Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Religiusitas Dengan Resiliensi Individu Dalam Keluarga Pada Penyintas Covid-19 Di Kota Balikpapan Yustifah, Syarifah; Adriansyah, Muhammad Ali; Suhesty, Aulia
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 10, No 1 (2022): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v10i1.7219

Abstract

The Covid-19 pandemic has had a major impact on family members in East Kalimantan, especially the city of Balikpapan with the highest number of positive Covid-19 cases. Family resilience can be formed through high religiosity so that family members can survive with all existing conditions. This study aims to empirically examine whether there is a relationship between family resilience and religiosity in Covid-19 survivors in Balikpapan City. The subjects of this study were 203 people who had tested positive for Covid-19 were selected using a purposive sampling technique. The measuring instrument used in this study is the Likert scale. The data analysis technique using the Pearson Product Moment correlation test resulted in a calculated r value of 0.635 and a P value = 0.000 (p < 0.05). This means that it has a strong relationship strength between the religiosity variable and the resilience variable which is indicated by a causal relationship where if there is an increase in the value of the religiosity variable, it will be followed by an increase in the value of the family resilience variable. Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang besar bagi anggota keluarga di  Kalimantan Timur terutama kota Balikpapan dengan jumlah kasus positif Covid-19 tertinggi. Resiliensi keluarga dapat dibentuk melalui religiusitas yang tinggi agar anggota keluarga tetap dapat bertahan dengan segala kondisi yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empirik ada atau tidaknya hubungan antara resiliensi keluarga dan religiusitas pada penyintas Covid-19 Di Kota Balikpapan. Subjek penelitian ini adalah 203 orang yang pernah dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini yaitu skala likert. Teknik analisa data memakai uji korelasi Pearson Product Moment menciptakan nilai r hitung sebesar 0. 635 serta nilai P= 0. 000 (p <  0. 05). artinya memiliki kekuatan hubungan yang kuat antar variabel religiusitas dengan variabel resiliensi yang ditunjukan dengan hubungan sebab akibat dimana apabila terjadi penambahan nilai pada variabel religiusitas maka akan diikuti terjadinya penambahan nilai variabel resiliensi keluarga.
EDUKASI EMOSI REMAJA: TEKNIK REGULASI EMOSI BUTTERFLY HUG SEBAGAI SOLUSI MENINGKATKAN BELAS KASIH DIRI SISWA Ramadhani, Ayunda; Suhesty, Aulia; Handayani, Nanik; Firjatullah, Firjatullah; Nurdin, Nurafifah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.26863

Abstract

Abstrak: Remaja banyak mengalami tekanan sosial dari lingkungan, tuntutan akademik dan adanya perubahan yang signifikan baik dari aspek fisik maupun psikologis. Keadaan yang demikian, ditambah dengan perubahan emosional yang dirasakan remaja dapat membuat remaja rentan melakukan hal-hal yang berisiko seperti self-harm. Untuk mengatasi emosi-emosi negatif, remaja terlebih dahulu harus memberikan kepedulian dan pemahaman pada diri sendiri saat menghadapi permasalahan dan tekanan yang terjadi melalui sikap belas kasih terhadap diri sendiri. Tujuan dari pengabdian ini ialah meningkatkan belas kasih diri siswa melalui Butterfly Hug. Kegiatan ini dilakukan di SMP Fastabiqul Khairat Samarinda dan diikuti 185 siswa, metode yang digunakan ialah pemaparan materi, praktek, uji pre-test dan uji post-test. Terdapat peningkatan signifikan belas kasih diri siswa dari hasil uji beda yang dilakukan sebesar 0.008 > 0.05. Perbedaan yang signifikan, menandakan bahwa teknik ini dapat membantu siswa mengelola emosi mereka dengan lebih baik dan dapat mengelola emosinya secara lebih adaptif.Abstract: Adolescents often experience social pressure from their environment, academic demands, and significant changes in both physical and psychological aspects. These circumstances, combined with the emotional changes that adolescents feel, can make them vulnerable to engaging in risky behaviors such as self-harm. To cope with negative emotions, adolescents must first cultivate self-care and understanding when facing problems and pressures, through self-compassion. The aim of this service project is to enhance students' self-compassion through the Butterfly Hug technique. This activity was conducted at SMP Fastabiqul Khairat Samarinda and involved 185 students. The methods used included material presentation, practice, pre-test, and post-test evaluations. There was a significant increase in students' self-compassion, as indicated by the results of the difference test, which showed a value of 0.008 > 0.05. The significant difference indicates that this technique can help students manage their emotions more effectively and adaptively.
Public Speaking Training: Optimalisasi Kepercayaan Diri dan Efektivitas Memengaruhi Orang Lain Aulia Suhesty; Wanda Glory Silalahi; Machlend Scordya Novdiriyanto; Anwar Alaydrus; Resma Yuvita Sari; Agus Ferdinand
Plakat : Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2024): Plakat: Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/plakat.v6i1.13226

Abstract

Pada era globalisasi saat ini, kemampuan public speaking sangat dibutuhkan sebagai salah satu keterampilan komunikasi bagi mahasiswa untuk meningkatkan kualitas diri dengan harapan dapat bersaing ditengah tuntutan zaman serta kemajuan dan perkembangan teknologi. Namun, pada kenyataannya masih terdapat mahasiswa yang perlu meningkatkan kemampuan public speaking terlebih ketika dihadapkan dengan banyak orang, hal ini dipengaruhi oleh tingkat kepercayaan diri yang rendah. Tujuan pelatihan public speaking ini yaitu setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan dapat meningkatkan kualitas Himpunan Mahasiswa Administrasi Bisnis Universitas Mulawarman terkait perkembangan rasa percaya diri dalam berkomunikasi di depan orang dengan skala yang besar. Metode pelatihan yang diterapkan berupa Experimental Learning yang berfokus pada kegiatan ceramah, diskusi, dan praktik evaluasi materi. Kegiatan pelatihan public speaking ini diterapkan kepada Himpunan Mahasiswa Administrasi Bisnis (HIMABISNIS) Universitas Mulawarman yang hadir sebanyak 26 peserta dalam kegiatan pelatihan, kemudian seluruh peserta diobservasi sebaga bentuk evaluasi selama kegiatan pelatihan berlangsung. Hasil yang diperoleh yaitu, nilai rata-rata pre-test dan post-test mengalami peningkatan dari 88% menjadi sebesar 88,8%. Maka dapat disimpulkan bahwa H0 diterima dan H1 ditolak, artinya tidak ada perbedaan signifikan pada pengetahuan peserta mengenai public speaking.In the current era of globalization, public speaking skills are really needed as a communication skill for students to improve their self-quality in the hope of being able to compete amidst the demands of the times and advances and developments in technology. However, in reality there are still students who need to improve their public speaking skills, especially when faced with many people, this is influenced by their low level of self-confidence. The aim of this public speaking training is that after attending the training, participants are expected to be able to improve the quality of the Mulawarman University Business Administration Student Association regarding the development of confidence in communicating in front of people on a large scale. The training method applied is Experimental Learning which focuses on lectures, discussions and material evaluation practices. This public speaking training activity was implemented at the Mulawarman University Business Administration Student Association (HIMABISNIS), where 26 participants attended the training activity, then all participants were observed as a form of evaluation during the training activity. The results obtained were that the average pre-test and post-test scores increased from 88% to 88.8%. So it can be concluded that H0 is accepted and H1 is rejected, meaning that there is no significant difference in the participants' knowledge regarding public speaking.
Psychological well-being of single working mothers: The influence of spiritual intelligence and social support Rifayanti, Rina; Suhesty, Aulia; Wahyuni, Ridha; Pramesti, Shinta Aprillia; Wardani, Riska; Azmi, Siti Nur
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 13 No. 2 (2025): August
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jipt.v13i2.37655

Abstract

The number of single mothers who must carry out dual roles as housewives and breadwinners is significant. This single-mother status means that dual roles must be fulfilled. This research aims to determine the influence of spiritual intelligence and social support on psychological well-being among single working mothers. The method used in this research is a quantitative approach with multiple linear regression analysis techniques. The sample in this study consisted of single mothers who worked, either due to divorce or widowhood, with a total of 105 respondents selected using purposive sampling. The research results showed that, simultaneously, spiritual intelligence and social support could influence the psychological well-being of single working mothers by 55.7%. Additionally, both spiritual intelligence and social support individually influence psychological well-being. This research supports the theory that psychological well-being is influenced by internal (spiritual intelligence) and external (social support) factors. These findings can serve as a basis for further research to develop intervention models aimed at improving the psychological well-being of single working mothers.
FROM EMOTION TO INCLUSION: MINDFULNESS TRAINING UNTUK GURU PENDAMPING KHUSUS Nanik Handayani; Aulia Suhesty; Anang Arief Abdillah; Hilmi Rifa Nurrahman; Usifah Dwi Syahrani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.37657

Abstract

Abstrak: Penguatan pendidikan inklusif memerlukan dukungan sosial-emosional pendidik, khususnya guru pendamping khusus (GPK), karena GPK menghadapi beban kerja dan tekanan emosional yang tinggi dalam mendampingi siswa berkebutuhan khusus. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan kecerdasan emosi dan pengelolaan emosi GPK melalui pelatihan mindfulness. Metode yang digunakan adalah pelatihan luring yang mengintegrasikan psikoedukasi kecerdasan emosi, diskusi reflektif, dan praktik mindfulness berkolaborasi bersama dengan UPTD. Pusat Layanan Disabilitas dan Pendidikan Inklusif (PLDPI) Kota Samarinda yang diikuti oleh 22 orang GPK. Evaluasi dilakukan dengan pretest-posttest sebanyak 10 soal pengetahuan kecerdasan emosi. Temuan menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata pengetahuan dari 69,091 menjadi 83,636 atau mengalami peningkatan sebesar 21,06% disertai respon peserta yang merasa lebih tenang setelah praktik mindfulness. Pelatihan ini efektif sebagai intervensi awal untuk memperkuat kapasitas emosional GPK dan mendukung iklim pembelajaran inklusif yang positif.Abstract: Inclusive education strengthening required teacher’s socio-emotional support, particulary Special Assistant Teacher (GPK), as they faced high workload and emotional pressure when assisting students with special needs. This community service program aimed to improved GPK’s emotional intelligence knowledge and emotion management through mindfulness training. The program was conducted as an offline training integrating emotional intelligence psychoeducation, reflective discussion, and mindfulness practice in collaboration with the UPTD. Pusat Layanan Disabilitas dan Pendidikan Inklusif (PLDPI) Kota Samarinda and was attended by 22 GPK. Evaluation was carried out using a pretest-posttest 10 question on emotional intelligence knowledge. The results showed an increase in the mean knowledge score from 69.092 to 83.636 (a 21.06% improvement), accompanied by participants responses indicating that they felt calmer after the mindfulness practice. This training was effective as an initial intervention to strengthen GPK’s emotional capacity and to support a positive inclusive learning climate.
MEMBANGUN KEBERHASILAN: PENGARUH KETERLIBATAN ORANG TUA PADA PRESTASI AKADEMIK Alin Nisa Andryani; Miranti Rasyid; Aulia Suhesty; Aulia Ramdani
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i2.10430

Abstract

This study aims to examine the effect of parental involvement on students’ academic achievement. Academic achievement is an indicator of learning success influenced by various internal and external factors, one of which is parental involvement in supporting students’ learning processes. Although parental involvement has been widely examined among students in general, studies that specifically investigate parental involvement among high-achieving senior high school students remain relatively limited. High-achieving students are important to examine because they have distinct academic characteristics, such as learning independence, high achievement demands, and the need for support that is appropriate to their stage of adolescent development. This study employed a quantitative approach. The subjects were students from a school with high academic achievement in East Kalimantan, with a total sample of 213 students selected using simple random sampling. Data were collected using a Likert scale to measure perceived parental involvement, which included involvement at home, involvement at school, and communication-based involvement. The data were analyzed using simple linear regression. The results showed that parental involvement did not have a significant effect on students’ academic achievement; therefore, the hypothesis of this study was not supported. These findings suggest that among high-achieving senior high school students, parental involvement is not the main predictor of academic achievement, and other factors are presumed to play a more dominant role in influencing students’ academic outcomes. The implication of this study indicates that parental involvement among adolescents needs to be directed more toward emotional support, trust, and the strengthening of learning autonomy, rather than merely direct academic supervision. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keterlibatan orang tua terhadap prestasi akademik siswa. Prestasi akademik merupakan indikator keberhasilan belajar yang dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal, salah satunya keterlibatan orang tua dalam mendukung proses belajar siswa. Meskipun keterlibatan orang tua telah banyak diteliti pada siswa secara umum, studi yang secara khusus mengkaji keterlibatan orang tua pada siswa SMA berprestasi tinggi masih relatif terbatas. Padahal, siswa berprestasi tinggi penting diteliti karena memiliki karakteristik akademik yang berbeda, seperti kemandirian belajar, tuntutan pencapaian yang tinggi, serta kebutuhan dukungan yang sesuai dengan tahap perkembangan remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian adalah siswa dari sekolah dengan prestasi akademik tinggi di Kalimantan Timur dengan jumlah sampel sebanyak 213 siswa yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala Likert untuk mengukur persepsi keterlibatan orang tua yang mencakup keterlibatan di rumah, di sekolah, dan berbasis komunikasi. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua tidak berpengaruh signifikan terhadap prestasi akademik siswa, sehingga hipotesis dalam penelitian ini tidak diterima. Temuan ini menunjukkan bahwa pada siswa SMA berprestasi tinggi, keterlibatan orang tua bukan merupakan prediktor utama prestasi akademik, sehingga terdapat faktor lain yang diduga lebih dominan dalam memengaruhi capaian akademik siswa. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua pada remaja perlu lebih diarahkan pada dukungan emosional, pemberian kepercayaan, dan penguatan otonomi belajar, bukan hanya pada pengawasan akademik secara langsung.
Meningkatkan Kualitas Tidur Dengan Alunan Musik Tingkilan Aulia Suhesty; Rahman Saleh Prayuga; Ahmad Fadli; Yogie Kurnia Sandy; Abdul Syahrani
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 5, No 2 (2016): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v5i2.2284

Abstract

Tidur merupakan proses yang diperlukan oleh manusia untuk pembentukan sel-sel tubuh yang baru, perbaikan sel-sel yang rusak, dan memberi waktu organ tubuh untuk beristirahat serta menjaga keseimbangan metabolisme tubuh yang dipengaruhi oleh kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas tidur dengan terapi musik menggunakan alunan musik Tingkilan. Musik Tingkilan merupakan musik khas suku Kutai Kalimantan Timur yang banyak mendapat pengaruh dari budaya islam. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah 30 orang siswa yang terbagi dalam dua kelompok eksperimen, dengan masing-masing kelompok berjumlah 15 orang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif eksperimen dengan meggunakan alat bantu skala kualitas tidur PSQI (The Pittsburgh Sleep Quality Index). Hasil analisis post-test t hitung adalah -1,167 (< t tabel = 2,160) dengan p = 0,253 (p > 0,05). Sedangkan pada follow up t hitung adalah -0,275 (< t tabel = 2,160) dengan p = 0,785 (p > 0,05) maka H0 diterima dan H1 ditolak, artinya subjek yang diberikan perlakuan terapi instrumen musik Tingkilan tidak berbeda tingkat kualitas tidurnya dibandingkan subjek yang diberikan terapi relaksasi.
Mengembangkan Kreativitas Melalui Daun Bengkuang Aulia Suhesty; Meirinja Raudatul Jannah; Revi Maulania Wahyudi; Erika Yohana Pakpahan; Nurina Rahma
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 5, No 1 (2016): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v5i1.2280

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan kreativitas pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar di Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda setelah diberikan pelatihan membuat kerajinan dari daun bengkuang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan eksperimen. Sample penelitian ini adalah mahasiswa yang memiliki tingkat kreativitas yang sedang di Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar di Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda sebanyak 30 orang. Tehnik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik yaitu Uji t dengan menggunakan bantuan program komputer SPSS (Statistical Packages for Social Science) versi 20.0 for windows. Dari hasil penghitungan SPSS didapat berdasarkan hasil pengujian Uji t menunjukkan adanya peningkatan tingkat kreativitas pada subjek mahasiswa program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda setelah diberikan pelatihan kerajinan dari daun bengkuang berupa seraung. Dari hasil analisis data pre-test dan post test dengan uji paired t-Test didapatkan hasil t hitung = -3,424 (< t tabel = 2,145) dengan ? = 0,004 (? < 0,05). Sedangkan pada post test dan follow up didapatkan t hitung = -2,155 (> t tabel = 2,145) dengan ? = 0,049 (? < 0.05).
Imajinasi Terpimpin dan Pemetaan Hidup Untuk Mengurangi Kecemasan Akan Masa Depan Aulia Suhesty; Dhea Silfina; Devi Andriyan Subakti; Nikmatul Hidayati Solikhatin
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 6, No 1 (2017): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v6i1.2360

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi kecemasan akan masa depan pada remaja di Panti Asuhan Yayasan Asih Manuntung Samarinda dengan jumlah sampel sebanyak 30 remaja dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif eksperimen. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan skala kcemasan akan masa depan. Skala tersebut berbentuk likert dan dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji paired sample t-test dengan bantuan program Statistical Package for Social Sciences (SPSS) 20.0 for Windows. Dari hasil perhitungan SPSS diperoleh hasil paired sample t-test kelompok imajinasi terpimpin dengan skor t hitung adalah 4.425 (> t tabel = 2.048) dan p = 0.001 (<0.05). Terdapat perubahan pada subjek antara sebelum dan sesudah mengikuti terapi, yang berarti terapi ini dapat mengurangi kecemasan akan masa depan pada remaja panti asuhan. Hasil uji paired sample t-test kelompok pemetaan hidup dengan skor t hitung adalah 3.474 (> t tabel = 2.048) dan p = 0.004 (<0.05). Terdapat perubahan pada subjek antara sebelum dan sesudah mengikuti terapi pemetaan hidup, yang berarti terapi ini dapat mengurangi kecemasan akan masa depan pada remaja panti asuhan
Overcoming Saturation to Improve Student Learning Concentration Due to Online Learning Dwitama, Andra Riyandi; Lubis, Hairani; Suhesty, Aulia
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 11, No 1 (2023): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v11i1.9164

Abstract

The Large-scale social restrictions in Samarinda due to the Covid-19 pandemic has caused learning and teaching activities to only be carried out online from their own homes. This limited learning method only through screens causes students to experience burnout in learning, to overcome this it is necessary to have high concentration of learning to stay focused on learning. This study aims to empirically test whether or not a correlation between learning concentration and burnout in high school students in Samarinda, which was designed to be a correlational test. By using simple random sampling technique, researchers obtained a sample of 156 high school students in Samarinda. Data was collected using measuring tools in the form of learning concentration scales and burnout scales which were analyzed using the Pearson Product Moment correlation test. From the research findings, it is known that there is a correlation between learning concentration and burnout in high school students in Samarinda. This conclusion is drawn based on the value of r count = -0.866 and p = 0.000 < 0.05. That is, the higher the concentration of learning possessed by students, the more burnout their learning will decrease.Adanya pembatasan sosial berskala besar di Kota Samarinda akibat pandemi Covid-19 menyebabkan kegiatan belajar dan mengajar hanya dapat dilakukan melalui online dari rumah masing-masing. Metode pembelajaran yang terbatas hanya melalui layar smartphone atau laptop ini menyebabkan siswa mengalami kejenuhan dalam belajar, untuk mengatasi hal tersebut maka perlu adanya konsentrasi belajar yang tinggi untuk tetap fokus mengikuti pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empirik ada atau tidaknya hubungan antara konsentrasi belajar dengan kejenuhan pada siswa SMAN di Kota Samarinda, yang dirancang untuk uji korelasional. Dengan menggunakan teknik simple random sampling, peneliti mendapatkan sampel sejumlah 156 siswa SMAN di Kota Samarinda. Data dikumpulkan menggunakan alat ukur berupa skala konsentrasi belajar dan skala kejenuhan yang dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Dari temuan penelitian diketahui adanya hubungan antara konsentrasi belajar dengan kejenuhan pada siswa SMAN di Kota Samarinda. Kesimpulan tersebut ditarik berdasarkan besarnya nilai r hitung = -0.866 dan p = 0.000 < 0.05. Artinya, semakin tinggi konsentrasi belajar yang dimiliki oleh siswa, maka semakin kejenuhan belajarnya akan semakin menurun.
Co-Authors Abdul Syahrani Adheline, Nofrilia Getza Aditya, Muhammad Rizky Adriansyah, Muhammad Ali Agus Ferdinand Agus Setiaji Ahmad Fadli Ahmad Humaidi Al-Muti’ah, Bahjatul Khasna Alaydrus, Anwar Aleeya, Alyfa Alfiesyahrianta Habibie Alin Nisa Andryani Alya, Adinda Anang Arief Abdillah Annisa Lyona Astuty, Helda Azmy Aulia Ramdani Aulia Sari, Rika Aulia, Shalsha Anjani Putri Ayu Wardana Ayusha Adhikarapandita Azmi, Siti Nur Basuki, Zafira Noor Chung, Natasha Devi Andriyan Subakti Dewandari, Bintang Prastya Dhea Silfina Dwitama, Andra Riyandi Eirene Fera Natasia Eko Wahyu Erika Yohana Pakpahan Fajar Apriani Febrianty, Brelin Firjatullah, Firjatullah Firnando, Jefri Handayani, Nanik Happy Nugroho Hartia Adinda Tamara Putri Heriyadi Heriyadi Heriyadi, Heriyadi Hilmi Rifa Nurrahman Hussain, Sajjad Khairun Nisa Kholisah, Nur Latisi, Mega Puspita Lubis, Hairani Lyona, Annisa Machlend Scordya Novdiriyanto Mahesa Diaz Wibisono Meirinja Raudatul Jannah Milalia Rizqi Aulia Miranti Rasyid Miranti Rasyid Muhibbah , Nurul Nabila, Nur Qurratul Nadia Annabila Nanik Handayani Nikmatul Hidayati Solikhatin Nur Najiba Indayani Nurdin, Nurafifah Nurina Rahma Nurwijayanti Pramesti, Shinta Aprillia Prihatin, Julia Tri Rejeki Putrawan, Maldy Putri Putri Rabiatul Adhawiyah Rahayu, Diah Rahman Saleh Prayuga Ramadhani, Ayunda Resma Yuvita Sari Revi Maulania Wahyudi Ridha Wahyuni, Ridha Rifayanti, Rina Rini Fitriani Permatasari Rizky Amalia Rusmiati, Emmy Saptari, Saptari Sofia, Lisda Theresia Dwi Uli Tia Fahrina Aulia Usifah Dwi Syahrani Wanda Glory Silalahi Wanda, Achmad Wardani, Riska Yogie Kurnia Sandy Yolanda Sonia Cindy Putri Yustifah, Syarifah Zafira Noor Basuki