Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

GESTURE KOLABORATIF SISWA DALAM DISKUSI KELOMPOK MENYELESAIKAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI TEORI PEMOSISIAN Rivatul Ridho Elvierayani; Emalia Nova Sustyorini; Ayu Ismi Hanifah; Titin Titin
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v11i2.16968

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gesture kolaboratif siswa selama menyelesaikan masalah secara kelompok ditinjau dari teori pemosisian siswa. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VI SDN, Tikung, Lamongan. Subjek penelitian adalah sekelompok siswa yang terdiri dari lima siswa dengan posisi sebagai ahli, fasilitator dan pemula. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitan desktriptif-eksploratif. Subjek penelitian ditentukan dengan membagi siswa kelas VI secara heterogen menjadi tiga kelompok yang beranggotakan lima siswa. Selanjutnya subjek terpilih adalah satu kelompok dengan produksi gesture yang digunakan bervariasi. Teori pemosisian menunjukkan bagaimana siswa menentukan posisi mereka selama diskusi menyelesaikan masalah matematika. Hasil penelitian diperoleh bahwa siswa pemula tidak banyak melakukan gesture kolaboratif. Siswa pemula hanya melakukan gesture kolaboratif berbentuk gesture bersama sebagai bagian dari apa yang mereka pahami dan sebagai keterlibatan mereka selama berinteraksi dalam kelompok. Sedangkan siswa ahli lebih banyak menggunakan gesture kolaboratif yang digunakan untuk mengungkapkan ide maupun rencana selesaian yang ada di pikirkan mereka kepada rekannya baik itu fasilitator maupun pemula. Siswa ahli memainkan peranan penting dalam diskusi kelompok untuk menarik siswa lain terlibat aktif dalam menyelesaikan masalah. Gesture siswa fasilitator dalam bentuk alternatif dan pengalihan pada penyelesaian masalah secara kelompok digunakan bagi siswa ahli saat terjadi kesalahan pemahaman di awal penyelesaian masalah, sehingga rencana penyelesaian masalah dapat dilakukan dengan tepat.  Kata kunci: gesture, gesture kolaboratif, diskusi kelompok, pemosisian siswa Abstract: This study aims to describe students' collaborative gestures while solving problems in groups in terms of student positioning theory. The subjects of this research were the sixth grade students of SDN, Tikung, Lamongan. The research subjects were a group of students consisting of five students with positions as experts, facilitators and beginners. The research method used is a qualitative research method with a descriptive-explorative research type. Research subjects were determined by heterogeneously dividing class VI students into three groups of five students. Furthermore, the selected subject is a group with varied gesture productionPositioning theory shows how students determine their position during discussions to solve math problems. The results of the study showed that novice students did not make many collaborative gestures. Beginner students only make collaborative gestures in the form of joint gestures as part of what they understand and as their involvement while interacting in groups. Meanwhile, expert students use more collaborative gestures to express ideas and plans for completion that they have in mind to their colleagues, both facilitators and beginners. Expert students play an important role in group discussions to attract other students to be actively involved in solving problems. Facilitator student gestures in alternative forms and diversions to group problem solving are used for expert students when an misunderstanding occurs at the beginning of problem solving, so that problem solving plans can be carried out appropriately. Keywords: gesture, collaborative gesture, group discussion, student positioning
PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PEMBERDAYAAN EKONOMI KELUARGA DI DESA RANDUBENER, KECAMATAN KEMBANGBAHU, KABUPATEN LAMONGAN Ruswaji Ruswaji; Mohammad Yaskun; Muhamad Imam Syairozi; Titin Titin; Ratna Handayati; Puguh Cahyono
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37293

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang tinggi menimbulkan masalah salah satu masalah kesehatan yaitu stunting. Stunting menjadi masalah gizi untuk anak bawah lima tahun (balita). Dampak stunting tidak hanya pada individu tetapi juga terhadap negara. Dampak stunting pada individu mencakup peningkatan biaya kesehatan, penurunan kognitif, penurunan prestasi kapasitas belajar dan kapasitas kerja, yang akhirnya berdampak pada pembangunan negara. Lebih lanjut, dampak stunting juga dapat bersifat jangka pendek maupun jangka panjang. Dampak jangka pendek berupa kerentanan anak terhadap infeksi dan perkembangan kognitif yang kurang maksimal. Sedangkan dampak jangka panjang lebih kepada meningkatnya risiko pada saat dewasa terhadap penyakit kronis seperti diabetes atau penyakit kardiovaskuler. Salah satu program kegiatan yang dapat mencegah stunting adalah dengan melakukan kegiatan pemberdayaan ekonomi keluarga. Masalah ekonomi keluarga kemudian menjadi salah satu pemicu dari terbatasnya ketersediaan pangan dirumah tangga, kurangnya kualitas pengasuhan dan pemberian makan pada anak, hingga kondisi lingkungan rumah yang kurang sehat dan kurangnya akses kepada layanan kesehatan. Sehingga dengan pendekatan untuk memberdayakan ekonomi keluarga, maka diawali dari penataan polapiker untuk bisa mengelola keuangan dengan baik. Pada program pengabdian masyarakat ini, tim dosen diberi kesempatan oleh mitra untuk membantu mensosialisasi tentang permasalahan ini untuk disampaikan kepada orang tua Ibu-ibu dan Karang Taruna Randubener. Solusi yang ditawarkan dalam pengabdian ini adalah memberikan informasi tentang pentingnya pencegahan stunting pada anak melalui pendekatan pemberdayaan ekonomi keluarga, dimana seorang ibu sebagai anggota keluarga memiliki kesempatan untuk mendapatkan penghasilan atau pendapatan lebih. Sehingga dengan adanya kemandirian ekonomi, ibu-ibu akan memiliki peluang dalam meng-upgrade pengetahuannya terhadap gizi, pendapatan tambahan, pendidikan serta kesehatan yang memadai.