Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Eksplorasi etnomatematika pada Situs Prasasti Geger Hanjuang sebagai cikal bakal Kabupaten Tasikmalaya Putri, Rizqy Amelia; Yulianto, Eko; Mulyani, Eva
Primatika : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/primatika.v14i1.4722

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi representasi-representasi matematis dan makna semiotika yang terkandung dalam Situs Prasasti Geger Hanjuang di Kabupaten Tasikmalaya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui reduksi data, penyajian data, serta triangulasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya representasi matematis pada Situs Prasasti Geger Hanjuang, yaitu konsep geomteri, sifat operasi hitung, polygon, dan pencerminan. Secara semiotika, artefak-artefak yang terdapat pada Situs Prasasti Geger Hanjuang dibuat dengan penuh makna filosofis yang berkaitan dengan sejarah Kerajaan Galunggung yang merupakan cikal bakal berdirinya Kabupaten Tasikmalaya.
Analisis Kemampuan Abstraksi Matematis Peserta Didik Berdasarkan Teori Van Hiele ditinjau dari Motivasi Belajar Pebrianty, Salisa Khairina; Muslim, Siska Ryane; Mulyani, Eva
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 2 (2025): April - June 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v5i2.2874

Abstract

Kemampuan abstraksi matematis penting dalam memahami konsep geometri yang bersifat abstrak, dan motivasi belajar turut menentukan sejauh mana peserta didik dapat mencapai tahapan berpikir geometri menurut teori Van Hiele, sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mengungkap keterkaitan ketiganya guna meningkatkan pendekatan pembelajaran matematika yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan abstraksi matematis peserta didik berdasarkan teori van hiele ditinjau dari motivasi belajar. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah tiga peserta didik kelas IX-I SMP Negeri 13 Tasikmalaya. Penentuan subjek didasarkan pada peserta didik dari setiap kategori motivasi belajar yang paling banyak memenuhi indikator kemampuan abstraksi matematis terlepas dari jawaban benar maupun salah serta mampu memberikan informasi yang baik dan jelas. Instrumen yang digunakan yaitu peneliti, angket motivasi belajar, Van Hiele Geometry Test, dan soal kemampuan abstraksi matematis. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa pengisian angket motivasi belajar, soal Van Hiele Geometry Test, soal tes kemampuan abstraksi matematis, dan wawancara tidak terstruktur. Model analisis Miles dan Huberman digunakan untuk menganalisis data, yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik dengan motivasi belajar tinggi dengan level deduksi informal mampu memenuhi empat dari lima indikator kemampuan abstraksi matematis. Peserta didik dengan motivasi belajar sedang dengan level deduksi informal mampu seluruh indikator kemampuan abstraksi matematis. Peserta didik dengan motivasi belajar rendah dengan level deduksi informal mampu memenuhi tiga dari lima indikator kemampuan abstraksi matematis.
Efektivitas Model Problem Based Learning Berbantuan Nearpod terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis dan Minat Belajar Siswa Jestri, Aulia Nurul Ilahi; Mulyani, Eva; Nurhayati, Elis
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.30263

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model Problem Based Learning (PBL) berbantuan Nearpod terhadap kemampuan berpikir kritis matematis dan untuk mengetahui efektivitas model Problem Based Learning (PBL) berbantuan nearpod terhadap minat belajar siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode eksperimen desain True Experimental Design dan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan berpikir kritis matematis dan angket minat belajar. Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif dan inferensial menggunakan SPSS dan Microsoft Excel, serta uji hipotesis dengan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan berpikir kritis matematis pada kelas eksperimen (70,29) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (61,21). Rata-rata minat belajar pada kelas eksperimen (48,34) juga lebih tinggi dari kelas kontrol (43,42). Uji t-test menunjukkan nilai Sig. (1-tailed) 0,010 dan 0,005, yang lebih kecil dari 0,05, membuktikan bahwa PBL berbantuan Nearpod efektif terhadap kemampuan berpikir kritis matematis dan efektif terhadap minat belajar siswa.
Bincang buku dan focus group discussion untuk membangun perspektif positif terhadap matematika Apriliani, Leni; Hasanah, Nurul; Habibi, Nurul Is'ad; Maulani, Rakhil; Gani, Samsul Abdul; Anggraeni, Santi; Hasanah, Setia Nur; Ma'la, Sidqi Yajidil; Nuraeni, Sinta; Mulyaningsih, Sri; Mulyani, Eva
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.31576

Abstract

AbstrakKurangnya pemahaman dan minat terhadap matematika menjadi tantangan dalam dunia pendidikan, meskipun mayoritas peserta didik menyadari pentingnya matematika dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dikembangkan Buku “Matematika Kelas 13: Finding Harmony in Chaos” yang menyajikan pengenalan konsep-konsep matematika melalui tulisan yang dikaitkan dengan fenomena pada kehidupan sehari-hari. Kegiatan bincang buku dengan menggunakan metode service learning dilakukan dengan melibatkan peserta didik, mahasiswa jurusan Matematika, mahasiswa PPG calon guru dan guru dari berbagai mata pelajaran termasuk Matematika. Kegiatan ini juga difasilitasi dengan Focus Group Discussion (FGD) sebagai ruang berbagi pandangan dan pengalaman peserta mengenai matematika. Hasil menunjukkan bahwa pendekatan kontekstual yang disajikan melalui berbagai tulisan dapat membantu peserta dalam memahami konsep matematika lebih dalam dan lebih bermakna. Hal ini juga menegaskan bahwa penyampaian konsep matematika melalui tulisan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari dipadukan dengan diskusi kolaboratif mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih aplikatif dan bermakna. Kata kunci: bincang buku; focus group discussion; matematika; service learning. AbstractThe lack of understanding and interest in mathematics remains a challenge in the field of education, even though the majority of students acknowledge the importance of mathematics in everyday life. To address this issue, the book “Matematika Kelas 13: Finding Harmony in Chaos” was developed, offering the introduction of mathematical concepts through writings linked to real-life phenomena. A book discussion activity using the service learning method was conducted, involving students, mathematics majors, prospective teacher education (PPG) students, and teachers from various subjects, including mathematics. This activity was also facilitated through Focus Group Discussions (FGD) as a space for participants to share their views and experiences regarding mathematics. The results indicate that the contextual approach presented through various writings can help participants gain a deeper and more meaningful understanding of mathematical concepts. This also reinforces that delivering mathematical concepts through writings connected to everyday life, combined with collaborative discussions, can create a more applicable and meaningful learning experience. Keywords: book discussion; focus group discussion; mathematics; service learning.
Kemampuan Translasi Representasi Verbal ke Simbolik ditinjau dari Adversity Quotient (AQ) Tipe Climber dan Camper Ramadhan, Fista Cahyani; Patmawati, Hetty; Mulyani, Eva
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 7, No 5 (2025): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/imajiner.v7i5.23903

Abstract

This study aims to analyze the ability to translate verbal representations into symbolic representations in terms of adversity quotient (AQ) types climber and camper. This study uses a qualitative approach with a descriptive method. Data collection techniques in this study were carried out through the distribution of ARP questionnaires, tests of the ability to translate verbal representations into symbolic representations, and interviews. The instruments used were the ARP questionnaire and a test of the ability to translate verbal representations into symbolic representations of single-variable linear inequalities. The subjects of this study included two eighth-grade students from SMP Negeri 15 Tasikmalaya. Data analysis was conducted using several techniques, including data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study indicate that students with climber-type AQ are able to meet all indicators of verbal-to-symbolic representation translation ability, namely: identifying the information contained in the source representation; identifying what is being asked from the source representation; determining the strategy or initial steps for forming the source representation based on the target representation; forming the requested target representation as the solution to the target representation; and checking the consistency of the target representation with the source representation. Meanwhile, students with AQ type camper were able to meet four out of five indicators, with the unmet indicator being checking the consistency of the target representation with the source representation.
Analisis Kemampuan Koneksi Matematis Peserta Didik dalam Menyelesaikan Soal Literasi Numerasi Ditinjau dari Gaya Kognitif Widodo, Arista Maharani; Mulyani, Eva; Muslim, Siska Ryane
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 3 (2024): July - September 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v4i3.1819

Abstract

Kemampuan koneksi matematis merupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh peserta didik khususnya dalam menyelesaikan soal literasi numerasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan koneksi matematis peserta didik dalam menyelesaikan soal literasi numerasi ditinjau dari gaya kognitif. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan tes gaya kognitif yaitu tes MFFT (Matching Familiar Figure Test) yang dikembangkan oleh Warli, tes kemampuan koneksi matematis, dan wawancara. Penentuan subjek penelitian dilakukan secara purposive sampling. Subjek dalam penelitian ini diambil dari peserta didik kelas VIII D SMPN 6 Tasikmalaya yang terdiri dari 1 peserta didik dengan gaya kognitif reflektif, 1 peserta didik dengan gaya kognitif impulsif, 1 peserta didik dengan gaya kognitif slow-inaccurate, dan 1 peserta didik dengan gaya kognitif fast-accurate. Teknik analisis data yang dilakukan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa a) subjek dengan gaya kognitif reflektif dan fast-accurate mampu memenuhi seluruh indikator kemampuan koneksi matematis yaitu koneksi antar topik matematika, koneksi antara materi matematika dengan ilmu lain, dan koneksi antara matematika dengan kehidupan sehari-hari b) subjek dengan gaya kognitif impulsif mampu memenuhi satu indikator kemampuan koneksi matematis yaitu koneksi antar topik matematika c) subjek dengan gaya kognitif slow-inaccurate mampu memenuhi dua indikator kemampuan koneksi matematis yaitu koneksi antar topik matematika dan koneksi antara materi matematika dengan ilmu lain
Persepsi Guru dalam Pemberdayaan Pelestarian Warisan Budaya Lokal Sebagai Media Pembelajaran di Sekolah Dasar Mulyani, Eva; Fauza, Naila; Charlina, Charlina; Putra, Zetra Hainul; Hadriana, Hadriana; Novianti, Ria; Barokah, Rifqa Gusmida Syahrun
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 6 (2024): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i6.1786

Abstract

Pelestarian warisan budaya lokal merupakan aspek penting dalam menjaga identitas bangsa, terutama di Indonesia yang kaya akan tradisi dan nilai-nilai budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi guru mengenai pelatihan pelestarian budaya lokal sebagai media pembelajaran di sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak guru menyadari pentingnya integrasi budaya lokal dalam pembelajaran, namun mereka menghadapi kendala dalam pengetahuan dan keterampilan untuk melakukannya. Pelatihan yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman guru tentang nilai-nilai budaya lokal diharapkan dapat memberikan strategi efektif dalam menggabungkan elemen budaya ke dalam materi ajar. Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa pelatihan dapat memperkuat hubungan antara sekolah dan komunitas lokal, serta meningkatkan rasa bangga siswa terhadap warisan budaya mereka. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi untuk program pelatihan yang lebih efektif dalam mendukung pelestarian budaya lokal melalui pendidikan dasar.
Adversity Quotient Mahasiswa Pendidikan Matematika dan Keterkaitannya dengan Indeks Prestasi Kumulatif Mulyani, Eva; Wahyuningsih, Setya; Natalliasari, Ike
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 1 (2019): Januari
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v8i1.540

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Adversity quotient mahasiswa pendidikan matematika angkatan 2015 dan mengetahui ada atau tidak adanya keterkaitan antara Adversity quotient dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mahasiswa pendidikan matematika angkatan 2015. Penelitian ini merupakan penelitian deskriftif korelatif. Menggunakan metode korelasional yang tujuannya untuk menyelidiki sejauh mana variasi pada satu variabel berkaitan dengan variabel yang lainnya. Berdasarkan hasil analsis data penelitian, bahwa tingkat Adversity quotient (AQ) mahasiswa jurusan pendidikan matematika FKIP Universitas Siliwangi angkatan 2015 secara umum berada pada kategori AQ sedang (camper). Sebesar 66% mahasiswa memiliki AQ sedang, dan umumnya memiliki IPK dengan predikat sangat memuaskan. 1 orang mahasiswa memiliki IPK dengan predikat pujian dan memiliki AQ tinggi (climber), 1 orang mahasiswa memiliki IPK dengan predikat pujian namun AQ nya berada pada kategori peralihan dari quitter ke camper, 14 orang mahasiswa memiliki IPK dengan tidak memiliki predikat namun AQ nya sedang (camper), dan 2 orang mahasiswa memiliki IPK dengan tidak memiliki predikat namun AQ nya berada pada kategori peralihan dari camper ke climber. Serta terdapat keterkaitan yang signifikan antara Adversity quotient dengan Indeks Prestasi Kumulatif.
Eksplorasi Etnomatematik Batik Sukapura Mulyani, Eva; Natalliasari, Ike
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 1 (2020): Januari
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v9i1.598

Abstract

Melihat potensi batik Sukapura yang memiliki jenis batik dan motif khas yang keberadaannya diwariskan dari generasi ke generasi, hingga generasi sekarang, ditambah dengan kajian etnomatematika yang mengeksplorasi konsep geometri sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan konsep matematika yang terdapat pada aktivitas membatik dan konsep matematika yang terdapat pada motif batik tulis Sukapura. Metode yang digunakan adalah penelitian etnografi dan bersifat eksploratif. Teknik pengumpulan data dilakukan yaitu dengan observasi partisipasi pasif, wawancara tak terstruktur, dokumen, dan keabsahan data berdasarkan triangulasi data. Instrumen penelitiannya adalah peneliti sendiri. Pemilihan sumber data dilakukan secara purposive bertempat di Desa Sukapura. Teknik analisis data melewati tahap reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat konsep matematika pada aktivitas membatik dan selain konsep geometri bidang datar ternyata terdapat konsep transformasi geometri, yaitu: 1) Diagram pada tahapan-tahapan proses membatik berisi model matematika; 2) pada batik tulis Sukapura motif Daun Picis memiliki simetri refleksi, dan dua simetri putar/rotasi pada sumbu yang berpotongan; 3) pada batik tulis Sukapura motif Kolentang memiliki simetri translasi, tidak memiliki simetri refleksi dan tidak memiliki simetri rotasi. Seeing the potential of Sukapura batik, which has unique types of batik and motifs whose existence has been passed down from generation to generation, to the present generation, coupled with ethnomatematics studies exploring previous geometry concepts. This study aims to reveal the mathematical concepts contained in the batik activity and mathematical concepts contained in the Sukapura written batik motif. The method used is ethnographic research and is exploratory in nature. Data collection techniques were carried out by passive participation observation, unstructured interviews, documents, and data validity based on data triangulation. The research instrument is the researcher himself. The selection of data sources was done purposively at Sukapura Village. Data analysis techniques pass the stages of data reduction, data presentation, drawing conclusions and verification. The results showed that there are mathematical concepts in batik activity and in addition to the concept of flat plane geometry there are the concepts of geometry transformation, namely: 1) Diagrams at the stages of the batik process containing mathematical models; 2) on Sukapura batik, the Picis Leaf motif has a reflection symmetry, and two rotating/rotational symmetries on the intersecting axis; 3) in Sukapura batik, the Kolentang motif has translational symmetry, no reflection symmetry, and no rotational symmetry.
Determining Auspicious Days for Weddings and Circumcisions in Kuta Traditional Village Prabawati, Mega Nur; Mulyani, Eva; Muslim, Siska Ryane
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 2 (2024): April
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i2.1733

Abstract

Penelitian ini menyelidiki filosofi dan aktivitas matematika yang tertanam dalam menentukan hari baik untuk upacara pernikahan dan khitanan di Desa Adat Kuta. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi, pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap tokoh adat, tetua adat, dan anggota masyarakat. Temuan ini mengungkapkan enam aktivitas matematika mendasar yang selaras dengan nilai-nilai budaya lokal: penghitungan (digunakan untuk menghitung kesesuaian dan menentukan hari baik), penempatan (untuk mengidentifikasi tanggal terlarang dan posisi spasial), pengukuran (untuk mengurutkan hari dan menyelaraskan waktu), perancangan (untuk mengatur tanggal dan waktu menurut adat istiadat), bermain (mengamati aturan dan menafsirkan hasil), dan menjelaskan (memberikan interpretasi perhitungan yang bermakna). Studi ini menunjukkan bahwa praktik etnomatematika ini tidak hanya mendukung tradisi lokal tetapi juga memperkuat identitas budaya dan warisan masyarakat Kuta. Integrasi konsep matematika seperti penjumlahan, pembagian, modulo aritmatika, dan barisan aritmatika dalam kebiasaan ini mengungkapkan hubungan rumit antara matematika dan praktik budaya, menawarkan perspektif unik untuk pendidikan matematika yang responsif terhadap budaya. This study investigates the philosophy and mathematical activities embedded in determining auspicious days for marriage and circumcision ceremonies in Kuta Traditional Village. Employing qualitative research methods with an ethnographic approach, data were gathered through observations, interviews, and documentation from traditional leaders, elders, and community members. The findings reveal six fundamental mathematical activities that align with local cultural values: counting (used in calculating compatibility and determining favorable days), locating (for identifying restricted dates and spatial positions), measuring (for sequencing days and aligning timings), designing (for organizing dates and times according to customs), playing (observing rules and interpreting outcomes), and explaining (providing meaningful interpretations of calculations). This study demonstrates that these ethnomathematical practices not only support local traditions but also reinforce the cultural identity and heritage of the Kuta community. The integration of mathematical concepts such as addition, division, modulo arithmetic, and arithmetic sequences within these customs reveals the intricate relationship between mathematics and cultural practices, offering a unique perspective for culturally responsive mathematics education.   Keyword: Ethnomathematic; philosophy; mathematical activities; goodday of marriage and circumcision.