Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Penerapan Teknologi Proses Produksi Untuk Meningkatkan Kapasitas Dan Kualitas Kecap Manis UKM Bumi Makmur Sejahtera Fauza, Gusti; Sukanto, Heru; Sugiarto, Catur; Hadi, Syamsul; Astirin, Okid Parama; Nurcahyo, Wisnu; Prasetyo, Ari
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 10, No 2 (2021): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v10i2.46368

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan tidak hanya kapasitas namun juga kualitas produk kecap manis kecap manis Bumi Makmur Sejahtera (BMS) khas Wonogori yang terdapat di Desa Bulusari, Kecamatan Bulusulur, Wonogiri Jawa Tengah. Dari observasi lapangan ditemukan beberapa permasalahan, yaitu waktu siklus produksi per batch produk yang masih tinggi dan proses produksi yang tidak efisien. Hal ini berdampak terhadao terbatasnya kapasitas produksi UKM. Beberapa proses yang memakan waktu lama adalah proses pemasakan (9 jam) dan pengemasan (12 jam). Permasalahan berikutnya terkait mutu dan keamanan pangan dimana wajan pemasakan yang bersentuhan langsung dengan produk terbuat dari semen (bahan yang bisa mengelupas). Kondisi ini tidak sesuai dengan konsep cara produksi pangan yang baik (CPPB) untuk industri rumah tangga. Oleh sebab pada kegiatan pengabdian ini akan diaplikasikan teknologi proses produksi yang tidak hanya meningkatkan kapasitas namun juga kualitas dan keamanan produk. Tahapan kegiatan yang dilakukan adalah: a) inisiasi dan sosialisasi program, b) pelaksanaan program, c) monitoring dan evaluasi program. Aplikasi teknologi yang diusulkan adalah sebuah  Introduksi lini produksi dengan system pengadukan otomatis dan pengemasan yag lebih efisien. Penerapan teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas produk kecap. Kemudian penggunaan bahan untuk alat yang terbuat dari stainless steel, merupakan salah satu solusi untuk menurunkan cemaran fisik. Dengan lini produksi baru ini, waktu produksi lebih pendek sehingga kapasitas meningkat signifikan. Disamping itu kualitas akan lebih baik karena dengan pengadukan otomatis adonan akan lebih homogen, serta keamanan pangan juga akan meningkat karena peralatan terbuat dari bahan yang aman untuk pengolahan produk pangan.
Pengembangan Potensi Wisata Hutan Pinus di Kecamatan Karangtengah, Wonogiri, Jawa Tengah Sugiarto, Catur; Ratriyanto, Adi; Suryanadi, Pram; Mulyadi, Mulyadi; Okid Parama, Astirin
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 12, No 2 (2023): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v12i2.69251

Abstract

Wonogiri merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang memiliki ragam destinasi wisata alam yang menarik seperti wisata air terjun, gunung, waduk dan hutan. Salah satu destinasi yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan adalah wisata hutan Pinus. Hutan Pinus di Kabupaten Wonogiri terletak di beberapa desa yang tersebar di sembilan kecamatan termasuk di antaranya di desa Temboro Kecamatan Karangtengah. Hutan pinus di Karangtengah memiliki keunggulan selain kondisi alam dan ekosistem yang masih sangat terjaga, lokasi hutan ini memiliki pesona alam yang indah untuk dapat dikelola menjadi daya tarik wisata yang akan banyak diminati. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan perencanaan pengembangan destinasi dan penerapan strategi pemasaran yang efektif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat dan pengelola hutan mengenai arti penting pengelolaan hutan pinus sebagai destinasi wisata dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat dan menopang pembangunan daerah. Selama ini hutan pinus di kecamatan Karangtengah baru dimanfaatkan untuk keperluan masyarakat dalam fungsinya sebagai ekosistem hutan biasa seperti pemanfaatan getah, penggunaan kayu dan kulit pohon pinus, dan berbagai aktivitas keseharian masyarakat di hutan, namun belum dioptimalkan sebagai destinasi wisata alam. Program pengabdian ini memberikan konsep pengembangan Hutan Pinus Karangtengah sebagai alternatif wisata baru di Kabupaten Wonogiri. Konsep pengembangan tersebut berupa perancangan dan penerapan infrastruktur spot wisata seperti rancang bangun zona outbond dan camping, spot swafoto instagramable, perancangan icon khas wisata, dan konsep area bermain dan desain area kuliner. Selain itu, program ini membantu pihak pengelola destinasi hutan dalam mengembangkan strategi pemasaran melaui pelatihan pemasaran dan pemanfaatan digital marketing diantaranya dengan optimalisasi penggunaan website dan media sosial.