Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Smoking Behaviour Among Adolescents: Community Health-Based Assistance at an Orphanage in Penang, Malaysia Rahayu, Henik Tri; Rohmah, Anis Ika Nur; Wahyuningsih, Indri; Melizza, Nur; Bakar, Norasma; Pratiwi, Indah Dwi
Asian Journal of Community Services Vol. 3 No. 9 (2024): September 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/ajcs.v3i9.9616

Abstract

Tobacco use is still an unresolved welfare problem and is still a big problem in the world. The tendency to smoke will increase a person’s risk of developing respiratory, cardiovascular, and cancer. Adolescents are believed to try new things and copy others’ trends and behavior as part of their development stage. Therefore, they have great potential for smoking behavior in their adult life. This program aims to expand the understanding of adolescents living in orphanages about the dangers of smoking and understanding in planning to be smoke-free. We use an active participation method comprising a two-dimensional, colorful booklet as a learning media to deliver our community program. The result of this program is that participants have a moderate understanding of smoking and its complications in the future.
Breastfeeding Trends and it's Related Factors in Indonesia: A National Survey Prasetyo, Yoyok Bekti; Rahayu, Henik Tri; Kurnia, Anggraini Dwi; Masruroh, Nur Lailatul; Melizza, Nur; Latif, Rusnani AB
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 18 No. 1 (2023)
Publisher : The Food and Nutrition Society of Indonesia in collaboration with the Department of Community Nutrition, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jgp.2023.18.1.31-40

Abstract

This cross-sectional study aimed to examine breastfeeding trends and factors in Indonesia using Demographic Health Survey (DHS) data from 2007 to 2017. The research data were obtained from three Indonesia Demographic Health Surveys. The data covered households and women aged 15‒49 years old, including 40,701 households and 32,895 women in 2007; 43,852 households and 45,607 women in 2012; and 47,963 households and 49,627 women in 2017. Descriptive statistics was deployed to analyze the sociodemographic factors of the respondents. A questionnaire was employed to obtain data on the mothers' age, residence, education, economic status, mother working, marital status, literacy, place of delivery, first Antenatal Care (ANC) place, child size at birth, and gender of the child. Multinomial logistic regression analysis was used to analyze factors related to breastfeeding and how big the impact is. The findings indicate that the trend of breastfeeding in Indonesia significantly decreased based on the characteristics of mothers and children. The rates of breastfeeding (exclusive breastfeeding infants aged 0‒5 months who received only breast milk) among mothers living in urban areas decreased significantly from 41.6% in 2012 to 38.4% in 2017. In 2017, children with normal birth weight (OR=0.87, 95% CI:0.53‒1.45), boys (OR=1.01, 95% CI:0.92‒1.10), and non-illiterate mothers (OR=0.50, 95% CI:0.46‒0.55) had higher odds of breastfeeding compared to children with small birth weight, girls, and illiterate mothers. Factors associated with breastfeeding also change every year. In 2012, breastfeeding was related to marital status and delivery, but in 2017 it was not associated with those factors. Factors related to breastfeeding in Indonesia are age, residence, education, weight index, size of child at birth, mother’s occupation, marital status, literacy, place of delivery, and first ANC place. These results are important for developing policies to improve maternal and child health in Indonesia by increasing education and mother training for early initiation of breastfeeding.
Edukasi Bullying Dalam Perwujudan Gerakan Sekolah Sehat: Sehat Jiwa Melizza, Nur; Setyowati, Lilis; Dwi Kurnia, Anggraini; Masruroh, Nur Lailatul; Kholidah, Nurilla
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2025): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v4i4.2221

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat “Edukasi Bullying dalam Perwujudan Gerakan Sekolah Sehat: Sehat Jiwa” dilaksanakan di SD Muhammadiyah 1 Kota Malang sebagai respons terhadap tingginya kasus bullying pada anak usia sekolah dasar dan dampaknya terhadap kesehatan jiwa. Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku siswa dalam mencegah bullying melalui pendekatan promotif–preventif berbasis nilai keislaman dan kemuhammadiyahan. Metode pelaksanaan meliputi tahap perencanaan bersama pihak sekolah, implementasi edukasi melalui pemutaran video, ceramah interaktif, diskusi kasus, roleplay, serta pembentukan kader “Teman Baik”. Evaluasi dilakukan melalui pre–post-test, observasi perilaku, dan refleksi dengan guru. Hasil program menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa secara signifikan, ditandai dengan pergeseran kategori pengetahuan dari kurang menjadi cukup dan baik. Selain itu, siswa menunjukkan sikap yang lebih tegas dalam menolak bullying serta meningkatnya perilaku prososial seperti saling menghargai, berempati, dan berani melaporkan tindakan bullying. Program ini juga memperkuat iklim kelas yang lebih positif dan mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang aman dan inklusif. Edukasi berbasis media audiovisual, roleplay, dan pendampingan kader terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan perilaku pencegahan bullying pada anak usia sekolah dasar. Kegiatan ini direkomendasikan untuk diintegrasikan secara berkelanjutan dalam Gerakan Sekolah Sehat, termasuk penyusunan SOP pelaporan bullying dan pelatihan lanjutan bagi guru.
HUBUNGAN REWARD OF CAREGIVING SCALE DENGAN KEMANDIRIAN KELUARGA DALAM PERAWATAN JANGKA PANJANG PADA LANSIA: The Relationship between the Family Reward of Caregiving Scale and Family Independence in Long-Term Care for the Elderly Putra Siswoyo, Berlyan Surya Prata; Melizza, Nur; Yossi , Suyesti; Budiarti, Nadin; Adiratna, Brillian Yunita; Hermanto, Roby Putra
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16 No 2 (2025): Media Keperawatan: Poltekkes Kemenkes Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v16i2.1595

Abstract

Seiring dengan bertambahnya populasi lansia, isu-isu yang berkaitan dengan kesehatan dan ketergantungan dalam kehidupan sehari-hari menjadi semakin umum. Dalam kondisi seperti itu, keluarga bertindak sebagai sistem pendukung utama, mengambil tanggung jawab pengasuhan yang berkelanjutan. Namun, menjadi pengasuh mandiri bukan berarti tanpa tantangan. Keluarga sering mengalami stres emosional, kelelahan fisik, dan tekanan keuangan. Terlepas dari kesulitan-kesulitan ini, rasa penghargaan atau kepuasan pribadi yang diperoleh dari pengasuhan dapat menjadi sumber kekuatan dan motivasi yang sangat penting, penelitian ini mengeksplorasi korelasi antara penghargaan yang dirasakan oleh pengasuh dan tingkat kemandirian keluarga dalam merawat anggota keluarga yang berusia lanjut. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif cross-sectional, data dikumpulkan dari enam puluh satu pengasuh yang tinggal bersama anggota keluarga lansia di wilayah Malang antara Januari dan Mei 2025. Partisipan dipilih melalui pengambilan sampel secara tidak sengaja. Instrumen penelitian meliputi skala persepsi penghargaan pengasuhan dan kuesioner kemandirian keluarga. Analisis korelasi Spearman dilakukan dengan ambang batas signifikansi 0,05. Temuan menunjukkan adanya korelasi positif yang signifikan secara statistik antara persepsi penghargaan dan kemandirian keluarga (r = 0,287; p = 0,025). Hal ini menunjukkan bahwa pengasuh yang merasakan lebih banyak penghargaan pribadi dari peran mereka cenderung menumbuhkan kemandirian yang lebih besar dalam unit keluarga ketika memberikan perawatan lansia. Hasil ini menekankan pentingnya mempromosikan pengalaman emosional yang positif.
Caregiver Burden and Family Autonomy in Long-Term Elderly Care: A Correlational Study Adiratna, Brillian Yunita; Melizza, Nur; Budiarti, Nadin; Yossi, Suyesti; Surya, Berlyan; Hermanto, Roby Putra
Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 13 No 3 (2025): Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine and Health Science, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jdk.v13i3.930

Abstract

The increasing number of elderly people in Indonesia poses a major challenge in the provision of long-term care services. The elderly tend to experience a decline in physical and mental function so that they depend on the family as the main caregiver. However, the role as a caregiver can cause psychological, physical, economic, and social burdens known as caregiver burden.The purpose of this study was to analyze the relationship between caregiver burden and family independence in long-term care of the elderly.This study used a quantitative approach with a cross-sectional design, conducted from September 2024 to May 2025 in Malang City. A total of 59 family members who care for the elderly were selected through accidental sampling technique. The instruments used were the Zarit Burden Interview and the Family Independence Level questionnaire. Data analysis was performed with the Spearman Rank test using SPSS version 25.0.  The majority of respondents came from large families (71%) and were female (90%). Most families showed high independence (KM 4), while caregiver burden was classified as mild to moderate. Statistical analysis showed no significant relationship between caregiver burden and family independence (p = 0.741; r = -0.044). Although some caregivers experienced burden, families were still able to care for the elderly independently. Caregiver burden is not the only factor that influences family independence and quality in providing services and long-term care for the elderly. Emotional support, family togetherness, and cultural values are thought to play a role in maintaining family independence.
The The Role of Self-Esteem in Predicting Family Independence in Long-Term Elderly Care Budiarti, Nadin; Melizza, Nur; Adiratna, Brillian Yunita; Yossi, Suyesti; Surya, Berlyan; Hermanto, Roby Putra
Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 13 No 3 (2025): Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine and Health Science, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jdk.v13i3.931

Abstract

As the number of elderly people in Indonesia increases, so does the need for long-term care. In this case, the family acts as the main caregiver who not only provides physical, but also emotional and social support. Family independence is key to successful care, while family members' self-esteem is believed to influence their readiness to carry out this role. The purpose of this study was to determine the relationship between the level of self-esteem of family members and family independence in caring for the elderly. This quantitative study with a cross-sectional design involved 59 respondents in Malang City who were actively involved in caring for the elderly at home who were selected by accidental sampling. Data were collected through the Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) and family independence questionnaire, then analyzed with the Spearman Rank test. The majority of respondents demonstrated high self-esteem (35.6%) and high family independence (KM 4). However, the Spearman Rank test revealed no significant correlation between self-esteem and family independence (p = 0.342; r = -0.126). Other factors such as age, family structure, occupation, and cultural values are thought to be more influential. Self-esteem contributes psychologically, but improving family self-reliance requires a comprehensive approach that includes social, economic, and cultural aspects. Psychosocial and culture-based approaches are important in building an independent, sustainable, and empathetic elder care system.
Implementasi Senam Ergonomik Untuk Menurunkan Nyeri Sendi Pada Lansia Tn.A Dengan Goat Arthritis Di RT 5 RW 2, Dusun Cokro, Kec. Pakis, Kab. Malang Nadil Lukman Rizky Vidyhantoko; Nur Melizza
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5305

Abstract

Latar Belakang Proses menua pada lansia seringkali disertai dengan peningkatan risiko penyakit, salah satunya adalah nyeri sendi akibat tingginya kadar asam urat (gout arthritis). Upaya penanganan non-farmakologis diperlukan untuk mengurangi nyeri sendi dan kekakuan, dan salah satu metode yang efektif adalah senam ergonomik Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas intervensi senam ergonomik sebagai terapi non-farmakologis dalam menurunkan nyeri sendi dan kadar asam urat pada lansia dengan gout arthritis. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan strategi studi kasus (case study). Partisipan adalah Tn. A, seorang lansia berusia 60 tahun dengan diagnosis gout arthritis di Desa Sukoanyar, Malang. Intervensi senam ergonomik dilakukan selama 25 menit per sesi dalam kurun waktu 2 hari. Penilaian dilakukan sebelum (pre) dan sesudah (post) intervensi menggunakan skala nyeri (0-10) dan alat cek kadar asam urat. Hasil Pada evaluasi hari pertama, skala nyeri turun dari 4 menjadi 3, dengan kadar asam urat turun dari 9,6 gr/ dl menjadi 8,7 gr/ dl. Pada evaluasi hari kedua, skala nyeri kembali turun dari 3 menjadi 2, dengan kadar asam urat turun dari 10,4 gr/ dl menjadi 7,1 gr/ dl. Partisipan juga melaporkan sensasi tubuh yang lebih rileks dan ringan, serta berkurangnya kekakuan pada persendian kaki. Kesimpulan Senam ergonomik efektif sebagai terapi non-farmakologis dalam menurunkan intensitas nyeri sendi dan kadar asam urat pada lansia dengan gout arthritis. Gerakan senam ini terbukti mampu merilekskan otot, mengurangi kekakuan sendi, dan menurunkan kadar asam urat
Hubungan Preparedness Keluarga dengan Kemandirian Keluarga dalam Perawatan Jangka Panjang Pada Lansia Roby Putra Hermanto; Nur Melizza; Berlyan Surya Pratama Putra Siswoyo; Suyesti Yossi; Brillin Yunita Adiratna; Nadin Budiarti
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.48018

Abstract

Meningkatnya jumlah lansia di Indonesia menjadi tantangan dalam penyediaan perawatan jangka panjang. Keluarga sebagai caregiver utama memegang peranan penting, namun kesiapan mereka dalam memberikan perawatan sering kali belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesiapan keluarga dan tingkat kemandirian dalam perawatan jangka panjang lansia. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross sectional, dilaksanakan pada September 2024 hingga Mei 2025 di Kota Malang. Sebanyak 59 anggota keluarga yang merawat lansia dipilih melalui teknik accidental sampling. Instrumen yang digunakan adalah Preparedness for Care Giving Scale, dan analisis data dilakukan menggunakan uji Rank Spearman dengan SPSS versi 25.0. Mayoritas responden merupakan perempuan (90%) dan berasal dari keluarga besar (71%). Sebagian besar menunjukkan tingkat kemandirian tinggi (KM 4). Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara kesiapan keluarga dan kemandirian dalam merawat lansia (p = 0,505; r = 0,089). Meskipun kesiapsiagaan keluarga tinggi, hal ini tidak selalu sejalan dengan kemampuan merawat secara mandiri. Faktor lain seperti dukungan sosial, budaya, nilai agama, dan akses layanan kesehatan turut berperan dalam kemandirian perawatan lansia.
The Role of Family Spiritual Coping in Supporting Independence During Long-Term Elderly Care Suyesti Yossi; Nur Melizza; Brillian Yunita Adiratna; Nadin Budiarti; Berlyan Surya P.P.S; Roby Putra Hermanto
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.48045

Abstract

Perawatan jangka panjang pada lansia menjadi masalah dalam meningkatnya populasi lansia di Indonesia. Kemandirian keluarga dalam memberikan perawatan adalah faktor yang mempengaruhi perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara koping spiritual keluarga dan tingkat kemandirian keluarga dalam merawat lansia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional yang dilakukan dari September 2024 sampai Mei 2025, melibatkan 59 responden di Malang, dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan Kuesioner Koping Spiritual Keluarga dan Kuesioner Kemandirian Keluarga, dan dianalisis menggunakan uji Spearman Rank dengan SPSS versi 25.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah perempuan (90%) dengan rata-rata usia 49,9 tahun. Analisis tingkat koping spiritual menunjukkan sebagian besar keluarga memiliki tingkat koping spiritual yang tinggi, terutama dalam kelompok (KM4). Hasil uji statistik Spearman Rank menunjukkan nilai signifikan sebesar 0,696 (p > 0,05) dan korelasi 0,000, menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara tingkat koping spiritual dan kemandirian dalam merawat lansia. Dengan demikian, koping spiritual berperan sebagai dukungan emosional bukan faktor utama dalam keberhasilan perawatan lansia jangka panjang.
Dukungan Keluarga Terhadap Kemandirian Activity Daily Living (ADL) Pada Pasien Pasca Stroke Chasanah, Syafaatul; Kholidah, Nurilla; Melizza, Nur; Masruroh, Nur Lailatul; Kurnia, Anggraini Dwi; Prasetyo, Yoyok Bekti
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 2 (2026): JUPIN Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2284

Abstract

Stroke merupakan gangguan fungsi neurologis akut akibat hambatan aliran darah ke otak yang dapat menurunkan kemampuan Activity of Daily Living (ADL) sehingga pasien mengalami ketergantungan dalam aktivitas sehari- hari. Kondisi ini menyebabkan pasien pasca stroke memerlukan dukungan keluarga sebagai bagian penting dalam proses pemulihan dan peningkatan kemandirian. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran dukungan keluarga terhadap kemandirian ADL pada pasien pasca stroke dengan pendekatan kualitatif. Penelitian menggunakan desain studi kasus yang berfokus pada pengkajian mendalam terhadap satu pasien pasca stroke yang menjalani perawatan di rumah. Partisipan terdiri atas satu pasien dan dua anggota keluarga sebagai pemberi perawatan utama. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan analisis tematik dengan menerapkan triangulasi sumber untuk menjamin keabsahan data. Hasil analisis mengidentifikasi empat tema utama, yaitu dukungan informasional, dukungan emosional, dukungan instrumental, dan dukungan penghargaan yang diberikan keluarga selama proses perawatan. Temuan menunjukkan bahwa keterlibatan keluarga berperan signifikan dalam meningkatkan kemandirian pasien dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Semakin optimal dukungan yang diberikan, baik dalam bentuk motivasi, bantuan fisik, pemberian informasi, maupun apresiasi, semakin besar peluang pasien pasca stroke untuk mencapai kemandirian secara fisik dan emosional dalam menjalani aktivitas sehari-hari.