Claim Missing Document
Check
Articles

Found 73 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Perancangan Dan Realisasi Purwarupa Sistem Komunikasi Satelit Nano Dengan Menggunakan Modul RF4463PRO – 433 Ikhwan Muzzaki; Levy Olivia Nur; Edwar Edwar
eProceedings of Engineering Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Satelit nano merupakan salah satu jenis satelit buatan manusia yang memiliki ukuran kecil yaitu 1U (10 cm x 10 cm x 10 cm) dimana ukuran tersebut berdasarkan standar cube – sat dan memiliki massa 1 – 10 kg. Pada satelit nano ini, terdapat sebuah sistem komunikasi yang menghubungkan antar segmen angkasa (satelit) dan juga segmen bumi (stasiun bumi) atau biasa disebut dengan sistem komunikasi satelit. Selain digunakan untuk berkomunikasi antar segmen, sistem komunikasi satelit ini juga dapat digunakan untuk mengontrol seluruh fungsi dari satelit oleh stasiun bumi. Pada sistem komunikasi satelit nano ini biasanya menggunakan pita frekuensi UHF (Ultra High Frequency) dan juga VHF (Very High Frequency). Kemudian frekuensi yang digunakan pada penelitian ini adalah frekuensi VHF sebesar 145 MHz. Adapun untuk melakukan proses pengiriman data pada sistem dibutuhkan sebuah modul yang mampu bekerja pada frekuensi VHF yaitu modul RF4463PRO. Selain itu, terdapat sebuah mikrokontroler yang digunakan untuk membantu modul RF4463PRO dalam melakukan pemrosesan data pada sistem. Hasil dari penelitian tugas akhir ini adalah purwarupa sistem komunikasi satelit nano yang menggunakan modul RF4463PRO dengan frekuensi 145 MHz. Setelah purwarupa sistem komunikasi satelit selesai dirancang, dilakukan percobaan dengan mengirim data antar segmen dengan baudrate yang berbeda dan juga modulasi yang berbeda. Oleh karena itu, purwarupa sistem komunikasi satelit ini dibuat berdasarkan dua segmen, yaitu segmen angkasa dan juga segmen bumi. Kata kunci— satelit nano, sistem komunikasi satelit, modul RF4463PRO, VHF
Perancangan Reconfigurable Antena 5G Untuk Frekuensi 3.5 GHz dan WiFi-6 Untuk Frekuensi 5 GHz Ngurah Pratyusa Dharma Cretrya; Levy Olivia Nur; Harfan Hian Ryanu
eProceedings of Engineering Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Teknologi komunikasi yang digunakan dewasa ini pada umumnya adalah selular dan jaringan lokal atau biasa disebut wireless fidelity (wi-fi). Salah satu perangkat penting dalam penyediaan layanan telekomunikasi adalah keberadaan antena. Antena beroperasi pada frekuensi sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan. Untuk teknologi selular sudah menyentuh generasi kelima atau fifth generation (5G) saat ini. Sedangkan teknologi jaringan lokal sudah menyentuh generasi keenam, yaitu wireless fidelity 6 (wi-fi 6). Antena renconfigurable yang dirancang pada penelitian ini berkerja pada frekuensi 3.5 GHz untuk jaringan selular 5G dan 5 GHz untuk wi-fi. Perancangan antena pada penelitian ini menggunakan patch model bow-tie. Sistem dari reconfigurable antenna ini menggunakan brick pada perancangan simulasi perangkat lunak. Pada fabrikasi, copper tape digunakan untuk menggantikan fungsi brick. Antena yang dirancang pada simulasi perangkat lunak mampu berfungsi sebagai antena reconfigurable saat menggunakan brick sebagai copper tape. Pada fabrikasi didapatkan hasil return loss -30.36102338 dB pada saat frekuensi 3.5 GHz, namun pada frekuensi 5 GHz mengalami pergeseran frekuensi resonan menjadi 4.92 GHz. Kata kunci— Antena mikrostrip, reconfigurable antenna, bow-tie, 5G, wi-fi 6.
Perancangan dan Realisasi Antena Planar Bowtie untuk Aplikasi GPR Annisa Safira Rachman; Levy Olivia Nur; Harfan Hian Ryanu
eProceedings of Engineering Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak—GPR merupakan sistem yang sangat berguna untuk proses pendeteksian benda-benda yang berada atau terkubur di dalam tanah dengan kedalaman tertentu tanpa harus menggali tanah. Komponen penting pada Aplikasi GPR adalah antena, terdiri dari antena pemancar dan penerima. Perancangan antena ini menggunakan media substrat FR-4 Epoxy yang memiliki konstanta dielektrik (Er) 4.4, ketebalan substrate (h) 3.2 mm dan dielektrik loss tangent (tan5) 0.025. Rancangan dan realisasi ini dibentuk dalam dimensi substrat 20 x 20 cm2 dengan struktur lapis bawah substrat serta penambahan slot pada groundplane. Untuk teknik pencatuan menggunakan mikrostrip feedline dengan impedansi 50. Aplikasi GPR model 51600s yang menggunakan frekuensi 1.6 GHz. Dari hasil yang didapat pada simulasi di frekuensi 1.6 GHz yaitu return loss sebesar -16.29 dB dengan range frekuensi 1.523-1.636 GHz, kemudian untuk lebar bandwith yang dicapai keseluruhan sebesar 113.9 MHz yang terukur pada VSWR 1.36. Pada hasil pengukuran yaitu return loss sebesar -12,123 dB dengan range frekuensi 1.5-1.58 GHz, kemudian untuk lebar bandwith yang dicapai keseluruhan sebesar 80 MHz yang terukur pada VSWR 1.658 dB. Hasil simulasi dan pengukuran telah didapat dan diamati bahwa perubahan-perubahan yang terjadi pada saat pengukuran karena adanya keterbatasan kabel, alat maupun realisasi antena. Kata kunci— antena planar bowtie, GPR, bandwith.
Rancang Bangun Antena Persegi Mikrostrip Susunan Array Series Untuk Aplikasi Uplink Esm Missile Sudung Parjuangan Parhusip; Levy Olivya Nur; Yussi Perdana Saputera
eProceedings of Engineering Vol 8, No 4 (2021): Agustus 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis Performa Metode Slot Dan Peripheral Slits Pada Antena Mikrostrip Patch Segiempat Saputra, Yusuf Eka; Nur, Levy Olivia; Ryanu, Harfan Hian
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan zaman saat ini, membuat manusia memerlukan teknologi komunikasi untuk saling bertukar informasi. Sistem komunikasi sering menggunakan sebuah teknologi telekomunikasi yang di gunakan sebagai alat pemancar dan penerima sebuah sinyal yaitu antena. Antena mikrostrip merupakan salah satu jenis antena yang banyak dikembangkan saat ini karena memiliki banyak keunggulan, seperti ukuran yang kecil, bobot yang ringan, biaya produksi yang rendah, dan fabrikasi yang mudah. Kebutuhan akan antena dengan performa yang semakin bagus menjadi sebuah tantangan dalam perkembangan teknologi komunikasi nirkabel. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan performa antena mikrostrip dari penerapan antara metode slot dan peripheral slits dengan ukuran dimensi dan spesifikasi antena yang sama pada frekuensi 5 GHz. Hasil simulasi dan pengukuran yang telah dilakukan menunjukkan bahwa metode peripheral slits dapat memberikan peningkatan performa yang lebih bagus dibandingkan metode slot. Antena mikrostrip dengan metode peripheral slits mendapatkan nilai return loss, VSWR, dan gain yang lebih bagus. Sedangkan untuk metode slot memberikan peningkatan performa pada sisi bandwidth antena yang semakin besar yaitu 185 MHz.Kata kunci : Antena Mikrostrip, Slot, Peripheral Slits.
Antena Mikrostrip Patch Triangular Dengan Metode Impuls Radio Ultra Wide-band Untuk Sistem Wireless Body Networks (wbans) Pada Kapsul Endoskopi Irhamni, Robby; Nugroho, S.T., M.T, Dr. Bambang Setia; Nur, ST., MT., Dr. Levy Olivia
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi Wireless Body Area Network atau yang biasa disingkat WBAN merupakan suatu teknologi yang merupakan pengembangan dari konsep PAN. Kapsul endoskopi merupakan salah satu teknologi WBAN, memiliki kemampuan untuk merekam gambar di saluran pencernaan manusia, terutama di dalam usus kecil, sehingga dokter dapat lebih mudah mendiagnosa penyakit pencernaan. Kapsul endoskopi memiliki komponen pendukung seperti LED, baterai, kamera, dan antena. Antena merupakan unsur yang sangat penting dalam kapsul endoskopi. Antena harus dapat mentransmisikan data dengan kecepatan dan kualitas gambar yang baik agar dokter dapat dengan tepat menentukan kondisi saluran pencernaan pasien. Untuk mendapatkan kecepatan dan hasil gambar yang baik, antena yang disisipkan di dalam kapsul endoskopi beroperasi dalam frekuensi ultra wideband dan ukurannya pun lebih kecil sehingga dapat dimasukan kedalam kapsul. Setelah melakukan pengerjaan simulasi dan pengukuran, didapatkan hasil yang sesuai dengan spesifikasi. Dari hasil simulasi yang dilakukan didapatkan hasil simulasi pada kondisi biasa VSWR 1.08, return loss -28.16 dB, gain 1.97 dBi. Hasil simulasi pada kondisi kapsul VSWR 1.455, returnloss -14.57 dB, gain 1.87. Hasil simulasi kondisi phantom VSWR 1.2, return loss -18.46 dB, gain -35 dBi. Setelah melakukan simulasi dilakukan realisasi antena dan pengukuran antena. Hasil pengukuran antena kondisi biasa VSWR 1.47, return loss -14 dB. Hasil pengukuran antena kondisi kapsul VSWR 1.57, return loss -13 dB. Hasil pengukuran antena kondisi phantom VSWR 1.2, return loss -22.7 dB. Berdasarkan hasil simulasi dan pengukuran antena dapat bekerja dengan baik pada frekuensi 5 GHz. Kata Kunci: Antena Mikrostrip, Wireless Capsule Endoscopy, Ultra Wideband.
Pemancar Antena MIMO untuk Kereta Api Masa Depan Sistem Komunikasi Seluler Masna, Haris Azmil; Astuti, Rina Pudji; Nur , Levy Olivia
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini secara mendalam mengeksplorasi penerapan teknologi Multiple Input Multiple Output (MIMO) dalam Future Railway Mobile Communication Systems (FRMCS), bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan kehandalan komunikasi di lingkungan yang padat seperti jalur kereta api. Fokus utama adalah mengoptimalkan antenna MIMO pada frekuensi 1900 MHz, yang krusial dalam aplikasi FRMCS. Menggunakan software simulink, penelitian merancang dan menguji antenna mikrostrip dengan array 2- patch dalam substrat FR-4. Proses eksperimental mencakup pembuatan sinyal dasar, modulasi QPSK, dan penggunaan blok High Power Amplifier (HPA) untuk memastikan daya transmisi yang memadai sebelum sinyal dikirim ke Software Defined Radio (SDR) melalui antarmuka USB. Hasilnya menunjukkan bahwa antenna MIMO ini mencapai pola radiasi unidirectional dengan polarisasi elips dan gain 5,256 dBi, memenuhi persyaratan frekuensi kerja dan menawarkan kinerja yang stabil dalam lingkungan dinamis operasional kereta api. Penemuan ini diharapkan memberikan kontribusi penting dalam pengembangan sistem komunikasi FRMCS, menyediakan solusi yang lebih efisien dan handal untuk mendukung keselamatan serta efisiensi operasional kereta api di masa depan. Kata kunci— Future Railway Mobile Communication Systems (FRMCS), MIMO, antenna mikrostrip, Simulink, Software Defined Radio
MIMO Antenna Receiver for Future Railway Mobile Communication Systems Jamal, Muh. Arham; Astuti, Rina Pudji; Nur, Levy Olivia
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini akan membahas mengenai penerapan teknologi Future Railway Mobile Communications System (FRMCS) menggunakan teknologi antena Multiple Input Multiple Output (MIMO). Penelitian ini memiliki tujuan untuk meningkatkan efesiensi komunikasi pada sektor kereta api yang dalam kurun waktu akan mengalami transisi teknologi dari Global System for Mobile Communications-Railway (GSM-R) ke FRMCS. Antena akan di rancang pada frekuensi kerja 1900 MHz dan spesifikasi yang disesesuaikan dengan regulasi European Telecommunications Standards Institute (ETSI) dan Electronic Communications Committee (ECC)[1]. Sistem Radio Frequency (RF) akan dirancang menggunakan Low Noise Amplifier (LNA) dan demodulator yang nantinya akan diintegrasikan dengan software simulink menggunakan device USRP yang akan di hubungkan melalui laptop. Hasilnya menunjukan bahwa sistem komunikasi ini dapat menerima sinyal dengan nilai Bit Error Rate yang masih kurang optimal, namun hasil pengujian antena menunjukan antena mencapai pola radiasi unidirectional dan gain sebesar diatas 4 dBi, yang mana sudah memenuhi persyaratan spesifikasi. Diharapkan dari penemuan ini dapat memberikan kontribusi besar bagi pengembangan sistem FRMCS kereta api masa depan. Kata kunci— Future Railway Mobile Communication Systems (FRMCS), MIMO, Simulink
Desain Hybrid Jaringan Akses Fiber to the Home Dan FSO Untuk Pelanggan Enterprise Menggunakan Teknologi GPON Fadiel, M. Gani; Nur, Levy Olivia; Novfitri, Aisyah
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan akan bandwidth yang semakin tinggi dalam lalu lintas data telah mendorong perkembangan sistem komunikasi optik, terutama melalui jaringan Fiber To The Home (FTTH) berbasis Gigabit Passive Optical Network (GPON). Fiber To The Home (FTTH) dengan teknologi Gigabit Passive Optical Network (GPON) memiliki kecepatan yang tinggi hingga 2.5 Gbps downstream dan 1.25 Gbps upstream yang bisa menyediakan layanan internet berkecepatan tinggi, video, dan layanan telepon dalam satu infrastruktur. Serat optik adalah serat kaca yang digunakan sebagai media untuk mentransmisikan sinyal cahaya dengan kecepatan tinggi dari satu tempat ke tempat lain. Free Space Optical (FSO) merupakan teknologi alternatif penganti serat optik ketika tidak di izinkan dalam suatu jaringan. Wilayah untuk pengguna enterprise dimana wilayah tersebut belum ada jaringan fiber optik, perancangan berada di Bugel kota Tangerang untuk pengguna enterprise. Solusi yang memungkinkan adalah dengan membangun jaringan hybrid FTTH dan FSO dengan teknologi Gigabit Passive Optical Network (GPON). Penelitian ini akan mendesain dan mensimulasi jaringan akses hybrid FTTH dan FSO menggunakan software optisystem 7.0. Desain jaringan mencakup spesifikasi perangkat dan tata letak jaringan hybrid FTTH dan FSO, dengan evaluasi berdasarkan standar kelayakan ITU-T G.984. Simulasi menggunakan optisystem untuk mengukur parameter seperti Bit Error Rate (BER) dan eye diagram. berdasarkan hasil simulasi optimalisasi FSO untuk output di passive splitter 1:4 saat kondisi cuaca berkabut jarak maksimal 5,7 Km diperoleh hasil BER 1,014.10-9 dan kondisi cuaca hujan jarak maksimal 2,3 Km diperoleh hasil BER 4,637.10-9.
Performansi Teknologi 10 – Gigabit Passive Optical Network (XGPON) Pada Jaringan Fiber to the Home (FttH) Dd Daerah Sub – Urban Raihan, Mochamad Alif; Nur, Levy Olivia; Novfitri, Aisyah
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Current technological advancements, particularly in information and communication technology, are rapidly evolving. The demand for information and communication technology services has expanded beyond voice services to include data, images, and video. Fiber optic cables are now widely used in technology and communications due to their ability to transmit large amounts of information at high speeds. The technology of using fiber optic cables as a transmission medium in telecommunication systems is known as Fiber Optic Local Area Network (FOTLN). One development of FOTLN is Fiber to the Home (FTTH). This final project conducts a study on "Performance of 10-Gigabit Passive Optical Network (XGPON) Technology in Fiber to the Home (FTTH) Networks in Sub-Urban Areas." The research successfully designed an FTTH network using XGPON technology with a two-stage method in the sub-urban area, specifically in Cluster Latigo Village. The simulations conducted demonstrated that the two-stage method effectively simplifies the design process of the FTTH distribution network. The design results also comply with the standards set by ITU-T G.987 and PT. Telkom Indonesia. Analysis of network parameters such as Power Link Budget, Rise Time Budget, Signal to Noise Ratio, Bit Error Rate, and Q-Factor indicates that the performance of XGPON technology in FTTH networks in sub-urban areas meets the standard requirements. Keywords: Fiber To The Home (FTTH), Nilai BER, Nilai Q – Factor, , Optisystem, Power Link Budget, Rise Time Budget, Signal Noise to Ratio.
Co-Authors A, Ikhwanul Arif Qhalbina Aan Sahat M P Turnip Achmad Ali Muayyadi Achmad Munir Achmad Munir Adha Suhariyono Adit Kurniawan Ahmed, Raka Abid Kholish Aisyah Novfitri Ajie, Lenggana Bayu Akmal, Wilda Aksanul Amin Alhafizh, Dzaki Aloysius Adya Pramudita Alvian Raharjo Aji Amanda Nurul Islam Ali Amani , Naila Mada Analisa Nadhira Lestari Anastasia Vera Ruth ANGGELINA, IRSANDI Annam, Imam Chairul Annisa Safira Rachman Arfan Ridwan Hartawan Arfan Ridwan Hartawan Arif, Ikhwanul Ash-Shiddiq, Haniifah Arif Astuti , Rina Pudji Austin Bengeth I. Tambunan Auzano Rabyndra Zhafiri Ayu Safitri Bagus Aditya Bambang Setia Nugroho Bengawan Alfaresi Budi Prasetya Budi Syihabuddin Damayanti, Nabila Rizqa Daniel Christian Sianipar Darmawan, Raihan Putra Degit Refniawan DHONI PUTRA SETIAWAN Dwi Banyu Prawito Dwiyanto Dwiyanto, Dwiyanto Dzecky Dzackwan Hady Edwar EDWAR EDWAR EDWAR Fabrianto, Muhammad Nahlidzan Fadiel, M. Gani Fajar Gunawan FARDAN FARDAN Fauziah, Regita Nurul Fikana, Zahara Nur Ghazwa Azizul Asdhar Gilang Dewangga Gilda Priscilla Gina Hapshah Arrahmah Gurning, Shanty Ezra Rianauli Hafizha, Syahna Hafshin Habibie Tanjung Hamsy, Muhammad Daffa Haniifah Arif Ash-Shiddiq Harfan Hian Ryanu Hawary Siddik Hendro Fransniko Situmeang Heroe Wijanto Hsb, Umar Muaz`zad I Made Santanu Wiryawan Ibrahimovic, Tubagus Qadafi Ikbar, Naufal Ikhwan Muzzaki Iman Hedi Santoso Inung Wijayanto Irhamni, Robby Iriyanto, Alderheza Putra Iwan Iwut Tritoasmoro Izzan Radhi Mafazi Jamal, Muh. Arham Jones A.S., Kevin Jumria, Ummi Kamelia Quzwain Karimafikri, Aisha Aulia Kevin, Raymondus Khairani, Hania Silva Khoirul Anwar Larasaty, Sakura Lazuardi Rea Rizkina Liska Ammai Lumbantobing, Ferdi Kurniawan Lutfianne Rafasari M Eiqko Eiqko M Fitriansyah Eka Putra M. Maulana Nugraha Macho Revelino Siahaan Maesharoh, M Imas Masna, Haris Azmil Mastrawan, Achyar Maulani, Azka Mochamad Ryan Fajar Nurdin Muhammad Agy Ramdhan Muhammad Daffa Hamsy Muhammad Fadhil Muhammad Fathan Hizbuddin Muhammad Rustiyarso Mutia, Syifa Nabila Rizqa Damayanti Nabilah, Nisrina Nachwan Mufti A Natalia Nawawi, Zainudin Ngurah Pratyusa Dharma Cretrya Nopian Teguh Susyanto Nopian Teguh Susyanto Nugroho, S.T., M.T, Dr. Bambang Setia Nurhaliza, Salwa Pandu Andika Darmawan Paramitha, Camilla Pradnya Phaksi Ghagono Awang Murti Prakasa , Angga Gumilang Dwi Prasetya, Rizky Aris Putra, Ari Yanuar Putri Indra Wahyuningsih Putri Indra Wahyuningsih Putri Rahmawati Putri, Azahra Meidira Nur Suryana Rachfaizi , Rendhy Radial Anwar, Radial Raeida Widyananda Raharja, Azuan Syahril Kurniadi Raihan Anshari Raihan, Mochamad Alif Raihan, Muhammad Wildan Rasheed Abdurrahman Mulyadi Rasheed Abdurrahman Mulyadi Rayhan Almahdy Regita Nurul Fauziah Rendy Anugerah Reza Firsandaya Malik Reza Firsandaya Malik Riansyah, Aldi Rina Pudji Astuti Ruben Samuel Marojahan Purba Sahara, Ghehena Latipah Adha Salim, Akhmad Raihan Salsabila, Salwa Salwa Salsabila Saputra, Yusuf Eka Sarbrani, Athalah Rafif Irsyach Sendyartha, Aurellia Fieldza Sevierda Raniprima Siddik, Hawary Siregar, Farhan Alfariz Sitepu, Karolina Sitorus, Saidhatul Munawaroh Sudung Parjuangan Parhusip Sugihartono Sugihartono Susanto, Rizky Bayu Susilawati Susilawati Tarigan, Stepen Martinus Tri Cahyani, Kenita Ummi Jumria Uswatun Hasanah Vinsensius Sigit Widhi Prabowo Wenda Adi Irawan Winala, Isra Putri Windi Andaresta Nurul Hakim Wirahilm, Muhammad Fuad Yannisa, Alfia Zahra YUNITA, TRASMA Yussi Perdana Saputera Yustina Wahyu Andika Yustina Wahyu Andika Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Zainudin Nawawi Zamardah , Putri Arinis Zuchra Latifah Zulfi Zulfi