang dipelajari, proses pengajaran lebih menarik, dan peserta dirangsang untuk aktif mengamati, menyesuaikan antara teori dengan kenyataan dan mencoba melaukannya sendiri. Peserta yang telibat merupakan beberapa jama’ah dan pengurus sejumlah 12 orang yang terdiri dari 6 perempuan dan 6 laki-laki. Usia peserta antara 41-60 tahun, setelah diberikan ceramah dan demonstrasi tingkat pengetahuan peserta 100% dalam kategori baik. Hasil ini didapatkan melalui evaluasi tes yang dilaksanakan setelah rangkaian kegiatan pelatihan. Kegiatan pengabdian masyarakat efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta sebagai kader posbindu yaitu dengan memahami pengetahuan terkait penyakit umum, persiapan sebagai calon jemaah haji dan tindakan pemeriksaan dasar dalam kegiatan posbindu.
EDUKASI PERAN REMAJA DALAM PENCEGAHAN COVID-19 PADA SISWA SMA/SMK DI MALANG: THE EDUCATION OF YOUTH ROLE IN PREVENTING COVID-19 AMONG HIGH SCHOOL STUDENTS IN MALANG Anggraini Dwi Kurnia; Nur Melizza; Nur Lailatul Masruroh; Yoyok Bekti Prasetyo
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2021): JPM | September 2021
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v7i2.836

Abstract

COVID 19 merupakan penyakit yang bisa menyerang semua kalangan tak kecuali dengan remaja. Remaja yang terserang COVID 19, neniliki gejala ringan bahkan cenderung orang tanpa gejala. Sehingga sangat rentan untuk melakukan penyebaran COVID 19 jika tidak melakukan protocol Kesehatan dengan baik dan benar Tujuan dari pengabdian adalah meningkatkan pengetahuan peran remaja dalam melakukan pencegahan COVID 19 pada siswa siswi SMA/SMK se Malang Raya. Metode yang dilaksanakan yakni bekerja sama dengan prodi Keperawatan D3 Universitas Muhammadiyah Malang dengan melakukan zoominar dengan sasaran siswa SMK/SMA. Evaluasi yang dilakukan dengan cara memberikan post test setelah pemberian edukasi. Hasil yang didapatkan dengan cara memberikan posttest setelah pemberian edukasi, dengan hasil pengetahuan tentang peran remaja dalam melakukan pencegahan COVID 19 pada siswa siswi SMA/SMK se Malang Raya meliputi: kurang (4%), pengetahuan cukup (60%), dan baik (36%). Setelah dilakukan zoominar, pemahaman siswa dalam peran remaja dalam melakukan pencegahan COVID 19 mengalami peningkatan. Hal ini diperlukan mengingat remaja menjadi role model bagi temannya.
Efektivitas Perawatan Kaki Terhadap Gejala Neuropati Perifer Pada Penderita Diabetes Mellitus Anggraini Dwi Kurnia; Nur Lailatul Masruroh; Nur Melizza; Yoyok Bekti Prasetyo; Cici Indah setyowati
Malahayati Nursing Journal Vol 4, No 6 (2022): Volume 4 Nomor 6 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.431 KB) | DOI: 10.33024/mnj.v4i6.6468

Abstract

ABSTRACT Diabetes mellitus foot care is a foot examination carried out every day, carried out after bathing or before using socks and shoes. Foot care behaviour is a very important part of self-management in Diabetes mellitus patients. It aims to increase blood circulation to the legs and is also able to reduce complications of gangrene wounds in people with Diabetes Mellitus. The purpose of this study was to analyse the effectiveness of foot care on symptoms of peripheral neuropathy in patients with diabetes mellitus in Malang, Indonesia. The design used in this study was a quasi-experimental pre and post one group. The number of samples was 15 people with one intervention group in the working area of the Ciptomulyo Health Center. The sampling technique used was purposive sampling with inclusion criteria: willing to be a respondent, diagnosed with type 2 DM, not suffering from gangrene injuries. Exclusion criteria were patients with total bed rest. During pre and post intervention using Michigan Neuropathy Screening Instrument questionnaire to determine symptoms of peripheral neuropathy. The intervention carried out modifies and complements Pinzur's foot care behavior intervention. Data analysis using Wilcoxon Sign rank. The results showed that the average pre-test score of respondents was 20.5, while the average post-test score was 23.5. There was a significant difference between the symptoms of neuropathy before and after foot care treatment. Foot care is very effective in preventing the symptoms of neuropathy in Diabetes Mellitus patients. Keywords: Food care, Model, Diabetes Mellitus ABSTRAK Perawatan kaki diabetes melitus yaitu pemeriksaan kaki yang dilakukan setiap hari, dilaksanakan selepas mandi atau sebelum menggunakan kaos kaki dan sepatu. Perilaku perawatan kaki merupakan salah satu bagian dari management diri pada pasien Diabetes mellitus yang sangat penting dilakukan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan sirkulasi darah ke kaki dan juga mampu untuk menurunkan komplikasi luka gangrene pada penderita Diabetes Mellitus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa efektivitas perawatan kaki terhadap gejala neuropati perifer pada penderita diabetes mellitus di Malang, Indonesia. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi eksperimental pre dan post one group. Jumlah sampel sebanyak 14 orang dengan satu kelompok intervensi di wilayah kerja Puskesmas Ciptomulyo. Tehnik sampling yang digunakan dengan purposive sampling dengan kriteria inklusi: bersedia menjadi responden, didiagnosa penderita DM Tipe 2, tidak menderita luka gangrene. Kriteria eksklusi yakni pasien dengan bed rest total. Selama pre dan post intervensi menggunakan kuesioner Michigan Neuropathy Screening Instrument untuk mengetahui gejala neuropati perifer. Intervensi yang dilakukan memodifikasi dan melengkapi intervensi perilaku perawatan kaki dari Pinzur. Analisa data menggunakan Wilcoxon Sign rank. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai pre-test responden mempunyai nilai 20.5, sedangkan rata-rata nilai poss test sebesar 23,5. Ada perbedaan yang signifikan antara gejala neuropati sebelum dan sesudah perlakuan perawatan kaki. Perawatan kaki sangat efektif untuk mencegah gejala neuropati pada pasien Diabetes Mellitus. Kata Kunci: Perawatan Kaki, Model, Diabetes Mellitus
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI GANGGUAN KESEHATAN MENTAL MAHASISWA KEPERAWATAN DALAM PEMBELAJARAN DARING SELAMA PANDEMI COVID-19: Analysis of Factors Affecting Mental Health Disorders of Nursing Students in Online Learning During the Covid-19 Pandemic Nur Melizza; Muhammad Tarieq Fatachul Aziz; Yoyok Bekti Prasetyo; Muhammad Ari Arfianto; Zahid Fikri; Muhammad Dodik Prastiyo
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 8 No. 2 (2022): JIKep | Juni 2022
Publisher : LPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.473 KB) | DOI: 10.33023/jikep.v8i2.1149

Abstract

Pendahuluan : Dampak pandemi Covid-19 mempengaruhi interaksi sosial di kalangan mahasiswa dan kesejahteraan psikologisnya. Community of Inquiry (COI) telah mengidentifikasi tiga elemen berbeda yang penting dalam menunjang terlaksananya kelas online untuk pembelajaran yang optimal, diantaranya kehadiran sosial (social presecence), kehadiran kognitif (cognitive presence) dan kehadiran mengajar (teaching presence). Tujuan: untuk menganalisis faktor apa saja yang mempengaruhi gangguan Kesehatan mental mahasiswa keperawatan dalam pembelajaran daring selama pandemic Covid-19. Metode: Penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sejumlah 278 mahasiswa direkrut dengan menggunakan teknik accidental sampling, dengan menggunakan kuesioner DASS-21 dan CoI Survey, menggunakan uji regresi logistik. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan usia menjadi salah satu faktor yang menimbulkan stres dengan sig <0,030 (OR=1,4). Disusul dengan social presence <0,002 (OR=53) dan cognitive presence merupakan faktor utama penyebab depresi dan ansietas pada mahasiswa dengan sig <0,001 (OR=6,9) dan <0,008 (OR=5,0). Kesimpulan: Faktor yang berhubungan dengan kesehatan mental mahasiswa pada kategori depresi dan ansietas adalah cognitive presence mahasiswa, sedangkan faktor yang berhubungan kesehatan mental mahasiswa pada kategori stres adalah usia dan social presence. Pengajar tidak hanya fokus pada salah satu komponen antara sosial presence, cognitive presence maupun teaching presence, sehingga mahasiswa dengan tipe apapun akan terfasilitasi dalam pembelajaran serta tidak akan mengalami gangguan Kesehatan mental baik ansietas, stress dan depresi
REVITALISASI UKS, MELALUI PELATIHAN DAN PEMBENTUKAN KADER DI SMP MUHAMMADIYAH 2 INOVASI MALANG Nur Melizza; Anggraini Dwi Kurnia; Nur Lailatul Masruroh
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 2 (2021): November: Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.648 KB) | DOI: 10.37905/jpkm.v2i1.11630

Abstract

Di masa pandemi COVID-19, sekolah merupakan salah satu lembaga yang paling terdampak karena harus ditutup total dalam rangka mengendalikan penyebaran virus corona. Dikaitkan dengan kondisi pandemi saat ini, pendampingan dan pengembangan UKS menjadi salah satu kunci dalam pengendalian wabah virus corona di lingkungan sekolah dengan memperhatikan protokol kesehatan yang telah dianjurkan oleh pemerintah. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk melakukan pelatihan pendampingan pengelolaan UKS dan implementasi program usaha kesehatan sekolah (UKS) selama masa pandemi COVID-19 di SMP Muhammadiyah 2 (MUDA) Malang. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini berupa penyuluhan, demonstrasi dan diskusiyang dilaksanakan secara daring. Kegiatan ini terdiri dari 2 sesi, pada sesi 1 materi yang disampaikan adalah Pengukuran tanda-tanda vital dan penanganan penyakit yang sering terjadi di Sekolah. Kemudian, pada sesi kedua dilakukan penguatan informasi terkait penyakit Covid-19 dan penanganannya.Hasil kegiatan ini adalah berupa peningkatan pengetahuan terkait materi UKS dan Covid-19 dari siswa SMP Muhammadiyah 2 Inovasi. Sebelum kegiatan pelatihan tingkat pengetahuan peserta cukup (30%) dan kurang (70%), sedangkan setelah dilakukan kegiatan pelatihan tingkat pengetahuan peserta menjadi baik (30%), cukup (20%) dan kurang (50%). Kesimpulan kegiatan pelatihan pengelolaan UKS dapat meinigkatkan kemampuan siswa dalam mencegah Covid-19.Kata Kunci: Program, UKS, Kader, COVID-19, Protokol Kesehatan.    
UPAYA PASIEN DAN KELUARGA PENDERITA TB PARU DALAM MEMPERTAHANKAN STATUS GIZI : STUDI KUALITATIF Nur Lailatul Masruroh; Anggraini Dwi Kurnia; Nur Melizza
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 5 No. 2 (2019): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPEREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (757.854 KB) | DOI: 10.33755/jkk.v5i2.140

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengevaluasi status nutrisi pasien TB saat pertama kali terdiagnosa TB dan belummemulai pengobatan, menunjukkan bahwa BMI rerata saat pendaftaran awal adalah 18,7 kg/m2, 51% penderita TBdinilai mengalami kekurangan gizi, dimana 24% mengalami gizi buruk ringan, 12% sedang dan 15% berat. Dua bulansetelah memulai pengobatan rerata BMI adalah 19,5 kg/m2, dengan jumlah pasien yang mengalami kekurangan gizimengalami penurunan menjadi 40%, dengan prosentase 21% gizi buruk ringan, 11% sedang dan 8% gizi buruk berat.Dalam penelitian tersebut dijelaskan bahwa status gizi dikaitkan secara bermakna dengan usia, status perkawinan,pendapatan per bulan (pekerjaan), tingkat pendidikan, kepercayaan untuk menghindari jenis makanan tertentu dankeluarga dekat pada saat mulai pengobatan TB. Temuan ini menunjukkan perlunya dukungan nutrisi selama pengobatanTB dengan didukung oleh berbagai faktor yaitu usia, jenis kelamin, status perkawinan, pendapatan, tingkat pendidikan,kepercayaan dan support keluarga. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengembangan upaya peningkatanstatus gizi pada pasien dengan Tuberkulosis. Untuk mencapai tujuan tersebut maka dirancang penelitian yang bertujuanuntuk menggali Upaya dalam Mempertahankan Status Gizi Pasien TB Paru. Hasil penelitian ini menjawab tujuanpenelitian ini yaitu untuk memaparkan upaya penderita TB paru dalam mempertahankan status gizi baik. Dengan desainpenelitian deskriptif kualitatif exploratory study dan menggunakan metode pengumpulan data wawancara mendalamkepada 10 orang partisipan penderita TB dengan status gizi baik, maka hasil penelitian ini dapat disimpulkan ke dalamempat tema, yaitu : (1). Hambatan dalam Pola Makan Penderita TB Paru fase Aktif, (2). Pola Makan Penderita TB Parufase Aktif, (3). Extra Nutrisi yang dikonsumsi Penderita TB Paru fase Aktif dan (4). Dukungan keluarga bagi PenderitaTB Paru fase Aktif.
Determinant Factors That Influence Open Defecation Behavior In Rural Communities In Indonesia Dzilfiyah Dzilfiyah; Nur Melizza; Anggraini Dwi Kurnia; Nur Lailatul Masruroh
Media Keperawatan Indonesia Vol 5, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.974 KB) | DOI: 10.26714/mki.5.3.2022.192-198

Abstract

The problem of sanitation development in Indonesia is a socio-cultural challenge. one of which is the behavior of people who are used to doing OD. OD behavior can be influenced by various factors, both internal and external, including education, occupation, income, knowledge, attitudes, and physical environment. The purpose of this study is to determine the determinant factors that influence the behavior of open defecation. This research uses a cross-sectional approach located in Kedawang Village, Nguling Village, Kedawang Village, Pasuruan Regency. This research was conducted from December 2020 – May 2021. The sampling technique used was purposive sampling with a total sample of 126 people who were selected based on inclusion and exclusion criteria. Data were analyzed using IBM SPSS statistics 20 software with a significance level of 0.05. The majority of respondents, namely 64 people or 50.8% of respondents have attitudes with fewer categories. On average, respondents have less perception of 83 people or 65.9%, lack of knowledge (99.2%), and less physical environment (114%). Meanwhile, the open defecation behavior carried out by the community was in the frequent category (56.3%). The results show that from several factors analyzed, the factors that influence open defecation behavior are attitude (sig 0.000) and perception (sig 0.000). Factors that influence open defecation behavior are attitudes and perceptions. Poor attitudes and perceptions will result in people doing open defecation behavior.
Factors Related to the Low Nutritional Status among Tuberculosis Patients Anggraini Dwi Kurnia; Nurlailatul Masruroh; Nur Melizza
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 8 No. 1 (2020): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkp.v8i1.1294

Abstract

Tuberculosis and malnutrition are serious problems. Tuberculosis causes malnutrition that potentially lessen patients’ immunity and increase the risk for activating tuberculosis. The purpose of this study was to identify the factors related to the low nutritional status among tuberculosis patients in Malang City. This research applied a corelational study. The subjects involved were tuberculosis patients with BMI<18.5. Chi-square and Fisher Exact Test were used to analyse the identified factors. Moreover, binary logistic regression to identify factors related to the low nutritional status among tuberculosis patients in Malang City. This study found almost half of participants (46.8%) had poor family knowledge about dietary TB patients. More than half of the participant’s culture (62.5%) was abstinence. A more than half of participant (59.6%) had Moderate malnutritions. There was no significant correlation between low nutritional satus and variable of gender p=1.000, education p=0.404, family knowledge p=0.767, and culture p=0.310. The significant correlation was occupational status with p=0.043. The binary logistic regression showed that tuberculosis patient with unoccupied are 1.286 times more likely to have a low nutritional status. Occupational status was the one factor that significantly related to the low nutritional status among TB patients in Malang City.
Assistance School Program Sman 02 Batu: Through The Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) In Health Promotion: Pendampingan Program Sekolah Penggerak Sman 02 Batu: Melalui Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Dalam Promosi Kesehatan Nur Melizza; Anggraini Dwi Kurnia; Nur Lailatul Masruroh; Sri Hariyati; Hardianti; Muhammad Ridwan; Ade Nopy Ruthmitasai; Ingga Nursanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 8 No. 4 (2022): JPM | Edisi Khusus 2022
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v8i4.1301

Abstract

Profil Pelajar Pancasila dirancang untuk menjawab satu pertanyaan besar, yaitu “Pelajar dengan profil (kompetensi) seperti apa yang ingin dihasilkan oleh sistem Pendidikan Indonesia?”. Pernyataan ini berkaitan dengan dua hal, yaitu kompetensi untuk menjadi warga negara Indonesia yang demokratis dan untuk menjadi manusia unggul dan produktif di Abad ke-21.           Projek penguatan Profil Pelajar Pancasila memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk “mengalami pengetahuan” sebagai proses penguatan karakter sekaligus kesempatan untuk belajar dari lingkungan sekitarnya. Dalam kegiatan projek ini, peserta didik memiliki kesempatan untuk mempelajari tema-tema atau isu penting seperti perubahan iklim, antiradikalisme, kesehatan mental, budaya, wirausaha, teknologi, dan kehidupan berdemokrasi sehingga peserta didik bisa melakukan aksi nyata dalam menjawab isu-isu tersebut sesuai dengan tahapan belajar dan kebutuhannya. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan pelatihan dan pendampingan kepada siswa dalam mempersiapkan dan melakukan promosi Kesehatan. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini berupa penyuluhan, demonstrasi dan diskusi yang dilaksanakan secara luring atau tatap muka. Kegiatan ini terdiri dari 2 sesi, pada sesi 1 materi yang disampaikan adalah cuci tangan, oral hygiene, bullying, kesehatan reproduksi, serta penyusunan satuan acara penyuluhan (SAP). Kemudian, pada sesi kedua dilakukan penguatan informasi terkait materi yang telah diberikan. Hasil kegiatan ini adalah berupa peningkatan pengetahuan terkait materi cuci tangan, oral hygiene, bullying, kesehatan reproduksi, serta penyusunan satuan acara penyuluhan (SAP). Hasil menunjukkan untuk pretest dengn kategori kurang sebanyak 12,5%, cukup 16,7%, baik 70,8%. Pada posttest pengetahuan peserta meningkat menjadi kategori kurang menurun menjadi 8,3%, cukup menurun menjadi 12,5%, dan baik meningkat menjadi 79,2%
Analysis of religious coping relationships with family resilience in utilizing socio-economic resources during the COVID-19 pandemic Yoyok Bekti Prasetyo; Faridi Faridi; Nur Lailatul Masruroh; Nur Melizza; Siska Sufianti Safitri
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 11 No. 1 (2023): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkp.v11i1.2168

Abstract

Background: Religious coping has a very important role in overcoming difficult problems in the family. The purpose of this study was to determine the relationship between religious coping with family resilience in utilizing socioeconomic resources during the COVID-19 pandemic. Method: The research design used was analytical descriptive with a cross-sectional approach. The respondents in this study were 242 villagers in East Java Province. Data were collected by SWBS for religious coping and FRAS for family resilience. Data analysis used logistic regression. Results: Factors that influence family resilience in utilizing socioeconomic resources involve religious coping. Families that have adequate religious coping will have a greater opportunity to have resilience in communication and problem-solving compared to families with inadequate religious coping (OR: 1.081; 95% CI: 1.038 - 1.127). Conclusion: Family resilience in utilizing socioeconomic resources is strongly influenced by religious coping factors. Strengthening the community with a religious approach is needed to support the family's line of defense against this pandemic condition.