Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Empiricism Journal

Respon Mahasiswa Calon Guru IPA dalam Penerapan Pembelajaran Proyek Kimia Manasikana, Oktaffi Arinna; Khery, Yusran; Nufida, Baiq Asma; Ahzan, Sukainil; Efendi, Ismail
Empiricism Journal Vol. 3 No. 2: December 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v3i2.1127

Abstract

Peristiwa pandemi covid-19 didunia termasuk Indonesia, menyebabkan perubahan sistem pembelajaran yang signifikan, biasanya tatap muka di kelas, kegiatan praktek di laboratorium berubah menjadi pembelajaran dalam jaringan atau daring. Pembelajaran proyek menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru berdasarkan pengalamannya dalam beraktivitas secara nyata. Mata kuliah model pembelajaran inovatif IPA adalah mata kuliah wajib dalam fakultas ilmu pendidikan yang menuntut mahasiswa dalam keaktifan dan kreatifitas menguasai materi tersebut sehingga lebih aplikatif dimanfaatkan saat kelak menjadi guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimental dengan teknik pengumpulan data secara observasi dan angket. Model Pembelajaran IPA SMP pada materi kimia mempunyai karakteristik pengetahuan yang abstrak bagi siswa SMP sehingga dibutuhkan keaktifan dan kreatifitas saat mengajar. Berdasarkan hasil angket  di dapatkan hasil sebagai berikut: persepsi mahasiswa terhadap mata kuliah model pembelajaran inovatif 76.8; motivasi mahasiswa terhadap mata kuliah        model pembelajaran inovatif 78.40; pemahaman mahasiswa terhadap mata kuliah model pembelajaran inovatif 87,6; aktifitas dan kreatifitas mahasiswa dalam pembelajaran proyek 88,7; Kesan mahasiswa terhadap pembelajaran proyek adalah 84,6. Dari hasil rerata diatas 75.0 hal ini menunjukkan pembelajaran proyek efektif diterapkan pada mata kuliah model pembelajaran inovatif IPA materi kimia SMP. Responses of Prospective Science Teacher Students in the Application of Chemistry Project Learning Abstract The Covid-19 pandemic in the world, including Indonesia, has caused a significant change in the learning system, usually face-to-face in class, and practical activities in the laboratory have changed to online or network learning. Project learning uses problems as the first step in gathering and integrating new knowledge based on experience in real activities. The science innovative learning model course is a compulsory subject in the faculty of education that requires students to be active and creative in mastering the material so that it is more applicable when they become teachers. This study uses an experimental approach with data collection techniques by observation and questionnaires. Middle School Science Learning Model in chemistry material has the characteristics of abstract knowledge for junior high school students, requiring activeness and creativity when teaching. Based on the results of the questionnaire, the following results were obtained: student perceptions of innovative learning model courses 76.8; student motivation towards innovative learning model courses 78.40; student understanding of innovative learning model courses 87.6; student activity and creativity in project learning 88.7; Students' impression of project learning is 84.6. The average results above 75.0 show that project learning is effectively applied to science innovative learning model courses in junior high school chemistry.
Pengaruh Variasi Komposisi Sekam Padi dan Arang Tempurung Kelapa terhadap Nilai Kalor dan Laju Pembakaran Biobriket Dewi, Nurul Yaqin Rusna; Ahzan, Sukainil; Pangga, Dwi
Empiricism Journal Vol. 5 No. 2: December 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v5i2.2027

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi komposisi sekam padi (ASP) dan arang tempurung kelapa (ATK) terhadap karakteristik biobriket, seperti kadar air, kadar abu, densitas, nilai kalor, dan laju pembakaran. Variasi komposisi bahan adalah 0%-90% ASP dan 90%-0% ATK, dengan perekat tepung tapioka sebesar 10%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kalor tertinggi (9.034 kkal/g) ditemukan pada komposisi 45% ASP + 45% ATK, sementara laju pembakaran tertinggi (0,7254 g/menit) pada komposisi 90% ASP + 0% ATK. Biobriket dengan komposisi optimal (45% ASP + 45% ATK) memiliki keseimbangan antara nilai kalor tinggi dan pembakaran stabil. Semua sampel memenuhi standar SNI untuk kadar air (maksimal 8%) dan nilai kalor (minimal 5000 kkal/g). Penelitian ini menunjukkan potensi biobriket berbasis limbah pertanian sebagai bahan bakar alternatif yang berkelanjutan. The Effect of Rice Husk and Coconut Shell Charcoal Composition Variations on the Calorific Value and Combustion Rate of BiobriquettesAbstractThis study aims to evaluate the effect of rice husk (ASP) and coconut shell charcoal (ATK) composition variations on biobriquette characteristics, including moisture content, ash content, density, calorific value, and combustion rate. The composition variations ranged from 0%-90% ASP and 90%-0% ATK, with 10% tapioca starch as a binder. Results indicated the highest calorific value (9.034 kkal/g) at 45% ASP + 45% ATK, while the highest combustion rate (0.7254 g/min) was observed at 90% ASP + 0% ATK. Biobriquettes with an optimal composition (45% ASP + 45% ATK) achieved a balance of high calorific value and stable combustion. All samples met the SNI standards for moisture content (maximum 8%) and calorific value (minimum 5000 kkal/g). This study highlights the potential of agricultural waste-based biobriquettes as a sustainable alternative fuel source.
Peran Tri Hita Karana dalam Kehidupan Masyarakat dan Institusi: Kajian Komprehensif Berdasarkan Literatur Ahzan, Sukainil; Pangga, Dwi; Sutajaya, I Made; Astawa, Ida Bagus Made; Suja, I Wayan
Empiricism Journal Vol. 5 No. 2: December 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v5i2.2370

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi peran filosofi Tri Hita Karana (THK) sebagai kerangka kerja untuk menciptakan harmoni dalam kehidupan masyarakat dan institusi di Bali. Dengan menggunakan tinjauan pustaka sistematis berbasis pedoman PRISMA, penelitian ini menganalisis 30 artikel yang relevan dari tahun 2014 hingga 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa THK memainkan peran signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk hubungan spiritual dengan Tuhan (parhyangan), interaksi sosial (pawongan), dan pelestarian lingkungan (palemahan). Filosofi ini tidak hanya mendukung harmoni sosial dan budaya melalui kegiatan kolektif seperti gotong royong dan pelestarian adat, tetapi juga menjadi pedoman dalam praktik keberlanjutan lingkungan. Pada tingkat institusi, THK diadopsi dalam kebijakan pemerintah, pendidikan, dan pariwisata, menghasilkan keseimbangan antara pembangunan ekonomi, pelestarian budaya, dan konservasi lingkungan. Meski demikian, tantangan dalam implementasi THK mencakup tekanan globalisasi, individualisme, dan modernisasi yang dapat mereduksi nilai-nilai tradisional. Penelitian ini memberikan kontribusi dengan mengidentifikasi praktik terbaik dalam penerapan THK serta relevansinya dalam konteks global. Implikasi praktis dari penelitian ini mencakup pengembangan kebijakan berbasis THK, penguatan strategi pendidikan, dan model keberlanjutan institusi yang menekankan keterpaduan antara nilai tradisional dan inovasi modern. Hasil ini mempertegas bahwa THK bukan sekadar filosofi lokal, melainkan pendekatan universal yang relevan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan dan harmoni sosial di era modern. The Role of Tri Hita Karana in Community and Institutional Life: A Comprehensive Literature ReviewAbstractThis study explores the role of the Tri Hita Karana (THK) philosophy as a framework for fostering harmony in community and institutional life in Bali. Using a systematic literature review guided by PRISMA protocols, the research analyzes 30 relevant articles published between 2014 and 2024. The findings demonstrate that THK plays a significant role across various aspects of life, including spiritual connections with God (parhyangan), social interactions (pawongan), and environmental preservation (palemahan). This philosophy not only promotes social and cultural harmony through collective activities such as communal work (gotong royong) and cultural preservation but also serves as a guideline for environmental sustainability practices. At the institutional level, THK is adopted in government policies, education, and tourism, creating a balance between economic development, cultural preservation, and environmental conservation. However, challenges in implementing THK include pressures from globalization, individualism, and modernization, which can erode traditional values. This study contributes by identifying best practices in applying THK and highlighting its relevance in a global context. The practical implications of this research include the development of THK-based policies, the strengthening of educational strategies, and institutional sustainability models that emphasize the integration of traditional values and modern innovation. These findings underscore that THK is not merely a local philosophy but a universal approach relevant to supporting sustainable development and social harmony in the modern era.