Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Hubungan Tingkat Pendidikan dan Pelatihan dengan Tingkat Pengetahuan Petugas Kamar Jenazah tentang COVID-19 pada Jenazah Iswara, Raja Al Fath Widya
Medica Hospitalia : Journal of Clinical Medicine Vol. 7 No. 1A (2020): Med Hosp
Publisher : RSUP Dr. Kariadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.456 KB) | DOI: 10.36408/mhjcm.v7i1A.475

Abstract

Latar belakang: Petugas kamar jenazah adalah orang yang paling berisiko terinfeksi COVID-19 dikarenakan kurangnya pengetahuan tentang infeksi tersebut pada jenazah. Tingkat pendidikan dan keikutsertaan dalam pelatihan merupakan hal yang dapat mempengaruhi pengetahuan petugas kamar jenazah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan dan pelatihan dengan tingkat pengetahuan petugas kamar jenazah tentang COVID-19 pada jenazah. Metode: Penelitian cross sectional menggunakan desain deskriptif analitik. Subjek penelitian 30 responden petugas kamar jenazah dengan teknik total sampling di Rumah Sakit Umum Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara, Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kendari dan Rumah Sakit Bhayangkara Kendari pada bulan Mei 2020 yang memenuhi kriteria inklusi. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Pendidikan rendah mencakup lulusan SD, SMP dan SMA, sedangkan pendidikan tinggi mencakup lulusan Akademik, Sekolah Tinggi, Politeknik dan Perguruan Tinggi. Pelatihan dikategorikan dalam pernah dan tidak pernah mengikuti. Pengetahuan baik apabila responden mampu menjawab benar dengan nilai 70–100%, sedangkan pengetahuan buruk apabila responden menjawab benar dengan nilai kurang dari 70%. Data dianalisis menggunakan uji Fisher Exact Test. Hasil: 18 responden memiliki tingkat pendidikan tinggi dan 12 responden memiliki tingkat pendidikan rendah. 16 responden pernah mengikuti pelatihan dan 14 responden tidak pernah mengikuti pelatihan. 23 responden memiliki pengetahuan baik dan 7 responden memiliki pengetahuan buruk. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dan pelatihan dengan tingkat pengetahuan petugas kamar jenazah tentang COVID-19 pada jenazah, masing-masing dengan nilai p=0.029 dan p=0.031. Simpulan: Terdapat hubungan tingkat pendidikan dan pelatihan dengan tingkat pengetahuan petugas kamar jenazah tentang COVID-19 pada jenazah. Kata Kunci: COVID-19, jenazah, pelatihan, pendidikan, pengetahuan Background: The mortuary officer is the person most at risk of being infected with COVID-19 due to a lack of knowledge about the infection in the corpse. The level of education and participation in training are things that can affect the knowledge of the mortuary officer. The aim of this study is to determine the relationship between the level of education and training with the level of knowledge of the mortuary officer about COVID-19 in the corpse. Methods: This study was cross sectional used a descriptive analytic design. The research subjects were 30 respondents of mortuary officers with total sampling technique at the Bahteramas General Hospital of Southeast Sulawesi Province, Kendari City Regional General Hospital and Bhayangkara Kendari Hospital in May 2020 who met the inclusion criteria. The research instrument was use a questionnaire. Low level education includes graduates from elementary school, junior high school and senior high school, while higher education level includes graduates from Academics, Higher Education, Polytechnic and University. Training is categorized as having and never following. Good knowledge is if the respondent is able to answer correctly with a value of 70–100%, while bad knowledge is if the respondent answers correctly with a value of less than 70%. Data were analyzed using the Fisher Exact Test. Results: 18 respondents had a high level of education and 12 respondents had a low level of education. 16 respondents have attended training and 14 respondents have never attended training. 23 respondents have good knowledge and 7 respondents have bad knowledge. There was a significant relationship between the level of education and training with the level of knowledge of mortuary officers about COVID-19 in the corpse, with p = 0.029 and p = 0.031, respectively. Conclusion: There is a relationship between the level of education and training with the level of knowledge of mortuary officers about COVID-19 in the corpse. Keywords: COVID-19, corpse, training, education, knowledge
Kematian Mendadak Akibat Kardiomiopati Hipertrofi Pada Dewasa Muda Iswara, Raja Al Fath Widya; Sadad, Arif Rahman; Rohmah, Intarniati Nur; Bhima, Sigid Kirana Lintang
Medica Hospitalia : Journal of Clinical Medicine Vol. 7 No. 2 (2020): Med Hosp
Publisher : RSUP Dr. Kariadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.502 KB) | DOI: 10.36408/mhjcm.v7i2.522

Abstract

Latar Belakang : Kematian mendadak merupakan kasus yang paling sering terjadi dan dapat ditemukan dalam berbagai macam kondisi. Penyebab kematian mendadak terbanyak adalah sistem kardiovaskular dan salah satu kelainan yang jarang terjadi adalah kardiomiopati hipertrofi. Kardiomiopati hipertrofi merupakan kelainan jantung yang ditandai dengan hipertrofi miokardial akibat mutasi sarkomer dengan angka kejadian 1 dari 500 orang dewasa. Temuan utama pada kardiomiopati hipertrofi antara lain adanya hipertofi ventrikel dan atau septum interventrikel, kerusakan miosit dan peningkatan fibrosis miokardium. Terdapat variasi manifestasi klinis pada Kardiomiopati hipertrofi, dari asimptomatik hingga mengakibatkan kematian mendadak akibat gagal jantung. Tujuan laporan kasus ini adalah mengetahui diagnosis kematian akibat kardiomiopati hipertrofi pada dewasa muda. Kasus : Seorang laki-laki usia 18 tahun ditemukan meninggal di kamar kostannya dibawa ke kamar jenazah RSUP dr. Kariadi Semarang untuk diotopsi. Pemeriksaan luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Pemeriksaan dalam didapatkan adanya jendalan darah dalam ventrikel, hipertrofi ventrikel kiri, penebalan pada katub jantung, pengerasan pada otot jantung dan penggantung katub serta tanda asfiksia. Pemeriksaan histopatologi menunjukkan kardiomiopati hipertrofi. Pembahasan : Patogenesis kardiomiopati hipertrofi dapat menyebabkan asfiksia yaitu terjadinya mutasi intrasarkomer yang meningkatkan peningkatan sensitivitas dan produksi Calsium yang mengakibatkan peningkatan kontraksi miokardium sehingga menyebabkan hipertrofi ventrikel kiri. Selain itu juga terjadi peningkatan sintesis kolagen yang mengakibatkan terjadinya fibrosis miokard yang menyebabkan hipertrofi ventrikel kiri. Terjadinya hipertrofi ventrikel kiri jangka panjang akan menyebabkan kondisi gagal jantung yang dapat mengakibatkan asfiksia. Simpulan : Kematian mendadak akibat kardiomiopati hipertrofi merupakan hal yang jarang. Oleh karena itu dibutuhkan otopsi yang teliti dan pemeriksaan histopatologi untuk mendiagnosis dengan pasti. Kata Kunci : Kematian mendadak, kardiomiopati hipertrofi, dewasa muda, sarkomer Background : Sudden death is the most common case and can be found in a variety of conditions. The most common cause of death is the cardiovascular system and a rare one disorders is hypertrophic cardiomyopathy. Hypertrophy cardiomyopathy is a heart disorder characterized by myocardial hypertrophy due to sarcomere mutations with an incidence of 1 in 500 adults. The main findings in hypertrophic cardiomyopathy include the presence of ventricular hypertrophy and / or interventricular septum, myocyte damage and increased myocardial fibrosis. There are variations in clinical manifestations in hypertrophic cardiomyopathy, from asymptomatic to sudden death due to heart failure. The purpose of this case report is to know the diagnosis of sudden death due to hypertrophic cardiomyopathy in young adults Case : A 18-year-old man was found dead in his boarding room. On the external examination there were no signs of violence. On the internal examination in the presence of blood in the ventricles, left ventricular hypertrophy, thickening of the entire heart valve, hardening of the heart muscle and hanging valves and signs of asphyxia. Histopathological examination showed hypertrophic cardiomyopathy. Discussion : The pathogenesis of hypertrophic cardiomyopathy can cause asphyxia is the occurrence of intrasarcomere mutations that increase the sensitivity and production of calcium which results in increased contraction of the myocardium causing left ventricular hypertrophy. In addition there is also an increase in collagen synthesis which results in the occurrence of myocardial fibrosis which causes left ventricular hypertrophy. The occurrence of long-term left ventricular hypertrophy will cause a condition of heart failure which can lead to asphyxia. Conclusion : Sudden death due to hypertrophic cardiomyopathy is rare one. Therefore a careful autopsy is needed and histopathological examination is needed to get definitive diagnose. Keywords : Sudden death, hypertrophic cardiomyopathy, young adults, sarcomere
Hubungan Jenis Kelamin dengan Waktu Kematian Pada Kematian Akibat Infark Miokard Akut : Correlation Between Sex with Time of Death In Death From Acute Myocardial Infarction Iswara, Raja Al Fath Widya
Medica Hospitalia : Journal of Clinical Medicine Vol. 9 No. 3 (2022): Med Hosp
Publisher : RSUP Dr. Kariadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36408/mhjcm.v9i3.763

Abstract

LATAR BELAKANG : Salah satu penyebab kematian mendadak terbanyak pada sistem kardiovaskular adalah infark miokard akut. Pada pemeriksaan jenazah kasus kematian mendadak sangat penting untuk mengetahui kemungkinan penyebab kematiannya berdasarkan jenis kelamin, usia, status gizi dan pola waktu kematiannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jenis kelamin dengan waktu kematian pada kematian akibat infark miokard akut. METODE : Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional desain cross sectional, dengan menggunakan total sampling. Data diambil dari semua kasus kematian akibat infark miokard akut di Rumah Sakit Umum Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara pada tahun 2016-2019. Variabel bebas penelitian ini yaitu jenis kelamin yang terdiri atas laki-laki dan perempuan. Variabel tergantung penelitian ini yaitu waktu kematian yang dinilai berdasarkan jam kematian dan musim. Analisa data dengan menggunakan uji Chi Square. HASIL : Terdapat 90 kasus kematian akibat infark miokard akut yang terdiri atas 52 orang laki-laki (57.8%) dan 38 Perempuan (42.2%). Jam kematian paling banyak di malam hari sebanyak 28 orang (31.1%) dan paling banyak pada musim hujan sebanyak 50 orang (55.6%). Terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan jam kematian (p= 0.042) dan musim (p= 0.035) pada kematian akibat infark miokard akut.  SIMPULAN : Terdapat hubungan jenis kelamin dengan waktu kematian pada kematian akibat infark miokard akut. KATA KUNCI: infark miokard akut, jenis kelamin, waktu kematian
Pelacakan dan Skrining dalam Rangka Program Eliminasi Tuberculosis dengan Pemberian Pamflet dan Pemeriksaan Foto Thorax di RSD Konawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara Zida Maulina Aini; Aritrina, Pranita; Raja Al Fath Widya Iswara; Waode Zerbarani; William Alexander
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v4i1.105

Abstract

Tuberkulosis (TBC) merupakan masalah kesehatan serius di Indonesia, dengan mayoritas kasus terjadi pada kelompok usia produktif dan anak-anak. Data tahun 2020 menunjukkan 67% kasus TBC terjadi pada usia 15–54 tahun dan 9% pada anak di bawah 15 tahun. Pemeriksaan radiologis terbukti berperan signifikan dalam mendeteksi kasus tanpa gejala. Di Kabupaten Konawe Selatan, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya skrining TBC masih rendah, yang menghambat upaya eliminasi penyakit ini. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam skrining TBC, khususnya di wilayah endemis seperti Kabupaten Konawe Selatan. Program dilakukan melalui pendekatan edukasi masyarakat, pemeriksaan skrining berbasis radiologi di Rumah Sakit Daerah Konawe Selatan, serta analisis hasil pemeriksaan untuk mengidentifikasi faktor risiko dan pola penyebaran. Dari 50 pasien TBC yang diperiksa, mayoritas adalah laki-laki (34 orang) dengan rentang usia terbanyak 41–65 tahun. Pemeriksaan radiologi menunjukkan gambaran lesi luas, baik dengan penyakit penyerta maupun tanpa penyakit penyerta. Program ini juga meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya deteksi dini dan pengobatan TBC. Tingkat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya skrining TBC perlu ditingkatkan untuk mencapai eliminasi TBC 2030. Hasil program ini menunjukkan bahwa pemeriksaan radiologis efektif dalam mendeteksi kasus TBC dan dapat mendukung strategi eliminasi di wilayah endemis.
Impact of semen insemination on the vaginal microbiome profile of candidiasis rat model: A preliminary forensic study on sexual violence evidence Iswara, Raja AFW.; Hestiantoro, Andon; Budiningsih, Yuli; Werdhani, Retno A.; Birowo, Ponco; Wuyung, Puspita E.; Fadilah, Fadilah; Afandi, Dedi
Narra J Vol. 5 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Narra Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52225/narra.v5i1.1256

Abstract

Sexual violence, including sexual intercourse, can occur in women experiencing vaginal discharge, particularly in cases of vaginal candidiasis. In candidiasis, the vaginal microbiome undergoes changes that could serve as a diagnostic indicator or as evidence of sexual activity.  The aim of this study was to assess the effects of semen insemination on the vaginal microbiome profile of candidiasis rats and to determine its forensic investigations in cases of sexual violence.  An experimental study was carried out using Wistar strain rats (Rattus norvegicus), consisting of four male rats (for spermatozoa donors) and twenty-four female rats. The female rats were divided into four groups: normal condition (control), normal condition post-semen insemination, candidiasis rats, and candidiasis rat post-semen insemination. Vaginal microbiome profiles were examined for each group, using alpha diversity (Chao 1, Shannon, Simpson, and Faith PD indices) and beta diversity (Bray Curtis, Jaccard, Unweighted Unifrac and Weighted Unifrac indices). Data were analyzed using the Kruskal-Wallis test for alpha diversity and the PERMANOVA test for beta diversity. The vaginal microbiome profiles of normal and candidiasis rats showed no significant differences (p>0.05). In candidiasis rats, the microbiome predominantly consisted of the Eukaryota kingdom, particularly Candida albicans. Semen insemination did not significantly affect the vaginal microbiome profile of candidiasis rats in the short term (p>0.05). However, the study highlights that the presence of Eschericia-Shigella, Roseomonas, and Archaea in the vaginal microbiome post-semen insemination potentially serves as an indicator of infection or sexual activity in forensic contexts.
Mengenali Serangan Jantung dan Tindakan Pertolongan Pertama yang Menyelamatkan Nyawa Asmarani; Raja Al Fath Widya Iswara; Edy Husnul Mujahid; Satrio Wicaksono; Firman Nasiu
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v4i1.127

Abstract

Serangan jantung merupakan salah satu kondisi kegawatdaruratan medis yang memerlukan penanganan cepat untuk mencegah kematian mendadak. Kurangnya pengetahuan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan, menjadi tantangan dalam upaya penyelamatan nyawa. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat Desa Lalimbue, Kecamatan Kapoila, dalam mengenali gejala serangan jantung dan melakukan pertolongan pertama, terutama teknik Resusitasi Jantung Paru (CPR). Metode pengabdian ini dilaksanakan melalui penyuluhan, demonstrasi, simulasi, dan evaluasi partisipatif kepada 30 peserta. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan kemampuan peserta setelah kegiatan, ditandai dengan meningkatnya skor post-test dan keberhasilan dalam praktik CPR. Program ini berhasil menciptakan kesadaran kolektif dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap kondisi darurat jantung serta mendorong terbentuknya agen perubahan di tingkat komunitas. Kesimpulan pengabdian bahwa pelibatan aktif perguruan tinggi, aparat desa, dan warga menunjukkan bahwa sinergi multisektor dapat menjadi strategi efektif dalam membangun ketangguhan kesehatan masyarakat pedesaan.
PENGGUNAAN TEKNOLOGI DALAM KEDOKTERAN FORENSIK MENGHADAPI ERA INDUSTRI 5.0 Iswara, Raja Al Fath Widya
Jurnal Informatika Medis Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Informatika Medis (J-INFORMED)
Publisher : Program Studi Informatika Medis Universitas Muhammadiyah Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/im.v3i1.3064

Abstract

The era of Industry 5.0 is characterized by the synergistic integration of advanced digital technologies and humanistic values, emphasizing collaboration between intelligent machines and humans. In forensic medicine, this transformation offers significant potential to improve the accuracy, speed, and efficiency of post-mortem identification, wound analysis, and legal evidence presentation within the framework of criminal justice. Technologies such as artificial intelligence (AI), 3D imaging, the Internet of Medical Things (IoMT), and big data are beginning to play vital roles in enhancing forensic investigations, which were previously reliant on manual and conventional methods. This article aims to comprehensively analyze the application of these technologies in the context of forensic medicine in Indonesia. In addition to outlining the benefits and opportunities presented, this paper also explores the major challenges faced, such as infrastructure limitations, readiness of human resources, regulatory gaps, and ethical issues surrounding medical data privacy. Through a multidisciplinary approach, the article is expected to contribute to the formulation of strategic policies that support digital transformation in forensic medicine towards an adaptive and sustainable ecosystem in the Industry 5.0 era.
Kesintasan Motilitas dan Persistensi Spermatozoa dalam Vagina Tikus Kandidiasis Iswara, Raja Al Fath Widya
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 10, Nomor 2, Tahun 2025
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.10.2.2025.134-143

Abstract

Kandidiasis vagina dapat memengaruhi lingkungan mikro vagina sehingga berpotensi mengganggu fungsi spermatozoa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesintasan motilitas dan persistensi spermatozoa dalam vagina tikus kandidiasis. Penelitian eksperimental ini menggunakan dua kelompok tikus betina, yaitu kelompok normal dan kelompok dengan kandidiasis. Analisis kesintasan dilakukan menggunakan metode Kaplan–Meier, sedangkan perbedaan antar-kelompok diuji dengan uji log-rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna kesintasan motilitas spermatozoa antarkelompok (χ²=8,760; p=0,003). Pada kelompok kandidiasis, 50% spermatozoa kehilangan motilitas dalam 1 menit pertama, sedangkan pada kelompok normal terjadi pada 2 menit pertama. Analisis persistensi spermatozoa juga menunjukkan perbedaan yang signifikan (χ²=15,373; p<0,001). Pada kelompok kandidiasis, 50% spermatozoa tidak lagi ditemukan dalam vagina pada 2 hari pertama, sementara pada kelompok normal spermatozoa masih terdeteksi hingga 5 hari. Temuan ini menunjukkan bahwa kandidiasis vagina dapat menurunkan kesintasan motilitas dan persistensi spermatozoa, yang berimplikasi terhadap kemungkinan penurunan fertilitas.  Vaginal candidiasis can alter the vaginal microenvironment, potentially disrupting spermatozoa function. This study aimed to analyze the survival of spermatozoa motility and persistence in the vagina of rats with candidiasis. An experimental study was conducted using two groups of female rats: a normal group and a candidiasis group. Survival analysis was performed using the Kaplan–Meier method, and differences between groups were evaluated with the log-rank test. The results showed a significant difference in spermatozoa motility survival between groups (χ²=8.760; p=0.003). In the candidiasis group, 50% of spermatozoa lost motility within the first minute, while in the normal group, this occurred within the first 2 minutes. Persistence analysis also revealed a significant difference (χ²=15.373; p<0.001). In the candidiasis group, 50% of spermatozoa were no longer detected within the first 2 days, whereas in the normal group, spermatozoa were still observed up to 5 days. These findings indicate that vaginal candidiasis significantly reduces survival of spermatozoa motility and persistence, which may contribute to decreased fertility. 
Pelatihan Bantuan Hidup Dasar bagi Masyarakat Umum di Kota Kendari Asmarani; Raja Al Fath Widya Iswara; Sri Susanty; Muhammad Rustam HN; Firman Nasiu
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v5i1.209

Abstract

Henti jantung mendadak merupakan kondisi kegawatdaruratan medis yang membutuhkan tindakan cepat dan tepat untuk mempertahankan kehidupan seseorang. Keberhasilan pertolongan pada korban henti jantung sangat bergantung pada kecepatan tindakan Bantuan Hidup Dasar (BHD) oleh penolong pertama sebelum tenaga medis tiba di lokasi. Sayangnya, tingkat pengetahuan dan keterampilan masyarakat umum terhadap BHD masih rendah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat umum di Kota Kendari dalam melakukan tindakan BHD yang benar sesuai dengan panduan American Heart Association (AHA). Kegiatan dilaksanakan pada Minggu, 24 Agustus 2025, di The Park Kendari dengan melibatkan 60 peserta masyarakat umum. Metode kegiatan mencakup ceramah interaktif, demonstrasi, dan simulasi praktik langsung resusitasi jantung paru (RJP). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan peserta dari 25% menjadi 87% dan kemampuan praktik yang sesuai prosedur mencapai 80%. Kegiatan ini membuktikan bahwa pelatihan berbasis praktik efektif meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi keadaan darurat medis.
Hubungan Obesitas dengan Kejadian Osteoartritis di RSUD Kota Kendari Asmarani; Amanda Maulidya Rahma; Mario Polo Wijaya; Muhammad Rustam HN; Sri Susanty; Raja Al Fath Widya Iswara
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 6 No. 1 (2026): Nursing and Health Care Technology-January to June Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v6i1.240

Abstract

Meningkatnya angka obesitas di masyarakat, termasuk di Kota Kendari, diduga turut berkontribusi terhadap peningkatan kasus osteoartritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara obesitas dengan kejadian osteoartritis pada pasien di RSUD Kota Kendari. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 89 pasien yang berobat di Poli Ortopedi RSUD Kota Kendari selama periode Januari hingga Juli 2025 dan dipilih dengan teknik purposive sampling. Data primer diperoleh melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan untuk menentukan Indeks Massa Tubuh (IMT), sedangkan data sekunder diambil dari rekam medis pasien yang mencatat diagnosis osteoartritis. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% (? = 0.05). Sebagian besar responden berusia 50–59 tahun (37.1%), berjenis kelamin perempuan (60.7%), dan memiliki IMT ? 23 (61.8%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara obesitas dan kejadian osteoartritis dengan nilai p = 0.001. Responden dengan IMT ? 23 lebih banyak mengalami osteoartritis (75.5%) dibandingkan responden dengan IMT ? 22.9 (24.5%). Terdapat hubungan bermakna antara obesitas dan kejadian osteoartritis pada pasien di RSUD Kota Kendari.