Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

The Integration of Local Wisdom in Mathematics Education: Developing a Culture-Based Digital Platform for Mathematical Literacy in the Kuta Traditional Village Prabawat, Mega Nur; Mulyani, Eva; Muslim, Siska Ryane
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 4 (2025): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v14i4.3434

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kelayakan platform digital untuk literasi matematika berbasis budaya Kampung Adat Kuta dan menganalisis respons siswa terhadap penggunaannya dalam pembelajaran matematika. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian dan Pengembangan (R&D) dengan model pengembangan Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi (ADDIE). Teknik pengumpulan data meliputi wawancara semi-terstruktur dan kuesioner. Instrumen penelitian terdiri dari lembar panduan wawancara dan kuesioner penilaian kualitas media. Subjek penelitian adalah pakar materi, pakar media, dan siswa kelas 8 SMP Negeri 10 Tasikmalaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa platform digital yang dikembangkan berhasil mengintegrasikan kearifan lokal Kampung Adat Kuta ke dalam pembelajaran matematika secara interaktif. Kelayakan platform dinilai berdasarkan aspek kelayakan konten, presentasi, dan bahasa oleh pakar materi, serta aspek tampilan, kemudahan penggunaan, kegunaan, dan grafis oleh pakar media. Kedua pakar menyimpulkan bahwa platform tersebut sangat layak digunakan. Lebih lanjut, siswa memberikan respons yang sangat positif terhadap penggunaan platform digital ini. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa integrasi kearifan lokal melalui media digital dapat menjadi alternatif inovatif untuk meningkatkan literasi matematika siswa. This study aims to explain the feasibility of a digital platform for mathematical literacy based on the culture of Kampung Adat Kuta and to analyze students’ responses to its use in mathematics learning. The research method employed is Research and Development (R&D) with the Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation (ADDIE) development model. Data collection techniques included semi-structured interviews and questionnaires. The research instruments consisted of interview guideline sheets and media quality assessment questionnaires. The research subjects were material experts, media experts, and eighth-grade students of SMP Negeri 10 Tasikmalaya. The results of the study indicate that the developed digital platform successfully integrates the local wisdom of Kampung Adat Kuta into mathematics learning in an interactive manner. The feasibility of the platform was assessed based on content, presentation, and language feasibility aspects by material experts, as well as display, ease of use, usability, and graphic aspects by media experts. Both experts concluded that the platform is highly feasible for use. Furthermore, students gave very positive responses toward the use of this digital platform. Therefore, it can be concluded that the integration of local wisdom through digital media can serve as an innovative alternative to enhance students’ mathematical literacy.
Junior High School Students' Analogical Reasoning in Geometry: A Preliminary Study for Learning Model Development Mulyani, Eva; Jailani, Jailani; Hartono, Hartono
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 4 (2025): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v14i4.3572

Abstract

Studi pendahuluan ini bertujuan untuk menganalisis penalaran analogi siswa SMP pada materi bangun ruang sisi datar sebagai dasar untuk mengembangkan model pembelajaran matematika yang lebih efektif. Penalaran analogi memiliki peran penting dalam mendukung berpikir matematis tingkat tinggi dan pemahaman konseptual, namun kemampuan siswa di bidang ini masih tergolong rendah. Penelitian deskriptif kualitatif ini melibatkan tiga siswa kelas IX dari 3 SMPN yang berada di Kota Tasikmalaya. Subjek dipilih secara purposive yaitu masing-masing satu orang siswa dari 3 sekolah yang memiliki nilai rata-rata matematika tertinggi. Pengumpulan data dilakukan melalui tes penalaran analogi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi dengan fokus pada empat komponen utama penalaran analogi yaitu encoding, inferring, mapping, dan applying. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penalaran analogi siswa secara umum masih tergolong rendah, terutama pada komponen inferring,  mapping dan applying. Temuan ini mengindikasikan bahwa kesulitan siswa tidak hanya bersumber pada lemahnya penguasaan konsep, melainkan juga akibat minimnya strategi pembelajaran berbasis analogi yang eksplisit dan sistematis di kelas sehingga diperlukan pengembangan model pembelajaran yang efektif untuk mengembangkan penalaralan analogi. This preliminary study aims to analyze junior high school students' analogical reasoning on the material of flat-sided solid shapes as a basis for developing a more effective mathematics learning model. Analogous reasoning has an important role in supporting high-level mathematical thinking and conceptual understanding, but students' abilities in this area are still relatively low. This qualitative descriptive research, involving three ninth-grade students from three junior high schools in Tasikmalaya City. The subjects were selected purposively, namely one student each from 3 schools who had the highest average mathematics score. Data collection was carried out through analogical reasoning tests, semi-structured interviews, and documentation with a focus on the four main components of analogical reasoning, namely encoding, inferring, mapping, and applying. The results show that students' analogical reasoning is generally still relatively low, especially in the inferring, mapping and applying components. This finding indicates that students' difficulties do not only stem from weak conceptual mastery, but also from the lack of explicit and systematic analogy-based learning strategies in the classroom, so that it is necessary to develop effective learning models to develop analogical reasoning.