Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Intervensi Air Minum Aman Pascabencana Banjir melalui Pemasangan Filter Air Bersih di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Jamaluddin, Jamaluddin; Asmarani, Asmarani; Eso, Amiruddin; Iswara , Raja Alfath Widya; Susanty, Sri; Syarief, Muh.; Ayudia , Diva
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Kabanti Vol. 2 No. 2 (2026): Kabanti: Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bencana banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam menyebabkan penurunan kualitas air minum secara drastis akibat kontaminasi lumpur, limbah domestik, dan mikroorganisme patogen. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan akses masyarakat terdampak terhadap air minum aman melalui pemasangan filter air bersih siap minum, disertai edukasi penggunaan dan perawatan sarana secara berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Februari 2026 oleh civitas akademika Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo (FK UHO) Kendari sebagai bagian dari intervensi terpadu pemulihan pascabencana banjir. Pemasangan filter air bersih siap minum dilakukan di Pondok Tahfiz Ashabul Kahfi, Landuh, Kota Liang Atas, yang dipilih berdasarkan hasil pemetaan lapangan sebagai titik terdampak terparah dengan fungsi sosial komunal yang luas. Sarana yang terpasang tidak hanya dimanfaatkan oleh santri dan pengelola pondok, tetapi juga oleh ratusan kepala keluarga di lingkungan sekitar. Kegiatan ini disertai edukasi kepada pengelola pondok dan perwakilan masyarakat mengenai cara penggunaan, perawatan rutin, serta prosedur kebersihan dalam pengambilan air minum. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa intervensi filter air bersih secara efektif meningkatkan ketersediaan air minum layak konsumsi, menurunkan ketergantungan masyarakat pada sumber air yang tercemar, serta memperkuat kapasitas masyarakat dalam mempertahankan kualitas air minum secara mandiri dan berkelanjutan.
Peran Civitas Akademika Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo Pada Fase Pemulihan Bencana Banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Asmarani, Asmarani; Jamaluddin, Jamaluddin; Eso , Amiruddin; Iswara , Raja Alfath Widya; Susanty, Sri; Syarief, Muh.; Ayudia , Diva
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v5i2.282

Abstract

Banjir di Kabupaten Aceh Tamiang menimbulkan berbagai permasalahan kesehatan dan kebutuhan dasar masyarakat, terutama pada fase pemulihan pascabencana. Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung pemulihan kesehatan masyarakat dan pemenuhan kebutuhan dasar melalui intervensi terpadu. Metode pelaksanaan dilakukan secara bertahap, meliputi: (1) tahap persiapan berupa koordinasi dengan pemerintah daerah dan identifikasi kebutuhan masyarakat terdampak; (2) tahap pelaksanaan berupa pelayanan kesehatan lapangan melalui pemeriksaan umum, pengobatan, dan pemberian obat-obatan; pemasangan filter air bersih pada sumber air masyarakat; distribusi bantuan sembako kepada keluarga terdampak; serta edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui penyuluhan langsung; (3) tahap evaluasi dilakukan dengan menilai jumlah kunjungan, jenis penyakit yang ditemukan, dan tingkat pemanfaatan bantuan; serta (4) tahap monitoring melalui pemantauan keberlanjutan penggunaan filter air dan perubahan perilaku masyarakat. Kegiatan berhasil menjangkau ratusan masyarakat dengan keluhan kesehatan dominan berupa ISPA, hipertensi, dan penyakit kulit. Pemasangan filter air meningkatkan akses air minum aman, sementara distribusi bantuan membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Intervensi terpadu efektif dalam mendukung pemulihan kesehatan masyarakat dan meningkatkan ketahanan komunitas pascabencana.
Pencegahan Kekerasan Seksual terhadap Anak Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama di Kota Kendari Raja Al Fath Widya Iswara; Elisa Rompas; Asrawati Azis; Indah Wulan Sari; Yosephin Siahaan; Baety Adhayati; Ida Bagus Putu Alit; Dudut Rustiyadi; Dwi Fitriyanti Arieza Putri; Liauw Djai Yen; C Andriyani; Geebert Dundu; Ria Kumala; Enno Elfandari; Sari Nur Indahty Purnamaningsih; Paula Lihawa
Jurnal Nusantara Mengabdi Vol 5 No 2 (2026): Februari
Publisher : Penerbit Goodwood

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/jnm.v5i2.6552

Abstract

Purpose: This study evaluated the effectiveness of a structured educational intervention in improving knowledge, awareness, and preventive skills related to sexual violence among elementary and junior high school students in Kendari City. Research Methodology: A community-based program was conducted at the Kendari City Education and Culture Office involving 100 students. The intervention applied interactive and multimodal approaches, including lectures, educational videos, leaflets, role-play simulations, and group discussions. A quantitative pre-test and post-test design was used, along with participant satisfaction measured via a Likert scale. Data were analyzed descriptively. Results: Knowledge scores increased substantially from 64% (pre-test) to 95% (post-test). Participant satisfaction was very high, with 98% reporting positive responses. Students showed improved understanding of safe and unsafe touch, digital safety, and reporting mechanisms, alongside strong engagement during sessions. Conclusions: The intervention effectively enhanced knowledge and awareness of sexual violence prevention among school-aged children. Limitations: The study was limited by short-term evaluation and absence of long-term follow-up to assess sustained behavioral change. Contributions: This study provides an evidence-based and scalable model for school-based sexual violence prevention programs that can be adapted and implemented across elementary and junior high schools in other regions of Indonesia. The findings offer practical guidance for educators, healthcare professionals, and policymakers in developing interactive, child-centered prevention strategies to strengthen early awareness and reporting readiness among school-aged children.