Claim Missing Document
Check
Articles

Meningkatkan Kualitas Tidur Dengan Alunan Musik Tingkilan Suhesty, Aulia; Prayuga, Rahman Saleh; Fadli, Ahmad; Sandy, Yogie Kurnia; Syahrani, Abdul
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 5, No 2 (2016): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v5i2.2284

Abstract

Tidur merupakan proses yang diperlukan oleh manusia untuk pembentukan sel-sel tubuh yang baru, perbaikan sel-sel yang rusak, dan memberi waktu organ tubuh untuk beristirahat serta menjaga keseimbangan metabolisme tubuh yang dipengaruhi oleh kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas tidur dengan terapi musik menggunakan alunan musik Tingkilan. Musik Tingkilan merupakan musik khas suku Kutai Kalimantan Timur yang banyak mendapat pengaruh dari budaya islam. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah 30 orang siswa yang terbagi dalam dua kelompok eksperimen, dengan masing-masing kelompok berjumlah 15 orang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif eksperimen dengan meggunakan alat bantu skala kualitas tidur PSQI (The Pittsburgh Sleep Quality Index). Hasil analisis post-test t hitung adalah -1,167 (< t tabel = 2,160) dengan p = 0,253 (p > 0,05). Sedangkan pada follow up t hitung adalah -0,275 (< t tabel = 2,160) dengan p = 0,785 (p > 0,05) maka H0 diterima dan H1 ditolak, artinya subjek yang diberikan perlakuan terapi instrumen musik Tingkilan tidak berbeda tingkat kualitas tidurnya dibandingkan subjek yang diberikan terapi relaksasi.
Mengembangkan Kreativitas Melalui Daun Bengkuang Suhesty, Aulia; Jannah, Meirinja Raudatul; Wahyudi, Revi Maulania; Pakpahan, Erika Yohana; Rahma, Nurina
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 5, No 1 (2016): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v5i1.2280

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan kreativitas pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar di Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda setelah diberikan pelatihan membuat kerajinan dari daun bengkuang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan eksperimen. Sample penelitian ini adalah mahasiswa yang memiliki tingkat kreativitas yang sedang di Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar di Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda sebanyak 30 orang. Tehnik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik yaitu Uji t dengan menggunakan bantuan program komputer SPSS (Statistical Packages for Social Science) versi 20.0 for windows. Dari hasil penghitungan SPSS didapat berdasarkan hasil pengujian Uji t menunjukkan adanya peningkatan tingkat kreativitas pada subjek mahasiswa program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda setelah diberikan pelatihan kerajinan dari daun bengkuang berupa seraung. Dari hasil analisis data pre-test dan post test dengan uji paired t-Test didapatkan hasil t hitung = -3,424 (< t tabel = 2,145) dengan ? = 0,004 (? < 0,05). Sedangkan pada post test dan follow up didapatkan t hitung = -2,155 (> t tabel = 2,145) dengan ? = 0,049 (? < 0.05).
Bagaimana Kaitan Kecemasan Komunikasi Pada Korban Perundungan dengan Dukungan Sosial Chung, Natasha; Rifayanti, Rina; Suhesty, Aulia
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 10, No 4 (2022): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v10i4.8454

Abstract

There are a lot of impacts of bullying, one of the impact is communication apprehension, which had a long term effect on victims in socializing on vary situations. This study aimed to determine how social support related to overcome communication apprehension on bullying victims. This research used quantitative approach with subject that consist of 106 samples using the purposive sampling technique. Data collection method used is Personal Report of Communication Apprehension 24 Version (PRCA-24) and 2-Way Social Support Scale (2-Way SSS). Research data was analyzed with Kendall’s Tau test. The result showed that there is negative and significant correlation between social support and communication apprehension on bullying victims by the calculated of r value = -0.683 and p value = 0.000 < 0.0. In conclusion, there is correlation between social support and communication apprehension on bullying victims. This means that the higher the social support, the lower the communication anxiety, and vice versa.Salah satu dampak dari perundungan adalah adanya kecemasan komunikasi yang berefek jangka panjang pada korban dalam bersosialisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dukungan social berhubungan dalam mengatasi kecemasan komunikasi pada korban perundungan. Penelitian kuantitatif ini menggunakan sampel penelitian sebanyak 106 sampel usia 12-18 tahun dengan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian yaitu PRCA-24 dan 2-Way SSS dengan reliabilitas variabel bebas sebesar 0.949 dan variabel terikat sebesar 0.918. Teknik analisa data menggunakan uji korelasi Kendall’s Tau_b dengan nilai r hitung = -0.683 dan p = 0.000 < 0.05. Hasil perhitungan menunjukkan adanya hubungan negatif dukungan sosial dengan kecemasan komunikasi pada korban perundungan. Artinya semakin tinggi dukungan sosial, maka semakin rendah kecemasan komunikasi, begitu pun sebaliknya.
Learning Motivation in Students in Online Lectures Reviewed from Social Support Astuty, Helda Azmy; Rasyid, Miranti; Suhesty, Aulia
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 11, No 2 (2023): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v11i2.9251

Abstract

In the online classroom, students were often faced with different learning challenges than before, so this requires a higher learning motivation compared to studying in the class. One of the biggest challenges faced by students during the online learning period is limited interaction, so they only rely on the internet network to complete assignments. Because of limited interaction, students find it difficult to carry out discussions and learning that is less understandable, so this causes them to be less motivated in learning. This study aims to determine the relationship between social support and learning motivation in students in online lectures. This research method used a quantitative approach. The subjects in this study were 100 students of the Faculty of Social and Political Sciences, Mulawarman University class 2018, 2019, 2020, 2021 who were selected using simple random sampling technique. The data collection method used is the scale of social support and learning motivation. The data analysis technique used is the Product Moment correlation statistical test. The results showed that there was a significant relationship between social support and learning motivation in students in online lectures with a calculated r value of 0.720 > r table 0.197 and a sig value of 0.000 (p < 0.05) which indicates that there is a relationship. That is, the higher the social support, the higher the learning motivation, on the contrary, the lower the social support, the lower the learning motivation for students in online lectures.Dalam mengikuti perkuliahan daring, mahasiswa seringkali dihadapkan pada tantangan belajar yang berbeda dari sebelumnya, sehingga hal ini memerlukan adanya motivasi belajar yang lebih tinggi dibandingkan perkuliahan luring. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh mahasiswa di masa pembelajaran daring adalah interaksi yang terbatas, sehingga hanya mengandalkan jaringan internet dalam menyelesaikan tugas-tugas. Dengan interaksi yang terbatas, mahasiswa sulit melakukan diskusi dan pembelajaran yang kurang bisa dipahami, sehingga hal ini menyebabkan mereka kurang termotivasi dalam belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan sosial terhadap motivasi belajar pada mahasiswa dalam perkuliahan daring. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah 100 mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman angkatan 2018, 2019, 2020, 2021 yang dipilih dengan menggunakan teknik simple random sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan skala dukungan sosial dan motivasi belajar. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji statistik korelasi Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan motivasi belajar pada mahasiswa dalam perkuliahan daring dengan nilai r hitung 0.720 > r tabel 0.197 dan nilai sig 0.000 (p < 0.05) yang menunjukkan bahwa ada hubungan. Artinya, semakin tinggi dukungan sosial, maka semakin tinggi motivasi belajar, sebaliknya jika semakin rendah dukungan sosial, maka semakin rendah motivasi belajar motivasi belajar pada mahasiswa dalam perkuliahan daring.
Intensitas Penggunaan Media Sosial dan Efikasi Diri Terhadap Prokrastinasi Pengerjaan Skripsi Rusmiati, Emmy; Lubis, Hairani; Suhesty, Aulia
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 10, No 1 (2022): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v10i1.7175

Abstract

This study aimed to determine the impact of intensity using social media and self-efficacy towards procrastination in working on thesis in students of psychology at Mulawarman University. This study used quantitative approach. Research subjects consist of 50 psychology students that chosen using purposive sampling technique. Data collection method used in the procrastination scale in working on the thesis, intensity using social media and self-efficacy. Research data analyzed with multiple linear regression by the program Statistical Package for Social Science (SPSS) 20.0 for Windows. The results showed that: (1) there was positive impact of intensity using social media and self-efficacy toward procrastination in working on thesis with F value = 45.714, R2= 0.660, p = 0.000; (2) there was positive impact of intensity using social media on procrastination in working on thesis with beta coefficient = 0.523, and t = 5.300 and p value = 0.000; (3) there was negative impact of self-efficacy on procrastination in working on thesis with beta coefficient = -0.410, t = -4.152 and p value = 0.000. Contribution of intensity using social media and self-efficacy to the procrastination in working on thesis in student of psychology at Mulawarman University amounted to 66 percent. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intensitas penggunan media sosial dan efikasi diri terhadap prokrastinasi pengerjaan skripsi pada mahasiswa program studi psikologi Universitas Mulawarman Samarinda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah 50 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala prokrastinasi pengerjaan skripsi, intensitas penggunaan media sosial, dan efikasi diri. Data yang terkumpul dianalisis dengan uji regresi linear berganda dengan bantuan program Statistical package For Social Sciences (SPSS) 20.00 for windows. Hasil dari penelitian ini menjukkan bahwa (1) ada pengaruh intensitas penggunaan media sosial dan efikasi diri terhadap prokrastinasi pengerjaan skripsi yaitu dengan nilai F = 45.714, R2= 0.660, dan p = 0.000; (2) ada pengaruh intensitas penggunaan media sosial terhadap prokrastinasi pengerjaan skripsi dengan nilai beta = 0.523, t = 5.300, dan p =0.000; (3) ada pengaruh efikasi diri terhadap prokrastinasi pengerjaan skripsi dengan nilai beta = -0.410, t = -4.152, dan p = 0.000. Kontribusi intensitas penggunaan media sosial dan efikasi diri dengan prokrastinasi pengerjaan skripsi pada mahasiswa program studi psikologi Universitas Mulawarman Samarinda adalah sebesar 66 persen.
Penyesuaian Akademik Pada Pembelajaran Daring Ditinjau dari Efikasi Diri Nisa, Khairun; Rasyid, Miranti; Suhesty, Aulia
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 10, No 4 (2022): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v10i4.8738

Abstract

This study aims to determine the relationship between self-efficacy and academic adjustment of students during online learning. This study uses a quantitative approach. The subjects in this study were 290 students who took part in online learning in the city of Samarinda who were selected using a simple random sampling technique. The data collection method used is the self-efficacy scale and academic adjustment scale. The data analysis technique uses a non-parametric correlation test of Kendall's Tau_b. The results show that there is a positive and significant relationship between self-efficacy and academic adjustment in students during online learning with an r-count value of 0.365 > r table 0.115 and a sig value of 0.000 (p <0.05). That is, the higher the self-efficacy, the higher the academic adjustment of students during online learning. Conversely, the lower the self-efficacy of students, the lower the academic adjustment of students during online learning. Self-efficacy contributes 36.5% to academic adjustment, while 63.5% of academic adjustment experienced by students is influenced by other variables not examined in this study.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan penyesuaian akademik pada siswa selama pembelajaran daring. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini yaitu 290 siswa yang mengikuti pembelajaran daring di kota Samarinda yang dipilih dengan menggunakan teknik simple random sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala efikasi diri dan skala penyesuaian akademik. Teknik analisis data menggunakan uji korelasi non parametrik Kendall’s Tau_b. Hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara efikasi diri dengan penyesuaian akademik pada siswa selama pembelajaran daring dengan nilai r hitung 0.365 > r tabel 0.115 dan nilai sig 0.000 (p < 0.05). Artinya, semakin tinggi efikasi diri maka semakin tinggi pula penyesuaian akademik pada siswa selama pembelajaran daring. Sebaliknya semakin rendah efikasi diri pada siswa maka semakin rendah pula penyesuaian akademik pada siswa selama pembelajaran daring. Efikasi diri memberikan kontribusi pengaruh sebesar 36.5% terhadap penyesuaian akademik, sedangkan 63.5% penyesuaian akademik yang dialami siswa dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini
Hubungan Religiusitas Dengan Resiliensi Individu Dalam Keluarga Pada Penyintas Covid-19 Di Kota Balikpapan Yustifah, Syarifah; Adriansyah, Muhammad Ali; Suhesty, Aulia
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 10, No 1 (2022): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v10i1.7219

Abstract

The Covid-19 pandemic has had a major impact on family members in East Kalimantan, especially the city of Balikpapan with the highest number of positive Covid-19 cases. Family resilience can be formed through high religiosity so that family members can survive with all existing conditions. This study aims to empirically examine whether there is a relationship between family resilience and religiosity in Covid-19 survivors in Balikpapan City. The subjects of this study were 203 people who had tested positive for Covid-19 were selected using a purposive sampling technique. The measuring instrument used in this study is the Likert scale. The data analysis technique using the Pearson Product Moment correlation test resulted in a calculated r value of 0.635 and a P value = 0.000 (p < 0.05). This means that it has a strong relationship strength between the religiosity variable and the resilience variable which is indicated by a causal relationship where if there is an increase in the value of the religiosity variable, it will be followed by an increase in the value of the family resilience variable. Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang besar bagi anggota keluarga di  Kalimantan Timur terutama kota Balikpapan dengan jumlah kasus positif Covid-19 tertinggi. Resiliensi keluarga dapat dibentuk melalui religiusitas yang tinggi agar anggota keluarga tetap dapat bertahan dengan segala kondisi yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empirik ada atau tidaknya hubungan antara resiliensi keluarga dan religiusitas pada penyintas Covid-19 Di Kota Balikpapan. Subjek penelitian ini adalah 203 orang yang pernah dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini yaitu skala likert. Teknik analisa data memakai uji korelasi Pearson Product Moment menciptakan nilai r hitung sebesar 0. 635 serta nilai P= 0. 000 (p <  0. 05). artinya memiliki kekuatan hubungan yang kuat antar variabel religiusitas dengan variabel resiliensi yang ditunjukan dengan hubungan sebab akibat dimana apabila terjadi penambahan nilai pada variabel religiusitas maka akan diikuti terjadinya penambahan nilai variabel resiliensi keluarga.
EDUKASI EMOSI REMAJA: TEKNIK REGULASI EMOSI BUTTERFLY HUG SEBAGAI SOLUSI MENINGKATKAN BELAS KASIH DIRI SISWA Ramadhani, Ayunda; Suhesty, Aulia; Handayani, Nanik; Firjatullah, Firjatullah; Nurdin, Nurafifah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.26863

Abstract

Abstrak: Remaja banyak mengalami tekanan sosial dari lingkungan, tuntutan akademik dan adanya perubahan yang signifikan baik dari aspek fisik maupun psikologis. Keadaan yang demikian, ditambah dengan perubahan emosional yang dirasakan remaja dapat membuat remaja rentan melakukan hal-hal yang berisiko seperti self-harm. Untuk mengatasi emosi-emosi negatif, remaja terlebih dahulu harus memberikan kepedulian dan pemahaman pada diri sendiri saat menghadapi permasalahan dan tekanan yang terjadi melalui sikap belas kasih terhadap diri sendiri. Tujuan dari pengabdian ini ialah meningkatkan belas kasih diri siswa melalui Butterfly Hug. Kegiatan ini dilakukan di SMP Fastabiqul Khairat Samarinda dan diikuti 185 siswa, metode yang digunakan ialah pemaparan materi, praktek, uji pre-test dan uji post-test. Terdapat peningkatan signifikan belas kasih diri siswa dari hasil uji beda yang dilakukan sebesar 0.008 > 0.05. Perbedaan yang signifikan, menandakan bahwa teknik ini dapat membantu siswa mengelola emosi mereka dengan lebih baik dan dapat mengelola emosinya secara lebih adaptif.Abstract: Adolescents often experience social pressure from their environment, academic demands, and significant changes in both physical and psychological aspects. These circumstances, combined with the emotional changes that adolescents feel, can make them vulnerable to engaging in risky behaviors such as self-harm. To cope with negative emotions, adolescents must first cultivate self-care and understanding when facing problems and pressures, through self-compassion. The aim of this service project is to enhance students' self-compassion through the Butterfly Hug technique. This activity was conducted at SMP Fastabiqul Khairat Samarinda and involved 185 students. The methods used included material presentation, practice, pre-test, and post-test evaluations. There was a significant increase in students' self-compassion, as indicated by the results of the difference test, which showed a value of 0.008 > 0.05. The significant difference indicates that this technique can help students manage their emotions more effectively and adaptively.